
Dhan tergesa-gesa membawa Aldi kerumah sakit terdekat tanpa ia pedulikan jalanan yang ramai oleh kendaraan Laila , dipikirannya kini hanya satu menyelematkan nyawa bosnya sekaligus sahabatnya itu .
" Al .. bertahan ya Al, bentar lagi kita sampai kok ". Ucapnya dengan sesekali melihat Aldi yang terbaring lemah dikursi belakang kemudi .
Dhan melaju dengan kecepatan tinggi ia tanpa basa-basi menerjang sampai mengambil jalan pintas untuk segera sampai lokasi rumah sakit terdekat dikota .
Aldi benar-benar parah kondisinya, wajahnya berlumuran darah yang mengalir dari kepalanya serta kakinya yang terluka .
Sedangkan Laila di apartemennya kini benar-benar merasa khawatir akan keadaan suaminya itu setelah melihat bingkai fotonya itu jatuh .
" Mas , angkat dong mas ". Ucapnya sambil berusaha menghubungi suaminya itu .
Laila berjalan mondar-mandir seperti setrikaan , sambil masih berusaha menghubungi Aldi .
" Ish... kamu tuh kemana sih mas , kok gak aktif-aktif ... aku jadi cemas kalau gini jadinya ". Gerutunya sambil memainkan ponselnya ditangannya .
Dhan setibanya didepan rumah sakit sambil membopong Aldi , berteriak-teriak minta bantuan ,dan dengan segera para perawat dan suster rumah sakit menghampiri mereka dengan membawa bangsal ranjang rumah sakit .
Dan langsung dengan sigapnya mereka menidurkan Aldi ke bangsal ranjang rumah sakit untuk segera ditangani , Aldi dibawa ke ruang IGD .
" Bertahanlah Al , Lo harus bertahan ". Ucapnya Dhan penuh dengan kecemasan melihat kondisi Aldi yang terbaring lemah berlumuran darah .
Laila masih berusaha menghubungi Aldi namun tetap saja nomornya tidak aktif ,
" Kamu kemana sih mas , kenapa gak aktif-aktif ? ". Keluhnya Laila .
" Ah... iya Dhan , Dhan pasti tahu dimana mas Aldi berada ". Ucapnya dengan segera ia menghubungi asisten pribadi suaminya itu .
Dhan mondar-mandir didepan ruang IGD menunggu kabar kondisi bosnya itu . dan beberapa menit kemudian ponselnya berbunyi ia langsung melihat ponselnya itu yang ternyata menelponnya itu adalah istri dari bosnya itu siapa lagi kalau bukan Laila .
" Nyonya ". Ucapnya lalu langsung mengangkat panggilan masuk itu .
" Hallo Dhan , ini aku Laila, maaf kalau aku ganggu kamu ". Ucapnya Laila .
" Iya nyonya ". Ucapnya Dhan dengan nada cemasnya membuat Laila keheranan tidak biasanya Dhan begini .
" Ada apa Dhan ? kok suara kamu seperti mencemaskan sesuatu ?". Tanyanya Laila .
" Tu...tu..tuan nyonya ". Ucapnya Dhan terbata-bata saking cemasnya .
Laila yang mendengarnya kata tuan yang disebut oleh Dhan menjadi sedikit terkejut, pasalnya orang yang dipanggil tuan oleh Dhan itu adalah suaminya .
" Ada apa ? kenapa mas Aldi ,Dhan...". Tanyanya Laila kini dengan nada penasaran nya .
" Tuan... ". Ucapnya Dhan sambil mengontrol kecemasan nya itu .
__ADS_1
" Iya ada apa Dhan dengan mas Aldi , kenapa dia , terus kenapa dari tadi aku menghubungi nya hape nya itu gak aktif-aktif kenapa Dhan ?". Tanya Laila dengan nada cemas karena dari tadi ia juga amat mencemaskan keadaan suaminya itu .
" Tuan , ditabrak mobil, dan sekarang ia masih didalam ruang IGD ". Ujarnya Dhan yang akhirnya mengakibatkan hal itu juga pada Laila .
Laila yang mendengarnya benar-benar kaget ,
" Apa !!!... kok bisa ? ". Ucapnya Laila dengan nada cemasnya .
" Itu ...". Ucapnya Dhan dipotong oleh Laila .
" Ah... sudah kamu sekarang kasih tahu aku , dimana kalian berada sekarang , aku akan kesana sekarang Dhan ,cepat ya share lokasinya ke aku Dhan ". Ucapnya Laila dengan nada cemas sekaligus panik lalu ia pun langsung mengakhiri panggilan telepon nya itu .
" Baik nyonya ". Jawabnya Dhan dan ia pun langsung mengshare lokasinya kepada Laila .
Setelah Laila mendapatkan notif pesan dari Dhan dengan tergesa-gesa ia buru-buru berkemas untuk menyusul suaminya yang masih berada dikota C , tepatnya dirumah sakit kini ia ditangani .
