Dendam Cinta

Dendam Cinta
Beri Aku Waktu Sendiri


__ADS_3

Laila masih mengurung diri di dalam kamar, Aldi menunggunya dibalik pintu kamarnya dengan wajah penuh penyesalan .


" La.. buka.. La , kita bicarakan hal ini baik-baik, aku bisa jelasin sejujur-jujurnya padamu La ". Ucapnya Aldi yang berusaha membujuk Laila agar mau mendengarkan penjelasannya itu namun sama sekali tidak ada respon apapun didalam kamarnya , rasanya sunyi sekali , ya karena yang didalam kamar sudah terlelap tidur saking capeknya menangis seharian .


Matanya Laila kini terlihat sembab karena akibat menangis , hatinya benar-benar merasa dipermainkan oleh suaminya itu . Laila gak habis pikir pada suaminya itu kenapa ia melakukan hal itu, apa karena hanya dendamnya pada dia sampai segitunya Aldi melakukan hal yang sama sekali Laila gak bisa terima pasalnya Laila paling tidak suka hal yang sakral dimata hukum dan tuhan dijadikan permainan .


" La... ". Panggil nya Aldi sambil terus mengetuk pintu kamarnya Aldi, dan karena suara ketukan pintu membuat Laila sedikit terganggu tidurnya itu .


" Tolong keluar La , aku bisa jelasin La , kita bicarakan hal ini berdua , aku bisa jelasin kenapa aku melakukan hal itu La , tolonglah La keluar ". Pintanya Aldi .


Laila yang sudah tersadar dari tidurnya yang mendengar suaminya memintanya untuk keluar hanya bisa diam saja .


" Maaf mas, untuk hal kali ini , kamu benar-benar keterlaluan , aku gak habis pikir kenapa kamu tega melakukan hal itu padaku, kamu masukan orang ketiga diantara pernikahan ku dengan mas Firman ,kamu jahat mas...jahat ...". Batinnya menggerutu kesal marah pada suaminya itu .


" Aldi kita nenek mau bicara sama kamu, kita bicara diluar ". Ucapnya Mila dengan nada tegasnya membuat Aldi menuruti perintah neneknya itu . Aldi mengikuti langkah Mila berjalan dengan tongkatnya .


Mila menghentikan langkahnya membuat Aldi pun menghentikan langkahnya juga , Mila berbalik menghadap Aldi dan tanpa mengeluarkan sepatah katapun Mila langsung .


PLAKKK...


Menampar Aldi dengan kerasnya membuat Aldi hanya bisa diam dan menerima tamparan dari neneknya itu sambil memegang pipinya yang terasa sakit dan panas itu .


" Sebenarnya apa sih yang ada di otak kamu hah... kenapa kamu melakukan hal itu, kamu tahu Aldi yang kamu lakukan itu benar-benar kejam , dan itu termasuk hal kriminal dengan cara kamu mencoba memisahkan Laila dengan mantan suaminya itu , dan terlebih lagi kamu mencoba membunuh pria itu dan wanita mu itu ". Ucapnya Mila yang benar-benar marah akan apa yang dilakukan cucunya itu .


" Dia bukan wanitaku , aku gak punya wanita lain selain istriku ". Elaknya Aldi .


Mila menghembuskan nafas panjangnya, dan menatap kearah cucunya itu yang menatapnya dengan tatapan penuh penyesalan .


" Apapun alasan mu , kamu kali ini benar-benar keterlaluan Aldi, kamu membuat seorang istri terluka dengan memisahkannya dari suaminya , dan dengan tanpa nenek sadari nenek malah memasukan pria perusak rumah tangga nya dalam kehidupan nya , nenek benar-benar malu sekarang , nenek malu Aldi , malu pada Laila dan keluarganya ". Ucapnya Mila dengan raut wajah penuh kekecewaan nya .


" Nenek tenang saja aku yang membuat semua kekacauan ini , dan aku juga yang akan menyelesaikan semuanya , jadi nenek gak perlu campur tangan akan urusan ku ini ". Balasnya Aldi dengan raut wajah penuh keyakinan .


" Yah... memang harus kamu sendiri yang menyelesaikannya ,dan nenek gak mau tahu , kamu harus selesaikan dengan secepatnya , nenek gak mau Laila terlalu lama marahnya sama kamu , nenek ingin keadaan keluarga kita baik-baik saja seperti sebelumnya ". Ujarnya Mila .


" Iya nek ". Jawabnya Aldi .


Mila lalu pergi begitu saja meninggalkan Aldi diluar rumah tepatnya disamping rumahnya .


