
Beberapa hari berlalu setelah kejadian yang menimpa Aldi ,kini ia dan Laila pindah rumah ke rumah yang sudah diperbaiki sebelumnya , rumah itu terlihat sederhana namun nuansanya sangat modern .
" Nenek harap setelah kepindahan kalian kesini kalian akur-akur saja ya ". Ucapnya Mila .
" Iya benar itu ". Timpal Isti dan Mira yang ikutan juga membantu proses pindahan rumah nya Aldi dan Laila .
" Iya nek ". Balasnya Laila yang tersenyum sambil duduk disebelahnya Aldi .
" Iya nek , ya lagian mana mungkin kita gak akur ya gak sayang, kita akur-akur aja nih ". Ucapnya Aldi tersenyum sambil memegang pundaknya Laila dengan penuh kelembutan .
" Iya-iya tahu, nenek kan hanya berharap kalian akan tetap seperti ini, berumahtangga itu emang gak gampang pasti ada aja masalah nya , tapi apapun masalahnya itu nenek harap kalian bisa selesaikan berdua ". Ucapnya Mila menasehati cucu-cucu nya itu .
" Iya nek, Laila juga gak mau melibatkan siapapun kalau jika nanti kita berdua ada masalah , aku dan mas Aldi akan berusaha untuk menyelesaikan masalah itu berdua tanpa melibatkan siapa-siapa ". Balasnya Laila tersenyum sambil tangannya memegang tangan suaminya itu .
" Iya kami hanya berharap begitu , dan juga kami berharap tidak ada masalah lagi diantara kalian , dan ibu harap kalian berdua saling terbuka satu sama lain supaya tidak ada perselisihan diantara kalian nantinya ". Ucapnya Isti kali ini menasehati anaknya dan juga menantunya itu .
" Iya Bu, ibu tenang saja kali ini aku berjanji akan menjaga Laila dan tidak akan lagi menyakiti nya , itu janjiku ". Ucapnya Aldi tersenyum .
" Iya ibu titip Laila ya sama kamu, jaga dia awas saja kalau kamu sampai menyakitinya lagi , habis kamu sama ibu ". Ancamnya Isti membuat Aldi hanya melototkan matanya .
" Ya mama disini juga berdoa agar rumah tangga kalian akan tetap seperti ini, sampai tua nanti ". Ucapnya Mira .
" Amin ..". Ucapnya mereka berdua saling tersenyum pada ketiga orang yang berada didepan mereka .
" Ya sudah kalau gitu kami pamit, dulu ya , sudah sore gini , kalian juga pasti capek seharian beres-beres rumah gini, ya sudah kalau gitu kami pamit ya ". Ucapnya Mila .
" Iya nek, mah, Bu ". Ucapnya Laila dan Aldi berdiri dari duduknya mengantarkan mereka sampai mobil yang mereka kendarai sudah meninggalkan perkarangan rumah mereka .
__ADS_1
Isti diantar oleh Mira , begitupun dengan Mila yang ikut dengan mereka .
" Akhirnya ... kita pindah juga ay ". Ucapnya Aldi merebahkan tubuhnya disofa diruang tamu rumahnya yang baru itu .
" Iya mas , akhirnya kita tinggal dirumah kita sendiri lagi seperti saat diapartemen dulu ". Ucapnya Laila tersenyum sambil meminum teh buatan nya itu .
Aldi langsung merebahkan kepalanya di paha istrinya itu dan Laila dengan senang hati mengelus puncak kepalanya itu dengan penuh kelembutan membuat Aldi sangat nyaman sekali dengan posisi seperti itu .
" Kamu tahu , hal yang paling aku nyaman ?". Ucapnya Aldi tiba-tiba membuat Laila bertanya-tanya .
" Apa itu mas ?". Tanyanya Laila sambil tersenyum melihat kebawah dimana suaminya merebahkan kepalanya di pahanya .
" Bersandar dipelukkan istriku , ya kurang lebih seperti ini, aku nyaman sekali rasanya
... hangat sekali saat tiduran gini sambil memeluk mu ". Ujarnya Aldi tersenyum .
