
Shena berkacak pinggang membiarkan, Susan mengeluarkan barang-barangnya dari kamar yang akan dia tempati itu.
"Cepat! Aku sudah lelah dan mau istirahat," ucap, Shena.
"Seharusnya kamu bantu aku agar pekerjaanku cepat selesai," timpal, Susan.
"Kamu pikir aku pembantu kamu."
Susan terus menangis mendapat perlakuan tak mengenakan dari, Shena.
Sementara itu, Shena hanya menyaksikan kejadian itu, sebuah senyuman penuh arti terukir di bibirnya.
"Sebentar lagi rumah ini akan jadi neraka buat kamu, Susan," ucap, Shena didalam hatinya.
Setelah, Susan selesai mengeluarkan barang-barangnya. Shena langsung menutup pintu kamar itu lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur! Tak lupa sebelumnya dia sudah mengganti sprei nya dengan yang baru.
Di kamar sebelah.
"Mbok, tolong rapikan barang-barang saya di kamar ini ya," ucap, Susan kepada asisten rumah tangganya.
Asisten rumah tangga itupun segera mengerjakan perintah majikannya sebelum majikannya itu marah-marah padanya.
Di kamar, Shena.
Shena mengunci pintu kamarnya lalu mulai membuka semua lemari dan laci yang ada di dalam kamarnya itu! Dia mencari surat-surat penting yang biasa dia simpan didalam laci yang berada di dalam lemarinya itu.
Setelah mencari di semua lemari dan laci nya, dia tak menemukan satupun yang dia cari.
"Di mana, laki-laki tak tahu diri itu menyimpan semua sertifikat itu?" gumam, Shena.
Shena duduk di tepi ranjang dengan perasaan kesal karena dia tak menemukan apa yang dia cari.
"Dasar licik. Dia pasti sudah memindahkan semua surat-surat berharga itu."
Shena beranjak dari duduknya! Dia berdiri di depan jendela untuk melihat pemandangan di luar rumahnya.
"Aku harus bisa mendapatkan hartaku kembali, aku gak bisa membiarkan mereka terus bahagia di atas penderitaan aku," gumam, Shena.
*******
Tok!
Tok!
__ADS_1
Tok!
Reyhan mengetuk pintu rumah, Pak Rudy!
Tak lama, Bu Ayu membuka pintu rumahnya!
"Nak Reyhan," ucap Bu Ayu.
"Bu, saya mau ketemu sama, Shena. Apa dia ada di rumah?" ucap Reyhan.
"Duduk dulu, Nak." Bu Ayu mempersilahkan, Reyhan untuk duduk di kursi yang ada di teras rumahnya.
"Shena gak ada di rumah. Dia bekerja di tempat yang jauh dari sini dan sekarang dia hanya pulang satu minggu sekali," jelas, Bu Ayu.
"Kerja di mana, Bu?"
"Kalau itu, dia belum bilang. Sebelum pergi, Shena hanya mengatakan kalau dia akan menyesal kamar kost dan akan pulang setiap satu minggu sekali. Dia tidak bilang mau kerja dimana dan kerja apa."
"Oh, gitu." Reyhan nampak memikirkan sesuatu.
"Memangnya, Nak Reyhan tidak menelponnya?"
"Saya udah coba telpon dia, Bu tapi gak diangkat."
"Mungkin. Saya harap di manapun dia berada dia selalu sehat dan baik-baik saja."
"Ibu juga berharap seperti itu, Nak."
"Bu, saya permisi dulu ya. Nanti kalau, Shena pulang saya akan ke sini lagi."
"Iya, hati-hati ya, Nak."
Reyhan langsung pergi dari rumah, Pak Rudy! Niatnya ingin menemui, Shena terpaksa harus diundur karena wanita yang ingin ditemuinya itu ternyata tidak ada di rumahnya.
*******
Di restoran.
"Laura, ke ruangan saya sebentar," ucap, Devan kepada, Laura.
"Baik, Pak."
Devan segera berjalannya memasuki ruangan pribadinya! Sedangkan, Laura, dia menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu sebelum pergi ke ruangan, Bosnya itu.
__ADS_1
Laura membersihkan meja bekas pengunjung itu lalu mengantarkan piring dan gelas kotornya ke belakang lalu setelah itu baru dia menemui, Bosnya.
Tok!
Tok!
"Permisi," ucap, Laura sembari menyembulkan kepalanya dari balik pintu.
"Iya, masuk saja, Laura," ucap, Devan.
Laura berjalan menghampiri, Devan yang sedang duduk di kursinya!
"Ada apa, Pak memanggil saya?" ucap Laura.
"Kamu tahu dimana tempat, Dania bekerja saat ini?"
"Tidak, Pak." Sebenarnya, Laura tahu tempat, Dania bekerja namun dia tak ingin memberitahu kepada laki-laki brengsek itu.
"Kamu yakin?" Devan menatap, Laura dengan mata yang tak berkedip satu kali pun.
"Yakin, Pak. Maaf, Pak kalau boleh tahu Bapak mau apa ya menanyakan tentang, Dania?"
Dengan keberanian yang minim, Laura bertanya kepada, Bosnya itu.
"Bukan urusan kamu. Keluar lah dari sini." Devan langsung mengusir, Laura karena dia merasa wanita itu tak bisa memberikannya informasi tentang, Dania.
"Permisi." Laura beranjak dari duduknya lalu langsung keluar dari ruangan itu!
"Pasti laki-laki itu mau ngajak, Dania balikan. Sampai kapan pun aku gak sudi memberikan informasi tentang, Dania ke dia," ucap, Laura didalam hatinya.
Laura terus berjalan ke tempat biasa dia duduk dan menunggu pengunjung datang dan pergi.
Bersambung
Hai guys, mampir yuk ke karya teman aku yang satu ini. ceritanya pasti seru deh.
Judul: Kau khianati aku, ku nikahi kakakmu
Author: Teh ijo
Blurb: Mouza yang ingin memberikan kejutan untuk kekasihnya justru malah mendapatkan kejutan tak terduga dari Akan. Kekasihnya. Dengan mata telanjang, Mouza melihat dengan jelas saat Akan sedang bercumbu dengan wanita lain di siang hari terlebih wanita itu adalah calon kakak iparnya sendiri.
__ADS_1