Laila berjalan di lorong apartemennya dengan tergesa-gesa ,ia membawa beberapa baju yang ia perlukan selama ia berada disana .
" Pak antar saya ke kota C , kita temui suami saya , cepat pak ". Ucapnya Laila dengan cemasnya langsung masuk kedalam mobil setelah ia memasukan koper kecilnya yang ia taruh di bagasi mobil .
" Baik nyonya ". Ucapnya Supir itu tanpa bertanya dulu , kenapa tiba-tiba bosnya itu tiba-tiba mau menyusul suaminya .
Laila didalam mobil yang sudah melaju itu, benar-benar merasa cemas sekali akan kondisi suaminya itu .
" Mas... aku mohon kamu harus bertahan ya ". Batinnya Laila merasa sedih setelah mendengar kabar duka ini dari Dhan .
Mila dan Mira yang mendapat pesan dari menantunya itu langsung kaget .
" Wulan ". Teriak Mila pada cucu perempuannya itu .
" Wulan , cepat kesini ". Teriaknya lagi membuat Wulan yang tadinya hendak menidurkan Zidan menjadi panik mendengarkan teriakan neneknya itu .
" Iya...iya nek , aduh... nenek kenapa sih harus teriak-teriak gitu, Zidan tadinya sudah mulai mau tidur loh jadi terbangun lagi kan karena mendengar teriakan nenek itu ". Ucapnya mengeluh sambil menggendong Zidan di pangkuannya .
Karena Zidan gak mau ditinggal sendirian dia kamarnya itu .
" Temenin nenek pergi ke kota C ,cepat ". Ucapnya Mila dengan paniknya .
" Hah... kota C , ya ampun nek ngapain kita kesana , Kota C itu agak jauh loh dari sini , lagian kan ini sudah mau tengah malam nek , ya ampun ". Ucapnya Wulan menggerutu karena ia pikir neneknya itu mengada-ada saja malam-malam mau pergi ke luar kota .
" Sudah jangan banyak tanya, kamu tahu adikmu itu baru saja mengalami kecelakaan , jadi kita harus melihatnya , nenek cemas ini akan kondisi Aldi ". Ujar neneknya itu .
" Apa !!!... jadi firasat ku soalnya dari tadi itu benar, ya ampun ". Ucapnya memegang keningnya .
" Ah... sudah jangan banyak bicara cepat kita kemasi pakaian kita untuk beberapa hari disana , terus langsung pergi kesana ". Ujarnya neneknya itu langsung pergi ke kamarnya .
__ADS_1
" Ah... iya baik ". Balasnya Wulan yang juga langsung masuk kedalam kamarnya untuk mengemasi beberapa pakaian nya dan tak lupa punya Zidan juga , karena gak mungkin ia meninggalkan Zidan dirumah meski ada baby siternya .
Ia gak pernah mau jauh-jauh dari anak kesayangannya itu .
Sedangkan Mira yang melihat pesan seperti itu dari menantunya langsung dengan cepatnya pergi kesana tanpa berkemas dulu karena saking cemasnya ia pun pergi dengan mengendarai mobilnya sendiri tanpa supir beda dengan Mila maupun Wulan dan juga Laila yang pakai supir .
Dhan masih menunggu dan tetap menunggu sampai akhirnya dokter keluar juga dari ruangan IGD itu .
" Ah... dok , gimana-gimana keadaan teman saya dok ?". Tanya Dhan dengan perasaan sedih campur panik .
" Dia banyak mengeluarkan darah , dan kami butuh segera pendonor darah dengan segera ". Ujar dokter itu .
" Darah , golongan darahnya itu kan susah sekali ". Gerutunya Dhan dengan raut wajah cemasnya .
" Dan kebetulan stok darah golongan B- dirumah sakit ini tengah kosong ". Ujar dokter itu .
" Ya ampun Al ". Ucapnya Dhan kebingungan .
" Baik saya akan berusaha mencari golongan darahnya itu ". Ucapnya Dhan .
" Gak perlu , biar saya saja mendonorkan darah untuknya ". Ucap Seseorang yang menyela pembicaraan mereka berdua .
Membuat Dhan maupun dokter melihat kearah nya . Dhan begitu terkejut melihat siapa yang datang .
" Kamu ". Ucapnya Dhan .
" Biar saya saja dok, darah saya B- sama dengan pasien yang berada didalam ". Ujar orang itu .
" Baik ,kalau begitu ikut saya ". Ucapnya suster yang dari tadi berada disisi dokter .
Orang itu pun mengikuti suster melangkah ,
" Saya permisi dulu ". Ucapnya dokter itu .
" Ah... iya dok makasih ". Balasnya Dhan .
" Sama-sama ". Dokter itu pun pergi lagi kedalam ruangan Aldi berada .
Dhan hanya terdiam setelah melihat kepergian orang yang akan menjadi pendonor darah untuk sahabat nya itu .
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊😊🤗