
"Pak, ini gawat," ucap Shaka yang masuk ke dalam ruangan, Reyhan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Shaka, apa kamu tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu? Kamu membuat konsentrasi saya buyar," ucap, Reyhan dengan sedikit l menaikan nada bicaranya.
"Maaf, Pak saya sedang panik. Jadi gini, Pak kata, Rita tadi, Ayahnya Shena datang menemuinya dan dia menanyakan, Shena. Shena tidak pulang ke rumahnya sejak semalam," jelas, Shaka.
"Apa! Shena hilang?"
"Belum dinyatakan hilang tapi kemungkinan hilang karena orang tuanya, Shena sudah menanyakan, Shena kepada teman-temannya tapi tidak ada yang mengetahui dimana keberadaan, Shena."
"Saya harus mencari dia."
Reyhan beranjak dari tempat duduknya lalu segera pergi untuk mencari, Shena.
Saat di lobby kantor, Reyhan berpapasan dengan, Dania.
"Dania tunggu!" Reyhan langsung memanggil, Dania dan segera menghampiri gadis itu!
Dania menghentikan langkahnya. Dia berjalan beberapa langkah untuk sampai pada, Reyhan!
"Iya, Pak ada yang bisa saya bantu?" ucap Dania.
"Kamu tahu dimana, Shena?"
Reyhan sengaja bertanya kepada, Dania karena tahu, Dania adalah temannya, Shena.
Dania menggelengkan kepalanya. "Tidak, Pak saya tidak tahu. Tadi pagi juga, Ibunya, Shena datang ke rumah saya untuk mencari, Shena."
"Oh," sahut Reyhan.
Reyhan memasang wajah khawatir dan juga bingung, dia tidak tahu harus mencari, Shena kemana.
"Pak, tanya saja sama, Rita dan Shendy yang saya tahu semalam mereka janjian mau belanja bareng."
"Mereka juga tidak tahu, Shena ada di mana. Ponselnya tidak bisa dihubungi."
Reyhan langsung pergi dari tempat itu tanpa berkata apapun lagi pada, Dania!
**********
"Itu dia ada bank," ucap Shena sembari mengarahkan jari telunjuknya ke sebuah bangunan.
"Turunkan saya di sini, saya janji tidak akan kabur," sambung, Shena.
"Awas kalau kamu kabur."
Preman yang menyetir mobil itu pun langsung menghentikan laju mobilnya dan membiarkan, Shena turun dari mobilnya.
Tiga preman itu juga ikut turun dari mobilnya dan menunggu, Shena di depan bank itu.
Setelah menunggu lebih dari lima belas menit, akhirnya, Shena keluar dari bank itu dengan membawa amplop berwarna coklat yang pastinya berisi uang tunai.
__ADS_1
"Sudah dapat, ayo kita pergi dari sini," ucap Shena sembari mengangkat uang itu sampai batas dadanya.
Mereka pun berjalan menghampiri mobilnya dan melanjutkan perjalanannya.
"Untung aku punya uang dari, Mas Devan," ucap Shena didalam hatinya.
Shena yang duduk di bangku belakang itu merasa khawatir dan takut. Perasaannya tak menentu hingga dirinya sendiri tak bisa menjelaskannya.
"Apa rencana lo selanjutnya?" tanya seorang preman yang duduk di samping, Shena.
"Kita bicarakan nanti saja," ucap, Shena.
"Ini uang tiga puluh juta, kalian pegang dulu saja. Sekarang antarkan saya pulang saat ini tidak ada pekerjaan untuk kalian."
"Pastikan, Bu Susan tidak melaporkan kami ke polisi."
"Saya akan melakukan tugas saya dengan baik dan benar. Kalian tenang saja, o ya katakan pada wanita itu kalau kalian sudah membuang saya ke hutan," jelas, Shena.
Seorang preman yang bertugas menyetir itu pun langsung melajukan mobilnya mengikuti arah yang ditunjukkan oleh, Shena.
*******
Reyhan bertanya kepada semua orang yang dia temui, dia memperlihatkan foto, Shena yang dia simpan di ponselnya.
Reyhan berjalan kaki di sekitaran tempat biasa, Shena menunggu taksi ataupun angkutan umum sambil terus bertanya kepada semua orang yang dia lewati.
Sudah hampir satu jam, Reyhan melakukan pencarian namun tidak ada satu orang pun yang mengetahui atau melihat, Shena di sekitar tempat itu.
