
Setelah melewati malam tanpa menutup mata sedetikpun. Pagi-pagi sekali, Pak Rudy dan Bu Ayu langsung bekerjasama untuk mencari, Sehena.
"Ibu akan pergi ke rumah, Dania setahu Ibu, gadis itu sangat dekat dengan, Shena," ucap Bu Ayu.
Bu Ayu dan Pak Rudy memang kenal kepada, Dania karena sebelumnya mereka pernah bertemu dengan, Dania saat mereka makan bersama di salah satu restoran.
"Bapak akan ke kantor tempat, Shena bekerja. Siapa tahu ada salah satu dari temannya, Shena yang tahu dimana keberadaan, Shena," ucap Pak Rudy.
"Ya sudah kalau begitu, Bapak pergi duluan ya."
"Iya, Pak. Ibu juga mau pergi sekarang karena, Ibu belum tahu dimana tempat tinggal, Dania. Ibu hanya tahu nama perumahan nya saja."
"Semoga kita mendapatkan petunjuk ya, Bu."
Mereka pun segera bergegas ke tempat tujuan masing-masing.
Pak Rudy pergi dengan menggunakan motor butuhnya sedangkan, Bu Ayu pergi dengan menumpang ojek!
*******
Di tempat penyekapan.
Saat itu, tiga preman kelas teri itu sedang menyiapkan segala sesuatu untuk membawa, Shena ke hutan.
"Mobilnya sudah siap?" tanya salah satu dari tiga laki-laki itu kepada rekannya.
"Mobil sudah siap. Ayo kita bawa wanita itu sekarang," sahutnya.
Mereka bertiga membuka pintu ruangan yang didalamnya ada, Shena.
Saat mereka masuk ke dalam ruangan itu, Shena masih tertidur.
"Dia masih tidur."
"Bangunkan saja dia. Kita harus cepat menyelesaikan pekerjaan ini."
"Aku tidak tega membangunkan dia."
Preman-preman itu berdiri sembari menatap, Shena yang meringkuk di sudut ruangan.
Tiga laki-laki itu memang bukan preman, mereka belum pernah melakukan kejahatan seperti yang akan mereka lakukan sekarang ini pada, Shena.
Mereka terpaksa menerima tawaran dari, Susan karena kebutuhan ekonomi keluarga mereka masing-masing.
Mendengar suara-suara yang setengah berbisik, Shena mengerjapkan matanya lalu mulai membuka matanya.
"Kalian!" Shena terkejut saat melihat tiga laki-laki itu berdiri tepat didepannya.
Dua laki-laki itu memegangi tangan kanan dan kiri, Shena dan berusaha mengangkat tubuh, Shena untuk selanjutnya dibawa masuk ke dalam mobil!
"Lepaskan! Lepaskan saya!"
Shena menggeliatkan tubuhnya agar dia bisa terlepas dari pegangan dua preman itu.
"Diam! Lo ikut aja kemana kami membawa lo," ucap preman itu.
__ADS_1
*******
Bu Ayu sudah tiba di perumahan tempat, Dania tinggal. Dia bertanya dimana rumah, Dania kepada setiap orang yang dia temui.
Bu Ayu terus berjalan menyusuri jalanan di perumahan itu! Dari kejauhan dia melihat ada sekelompok Ibu-ibu yang sedang berkumpul mengerumuni tukang sayuran.
Bu Ayu langsung menghampiri kerumunan Ibu-ibu itu, dia tak bisa membuang waktu lagi. Dia harus segera menemukan rumah, Dania agar dia bisa tahu dimana keberadaan putrinya.
**********
Di kantor milik, Reyhan.
Pak Rudy berdiri didepan gerbang kantor itu karena, Pak satpam tidak mengizinkannya masuk karena saat itu masih terlalu pagi, para karyawan belum ada yang datang ke kantor.
*******
"Permisi, Bu saya mau tanya rumahnya, Dania dimana ya?" tanya, Bu Ayu pada Ibu-ibu yang sedang berbelanja sayuran.
Beberapa Ibu-ibu itu menoleh ke arah, Bu Ayu.
"Ada keperluan apa, Ibu mencari rumahnya, Dania?" tanya salah satu dari beberapa Ibu-ibu itu.
Kebanyakan dari kaum Ibu-ibu memang memiliki ke_kepoan tingkat tinggi, seperti Ibu yang bertanya kepada, Bu Ayu itu.
