Dendam Cinta

Dendam Cinta
Tertimpa Musibah


__ADS_3

Aldi dan Dhan kini sudah tiba didepan gedung kantor perusahaan milik dirinya .


ia melihat api melalap semua gedung yang berada di sekitar gedung perkantoran milik dirinya .


" Apa yang terjadi ... kenapa?? kenapa semua ini bisa terjadi ". Aldi menatap kearah gedung kantor perusahaan nya yang masih terbakar api , mata Aldi benar-benar tidak menyangka kalau bangunan perkantoran yang dibangun oleh dirinya dan juga ayahnya akan ludes terbakar api .


Semua orang-orang yang berada ditempat kejadian berlarian dan mengungsi ketempat yang lebih aman . Aldi baru ingat ada satu orang yang menjadi pusat pencarian matanya ia melihat kesekeliling kerumunan orang-orang yang menjadi korban kebakaran gedung perkantoran milik perusahaan nya itu .


" Dimana kamu La ". Gumamnya Aldi masih mencari sosok istrinya itu .


Terlihat Laila pingsan di posko ambulan yang memang datang kesana untuk mengobati korban kebakaran itu.


" Cari istriku Dhan , cari dia ". Perintahnya Aldi .


" Baik tuan , tuan diam disini ya , saya akan mencarinya ". Balasnya Dhan .


" Iya ". Ucapnya Aldi .


Entah mengapa Aldi sekarang benar-benar gelisah memikirkan wanita nya itu, Mata Aldi masih melihat kearah gedung miliknya .


" Argh... sebenarnya apa yang terjadi, kenapa?...kenapa tiba-tiba terjadi kebakaran dikantor ". Ucapnya dengan nada kesalnya .


Seseorang didalam mobil hitam tersenyum jahat dan senang melihat kondisi Aldi yang seperti itu .


" Sekarang mana bisa kau bertingkah so berkuasa lagi Aldi ...Ck...". Terukir senyuman licik diwajah orang itu .


Dhan kembali raut wajah paniknya,


" Pak kita buru-buru ke rumah sakit Nyonya dibawa kesana ". Ucapnya Dhan .


" Ah... benarkah ? kalau begitu cepat Dhan kita kesana ". Ucapnya Aldi dengan wajah gelisah nya .


Kabar berita kebakaran yang terjadi diperusahan terbesar dikota menjadi trending topik utama dan pembicaraan semua orang-orang , awak media tidak henti-hentinya memberitakan kejadian kebakaran hebat itu , tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun kerugian perusahaan terbesar itu , miliaran rupiah .


Dhan membawa Aldi dengan tergesa-gesa berjalan di lorong rumah sakit, ya mereka sudah sampai disana karena tidak jauh dari lokasi kejadian ada rumah sakit terdekat .


Terlihat Laila tengah ditangani oleh dokter ,


Aldi melihatnya dari balik kaca pintu rumah sakit , ia melihat istrinya yang masih belum sadarkan diri .


" Maaf tuan saya gak bisa menemani anda disini , karena banyak yang harus saya urus soal kejadian ini ". Ujarnya Dhan .


" Gapapa Dhan , kembalilah kesana tolong bereskan semuanya , aku percaya padamu ". Ucapnya Aldi yang kini berdiri bertumpu pada kedua tongkat yang ia pakai .


" Tapi apa tidak apa-apa kalau saya tinggalin anda disini ?". Tanyanya Dhan .


" Gapapa , cepat kamu kesana urusi semuanya dan kabari aku kalau ada apa-apa ". Ucapnya Aldi berusaha untuk tetap tersenyum .


" Baik... tuan kalau begitu saya permisi ". Ucapnya Dhan undur diri .


" Iya ". Balasnya Aldi dengan matanya yang masih fokus melihat kearah Laila yang ditangani dokter .


Tak lama dokter itupun keluar dari ruangan IGD itu,


" Bagaimana dok ? bagaimana keadaannya ?". Tanya Aldi dengan spontan nya .

__ADS_1


" Istri anda hanya pingsan pak Aldi , ia hanya syok dan kebanyakan menghirup asap , sebentar lagi juga ia akan sadar ". Ujar Dokter itu lalu pergi dari sana meninggalkan Aldi .


Aldi berjalan menggunakan tongkatnya menuju brangkar rumah sakit dimana tempatnya Laila terbaring disana .


Aldi melihat kearah istri nya itu yang belum siuman juga .


" La... bangun La, ini aku Aldi ". Ucapnya Aldi .


Mila dan Wulan yang kini tengah berada di rumah melihat berita itupun menjadi kaget , mereka dengan segera menghubungi Aldi begitupun dengan ibunya Laila , dan Aldi hanya bisa bilang ia pun belum tahu apa yang terjadi sebenarnya , apa penyebab kebakaran itu ia pun belum bisa memastikan .


Perlahan Laila membuka matanya ia mengerjapkan matanya melihat sekitar terlihat suaminya berada disampingnya melihat kearah jendela rumah sakit .


" Mas... ". Lirihnya membuat Aldi menengok kearah nya .


" Sudah bangun ". Ucapnya Aldi tersenyum .


Aldi menghampiri istrinya itu , sambil tangannya merapihkan anak rambut miliknya Laila .


" Iya mas ". Ucapnya Laila tersenyum .


Laila hendak bangun namun kepalanya masih agak pusing ,


" Jangan bangun dulu kamu istrirahat aja ya , lagian kamu kan baru sadar ". Ucapnya Aldi .