Laila kini terlihat tengah memegang perutnya ,yang agak terasa sakit dan mengerang kesakitan Aldi baru saja masuk kedalam rumah dan tidak sengaja mendengar suara-suara Laila yang seperti kesakitan seperti itu langsung menggedor-gedor pintu kamar nya dengan wajah penuh kekhwatiran .


" Laila ! ..". Panggilnya ia .


" Laila kamu kenapa Laila ? buka Laila , kamu kenapa La ". Tanyanya ia yang penuh rasa khawatir pada istrinya itu .


" Kamu kenapa Al ? Laila kenapa ? kok nenek dengar teriakan Laila tadi ". Ucapnya Mila yang baru saja menghampiri cucunya itu .


" Aku gak tahu nek, kayanya Laila kesakitan gitu , aku cemas nek ,nenek yang pegang kunci cadangan pintu kamar ini kan , coba nek , nenek buka ". Ucapnya Aldi dengan nada penuh kekhawatiran pada istrinya itu karena takut terjadi apa-apa padanya .


" Ah... iya bentar-bentar nenek ambilkan ". Ucapnya Mila yang sama-sama panik pergi ke kamarnya untuk mengambil kunci cadangan .

__ADS_1


" Ini ada apa sih ? ". Tanyanya Wulan yang penasaran sambil menggendong Zidan digendongnya .


" Nanti aku jelaskan ". Jawabnya Aldi membuat Wulan hanya mengekpresikan wajah penuh pertanyaan .


" Nek... cepat nek ". Teriaknya Aldi .


" Ah... iya-iya ... bentar ". Jawabnya Mila yang baru saja keluar dari kamarnya sambil membawa kunci cadangan kamar nya Aldi .


Mila langsung memasukkan kunci itu dan membukanya , setelah pintu dibuka betapa kagetnya melihat cucu menantu nya tengah mengerang kesakitan dilantai .


" Laila ". Ucapnya Aldi langsung menghampiri istrinya itu dengan raut wajah penuh kekhawatiran .


" Ya ampun nak , kamu kenapa sayang ". Wajah cemasnya Mila ia pancarkan ketika melihat kondisi cucu menantu nya itu .


" Nek.. sakit...". Keluhnya Laila sambil memegang perutnya dengan raut wajah pucatnya .


" Hah... ya sudah yuk kita kerumah sakit , Aldi kamu bisa bantu angkat Laila kan ". Ucapnya Mila .


" Bisa nek, sini biar aku bantu ". Jawabnya Aldi namun ia ditolak oleh Laila .


" Jangan sentuh aku, pergi kamu ". Ucapnya Laila yang masih berusaha menahan sakit diperutnya dan menatap tajam kearah suaminya itu .


" Mana bisa aku diam saja lihat kondisi kamu yang seperti ini ". Ucapnya Aldi .


" Aku bilang pergi ...pergi !!! ". Bentaknya Laila .


Mila dan Wulan yang ada disana mengerti sekali akan perasaan kecewa marah nya Laila itu , namun tidak ada jalan lain selain Aldi yang membantunya karena mau bagaimanapun Aldi tetap suaminya .


karena rasa sakit yang kini ia rasakan tidak sebanding dengan rasa sakit yang dirasakan istrinya yang ia perbuat padanya .


" Aku bilang lepaskan aku mas, lepas ". Ucapnya Laila mencoba membuat Aldi menurunkan dirinya namun Aldi tidak menuruti kemauan istri nya .


Kini Aldi sudah sampai depan rumah ,lalu ia menurunkan Laila untuk bisa masuk kedalam mobil , setelah itu Aldi membawa Laila kerumah sakit dengan ditemani Mila dan juga Wulan .


Laila langsung ditangani dokter setelah ia masuk keruangan pemeriksaan ,


" Dia tidak apa-apa hal seperti ini wajar dialami oleh ibu hamil pada umumnya ia hanya mengalami keram diperut, dan sepertinya ia saat ini tengah banyak pikiran, ibu jangan banyak pikiran dulu ya , kasihan akan kondisi anak ibu, dan saya akan resepkan vitamin buat ibunya ya , kalau gitu saya permisi dulu ". Ujar dokter kandungan itu .


" Iya dok , tapi istri saya perlu dirawat atau enggak ya ?". Tanyanya Aldi .


" Tidak perlu pak, ia hanya perlu istirahat yang cukup dan jangan banyak pikiran dulu ya , permisi pak ". Ucapnya dokter itu .


