
Kini mereka sedang menyusun rapi makanan yang telah mereka pesan sebelumnya , Aldi duduk disebelah Laila dan ada ibu mertuanya di seberangnya bersama Wulan dan neneknya duduk disisi Aldi dan Wulan .
" Oh ya nek, aku gak bisa lama-lama ya , aku harus jemput Zidan dirumah temannya ". Ucapnya Wulan disela-sela acara makan bersama nya .
" Iya , nenek juga setelah ini mau langsung ke toko yang ada dipasar, ada beberapa hal yang harus nenek kerjakan ". Balasnya Mila .
" Ibu juga gak bisa lama ya sayang , ibu harus kepasar buat persiapan buka warung besok ". Timpalnya Isti .
" Iya gapapa kok Bu , lagian Laila bisa kok beres-beres semuanya kan ada mas Aldi iya kan mas ". Ucapnya Laila tersenyum melihat kearah suaminya yang duduk disebelahnya .
" Ah... iya , aku bisa membantunya ". Balasnya Aldi .
" Iya , sudah kita lanjutkan saja makannya ". Ujarnya Mila .
" Iya ". Balasnya Aldi .
" Mas , tambah lagi ". Ucapnya Laila menawarkan karena memang makanan yang mereka pesan cukup banyak .
" Ah... iya boleh, ayam saja ". Ucapnya Aldi .
Mila yang melihat sikap Aldi yang kini ada perubahan nya pada Laila semakin senang melihatnya .
Laila mengambilkan sepotong ayam bakar bagian paha kepada suaminya, Aldi lahap sekali makannya . Setelah itu semua anggota keluarga mereka pada pulang .
Aldi duduk diruang tamu sambil memainkan ponselnya sedangkan Laila tengah membereskan piring-piring kotor dan juga gelas yang mereka pakai tadi . Tanpa diduga Salma menyerobot masuk kedalam gedung apartemennya Aldi , karena ternyata dari tadi Dhan mencegah Salma untuk masuk namun kali ini Dhan malah kebobolan karena Salma sempat menendang bagian vital milik Dhan .
" Aldi ". Ucapnya Salma dengan nada marahnya ia menggedor-gedor pintu apartemennya .
Membuat Aldi yang mendengarnya kesal .
" Apaan sih , ribut-ribut ". Gerutunya Aldi .
Laila menghampiri pintu apartemennya namun Aldi mencegahnya .
" Gak perlu kamu membuka pintu itu, biarkan security yang menanganinya aku sudah laporkan hal ini ". Ujarnya Aldi .
" Tapi kan mas , dia mengganggu sekali, berisik tahu ". Ucapnya Laila.
" Aku bilang jangan ya jangan , nurut kenapa sih, lagian ya aku sudah muak sama dia , seenaknya memanfaatkan situasi ". Bentaknya Aldi pada Laila membuat Laila kaget mendapatkan bentak dari suaminya lagi .
" Situasi ?". Ucapnya Laila .
" Iya ,dan kamu gak perlu tahu apa masalahnya ini masalahku, kamu diam saja ". Ucapnya Aldi .
" Aldi buka Aldi ". Gedor-gedor Salma diluar .
Namun seketika Salma diseret oleh Security dan Dhan untuk keluar dari gedung apartemen itu karena mengganggu sekali ketenangan penghuni apartemen .
" Tuh kan, dia pergi security sudah menanganinya , jadi sudahlah ". Ucapnya Aldi .
" Iya-iya ". Ucapnya Laila pergi ke kamarnya .
" Tunggu Laila ". Ucapnya Aldi menghentikan langkahnya Laila .
" Apalagi mas ". Ucapnya Laila melihat kearah suaminya .
" Untuk jaga-jaga lebih baik, kita memang satu kamar biar keluar kita gak ada yang curiga ". Ucapnya Aldi .
" Benarkah ?". Ucapnya Laila dengan wajar ceria nya .
" Iya ,tapi jangan geer dulu kamu, aku melakukan ini bukan berarti aku sudah memaafkan kamu , ini hanya demi keamanan Laila ". Ujarnya Aldi .
__ADS_1
" Ya terserah kamu sajalah , yang penting aku bisa tidur bareng kamu mas ". Ucapnya Laila tersenyum lalu memeluk Aldi .
" Etts... sudah aku bilang jangan sentuh aku ". Ucapnya Aldi menunjuk kening Laila dengan jari telunjuknya untuk menjaga jarak dari istrinya itu .
" uhhh... dasar , ya sudah aku beres-beres dulu ya ". Ucapnya Laila tersenyum .
" Hmm... ". Balas Aldi hanya dengan dehaman .
Aldi masuk kedalam kamarnya , untuk memberi ruang baju untuk Laila .
