Dendam Cinta

Dendam Cinta
Dendam Cinta Bab 32


__ADS_3

Setelah, Shena pergi, Riky dan Bu Ayu masih berdiri di tempat semula sambil terus menatap punggung, Shena yang kian menjauh.


"Mas, Riky maaf ya," ucap Bu Ayu.


"Maaf untuk apa, Bu?" tanya Riky.


"karena, Shena gak bisa pergi sama, Mas Riky."


Riky tersenyum lalu menatap, Bu Ayu.


"Kenapa harus minta maaf, Bu kan bukan salah, Ibu ataupun Shena. Sebenarnya sih saya yang salah karena tidak membuat janji dulu sama Shena," jelas Riky.


Bu Ayu tersenyum tipis tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya.


"Ya udah kalau begitu saya permisi ya, Bu," ucap Riky lagi.


Riky segera pergi dari rumah, Bu Ayu! Rencananya untuk mengajak, Shena makan malam bersama gagal karena ternyata, Shena sudah punya janji dengan orang lain.


...****************...


Di kediaman Devan.


"Kamu mau kemana, Mas?" tanya Susan yang melihat suaminya sudah berpakaian rapi dan juga sudah wangi parfum.


"Aku mau ketemu teman lama," sahut, Devan sembari terus menyisir rambutnya.


"Kamu yakin?" Susan menatap Devan dengan tatapan tak percaya.


"Iya, kamu gak percaya?"


"Bukan gitu, sih. Aku hanya memastikan saja."


"Kalau kamu tidak percayalah katakan saja lagi pula hanya istri yang tidak baik saja yang selalu mencurigai suaminya."


"Aku seperti ini karena kamu, Mas. Kamu yang duluan merusak kepercayaan aku dengan berselingkuh dengan, Si Dania itu."


Devan menatap, Susan dengan tatapan tajam.


"Sudah aku katakan kalau aku tidak ada hubungan apa pun dengan, Dania. Kamu nya saja yang terlalu curigaan dan ya satu hal yang harus kamu tahu gara-gara kamu, aku jadi kehilangan salah satu karyawan teladan."


Devan langsung pergi meninggalkan, Susan setelah merasa tidak ada yang perlu dibicarakan lagi dengan, Susan.


...****************...


Di sebuah kafe, Shena sedang duduk manis menunggu datangnya, Devan di tempat itu. Shena terlihat sedikit gelisah namun dia terus mencoba untuk menyembunyikan kegelisahan nya itu.


...****************...


Di kediaman, Reyhan.


"Rey, mau sampai kapan kamu seperti ini?" tanya, Anthika ~ Mamanya Reyhan.


"Seperti ini gimana, Mam?" Reyhan malah bertanya balik.


"Mama udah mulai tua dan kamu ... sampai saat ini kamu masih saja asyik sendiri. Kamu tidak pernah memikirkan tentang wanita hanya pekerjaan saja yang ada di otak kamu itu."


"Mama, nanti kalau udah waktunya, aku pasti kenalin wanita itu sama Mama."


Anthika menatap Reyhan lalu berjalan mendekatinya!


"Serius? Kamu sudah menemukan wanita yang cocok?" tanya Anthika.

__ADS_1


Reyhan membalas tatapan, Anthika lalu tersenyum tipis.


"Belum," ucapnya tanpa rasa bersalah.


Buk!


Anthika memukul lengan Reyhan dengan sedikit keras!


"Kamu ini. Mama pikir kamu sudah punya pacar."


"Sakit, Ma," ucap Reyhan sembari memegangi lengannya.


"Lagian, Mama udah senang malah kamu PHP in."


"Ma, sebenarnya aku ada satu wanita yang aku suka cuma aku takut, Mama gak setuju."


"Mama pasti setuju sama pilihan kamu."


"Meski dia dari kalangan menengah kebawah?"


"Ya, tidak ada alasan untuk, Mama tidak menyetujui hubungan kalian."


"Meski dia adalah karyawan aku sendiri."


"Apa? Kamu jatuh cinta sama karyawan kamu? Sekian banyak wanita yang mendekati kamu, kamu malah jatuh cinta pada karyawan mu."


Reyhan memutar badannya menjadi membelakangi, Anthika!


"Aku sudah tahu kalau, Mama tidak akan setuju," ucap Reyhan.


"Siapa yang bilang kalau, Mama tidak setuju?"


