Dendam Cinta

Dendam Cinta
Rencana Mulai Tersusun


__ADS_3

Aldi menatap wajah istrinya dengan lekat-lekat dan Laila menatap nya dengan mata sayunya .


" Mas... ". Ucapnya Laila seketika .


" Ya ". Jawabnya Aldi .


" Katakan yang sejujurnya padaku, sebenarnya bagaimana perasaan kamu padaku sekarang ?". Tanyanya Laila sambil menatap mata suaminya .


Aldi tersadar akan apa yang ia lakukan , ia langsung memalingkan wajahnya, ia bingung harus mengatakan apa pada istrinya itu .


Laila yang melihatnya langsung menggerakkan tangannya agar wajah suaminya itu melihatnya kearahnya.


" Tatapan aku mas , jangan memalingkan wajahnya mu itu, tatapan lah aku, aku yang berbicara padamu sekarang ". Ucapnya Laila dengan mata berbinar-binar .


Aldi melihat kearah istri nya itu, Aldi menatap matanya yang penuh harapan kepadanya , namun bagaimana Aldi mengatakan nya , sangat sulit untuk ia mengatakan kalau ia sejujurnya sudah mulai nyaman dan sayang pada Laila semenjak Laila mengatakan kata-kata menyentuh hatinya saat dirumah sakit tadi . Laila mengatakan kalau ia tidak akan meninggalkan dirinya sebab ia sudah berjanji dihadapan Tuhan ia akan tetap bersama dia apapun keadaannya .


" Kalau boleh jujur , saat kamu mengatakan bahwa kamu akan tetap bersama ku apapun keadaannya hatiku mulai membuka diri La, rasa nyaman saat berdua seperti sekarang jujur makin menambah keyakinan ku kalau aku benar-benar tidak ingin kehilangan mu lagi La ". Ucapnya Aldi sambil menundukkan kepalanya .


Laila memegang dagu suaminya itu menggunakan kedua tangannya dan melihat wajahnya itu .


" Kalau memang itu yang kamu katakan dan jujur dari kata hatimu itu berarti kamu mulai mencintai ku seperti dulu mas ". Ucapnya Laila tersenyum senang .


" Iya ". Balasnya Aldi tersenyum .


Laila langsung memeluk suaminya itu karena saking senangnya akhirnya ia mengetahui perasaan suaminya itu yang sekarang . Aldi pun membalas pelukannya Laila dengan senyuman mengembang diwajahnya .


" Maaf La , meski demikian aku mencintaimu sekarang ,tapi hati ini belum tenang jika aku belum mengatakan yang sejujurnya kalau aku orang jahat yang tega-teganya memisahkan kamu dan dia ". Batinnya Aldi yang semakin merasa bersalah .


" Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu La ". Ucapnya sambil melepaskan pelukannya .


" Apa itu mas ?". Tanyanya Laila sambil menatap wajah suaminya .


" Aku sebenarnya.. a..". Ucapannya terpotong karena bunyi ponselnya dan itu ternyata dari Anna .


" Ah... maaf bentar aku angkat dulu ". Ucapnya Aldi mengangkat panggilan masuk dari Anna .


Laila yang melihat siapa yang menelepon suaminya menjadi kesal tersendiri .


" Ck... ngapain sih tuh perempuan nelpon, ganggu aja ". Gerutunya Laila , Aldi tidak mendengarnya dikarenakan ia teleponnya diluar rumah agar lebih fokus mendengar ucapan dari Anna .


Laila melihat ke kaca jendela rumahnya ia melihat suaminya itu tengah teleponan dengan perempuan lain , rasanya itu sakit . karena suaminya itu lebih memilih untuk berbicara dengan wanita lain dibandingkan ia istrinya sendiri , terlebih-lebih ia melihat ekspresi wajah suaminya yang senyum-senyum begitu .


" Ck... mereka lagi bicarain apa sih , sampai mas Aldi senyum-senyum gitu, mencurigakan sekali , entah mengapa setiap kali melihat Anna rasanya hati ini greget gitu , Ck... ". Laila yang menggerutu .


Terlihat ada mobil yang datang ke halaman rumah mereka yang sederhana itu , dan membuat Aldi yang sudah teleponan melihat kearah siapa yang datang menggunakan mobil yang cukup mewah bagi Aldi dan Laila pun begitu yang berada didalam rumah langsung keluar melihat siapa yang datang .