" Kayanya ruangan ini cocok untuk menyimpan semua barang-barang nya itu ". Ucapnya Aldi membuka salah satu ruangan kecil yang terdapat dikamarnya .
kamarnya Aldi memang cukup luas ,terdapat kamar mandi ,ruang pakaiannya dirinya dan juga terdapat ruangan kecil yang ia pakai menyimpan kotak-kotak bekas ia beli sepatu-sepatu online nya .
Laila masuk kedalam kamar suaminya itu yang kini menjadi kamarnya juga , Laila membawa koper berisi pakaian nya yang ia bawa dari rumah ibunya dan juga kotak yang berisi pakaian dan juga barang-barangnya .
Aldi berada di ruangan kecil itu, tengah membereskan kotak-kotak bekas miliknya .
" Mas ". Panggil Laila karena ia tidak melihat suaminya itu .
" Aku didalam kamar kecil aku , bentar ". Teriak Aldi .
Lail menghampiri dimana suaminya berada , terlihat didalam sana suaminya tengah memasukan kotak-kotak bekas kedalam kardus yang lebih besar .
" Kamu vakum saja ruangan ini biar cepat ya , semua kotak-kotak ini aku mau buang dulu ". Ucapnya Aldi .
" Iya mas ". Ucapnya Laila tersenyum .
Laila mengambil vakum pembersih debu yang terletak tidak jauh dri kamarnya itu . Laila pun langsung membersihkan ruangan itu sesuai perintah suaminya barusan sedangkan Aldi tengah membawa kotak-kotak itu kebawah dimana tempat pembuangan sampah berada .
Ponselnya Aldi berbunyi , Aldi mengangkat ponselnya yang kebetulan ia bawa dan ia simpan di saku celananya .
" Kami sudah menyekap keduanya , kami tunggu bos ditempat biasa ". Ujar anaknya buahnya diseberang telepon .
" Baiklah , tunggu ". Ucapnya Aldi .
Aldi membawa kotak-kotak itu ketempat pembuangan sampah terlebih dahulu sebelum ia berangkat ketempat tujuannya, namun sebelum itu Aldi mengirim pesan pada Laila , Aldi mendapatkan nomornya Laila dari Dhan . Ia berpesan bahwa kalau dirinya pergi sebentar karena ada urusan dan menjelaskan kalau kamar yang tengah Laila bersihkan itu untuk tempat Laila menyimpan barang-barang nya termasuk juga pakaiannya .
Aldi berjalan menuju mobilnya yang mahal itu, setelah ia masuk kedalam mobilnya ia langsung menancapkan gas mobilnya untuk pergi kemana anak buahnya berada . Aldi sebelumnya menghubungi Dhan untuk menyusul dirinya setelah tadi Dhan sudah mengatasi Salma . Mobil Aldi sudah sampai ditempat tujuan dimana tempat itu adalah pabrik bekas kebakaran milik Ayahnya Aldi dulu saat dimana saat itu lagi puncak-puncak nya kejayaan ayahnya karena memiliki pabrik sepatu terbesar dikota A , dan disaat itu juga ayahnya Aldi mengalami kebangkrutan dan ibunya itu meninggalkan mereka berdua hanya karena ayahnya sudah bangkrut karena ibunya dulu itu paling gak bisa hidup susah .
Aldi turun dari mobilnya , dan disana ia disambut anak buahnya yang bernama Bramono .
" Bos , silahkan masuk ". Ucapnya Bram yang amat hormat pada Aldi , karena Aldi pernah berjasa sekali dalam kehidupan nya Bram dan keluarganya .
Aldi masuk kedalam pabrik yang sudah cukup usang itu, sengaja Aldi membeli lagi tempat itu karena dulu tempat itu pernah dijual oleh ayahnya untuk membayar utang perusahaan dan juga pesangon para karyawan ,namun ia belum membangun sebuah pabrik baru disana karena Aldi belum punya ide baru untuk merintis usaha pabrik apalagi . ia hanya ingin fokus dulu dengan perusahan pabrik sepatu yang ada di kota H dimana pabrik itu ada dikota tempat berasal dimana ia dilahirkan .
Aldi melihat kesekeliling kerumunan orang-orang yang mengurumuni kedua orang yang paling Aldi benci . kedua orang itu diikat di kursi yang berbeda . Aldi tersenyum bahagia saat melihat musuh-musuh nya tengah diperlakukan layaknya binatang oleh anak buahnya itu .
" Brengsek kau Aldi ". Bentak dan teriakan dari Firman yang sudah kelihatan babak belur diwajahnya akibat dihajar terus-menerus oleh anak buahnya Aldi .
" Lepas Aldi ". Teriak Salma dengan wajah lebam nya akibat ditampar oleh Dhan tadi .
Prok..prok...prok...
Aldi bertepuk tangan membuat Firman melihat kearahnya dengan tatapan tajam , begitupun dengan Salma .
