
" Apa !!!". Ucap nya Firman yang kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Anna barusan padanya .
" Jadi kamu membiarkannya begitu saja gitu ..". Ucapnya Firman melihat sinis ke arah Anna dan Anna yang ditatap seperti itu biasa saja .
" Iya , mau bagaimana lagi , dia sudah terlanjur membenciku mungkin ...". Balasnya Anna dengan ekspresi wajah biasa saja tidak ada rasa penyesalan diraut wajahnya itu .
" Ck... kenapa kamu membiarkannya pergi begitu saja , lagipula gua gak habis pikir sama Lo ,kenapa Lo gak bisa tahan nafsu lo itu , kalau sudah gini kan jadinya ... Lo sudah lagi mendapatkan kepercayaan darinya ... ". Kesalnya Firman memijat-mijat keningnya karena pusing memikirkan masalah yang terjadi padanya akhir-akhir ini .
" Ya mau gimana lagi , aku sudah menahan hasrat nafsu ku itu ,tapi tetap saja susah bagiku , saat melihatnya saja hatiku ini seakan-akan berkata aku menginginkan nya , meski dengan cara memaksa ". Ucapnya Anna .
" Ck... dasar wanita aneh... sudahlah gua mau pulang dulu, kalau soal mereka nanti saja kita pikirkan lagi caranya , gua benar-benar pusing sekarang harus melakukan cara apalagi untuk menghancurkan dan memisahkan mereka berdua ". Ujarnya Firman berjalan meninggalkan Anna yang berdiri disana .
" Ck... dasar gak guna ". Umpatnya Anna dengan raut wajah kesal pada Firman .
Di sisi lain terlihat , Aldi dan Laila tengah makan malam bersama . Dimeja makan tersedia makanan kesukaan dari mereka berdua yaitu ayam goreng dan ikan kembung goreng tak lupa sambalnya dan juga lauk pauk lainnya seperti tempe dan tahu .
" Oh ya Ay ? gimana soal kamu sewa ruko dipasar , apa sudah kamu dapatkan , dan jam itu sudah kamu jual belum ?". Tanyanya Aldi sambil meminum air putih yang Laila tuangkan barusan ke gelas .
" Belum mas, dan soal jam itu apa sebaiknya gak dijual , sayang loh mas itu kan salah satu barang kesayangan kamu , aku benar-benar gak enak loh sama kamu ". Jawabnya Laila dengan raut wajah gak enakan .
" Ya ampun, sayang gak ada yang lebih aku sayang selain kamu, kalau soal jam itu ... sudah jual saja , lagipula kalau kita ada uang kita bisa beli yang baru kan, lagian sekarang aku gak kerja mungkin dengan cara kamu buka ruko disana dan jualan disana akan ada pemasukan , dan sebelum aku dapat kerjaan baru aku akan bantu-bantu kamu disana ". Ujarnya Aldi tersenyum .
" Makasih ya mas, kamu mengerti aku banget ". Ucapnya Laila tersenyum .
" Iya sayang, sudah kita makan dulu aku sudah laper ". Ucapnya Aldi tersenyum .
" Iya , makan yang banyak ya ". Ucapnya Laila .
" Pasti , masakan istriku kan paling enak , pasti aku nambah terus ". Godanya Aldi mengedipkan mata genitnya .
Laila yang melihatnya hanya tersenyum .
" Apa sih mas, jangan genit-genit gitu lagi makan juga ". Ucapnya Laila .
" Biarin sama istri sendiri ini , memangnya kamu mau melihat aku begitu sama perempuan lain ". Aldi yang mulai memancing emosinya Laila .
__ADS_1
" Silahkan saja , tapi lihat akibatnya nanti ". Terlihat wajah api cemburu nya Laila , Aldi yang melihatnya hanya tersenyum simpul .
" Hahaha... bercanda kali ay , yaelah serius amat ". Ucapnya Aldi tertawa .
" Jangan mancing-mancing emosi ibu hamil deh mas, emosi ibu hamil itu suka meledak-ledak tahu ". Ucapnya Laila cemberut .
" Iya-iya maaf, sayang ". Ucapnya Aldi tersenyum sambil memegang tangannya Laila sambil melihat kearah nya .
