Dendam Cinta

Dendam Cinta
Dendam Cinta bab 39


__ADS_3

Tok!


Tok!


Tok!


Reyhan mengetuk pintu rumah, Pak Rudy. Malam ini dia akan mengajak, Shena makan malam diluar.


Bu Ayu membuka pintu rumahnya dan mempersilahkan mantan Bosnya, Shena itu masuk ke dalam rumahnya.


"Masuk, Nak. Shena masih bersiap-siap," ucap, Bu Ayu.


Reyhan tersenyum lalu masuk ke dalam rumah itu! Seperti biasa dia akan duduk di kursi yang ada di ruang tamu rumah itu.


Bu Ayu langsung berjalan menuju kamar, Shena untuk memberitahukan bahwa yang ditunggu nya sudah datang!


"Nak Reyhan sudah menunggumu di ruang tamu," ucap, Bu Ayu kepada, Shena.


Shena tersenyum ke arah, Bu Ayu.


"Aku belum selesai, Bu. Tolong suruh dia menunggu."


"Belum selesai? Kamu sudah cantik."


"Bu, aku memang sudah cantik dari lahir." Shena tertawa kecil lalu meninggalkan, Ibunya di kamarnya.


"Kamu bisa aja." Bu Ayu pun ikut pergi dari kamar itu karena untuk apa dia berdiam diri di kamar yang bukan miliknya.


"Mas, maaf ya kamu udah nunggu lama ya?" tanya, Shena.


Reyhan menatap, Shena lalu tersenyum tipis.


"Tidak, aku baru aja sampai kok."


Shena membalas senyuman, Reyhan.


"Eumm, mau langsung pergi atau mau–?"

__ADS_1


"Langsung pergi aja. Lagian kita cuma punya waktu sebentar kan karena kamu gak boleh pulang lewat dari jam sebelas malam."


Shena mengangguk pelan. "Iya. Ya udah kalau gitu kita berangkat sekarang."


Reyhan, berpamitan kepada, Bu Ayu dan Pak Rudy. Seperti biasa dia akan meminjam anak mereka untuk menemaninya makan malam.


Reyhan dan Shena pun mulai meninggalkan rumah itu setelah mereka berpamitan kepada, Bu Ayu dan Pak Rudy!


****


"Dania, boleh aku mengenal kamu lebih jauh lagi?" tanya, Shaka.


Saat itu, Shaka dan Dania sedang berada di salah satu kafe yang terdapat di kota tempat mereka tinggal.


"Maksudnya?" ucap, Dania.


"Aku mencintai kamu. Maukah kamu menjadi kekasihku?"


"S_Shaka, kamu ...."


Dania terdiam, dia merasa salah tingkah dan tak tahu apa yang harus dia ucapkan. Sebenarnya, Dania juga suka sama, Shaka tapi dia tak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan.


*******


Di kediaman, Devan dan Susan.


"Kamu mau kemana, Mas?" tanya, Susan.


Susan mengekor dibelakang, Devan sembari terus berbicara.


"Aku mau cari angin," sahut, Devan.


Devan terus berjalan meski, Susan berusaha menghentikan langkahnya!


"Kamu mau ketemu sama, Shena kan?"


Devan menghentikan langkahnya dengan tiba-tiba.

__ADS_1


"Aku tidak akan menemui dia, Susan."


"Tapi kenapa kamu perginya malam-malam gini? Kalau bukan untuk makan romantis bersama dengan wanita pengganggu rumah tangga orang itu."


"Susan, kamu ini kenapa sih? Lama-lama kamu ini ngebosenin. Kamu jangan salahkan aku ya kalau aku benar-benar menikahi, Shena." Devan berucap dengan nada bicaranya yang sedikit dinaikkan.


"Mas," lirih, Susan.


Susan menundukkan kepalanya dan mulai menangis.


Devan tak menghiraukan, Susan yang begitu sedih karena dibentak olehnya. Devan memilih pergi meninggalkan, Susan.


Setelah, Devan pergi. Susan melampiaskan kemarahannya pada pot bunga kecil yang terdapat di atas meja. Dia melemparkan pot bunga itu hingga pecah berkeping-keping.


"Aaaa!" Teriak, Susan.


Bersambung


Rekomendasi novel yang sangat bagus untuk kalian baca.


Judul: Eternal Enemy


Author: Navizaa


Yuk teman-teman mampir ke karya temanku. Ceritanya seru loh.


Blurb


Safara Maulida tidak pernah menyangka bahwa dia akan dilamar secara tiba-tiba oleh atasannya di kantin kantor tempatnya bekerja. Tentu saja Fara nama panggilan gadis itu merasa sangat bahagia, apalagi atasannya itu adalah cinta pertamanya di masa putih abu-abu.


Keill Abraham, tidak main-main dengan lamaran itu, dan sebulan kemudian mereka melangsungkan pernikahan. Tapi di dalam kehidupan mereka ada kejanggalan yang Fara rasakan, yaitu sikap Keill yang dingin saat di rumah. Tapi akan berubah hangat jika di kantor. Fara jelas saja tidak terima dengan sikap suaminya itu.


"Gue tahu kalau dia gak cinta sama gue, tapi apa alasannya dia ngajak gue nikah jika matanya hanya menatap ke arah wanita itu dengan tatapan sendu!" Batin Fara dengan dada sesak.


Sanggupkah Fara menjalani pernikahan yang seperti itu? apa alasan Keill menikahinya kalau hanya dianggap bayang-bay.


__ADS_1


__ADS_2