Reyhan kembali membalikkan tubuhnya, kini dia berhadapan dengan Anthika!


"Tentu saja."


...****************...


"Shena, ada apa kamu ingin bertemu dengan aku?" tanya Devan yang baru tiba di tempat itu.


"Mas, kamu udah datang, ayo duduk dulu," ucap Shena.


"Kamu sudah menunggu lama?" tanya Devan sembari duduk di kursi itu.


"Lumayan, aku terlalu bahagia karena akan bertemu denganmu jadi aku jalan lebih awal dari rumah."


Shena mengulas senyum di bibirnya.


"Maaf ya, aku telat tadi Susan ngoceh-ngoceh gak jelas."


"Mas, aku mau hubungan kita tidak dirahasiakan lagi dari Susan, aku capek, Mas sembunyi-sembunyi terus," ucap Shena.


Uhuk!


Uhuk!


Devan tersedak air yang sedang dia minum hingga menyebabkan dia ter_batuk-batuk.


"Apa, Shena itu tidak mungkin."


"Mas aku gak mau dibilang orang ketiga dalam rumah tangga kamu dengan Susan, apa gak sebaiknya kita cepat nikah saja. Aku gak apa meski harus jadi istri kedua dan harus tinggal bersama Susan dalam satu rumah yang sama."

__ADS_1


"Shena, itu tidak mungkin."


"Mas, tolong lah mengerti perasaan aku. Atau sebenarnya kamu memang tidak sayang padaku dan juga anak kita. Karena anak kita sering sakit-sakitan?"


"Shena, Shena bukan seperti itu. Aku sayang sama kalian."


"Lalu kenapa kamu tidak mau menikahi diriku?"


"Akan aku usahakan, ya. Aku akan cari waktu yang tepat untuk bicara pada Susan."


...****************...


"Dia seorang janda, Ma dan dia juga sudah punya satu anak meski anaknya sudah meninggal. Apa, Mama masih setuju setelah tahu bahwa dia sudah bukan gadis lagi," ucap Reyhan.


"Reyhan, kalau kamu bahagia, Mama juga pasti bahagia. Mama tidak perduli siapa wanita pilihan kamu dan apa status dia. Mama ingin kamu cepat menikah dan segera memberikan, Mama cucu."


"Alhamdulillah, jadi Mama setuju."


Anthika tersenyum lalu mengelus lengan Reyhan!


"Jadi kapan kamu akan mengenalkan dia sama, Mama?" tanya Anthika.


"Belum tahu, Ma. Aku saja belum mengutarakan perasaan aku," sahut Reyhan.


"Maksud kamu gimana, Reyhan, Mama gak ngerti. Kamu sudah bicara banyak dan ternyata kamu belum berpacaran dengannya."


"Ma, aku belum berani mengatakan perasaan aku karena aku takut, Mama tidak menyetujui hubungan aku dengan dia. Mama tenang saja ya, nanti kalau aku sudah resmi berpacaran dengan Shena, aku bakal langsung kenalin dia sama, Mama."


"Oh, jadi namanya, Shena."


"Iya, Ma namanya, Shena."


...****************...


Riky sudah berada di rumahnya, saat itu dia sedang menemani Alesha di kamarnya.


"Sayang, besok kita ketemu sama, Mama ya," ucap Riky kepada Alesha.


"Beneran, Pa? Besok kita mau ketemu sama, Mama?" ucap Alesha.


Gadis kecil itu sangat bahagia saat setelah mendengar perkataan, Papanya.


"Iya, Sayang. Besok pagi, kamu siap-siap ya tapi kamu jangan nangis dan jangan marah saat tiba di tempatnya, Mama nanti.


Alesha mengangguk lalu memeluk Riky dengan penuh kebahagiaan!


Setelah sekian lama akhirnya, Papanya akan membawanya untuk menemui, Mamanya.


"Sekarang kamu tidur ya. Ingat jangan sampai kesiangan," ucap Riky kepada Alesha.


"Siap, Pa. Anakmu yang manis ini akan segera tidur dan tidak akan sampai kesiangan besok," ucap Alesha.


Riky tersenyum lalu membaringkan tubuh mungil putrinya di atas tempat tidur.


Alesha menarik selimut lalu menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut itu!


"Selamat malam sayang," ucap Riky.


"Selamat malam, Pa."


Riky mencium kening Alesha lalu pergi dari kamar putrinya itu!

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2