" Siapa mas ?". Tanyanya Laila pada suaminya , ya Laila menghampiri suaminya yang berdiri didepan teras rumah .


" Gak tahu ". Jawabnya tanpa menoleh kearah Laila .


Orang yang didalam mobil pun langsung keluar , dan saat orang yang keluar dari mobil langsung menyapa Aldi .


" Woi... Al ". Sapa orang itu siapa lagi kalau bukan teman-teman kampret nya Aldi dan ia adalah Johan dan istrinya yang turun di kursi penumpang , dan tak lupa Rian si jomblo rese .


Rian keluar dengan tampang cengiran khasnya .


Aldi langsung tersenyum melihat siapa yang datang begitupun dengan Laila .


" Ya ampun , kalian tahu darimana kalau kita disini ". Tanyanya Laila menyambut kedatangan mereka semua terutama sahabat nya itu .

__ADS_1


" Uhh...gak perlu tahu ,tahu darimana yang penting aku kangen banget tahu sama kamu La ... ish.. tega banget pindah gak bilang-bilang ". Ucapnya Lili tersenyum sambil mengomel-omel .


Dan Lili langsung berpelukan dengan Laila , dan antusias nya Laila membalas pelukan bestai nya itu .


" Sama aku juga kangen , maaf ya belum sempat ngabarin, ya namanya serba dadakan gitu Li ". Ujarnya Laila membalas ucapan dari sahabatnya itu .


Sedangkan kini Johan maupun Rian bersalaman tangan yang sering mereka lakukan .


" Apa kabar bro ?". Tanyanya Johan yang bersalaman lalu bergilir dengan Rian .


" Baik bro , Lo juga apa kabar ?". Tanya Aldi balik .


" Kita-kita mah baik-baik saja , maaf ya baru bisa kesini , gua turut prihatin atas apa yang menimpa perusahaan lo , dan maaf juga gua gak bisa bantu apa-apa ". Ucapnya Rian sambil mengusap-usap punggung temannya itu .


" Iya sama Al, maaf ya , tapi kita-kita mah gak akan lupa kok sama Lo yang sahabat kita ini ". Timpalnya Johan tersenyum .


" Hahaha... iya gapapa kali, gua juga sudah ikhlas mungkin emang ini sudah takdir dari Tuhan , untuk membuat gua sadar hidup gak akan selamanya diatas , ada kalanya hidup kita bisa dibawah ". Balasnya Aldi tersenyum .


" Iya yang sabar ya , jangan sedih bro kalau Lo butuh bantuan apa-apa tenang aja ada kami, kami siap bantu lo ". Ucapnya Johan .


" Iya lo tinggal bilang saja , kami siap bantu Lo ". Timpalnya Rian .


" Thanks ya, ya sudah yuk masuk , biar enak ngobrol-ngobrol nya ". Ajaknya Aldi .


" Iya didalam saja ngobrol-ngobrol yuk, aku buatin minuman sambil ngemil-ngemil gitu ". Ajaknya Laila juga .


" Ya kalau soal makanan mah , mana bisa kita nolak iya gak Han ". Ucapnya Rian .


" Yoi ...man ". Balasnya Johan tersenyum sambil memberi jempol tangannya kearah Rian .


" Hahaha... ya sudah ayo ". Ucapnya Aldi tersenyum sambil tertawa .


" Ya ampun Ay , kamu tuh sampai segitunya ngambil kue sama toplesnya , mana dipeluk-peluk gitu lagi , hadeh... malu-maluin saja kamu , kaya orang yang gak pernah makan kue aja ". Omelnya Lili pada Johan .


" Habisnya enak ay , dirumah gak ada yang beginian ". Jawabnya Johan sambil terus nyemilin kue itu dengan wajah tanpa dosa .


" Hahaha... gapapa kali Li ,mungkin Johan lagi doyan makan kue itu ,sudah gapapa habisi aja masih banyak kok itu ". Ucapnya Aldi .


" Iya Li , gapapa , gak usah diomelin gitu suaminya ". Timpalnya Laila tersenyum yang duduk disebelah sahabatnya itu .


" Ya habis kaya orang , gak pernah makan kue itu aja La ". Gerutu nya .


" Ya kan emang laki Lo rakus , dalam segala hal Li, hahaha... apalagi soal cewek ...ups..". Celetuknya Rian yang sengaja bicara begitu dan ia malah menerima jitakkan dikepala dari Johan yang menatapnya dengan tatapan tajam namun Rian bukannya takut tapi malah senyum-senyum .