" Hmm...iya mas, tapi bagaimana keadaan kantor mu mas , aku benar-benar panik saat melihat kobaran api di bagian dapur kantor ". Ucapnya Laila .


" Ya begitulah , saat aku disana pun semuanya hampir tak tersisa La, aku pun bingung kenapa hal ini bisa terjadi biasanya hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya ". Balasnya Aldi yang terlihat pusing memikirkan masalah kebakaran itu .


" Sudahlah La , lupakan saja , kamu gak perlu memikirkan nya , biar aku saja yang menangani masalah ini, yang terpenting sekarang kamu gapapa ". Ucapnya Aldi tersenyum .


" Apa ". Tanyanya Aldi .


" Apa mas , mencemaskan aku tadi , saat tahu aku pingsan ". Tanyanya Laila .


Aldi baru menyadari apa yang ia lakukan daritadi mencemaskan kondisi Laila .


" Ah... itu, ya cemaslah , kamu kan istriku dan lagi hamil anakku lagi, lagian ya aku gak mau terjadi sesuatu pada anakku itu ". Ucapnya Aldi dengan nada gengsinya .


Laila yang mendengar penuturan ucapan kata dari suaminya hanya tersenyum .


Terlihat seorang wanita berpakaian kantoran tergesa-gesa berlarian di lorong rumah sakit sampai-sampai ia menabrak suster rumah sakit yang tengah membawa pasien .


" Ah.. maaf-maaf sus, saya buru-buru ". Ucap wanita itu dengan wajah paniknya .


wanita itu terus berlarian sampai ia tiba ditujuannya yaitu ruang IGD dimana tempat sahabatnya ditangani dokter .


" Laila ". Ucap wanita itu dengan pakaian nya yang berantakan akibat berlarian nya itu .


" Lili ". Ucapnya Laila .


Aldi pun melihat kearah sumber suara yang mengganggu pembicaraan nya dia dengan istrinya itu , saat Aldi melihat penampilan Lili kini ia malah menahan tawanya .


" Astaga cewek... ini apa benar-benar bininya si kampret Johan , hahaha.... ". Batinnya tertawa .


" La... hah...hah...hah... ". Ucap Lili sambil ngos-ngosan karena kecapekan berlarian dari kantor ke rumah sakit .

__ADS_1


" Ya ampun Li, kamu kenapa ?". Tanyanya Laila tersenyum keheranan melihat penampilan Lili saat ini .


" Jangan tanya soal keadaan aku dulu, kamu gapapa kan La , ya ampun aku panik tahu saat tahu pihak ambulans bawa kamu kesini , kupikir terjadi sesuatu yang serius sama kamu , sampai dibawa ke rumah sakit ". Ujarnya Lili dengan ekspresi wajah datarnya yang tadinya panik kini menjadi jeles sendiri .


Dia itu kaya dipermainkan oleh pikiran-pikiran yang tidak-tidak .


" Aku gapapa seperti yang kamu lihat sendiri kan , aku gapapa , lagian ya , ya ampun Li Ampe segitunya Lo khawatirin gua , ummm... terharu gua ". Ucapnya Laila memeluk sahabatnya itu .


Aldi yang melihat pelukan kedua sahabat itu hanya tersenyum , sambil geleng-geleng kepala .


" Persahabatan yang Menarik ". Gumamnya Aldi sambil tersenyum .


Di lain tempat , seorang wanita berjalan menuju ruangan dimana orang-orang itu tengah berpesta diclub Scream punyanya wanita itu .


...Brakkk....


Wanita itu mendorong pintu dengan kasarnya membuat orang-orang yang berada didalam ruangan itu melihat kearahnya .


" Hei... girl... sini , kita nikmati pesta kemenangan kita ini ". Ucap seorang pria yang memiliki goresan bekas luka diwajahnya yang duduk bersandar disofa dengan gagahnya .


" Iya benar , kesini baby ". Ucap Pria tampan yang satunya .


Wanita itu melempar tatapan tajam kearah kedua pria itu, dan melemparkan koran berita terkini yang baru saja dicetak hari ini juga .


" Apa maksudnya itu, apa itu kerjaan kalian hah... ?". Tanya wanita itu dengan raut wajah mengintimidasi .


Pria tampan yang tengah merokok itu mengambil koran itu,


" Iya memang kami dalangnya , kenapa ? tidak suka ?". Ucap pria yang memiliki goresan luka diwajahnya itu .


" Kenapa harus melakukan hal kotor seperti itu hah... ". Bentak wanita itu .


" Sttt... kamu ini kenapa ? hah... kenapa tiba-tiba kamu ia kok malah semakin membelanya ya , bukannya mendukung rencana yang sudah kita sepakati ". Ujar pria itu .


" Tapi gak gitu caranya Man...". Bentak wanita itu .


" Nona nona... ck..ck..ck.. seharusnya kamu berterima kasih sama kita , secara perlahan kita membalas apa yang dia lakukan pada kita -kita dulu ". Timpal pria tampan itu .


" Diam kau ". Wanita itu memincingkan sebelah matanya kearah pria tampan itu .


" Sudahlah nona Anna... atau lebih tepatnya aku panggil nona Salma ...". Ucap pria bergores luka .


" Jangan sebut nama itu Firman ... ". Bentaknya wanita itu .


Pria berwajah luka itu hanya tersenyum menyeringai .


.


.


.


.


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊😊🤗

__ADS_1


__ADS_2