
Jari-jari tangannya Aldi mulai bereaksi . Membuat Laila yang memegang tangan suaminya itu merasakan pergerakan tangannya Aldi .
Laila bangun dari tidurnya sambil mengucek-ucek matanya karena baru bangun , dan melihat kearah suaminya yang jari-jari tangannya bergerak-gerak terus .
" Mas... kamu sudah sadar mas ". Ucapnya Laila tersenyum bahagia akhirnya suaminya itu mulai ada perkembangan untuk sadar namun matanya Aldi masih terpejam .
" Kenapa La ?". Tanya Mira pada menantunya itu ia pun bangun dari tidurnya disofa karena mendengar sayup-sayup suara Laila yang berbicara pada seseorang gitu .
" Ini mah, tangannya mas Aldi tadi gerak-gerak ". Ujarnya Laila sambil tersenyum .
" Oh ya ". Ucapnya Mira langsung menghampiri Laila kearah ranjang rumah sakit putranya yang masih terbaring lemah .
" Iya mah ". balasnya Laila bangun dari duduknya dan tangannya yang masih memegang jari jemari suaminya itu .
Sayup-sayup matanya Aldi mulai terbuka ,
Aldi yang sadar langsung melihat kesekitar tempat ia berada .
" Mas ". Ucapnya Laila langsung tersenyum bahagia melihat suaminya yang sudah sadarkan diri .
" La..la...". Ucapnya Aldi masih dengan nada lemasnya karena baru sadar dari masa kritisnya .
" Iya mas... ini aku Laila , syukurlah akhirnya kamu sadar juga mas ". Ucapnya langsung tersenyum sambil memeluk tubuh suaminya itu saking bahagianya , dan langsung melepaskan pelukannya itu .
" Aldi ... akhirnya kamu sadar juga nak ". Ucapnya Mira tersenyum melihat putranya itu tersadar juga akhirnya .
Aldi yang melihatnya hanya diam saja .
" Aku dimana ?". Tanyanya Aldi .
" Kamu dirumah sakit ,dan kata Dhan kamu mengalami kecelakaan mobil, ada mobil yang menabrakmu mas ". Ujarnya Laila .
Aldi mengingat kembali kejadian yang menimpanya semalam .
" Ah... iya , aku ingat aku ditabrak mobil ". Ucapnya Aldi sambil memegang kepalanya yang agak pusing .
Aldi hendak bangun entah mengapa kakinya susah sekali digerakkan ,
" Kamu mau apa mas ? sini aku bantu ". Ucapnya Laila hendak membantu Laila namun Aldi menolaknya .
" Gak usah aku bisa sendiri ". Ucapnya Aldi masih berusaha menggerakkan kakinya itu karena hendak bangun sekedar ingin ke kamar mandi .
" Tapi kan mas ". Ucapnya Laila yang masih bersikeras ingin membantu suaminya itu .
" Aku bilang aku bisa sendiri !!! ". Bentaknya Aldi membuat Laila kaget begitupun orang-orang yang masih tidur disana .
Mila yang terbangun mendengar teriakkan dari cucunya itu langsung melihat kearah ranjang rumah sakit tempat dimana Aldi berada sekarang .
" Sudah bangun kamu rupanya Al ". Ucapnya Mila menghampiri Aldi dan juga Laila maupun Mira yang berada didekat Aldi sambil membenarkan kaca mata yang ia pakai .
" Kamu ini kenapa sih baru juga sadar malah teriak-teriak gitu, ini rumah sakit loh Al ". Keluh neneknya itu .
" Tahu nih kunyuk , anak gua sampai bangun kan cih... ". Celetuknya Wulan menggendong Zidan yang terbangun oleh teriaknya Aldi dan sekarang Zidan malah merengek-rengek minta pulang .
" Huaa... Puyang...Puyang... mah ". Celoteh nya Zidan yang merengek minta pulang pada Wulan.
" Iya sayang nanti kita pulang ya , sabar ya sayang ". Ucapnya Wulan menggendong Zidan sambil mengusap-usap bagian belakang kepalanya Zidan supaya Zidan tenang .
" Apaan dah... Lo disini juga ngapain ". Ucapnya Aldi yang merasa kesal karena dirinya selalu saja dipanggil dengan nama ejekannya dari Wulan .
" Ini mah , Laila hanya mau membantu Aldi bangun dari tidurnya kayanya Aldi mau bangun tapi Aldi malah menolaknya ". Mira yang menjelaskan .
" Ya ampun Aldi , niat istrimu itu baik loh... kenapa kamu masih saja bersikap kasar gitu padanya sih... heran nenek lihatnya ". Ucapnya Mila dengan nada kesal pada cucunya itu .