Keesokan harinya, terlihat Laila dan Aldi berjalan menelusuri jalanan pasar sambil melihat-lihat ruko yang kosong ,
" Kayanya ruko itu cocok deh sayang buat kamu buka toko baju online kamu ". Tunjuk nya Aldi pada Ruko yang disebelah nya menjual makanan dan minuman dan tempatnya itu strategis dekat jalanan raya .
" Iya mas , memang ruko itu yang aku incar, dari kemarin , tapi biayanya sewanya agak mahal mas , karena tempatnya itu kan strategis banget dekat jalan raya gini ". Balasnya Laila .
" Loh gapapa , justru bagus ay tempatnya dekat jalanan raya gini pasti banyak orang yang lewat sini , gapapa kita ambil saja ya ". Ucapnya Aldi tersenyum .
" Tapi kan mas ". Ucapnya Laila .
" Sudah kita tanya-tanya dulu saja siapa tahu kita bisa bernegosiasi dengan pemilik ruko itu ". Ajaknya Aldi menghampiri ruko itu .
" Iya ". Balasnya Aldi tersenyum .
Aldi melihat ke sekeliling pasar, banyak sekali orang-orang yang berbelanja ,dan matanya tertuju pada tukang mie ayam . Aldi tersenyum sumringah melihat gerobak mie ayam itu .
" Kebetulan sekali ". Gumamnya Aldi tersenyum .
" Apanya yang kebetulan mas ". Tanyanya Laila membuat Aldi sedikit terkejut .
" Itu ". Jawabnya Aldi tersenyum sambil menunjuk ke arah tukang mie ayam gerobakan .
" Ya ampun mas , jangan makan mie terus , inget dong sama kesehatan kamu, baru juga kemarin-kemarin aku lihat kamu makan mie instan diam-diam ". Ucapnya Laila memperingati .
" Hah... mana ada aku makan mie instan diam-diam ". Balasnya Aldi mengelak .
" Alah... mas memangnya aku bodoh .. aku gak sengaja lihat kamu makan mie loh kemarin malam .. sengaja aku gak tegor kamu biar kamu sendiri yang ngaku , eh ternyata masih aja ya kamu jadi tukang bohong gitu ...". Cemberutnya Laila membuat Aldi tersenyum .
__ADS_1
" Iya-iya aku ngaku kemarin malam aku diam-diam makan mie , habisnya aku mana bisa nahan gitu makan mie , apalagi kalau lihat mie keluaran terbaru di televisi , duh... itu tuh ya...bikin aku penasaran gimana rasanya ...aku ini pecinta mie instan ay ". Ujar nya Aldi tersenyum .
" Hadeh... dasar suami pea ". Ucapnya Laila geleng-geleng kepala .
" Hah... apa-apa ? tadi kamu bilang apa ?". Tanyanya Aldi penasaran melihat kearah istrinya .
" Gak... aku gak bilang apa-apa ". Jawabnya Laila mengalihkan wajahnya .
" Hey... kamu bilang apa barusan ... coba ulang ...kamu bilang apa ?". Tanyanya Aldi mendesak Laila .
" Gak ...aku bilang enggak ya... enggak lah mas ... ya ampun sudah ah ..aku mau beli minum dulu kamu mau gak... biar sekalian aku beli ...sambil nungguin pemilik rukonya datang kesini ". Ucapnya Laila mengalihkan pembicaraan
" Aku maunya itu ay ...". Ucapnya Aldi tersenyum sambil merebahkan kepalanya di bahu istrinya itu .
" Sekali enggak tetap enggak ya ...mas , sudah ah ayo mau ikut gak kita beli es cendol aja disitu yuk... ". Ajaknya Laila tersenyum .
" Ya sudah deh... ayo ". Ucapnya Aldi mengalah .
Laila maupun Aldi kini berjalan kearah tukang es cendol .
" Bang es nya dua ya ". Ucapnya Laila .
" Siap mbak , bentar ya , duduk aja dulu mbak ". Balas penjual es itu .
" Ah...iya ". Sahutnya Laila yang kini duduk di kursi kayu yang panjang yang berada dibelakang gerobak penjual es itu .
.
.
.
.
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉
__ADS_1