
Malam hari saat semua sudah bersiap untuk makan malam. Saat itu Susan masih sibuk dengan bayinya yang sedang kurang sehat.
Akhir-akhir ini, Zafira memang sering mengalami demam.
Shena berjalan menuju ruang makan dan melihat siapa saja yang sudah ada di meja makan.
"Mbak, Mas Devan mana?" tanya, Shena kepada asisten rumah tangganya yang sedang menyiapkan makanan untuk makan malam.
"Mungkin masih di kamarnya, Bu," sahut asisten rumah tangga itu.
"Oh. Mbak tolong ambilkan gelas kotor dong di kamar saya. Tadi saya lupa gak dibawa ke sini untuk dicuci."
Asisten rumah tangga itupun langsung berjalan menuju kamar, Shena untuk mengambil gelas yang dimaksud oleh, Shena itu.
Setelah asisten rumah tangga itu pergi, Shena membubuhi air minum milik, Devan dan Susan dengan serbuk berwarna putih.
Tak lama, asisten rumah tangga itu datang lagi dengan membawa gelas yang, Shena maksud itu.
"Terimakasih, Ya, Mbak," ucap, Shena dengan senyum ramahnya.
Tak lama, Devan datang ke ruangan itu bersama Susan!
"Mas," ucap, Shena dengan senyuman terbaiknya sementara, Susan tersenyum kecut ke arah, Shena.
Shena segera mengisi piring kosong milik, Devan dengan nasi dan lauknya tak lupa dia juga menambahkan sayurnya.
"Ini, Mas silahkan makan," ucap, Shena sembari meletakkan piring yang sudah ia isi dengan makan itu.
"Shena, ambilkan aku sekalian," ucap, Susan.
Shena menatap, Susan dengan tatapan tajam.
"Aku bukan pembantu kamu ya. Kamu punya tangan kan, kalau punya ambil saja sendiri," ucap, Shena.
"Kamu tuh ya."
"Udah-udah. Jangan ribut dong, kalian ini seharusnya belajar untuk rukun karena sebentar lagi kalian akan sama-sama menjadi istri aku," ucap, Devan.
"Susan yang mulai duluan, Mas," ucap, Shena.
"Orang, Shena yang mulai duluan kok," sambung, Susan.
"Susan kamu kan istri pertama aku, seharusnya kamu bisa lebih mengalah sama, Shena dan kamu juga, Shena seharusnya lebih menghormati, Susan karena dia adalah istri pertama aku itu artinya dia akan menjadi kakak kamu," jelas, Devan.
__ADS_1
Susan dan Shena tak berucap lagi, keduanya saling menatap satu sama lain dengan tatapan tajamnya.
"Enak saja kamu bilang gitu, Mas. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau dimadu," ucap, Susan didalam hatinya.
"Berucap saja semau kamu, Mas. Karena sebentar lagi tidak ada sesuatu apa pun yang bisa kamu banggakan. Kamu pikir, aku di sini karena aku cinta sama kamu? Tidak, Mas justru dengan kehadiran aku di sini akan jadi awal kehancuran kamu," ucap, Shena didalam hatinya.
*******
Di kediaman, Reyhan.
Reyhan berdiri di balkon lantai dua rumahnya, dia memandangi taman kecil yang ada di halaman rumahnya itu.
Tiba-tiba dia teringat dengan perkataan, Susan padanya. Kata-kata, Susan masih terdengar jelas di telinganya.
"Shena berusaha merebut suami, wanita itu. Apa mungkin? Aku rasa, Shena tidak akan sejahat itu," ucap Reyhan didalam hatinya.
Reyhan mencoba untuk tak memikirkan perkataan, Susan padanya tapi kata-kata, Susan padanya terus teringat.
"Selama ini, Shena memang tidak pernah mau aku nikahi meski dia bilang kalau dia mencintai aku. Apa jangan-jangan perkataan wanita itu memang, Benar."
Reyhan terus memikirkan hal yang membuatnya menjadi pusing itu, dia tidak ingin percaya dengan perkataan, Susan tapi nyatanya, Shena memang selalu menolak untuk dinikahi olehnya.
"Ada apa sih? Mama lihat dari tadi kamu melamun terus," ucap, Anthika yang sedari tadi memperhatikan putranya itu.