Aldi malah menggerutu dalam hati .
" Ck... semuanya pada bawel sih ". Kerutuknya dalam hati .
__ADS_1
Aldi yang benar-benar sudah gak tahan lagi ingin buang air , ia lebih memilih bangun , ia berusaha menggerakkan kakinya namun rasanya berat sekali susah sekali ia gerakkan .
" Apa !!... gak mungkin kan kalau...". Batinnya sudah merasa tidak enak .
Aldi langsung membuka selimut yang menutupi badannya itu membuat semua orang terheran-heran .
" Ada apa mas ?". Tanyanya Laila pada suaminya itu .
" Iya Al kenapa ? kok kamu kaya gelisah gitu ". Timpalnya Mila .
" Kakiku..nek... kakiku ". Ucapnya Aldi yang terlihat panik .
" Kenapa sama kaki kamu Al ". Ucapnya Mila .
" Iya mas... kenapa ". Ucapnya Laila yang terlihat kebingungan sekaligus khawatir dengan apa yang Laila lihat dari raut wajah gelisah suaminya itu .
" Kakiku susah untuk digerakkan nek, gak mungkin nek...gak mungkin ". Ucapnya Aldi merasa benar-benar merasa gak percaya dengan apa yang terjadi padanya .
" Kamu jangan panik ,tanya dokter saja dulu ya ". Ucapnya Mila menenangkan cucunya itu .
" Iya mas... kita tanya dokter , kamu jangan khawatir aku yakin kamu baik-baik saja , kamu yang tenang ya ". Ucapnya Laila mencoba menenangkan suaminya itu .
" Bagaimana aku bisa tenang , kakiku gak bisa digerakkan ..cih... argh...". Aldi yang kesal dan prustasi .
Dengan segera Mila memencet tombol memanggil Dokter agar segera datang keruangan rawat inap cucunya itu setelah dokter itu datang mereka semua diminta menunggu nya diluar dan hanya boleh ditemani satu orang dan Laila lah yang menemaninya karena sebagai istrinya Aldi .
Dokter itu dengan sigapnya langsung bertindak memeriksa kondisi my Aldi ,
" Coba pelan-pelan digerakkan pak ". Titah Dokter itu pada Aldi .
Namun segala upaya Aldi yang hendak menggerakkan kakinya itu tetap saja susah bagi Aldi rasanya berat sekali untuk Aldi .
" Sudah dok ". Ucapnya Aldi .
" Apa boleh buat pak saya harus mengatakan nya pada anda ". Ucap Dokter itu .
" Apa dok ". Ucapnya Aldi .
" Gak...mungkin dok...gak mungkin ". Ucapnya Aldi merasa gak percaya apa yang terjadi padanya itu .
" Kamu yang sabar mas..sabar ". Ucapnya Laila berusaha menenangkan perasaan kekecewaan suaminya itu dengan memeluknya .
kini posisinya Aldi tengah duduk diatas ranjang rumah sakit .
" Bagaimana aku bisa sabar hah...!!!". Bentaknya Aldi .
" Aku lumpuh Laila... lumpuh...Ck.. ". Kini air matanya Aldi benar-benar keluar ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa dirinya lumpuh .
" Anda jangan khawatir kelumpuhan ini hanya sementara , anda bisa berjalan lagi bila anda melakukan kemoterapi tiap minggunya pak ". Ujar Dokter itu memberi harapan nya pada Aldi .
" Kamu dengar mas , dokter bilang masih ada harapan untuk kamu, jadi kamu gak boleh begini , aku yakin kamu pasti bisa berjalan lagi mas... yah..". Ucapnya Laila melihat wajah suaminya itu yang sudah menitikkan air matanya .
begitupun dengan Laila .
" Gak... La... enggak..., gak mungkin ". Ucapnya Aldi memukul-mukul kakinya .
" Kamu gak boleh gitu mas.. kamu harus sabar ... kamu harus kuat ". Ucapnya Laila berusaha menenangkan suaminya itu .
" Kalau begitu saya permisi ". Ucap dokter itu .
" Iya dok , terimakasih ". Balasnya Laila .
Dokter yang keluar dari kamar rawatnya Aldi dan menjadi sasaran pertanyaan dari pihak keluarga nya Aldi .
" Gak...hikss...gak mungkin ...". Aldi yang pertama kali ini merasa benar-benar hancur .
" Gak mungkin...".
__ADS_1
" Sabar mas.. sabar , kamu kuat , tenang ya aku akan selalu ada untukmu mas.. ". Ucapnya Laila .