Mereka yang melihat pertengkaran diantara mereka buat hanya tertawa .


" Hahaha ...".


" Sialan Lo, kalau ngomong suka ngasal ". Kesalnya Johan .


" Lah...lah ... marah , takut Ama bini bang ya ". Ejeknya Rian .


" Yeh... lu ya ,gua banting juga lu ".


" wah-wah ... kalem bro , kalem , santai...bro ". Ucapnya Rian cengar-cengir .


" Hahaha... ". Tawa Aldi dan juga Laila .


Sedangkan Lili hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya itu dan juga Rian yang kaya anak kecil baginya .

__ADS_1


" Sudah-sudah jangan bertengkar lagi kalian mending dimakan nih kue nya , kamu juga Li dimakan dong kue nya jangan dianggurin gitu ". Ucapnya Laila .


" Iya La ,ini aku makan kok, eh... ya gimana perkembangan ponakan ku ini ?". Tanyanya Lili sambil memegang perutnya Laila yang masih rata .


" Baik, dan minggu depan jadwal konsulnya , ". Jawabnya Laila tersenyum .


" Oh ya ".


" Iya kamu sendiri kapan nyusulnya Li, gak kepengen apa hamil kaya aku ". Tanyanya Laila tersenyum .


" Yah... mau gimana punya anak Li, lagian ya laki gua aja jarang ada dirumah ". Jawabnya sambil menatap tajam kearah suaminya membuat Johan hanya diam saja .


" Wah... parah sih Lo , Han... punya bini dirumah tapi jarang diketik... hahaha ". Ejeknya Rian lagi pada Johan .


" Berisik ah...Lo makan nih kue ". Ucapnya Johan memasukan kue kering itu kedalam mulutnya Rian .


" Yeh .. sialan Lo ". Gerutunya Rian yang tidak ditanggapi oleh Johan .


" Bukannya jarang dirumah ya , mau bagaimana lagi kerja di bar kan pulangnya selalu malam atau enggak pagi , ya maaf aja ay kalau aku jarang pulang ". Ucapnya Johan .


" Hmmm... iya ". Balasnya Lili dengan ekspresi malasnya mendengar ucapan yang sering dikeluarkan oleh suaminya itu .


" Loh ...kok jadi gini suasananya , ya sudah mending kita bicarakan hal yang lain aja ya , nih dimakan juga makanan nya mas , kamu juga jangan hanya bicara aja kaya gitu ". Ucapnya Laila memberikan kue kering pada suaminya itu .


" Iya , makasih ". Balasnya Aldi .


Sedangkan dirumah besar terlihat Rico tengah menemui seseorang yang tak lain adalah Firman sama Salma yang kini menjadi Anna .


" Jadi gitu rencananya , Salma sendiri yang akan mengajak Aldi untuk masuk kedalam perangkap kita , setelah semuanya siap , kita langsung bongkar kebohongan nya itu pada istrinya yaitu Laila ". Ujarnya Firman .


" Oke gua setuju , gua gak sabar melihat ekspresi wajah marahnya Laila pada Aldi ... hahaha ". Ucapnya Rico tertawa jahat .


" Oh ya soal si OB itu gimana , apa kita masih membutuhkan dia dalam rencana ini ?". Tanyanya Salma / Anna .


" Kita sudah gak butuh dia , orang yang paling kita butuhkan sekarang hanyalah dia ". Jawabnya Firman meletakan Poto seorang wanita yang cukup cantik .


" Dia adalah kunci akan keberhasilan misi kita ... dan dijamin kalau ada dia semuanya akan lancar ". Sambungnya Firman .


" Tapi dimana kita mencarinya ?". Tanyanya Salma .


" Bukannya dia , disembunyikan oleh Aldi, bagaimana kita menemukan nya Man ". Tanyanya Salma .


" Iya betul itu, gimananya caranya ?". Timpalnya Rico .


" Kalian tenang saja biarkan itu menjadi tugasku , kalian fokus saja sama tugas kalian masing-masing , sesuai dengan apa yang kita sudah sepakati ,oke ". Ujarnya Firman tersenyum licik


" Oke..". Jawabnya Rico .


" Oke ..". Balasnya Salma .


.


.


.


.


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊😊🤗😚

__ADS_1


__ADS_2