Reyhan menoleh ke arah suara. "Eh, Mama. Sejak kapan, Mama di situ?"
"Mama bisa aja, aku gak melamun kok. Aku hanya teringat sesuatu saja."
Anthika berjalan menghampiri, Reyhan yang masih berdiri di tempat semula!
"Kamu mikirin apa sih? Cerita dong sama, Mama."
"Nggak lagi mikirin apa-apa, Mam."
"Bohong. Kamu jujur saja sama, Mama. Tentang, Shena atau tentang pekerjaan di kantor atau tentang yang lain?"
"Mama, aku bilang aku tidak apa-apa."
"Gak mau cerita, ya udah. Mama gak bisa maksa tapi kalau mau cerita, Mama siap mendengarkan ya."
Reyhan tersenyum lalu mengangguk pelan.
*******
__ADS_1
Setelah semuanya selesai makan, Devan dan Susan langsung masuk ke dalam kamarnya masing-masing, tinggallah, Shena sendirian di rumah itu.
Shena masih duduk di tempat semula dirinya makan, setelah membubuhi minuman milik asisten rumah tangganya itu, Shena baru beranjak dari duduknya lalu pergi ke kamarnya!
Setelah menunggu hampir lima belas menit, Shena kembali keluar dari kamarnya. Dia berjalan menuju kamar, Devan yang tak pernah dikunci itu.
Shena menatap, Devan yang sudah tertidur pulas lalu dirinya berpindah ke kamar, Susan dan dia juga melihatmu, Susan sudah tertidur.
Shena melanjut langkahnya, kini menuju kamar asisten rumah tangga itu.
Setelah memastikan semua orang sudah tertidur pulas, Shena baru menjalankan rencananya untuk mencari surat-surat berharga miliknya.
"Ternyata obat tidur yang aku masukan dalam minuman mereka, bereaksi dengan cepat," gumam, Shena.
Shena masuk ke salah satu ruangan yang tak pernah terbuka satu kali pun selama dirinya tinggal di rumah itu. Untunglah, Devan tidak memindahkan tempat penyimpanan benda kecil di rumahnya. Hal itu membuatnya gampang menemukan kunci cadangan dari pintu ruangan rahasia itu.
Dengan cepat, Shena masuk ke dalam ruangan itu tak lupa dirinya mengunci pintunya dari dalam agar dirinya lebih leluasa dalam menjalankan aksinya.
Shena pun mulai membuka semua lemari dan laci yang ada di dalam ruangan itu!
"Dimana, dia menyimpan semuanya," gumam, Shena sembari terus mencari sesuatu yang ia inginkan.
Shena mulai gelisah karena sudah hampir sepuluh menit dirinya mencari namun tak juga menemukan surat-surat penting itu.
Shena memejamkan matanya lalu meyakinkan dirinya bahwa dirinya pasti bisa mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan tak lupa dia juga berdoa didalam hati kecilnya.
Bersambung.
Hai teman-teman. Seperti biasa nih, aku bawain rekomendasi novel yang sangat bagus untuk kalian baca.
Jangan lupa mampir ya ke karya temanku yang satu ini, ceritanya dijamin seru abis deh.
Judul: Young Mommy
Author: Sa Ekha
Ayana murid baru di sekolah Wismagara jatuh cinta pada anak sulung pemilik sekolah. Ayana pikir cintanya akan bertepuk sebelah tangan, tapi ternyata Gama juga menyimpan rasa yang sama.
Mereka pacaran dan menjadi pasangan ter the best di sekolah mereka. Kisah cinta mereka sangat manis. Tapi cinta mereka menemui kendala ketika Gama sebentar lagi lulus sekolah. Ayana Taku menjalin hubungan jarak jauh dengan Gama, karena pria itu berencana melanjutkan studi di luar negri. Namun Gama selalu meyakinkan Ayana jika ia akan setia kepadanya.
Ayana pun percaya, hingga di hari kelulusan Gama. Pria itu mengajak Ayana makan malam romantis. Tapi keduanya kebablasan hingga melakukan one night stand hingga Ayana hamil.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya, apakah Ayana akan mempertahankan janinnya ? Apakah Gama akan bertanggung jawab ?
__ADS_1
Yuk saksikan kisah mereka dalam novel yang berjudul "Young Mommy"