Entah mengapa kini Aldi tidak menolak ketika dipeluk oleh istrinya itu , karena ia sekarang amat-amat merasa sedih dengan nasibnya itu .
Dhan yang baru saja datang dengan membawa makanan untuk anggota keluarga Prastama , benar-benar begitu terkejut dengan apa yang ia lihat dan dengar kalau bosnya sekaligus sahabatnya itu mengalami cidera dikakinya mengakibatkan kakinya mengalami kelumpuhan .
" Sabar Al, kamu harus kuat nak ". Ucap Mila begitupun dengan yang lainnya , mengucapkan kata-kata yang sama setelah semuanya masuk kembali kedalam kamar rawatnya .
Aldi tidak menjawab dia kini hanya terbengong entah apa yang kini ia pikirkan .
Aldi merasa sedih sekarang ,merasa ia gak punya kekuatan lagi untuk hidup .
" Kamu harus Aldi , demi Laila demi anakmu ". Ucapnya Wulan seketika membuat Aldi langsung menoleh kearah Wulan .
" Apa maksud mbak bilang begitu, anak ? anak apa ?". Tanyanya Aldi dengan raut wajah antara sedih dan juga bingung .
" Anakmu Aldi ". Jawabnya Mira seketika .
" Anakku ". Ucapnya Aldi langsung melihat kearah istri nya itu yang kini berada di sampingnya yang tersenyum padanya .
" Kamu hamil ?" Tanyanya Aldi .
Laila hanya mengangguk tandanya iya .
" Benarkah ? kok bisa ". Ucapan nya membuat semua orang terheran-heran dengan pertanyaan Aldi itu .
" Iya mas.. aku hamil , dan kenapa kamu kok nanyanya seperti itu kaya gak percaya kalau aku hamil sama kamu ?". Ucapnya Laila seketika membuat Aldi terpojokkan .
" Ah... bukan gitu, masa iya , perasaan baru tiga kali ...". Ucapannya terhenti seketika karena tangannya Wulan menoyor kepalanya membuat Aldi terkejut .
" Apa-apaan sih , elah... sakit tau ". Keluhnya Aldi .
" Ya lagian Lo nanyanya gitu amat sama bini Lo, Lo pikir kalau cuma pernah tiga kali gak langsung jadi gitu, ya jadi lah apalagi kalau Lo buatnya ... ". Ucapannya Wulan terpotong karena dehaman Mila .
" Ehem... kalian ini ,ya masalah begituan saja ... masih saja di bahas-bahas disini , gak malu apa sama yang lain yang mendengarnya ". Decaknya Mila .
Wulan dan Aldi hanya langsung terdiam , sedangkan Laila dan yang lainnya hanya menahan tawa melihat tingkah laku kedua sodara itu .
" Selamat ya bos, akhirnya bos jadi seorang ayah... ". Ucapnya Dhan memberi selamat atas kehamilan istri Aldi itu .
" Hmm...ya makasih ". Ucapnya Aldi dengan raut wajah dinginnya .
" Yaelah kenapa harus ... terjadi sih, gua juga sih yang bego... kenapa gua malah transfer cebong gua coba sama Laila ... hadeh... ". Gerutunya dalam hatinya .
" Mas... kok kamu kaya gak senang gitu sih ,kalau aku hamil ". Ucapnya Laila dengan raut wajah merasa sedihnya .
" Tahu nih anak , bukannya senang bisa jadi anak tuh cebong lu , aneh...". Celetuknya Wulan lagi dan lagi .
" Astaga ...orang ini ". Aldi yang melirik tajam kearah Wulan .
Wulan yang ditatap tajam oleh Aldi tidak kalah menatapnya balik .
" Gak.. kok aku senang , siapa bilang aku gak seneng lagian kan .. itu anakku masa iya aku gak seneng ". Ucapnya Aldi tersenyum seketika .
" Nah... gitu dong , Lo seharusnya bersyukur jadi bapak bentar lagi, tapi lo siap-siap aja bakalan ngerasain apa yang pernah lu rasain dulu saat-saat gua hamil dulu ". Ucapnya Wulan senyum-senyum sambil mengangkat-angkatkan sebelah alisnya membuat Aldi merasa terkejut .
Aldi paham dengan apa yang dimaksud oleh kakak sepupunya itu .
" Astaga... kalian ini , gak pernah berubah ya dari dulu masih saja bersikap kekanak-kanakan kaya gini ". Ucapnya Mila geleng-geleng kepala .
Laila hanya tersenyum melihat Wulan yang suka sekali menjahili suaminya itu , Mira pun begitu dan Dhan hanya bisa diam sambil tersenyum .
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊😊🤗