"Ibu, kayak gak tahu saja sama, Dania. Paling, Ibu ini mau menanyakan suaminya yang gak pulang-pulang gara-gara diambil sama wanita itu," ucap Ibu-ibu yang lainnya.
"Ibu-ibu, ini masih pagi jangan ngerumpi," ucap Abang tukang sayuran itu.
Salah satu, Ibu yang dari tadi hanya diam dan hanya mendengarkan perkataan mereka, berjalan mendekati, Bu Ayu!
Bu Ayu tersenyum lalu mengangguk pelan.
Ibu itu pun langsung pergi dari tempat itu karena memang dia sudah selesai berbelanja! Bu Ayu berjalan mengekor dibelakang, Ibu itu!
Selama perjalanan, tidak ada percakapan diantara dua Ibu yang sama-sama tidak saling kenal itu. Mereka berdua sama-sama sibuk dengan pemikiran masing-masing.
*******
"Bapak, Bapak ngapain ada di sini?" tanya Reyhan dari dalam mobilnya.
Reyhan segera keluar dari mobilnya untuk menemui, Pak Rudy!
"Nak Reyhan, Bapak mau ketemu sama temannya, Shena siapa itu namanya?" Pak Rudy nampak mengingat-ingat nama temannya, Shena.
"R_Rita, iya itu. Namanya Rita dan satu lagi Shendy," sambung, Pak Rudy.
"Oh, mereka. Ayo, Pak tunggu di dalam saja," ucap Reyhan.
Reyhan menyuruh supirnya untuk memarkirkan mobilnya, sementara dirinya berjalan kaki bersama, Pak Rudy!
Tak lama, tak sampai, Reyhan dan Pak Rudy sampai ke dalam kantor, Rita tiba di kantor itu.
"Rita!" Reyhan memanggil, Rita yang baru turun dari ojek itu.
Rita segera berjalan menghampiri Bosnya itu!
__ADS_1
"Iya, Pak ada yang bisa saya bantu?" ucap Rita.
"Ada yang mau bertemu sama kamu," ucap Reyhan.
"Maaf, siapa ya?"
"Pak, ini temannya, Shena yang namanya, Rita silahkan kalian bicara. Saya permisi dulu. " ucap Reyhan lalu pergi dari tempat itu.
"Saya, Ayahnya, Shena. Nak, bisa kita bicara sebentar saja?" ucap Pak Rudy.
"Iya, Pak boleh. Kita bicara di sana saja."
Rita mengajak, Pak Rudy ke tempat yang agak sepi dan ada tempat untuk mereka duduk karena tidak mungkin mereka bicara sambil berdiri.
*******
"Kalian mau bawa, saya ke mana?" tanya Shena.
"Diam! Jangan banyak bicara?"
Preman itu membentak, Shena.
"Berapa yang kalian dapat dari wanita itu?"
"Maksud lo apa? Yang jelas kalau ngomong?"
"Jangan pura-pura gak tahu, saya tahu kalian dibayar untuk menculik dan membuang saya."
Tiga preman itu terdiam, dalam pikirannya dari mana, Shena tahu dengan semua itu?
"Kenapa kalian diam? Berapa yang kalian dapat dari perempuan itu? Lima juta, sepuluh juta atau berapa?"
"Diam! Gue bilang diam lo!"
Salah satu dari tiga preman itu kembali membentak, Shena.
"Saya akan berikan kalian dua kali lipat dari yang dia berikan pada kalian. Asalkan kalian bekerjasama dengan saya," ucap Shena.
Preman yang sedang menyetir itu, tiba-tiba menginjak rem mobilnya.
"Lo mencoba membohongi kami," ucapnya.
"Tidak. Saya hanya memberikan penawaran, dengan bekerja sama dengan saya, kalian bisa untung dua kali lipat. Kalian bisa dapat uang dari dia dan juga dari saya."
Shena berusaha tetap tenang meski sebenarnya dia sangat ketakutan.
*******
"Ini rumahnya, Dania. Saya permisi ya, Bu," ucap Ibu itu saat, dirinya dan Bu Ayu sudah berada didepan rumah, Dania.
"Terimakasih, Bu," ucap Bu Ayu.
"Sama-sama." Ibu itu langsung pergi karena merasa, Bu Ayu sudah tidak membutuhkannya lagi.
Setelah Ibu itu pergi, Bu Ayu melangkahkan kakinya menuju pintu rumah yang terlihat sederhana itu!
__ADS_1
Bersambung