" Kalian pikir , kalian siapa ? bisa-bisanya mengancam aku ". Ucapnya Aldi tersenyum licik sambil mondar-mandir mengelilingi mereka berdua .
" Keterlaluan kamu Aldi ". Bentak Salma .
" Stt... apa kamu bilang ". Ucapnya Aldi dengan nada tersenyum licik .
__ADS_1
" Kamu brengsek Aldi, kamu jahat ". Bentaknya Salma .
" Kamu bilang apa ? jahat , kamu bilang kalau aku jahat ". Bentak Aldi sambil mencengkram dagu milik Salma dengan menatap kearah Salma dengan tatapan tajam .
" Siapa disini yang jahat hah, aku atau kalian ". Ucapnya Aldi .
" Kalian pikir aku akan diam saja hah... setelah apa yang kalian lakukan padaku , setelah kalian mempermainkan hidupku, kalian seenaknya menjadikan aku babu kalian , memeras uangku hah... ". Bentaknya Aldi .
" Kalian pikir , kalian siapa ... siapa hah...". Melepas cengkramannya pada Salma dan kali ini Aldi berpindah pada Firman ia menggunakan sepotong kayu untuk melihat wajahnya Firman itu .
" Ck... ". Ucapnya Aldi tersenyum licik .
" Tuan, sebaiknya kita gak usah lama-lama ada disini ". Ucapnya Dhan yang baru saja datang .
" Ah... iya ". Ucapnya Aldi melihat kearah Dhan .
Aldi lalu mengambil sebungkus rokok mahal milik dirinya lalu ia kasih ke Firman dengan cara menaruh rokoknya itu dimulutnya Firman membuat Firman keheranan .
" Heran ya ". Ucapnya Aldi tersenyum licik .
Lalu Aldi menyalakan rokoknya itu ,
" Enak bukan, habiskan itu karena mungkin ini akan menjadi hari terakhir kalian berdua ". Ucapnya Aldi tersenyum licik .
" Apa maksudmu brengsek ". Ucapnya Firman dengan rokok yang masih berada dimulutnya .
Aldi hanya tersenyum menyeringai , membuat Salma dan Firman menatap satu sama lain .
" Aldi ". Bentak Salma .
" Nikmati pestanya kawan-kawan ". Ucapnya Aldi tersenyum lalu korek api yang tadi Aldi nyalakan lagi ia menatapnya beberapa menit lalu ia jatuhkan membuat api itu meyebar karena sebelumnya Aldi memerintahkan anak buahnya untuk menaburkan bensin disekitaran gedung pabrik yang habis kebakaran itu .
" Kurang ajar kamu Aldi ,brengsek ". Bentak Firman marah .
" ALDII .... JAHAT KAMU ". teriak nya Salma .
Aldi pergi begitu saja begitupun dengan anak buahnya itu . Aldi pergi dengan senyuman mengembangnya .
" Gimana ini Firman , kita harus pergi dari sini , aku gak mau mati konyol disini ". Ucapnya Salma panik melihat api yang begitu cepat menyebar mengelilingi mereka ,
Pabrik itu memang pernah kebakaran sebelumnya namun hanya sebagian , dan sekarang sebagian nya lagi, kini juga telah terbakar akibat ulah Aldi sendiri .
" Sebaiknya kita cepat-cepat pergi dari sini , sebelum polisi-polisi datang kesini ". Ucapnya Bram .
" Tenang saja Bram , tuan Aldi telah menyogok beberapa polisi untuk tidak melibatkan orang-orang kita , karena polisi-polisi itu akan hanya mengklarifikasi bahwa kejadian kebakaran ini , adalah akibat karena kecerobohan seseorang saja , kita sudah mempersiapkan semuanya , jadi kita tenang saja kita bakalan aman , dan jika soal kehilangan nya Salma dan Firman mungkin polisi akan mencari-cari nya akan tetapi polisi juga akan menyatakan bahwa kalau mereka menghilang karena sebuah kecelakaan ". Ujarnya Dhan .
" Kami juga sudah mempersiapkan semuanya soal kecelakaan nya Salma dan Firman, dan sudah pasti polisi yang berpihak pada kita akan menyatakan sesuai perintah kita ". Sambungnya .
" Bos memang hebat ". Ucapnya Bram tersenyum senang .
" Sudahlah gak usah bilang begitu ,kalian cukup awasi mereka saja, pastikan kalau mereka benar-benar mati ". Ucapnya Aldi .
" Siap bos ". Ucapnya Bram dan juga anak buahnya Aldi yang lainnya .
Aldi pergi dari sana dengan perasaan penuh kebahagiaan .
" Maaf jika caraku salah , tapi aku gak mungkin membiarkan kalian hidup karena kalian hanya akan menjadi penghalang rencanaku ". Ucapnya Aldi tersenyum .
. . . . . . . .
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊
__ADS_1