" Ah iya , terimakasih dok ". Ucapnya Aldi tersenyum ia pun langsung menghampiri istrinya .


Aldi hendak memegang kepalanya Laila namun Laila malah memalingkan wajahnya kearah Laila dengan raut wajah yang masih marah pada Aldi dan Aldi hanya bisa tersenyum menerima akan sikap kecewa isteri nya itu .


Mila dan Wulan kini masuk kedalam ruangan itu , ya karena daritadi saat pemeriksaan pasien hanya bisa ditemani oleh hanya 1 orang saja .


" Gimana kondisinya Al ?". Tanyanya Mila yang kini menghampiri mereka .

__ADS_1


" Kata dokter Laila mengalami keram diperut dan banyak pikiran ,dan ia perlu istrirahat yang cukup dan juga ia tak tidak perlu dirawat kok ". Ujarnya Aldi menjelaskan .


" Ya ampun sayang, kamu jangan banyak pikiran dulu ya , nenek ngerti sekarang apa yang kamu rasakan setelah apa yang terjadi diantara kamu dan Al, nenek benar-benar minta maaf untuknya , tapi nenek mohon kamu jangan gini ya , kamu harus ingat ada anak didalam perutmu , gini saja kamu cukup perdulikan dulu kondisi janin mu , kalau untuk masalah ini kita bicarakan baik-baik ya ". Bujuknya Mila sambil memeluk tubuhnya Laila .


" Entahlah nek, aku pun gak tahu , aku harus gimana sekarang , perasaanku benar-benar hancur , aku seperti dipermainkan olehnya disini , aku hanya butuh waktu untuk memikirkan semuanya, jalan apa yang akan nanti aku pilih ". Ucapnya Laila menatap lurus kearah depan .


" Sayang jangan bicara gitu ah, gak baik, ya sudah-sudah lebih baik kamu istirahat dulu saja ya , kita nanti pulang setelah cairan infusan mu habis ya ". Ucapnya Mila .


" Iya nek ". Jawabnya Laila .


" Nek... boleh gak kali ini biarkan aku berdua saja dengan Laila , aku ingin bicara dengannya ". Pintanya Aldi seketika membuat Laila melihat kearah nya .


" Ah... iya boleh ". Ucapnya Mila yang kini berusaha bangun dari duduknya di brangkar rumah sakit yang Laila tempati sekarang .


" Gak perlu, biar nenek saja disini , tidak ada yang perlu kita bicarakan, semuanya sudah jelas , untuk sekarang biarkan aku sendiri , kamu urusi saja urusanmu , jangan sok peduli padaku karena dari awal pun kamu tidak pernah peduli padaku bukan, jadi untuk apa sekarang kamu peduli padaku , apa karena keadaan nya yang berbeda sekarang ". Ucapannya Laila membuat Aldi hanya bisa diam .


" Baiklah jika itu mau mu aku turuti kemauan mu itu, tapi ingat aku peduli padamu sekarang , karena sekarang aku sudah mulai mencintai mu ". Ucapnya Aldi seketika membuat Laila yang tadinya tidak menatap kearah suaminya langsung melihat kearah suaminya .


Lalu Aldi pun pergi dari ruangan itu, dan pergi dari sana .


Mila dan Wulan yang melihatnya hanya bisa diam juga , mereka gak tahu harus berbuat apa .


" Nek kak...". Panggil nya Laila membuat keduanya langsung melihat kearahnya .


" Bisa gak tinggalkan aku sendiri sekarang , aku butuh waktu sendiri ". Pintanya Laila dengan raut wajah menahan air matanya yang seperti ingin menangis .


" Tapi ... ". Ucapnya Mila .


" Laila mohon nek ". Ucapnya Laila .


" Baiklah , kita keluar , kamu kalau perlu apa-apa langsung hubungi kami ya , kami ada diluar kok nungguin kamu ". Timpalnya Wulan .


" Iya kak ". jawabnya Laila berusaha tetap tersenyum .


Mila dan Wulan kini keluar dari ruangan itu, setelah kepergian mereka semua , Laila kini menunduk dirinya dan menangis sejadi-jadinya disana .


" Hiks...hiks..hiks.. kenapa semua ini harus terjadi padaku... ya tuhan... hiks..hiks...hiks... ". Tangisnya Laila yang benar-benar kecewa akan nasib hidupnya .


" Kenapa ...kenapa hiks..hiks..hiks...".


Aldi kini terlihat menundukkan kepalanya dibangku taman rumah sakit,


" Maaf... maaf... ". Aldi menitikkan air matanya .


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊😊🤗😚


__ADS_2