" Tidurlah mas , kalau memang posisi seperti ini membuatmu nyaman , aku rela menahan rasa pegalnya ". Balasnya Laila seketika .
" Jangan gitu, nanti giliran biar aku yang pijat kamu .. tapi biarkan aku seperti ini dulu, tubuhmu membuatku nyaman sayang ". Ucapnya Aldi bermanja pada istrinya itu .
" Iya baiklah , tidur mas , kamu pasti capek seharian ini ... beres-beres rumah juga ". Ucapnya Laila tersenyum .
" Hmmm... ". Ucapnya Aldi tersenyum lalu menenggelamkan wajahnya diperut istri nya itu membuat Laila sedikit kegelian .
" Kupikir dulu kamu hanyalah pria brengsek mas , yang bisanya gonta-ganti pacar , sampai-sampai dulu kamu buat aku cemburu sekali sama kamu sampai-sampai aku mempunyai perasaan lebih untukmu padahal saat itu aku tengah menjalin hubungan didunia nyata dengan mas Firman , meski aku tidak tahu rupa wajahmu dulu entah mengapa hati ini gak bisa bohong kalau aku jatuh cinta beneran sama kamu, karena kata-kata manis mu membuat ku luluh seketika ...kamu membuatku nyaman saat bersamamu , sampai akhirnya aku lebih memilih mas Firman dibandingkan kamu , karena jujur ...". Batinnya Laila seketika mengingat masalalu yang terjadi diantara mereka berdua .
" Jujur ... aku paling gak bisa menunggu yang tidak pasti , aku hanyalah wanita yang menginginkan kepastian dari seseorang yang serius denganku , tapi takdir berkata lain... meski kita pernah berpisah namun Tuhan malah mempersatukan kita kembali mas , jujur mas aku amat-amat sangat bersyukur karena Tuhan telah mempersatukan kita kembali meski dengan cara yang membuat hati ini sempat sakit, tapi aku yakin sekarang ketulusan hati mu yang sekarang bisa membuatku yakin kepadamu bahwa kamu memang orang yang ditakdirkan untuk diriku , untuk menjadi pendampingku ".
__ADS_1
" Aku hanya bisa berharap sama tuhan , supaya terus mempersatukan kita berdua tanpa ada lagi yang bisa memisahkan antara kita berdua mas... satu kata yang aku takuti sekarang ... hanyalah ... kehilangan kamu ". Batinnya Laila .
Terlihat Aldi terlelap tidur .. dipangkuan nya Laila , Laila tersenyum melihat wajah tidur suaminya itu .
" Kamu begitu tampan, mas , kalau soal hal ini kamu memang gak bohong , kamu memang tampan seperti yang sering kamu katakan padaku, kupikir kamu hanyalah seorang pria pendusta ... yang bisanya mengucapkan kata-kata modus pada cewek-cewek ... tapi ternyata omongan mu yang ini kamu gak berbohong sama sekali ". Ucapnya Laila tersenyum .
Diam-diam Firman dan Anna memperhatikan rumah baru yang baru saja ditempati oleh pasangan suami istri siapa lagi kalau bukan Aldi dan Laila .
" Ck... ". Berdecak Anna dalam mobil .
" Kita lihat saja , lambat laun rumah tangga mereka akan hancur dengan ada hadirnya kamu dalam kehidupan nya Aldi ... ". Ucapnya Firman .
" Aku sudah mencoba berbagai cara untuk mendapatkan perhatiannya itu, tapi kamu tahu sendiri bukan seperti apa Aldi itu, dia pria yang susah sekali digoda , tentang dirinya digame dan realita terlalu berbeda ". Ucapnya Anna .
" Kamu harus terus mencoba dan terus berusaha untuk mendapatkan perhatian nya itu , kalau soal Laila biar aku saja yang menanganinya kamu urus bagianmu aku urus bagianku ". Ucapnya Firman tersenyum menyeringai melihat kearah kaca rumah miliknya Aldi .
" Baiklah ". Jawabnya Anna .
.
.
.
.
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊😊🤗😚
__ADS_1