Ditengah teriknya mata hari, Reyhan terus berjalan menghampiri setiap orang yang dilihatnya, dia berharap ada satu orang saja yang mengetahui atau melihat, Shena di daerah itu.
*******
Setelah berkendara cukup lama, Shena meminta laki-laki yang menyetir mobil itu berhenti di depan sebuah rumah besar dan mewah, tentunya bukan rumahnya tapi rumah milik orang lain.
Shena sengaja tak membawa tiga preman itu ke rumah, Pak Rudy karena tak ingin membuat kedua orang tuanya tahu dengan rencananya dan lagi, Shena tak ingin tiga preman itu tahu ke tempat tinggal aslinya karena dia takut mereka akan membahayakan dirinya dan juga keluarganya.
"Ini rumah kamu?" tanya salah satu dari tiga laki-laki itu.
"Ya, ini rumah saya tapi maaf saya tidak bisa mengajak kalian masuk karena saya takut ada yang curiga pada kalian," ucap Shena.
"Kami tidak akan mampir dan tidak akan ke sini lagi terkecuali kamu yang minta kami untuk datang ke sini."
"Oke, kalau gitu saya permisi."
Shena segera turun dari mobil itu!
"Kami pergi dulu dan kalau butuh bantuan hubungi kami tapi ingat, kami tidak bisa melenyapkan orang."
"Saya mengerti."
Shena tetap berdiri ditepi jalan sembari menatap kepergian mereka, saat mobil itu sudah tak terlihat lagi, Shena segera menghentikan ojek yang kebetulan lewat sana dan meminta tukang ojek itu mengantarkannya pulang ke rumahnya.
__ADS_1
*******
Di rumah, Pak Rudy.
Bu Ayu tak bisa menahan air matanya, dia terus menangisi, Shena yang belum pulang juga padahal sudah memasuki tengah hari.
"Pak bagaimana ini, gimana kalau ada yang menculik, Shena?" ucap Bu Ayu dengan berurai air mata.
"Jangan berpikir buruk, Bu. Kita berdoa saja semoga anak kita baik-baik saja di luar sana," ucap, Pak Rudy.
Pak Rudy berusaha menenangkan sang istri meski sebenarnya dia juga sangat merasa khawatir terhadap, Shena.
Tak lama, Shena tiba di rumah mereka.
Tok!
Tok!
Shena mengetuk pintu lalu membuka pintu utama rumah mereka tanpa menunggu Ibu dan Bapaknya membukakan pintu untuknya.
Bu Ayu yang sedang menangis dengan menundukkan kepalanya kini mendongak menatap ke arah pintu, dia ingin tahu siapa yang datang ke rumahnya.
"Shena!" Bu Ayu langsung bangkit dari duduknya dan berhamburan memeluk, Shena.
Saat ini penampilan, Shena sangat tak karuan, rambutnya kusut, pakaiannya juga lusuh dan tubuhnya juga terlihat sangat lemas.
"Akhirnya kamu pulang, Nak," ucap, Pak Rudy.
"Maafkan, Shena, Pak, Bu. Shena sudah membuat kalian khawatir," ucap, Shena.
"Yang penting sekarang kamu sudah pulang, Nak. Kami memang sangat mengkhawatirkan kamu."
Bu Ayu mengantarkan, Shena ke kamarnya karena dia merasa putrinya itu butuh waktu untuk beristirahat.
Bruk!
Shena terjatuh ke lantai, karena tak mendapatkan asupan makanan dirinya pingsan.
Bersambung
Hai semuanya, sambil menunggu Dendam Cinta up lagi, yuk mampir dulu ke karya teman author yang berjudul.
Judul: Pernikahan Rahasia Anak SMA
Author: LichaLika
Blurb:
Zara Adelia, gadis cantik dan juga seorang Nona muda yang masih duduk di kelas 12 SMA, terpaksa menjalani pernikahan rahasia dengan seorang pria yang lebih dewasa darinya. Ia dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria dari kalangan sederhana, kedua orang tua Zara sangat yakin jika pria tersebut bisa membuat Zara bahagia. Pria tersebut tak lain adalah guru olahraga sekaligus guru BP nya di sekolah. Sedari dulu Zara sangat tidak menyukai guru olahraga nya itu.
Akankah Zara bisa hidup bahagia bersama pria yang bukan pilihannya? Nyatanya sehari-hari Zara harus berhadapan dengan suami sekaligus guru olahraga nya di sekolah. Mungkinkah cinta mulai bersemi di antara mereka?
__ADS_1