Dendam Cinta

Dendam Cinta
Kehidupan yang Baru


__ADS_3

Malam telah tiba terlihat keluarga Prastama kini tengah mengada makan malam dirumah baru mereka yang sederhana .


" Dimakan mas , jangan hanya dilihatin, apa mau dimasakin yang lain ?". Ucapnya Laila bertanya yang duduk disebelah suaminya .


Sedangkan yang lainnya hanya menatap kearah Aldi .


" Iya makan Al, masih mending kita bisa makan malam ini ". Ujarnya Wulan yang berhadapan makannya dengan Aldi .


" Kamu kenapa Al, masih mikirin perusahaan ? sudahlah lupakan saja masalah itu, lebih baik kita fokus saja dulu sama kehidupan baru kita ini , rezeki gak akan kemana Al , nenek yakin suatu saat nanti hidup kita akan sama seperti dulu kalau kita tetap berusaha dan tidak menyerah ". Timpal nya Mila .


" Iya , mas benar kata nenek , sekarang kamu makan dulu ya , nanti kalau kamu gak makan sakit yang ada mas ". Ucapnya Laila .


" Gak kok, lagian bukan itu yang aku pikirkan sekarang ". Ucapnya Aldi .


" Terus ". Ucapnya Wulan .


" Adalah ". Balasnya Aldi .


" Hilihh... dasar aneh , gua nanya malah jawab adalah , aneh lu ". Umpat nya Wulan .


" Sudah-sudah ... ah... gak baik banyak bicara saat makan , lebih baik kita selesaikan dulu makannya setelah itu terserah deh mau ngobrol-ngobrol atau istirahat ". Ujarnya Mila melerai pembicaraan mereka .


" Iya nek ". Ucapnya mereka bersamaan .


Dhan dari sore hari pun sudah berpamitan untuk pulang ke rumahnya yang berada di perkomplekan .


Setelah acara makan malam itu pun , semua masing-masing masuk kedalam kamarnya , tidak ada yang mengobrol diruang tamu maupun disudut rumah pun dikarena capek akan pindahan rumah seharian .


Aldi yang berada didalam kamarnya bersama Laila hanya diam satu sama lain , Laila yang kini tengah merapihkan barang-barang miliknya dan suaminya itu . sedangkan Aldi ia hanya duduk-duduk santai di kasur .


" Maaf ya La ". Ucapnya Aldi seketika memecah keheningan diantara mereka berdua .


Laila langsung melihat kearah suaminya ,


" Maaf untuk apa mas ?". Tanyanya ia .


" Maaf kamu jadi ikut-ikutan susah gini , seharusnya kamu disaat-saat begini tengah menikmati kemewahan yang aku punya tapi justru sekarang kamu jadi hidup susah karena ku ". Ucapnya Aldi .


" Ya tuhan, mas kenapa sih ? masih aja berpikir begitu ,mau bagaimanapun hidup kita sekarang asal bersamamu tidak menjadi masalah bagiku ". Ujarnya Laila tersenyum .

__ADS_1


" Makasih La ". Ucapnya Aldi tersenyum .


" Sama-sama mas , Sudah ah jangan memikirkan yang sudah-sudah , lebih baik kita sekarang istirahat, tidur ya ". Ucapnya Laila menaruh baju milik suaminya di lemari setelah itu beranjak keatas kasur siap-siap untuk tidur .


" Iya ". Balasnya Aldi .


Laila tertidur pulas setelah berbaring diatas kasur , namun berbeda dengan Aldi . Aldi masih terjaga, ia tengah memikirkan gimana kedepannya , gimana ia akan membiayai kehidupan rumah tangganya , sedangkan kini ia tak punya pekerjaan dan ditambah kondisi dirinya yang seperti ini .


" Apa benar ini semua adalah karma untukku , karena aku banyak sekali menyakiti hati banyak orang termasuk istriku sendiri ". Batinnya Aldi melihat kearah Laila yang tertidur pulas disebelahnya .


Anna ataupun yang sebenarnya adalah Salma kini ia tengah memikirkan sesuatu, dibalik jendela kaca kamar apartemennya ia melihat kearah apartemen yang dulu ditempati seseorang yang selalu ia lihat , namun apartemen itu sekarang kosong , ia menjadi merasa sepi seketika .


" Kamu sekarang tinggal dimana ? apa kamu baik-baik saja ? ". Gumamnya Anna .


" Ngapain kamu masih memikirkan dia hah, bukannya seneng gitu , akhirnya rencana kita untuk menghancurkan dirinya berhasil ". Ucap seorang pria yang tak lain adalah Firman dengan wajah yang masih sama namun hanya wajahnya ada bekas luka didekat matanya .


" Aku senang sih ,tapi entah mengapa hati kecilku , gak tega melihat dirinya kalau harus mengalami perubahan kehidupannya yang dratis kaya gini , aku memang menginginkan dia merasakan apa yang aku rasakan ,tapi aku juga menginginkan cintanya Man , aku terlanjur suka sayang cinta sama dia ". Ujarnya Anna .


" Aku ingin dia menjadi milikku, hanya milikku , dan tidak ada ikatan lagi dengan istrinya itu ". Sambungnya .


" Kamu bisa mendapatkan dirinya dengan sepenuhnya , bukannya saat ini kalian tengah dekat ". Ucapnya Firman .


" Tapi gak mudah menaklukkan hatinya Man, dia tipe pria yang susah sekali didekati , aku yang menjadi Salma saja ditolak mentah-mentah sama dia apalagi sebagai Anna ". Ucapnya Anna .


" Salma dan Anna berbeda , Aldi mengira kamu itu Anna yang sebagai temannya , tepat saatnya untuk saat ini kamu mendekati dia , dia pasti butuh bantuan mu Sal , secara dia sekarang gak bisa apa-apa dan gak punya apa-apa , ini saatnya kamu masuk kedalam kehidupannya itu ". Ujarnya Firman tersenyum menyeringai .


" Kamu benar Man, aku sekarang Anna bukan Salma , Aldi pasti mau dekat denganku ,karena mengiranya aku ini hanya lah wanita biasa yang menjadi teman baru baginya , dan akan aku manfaatkan moment ini untuk menaklukkan hatinya dan merebut dirinya dari Laila ". Ucapnya Anna tersenyum licik .


" Iya , lakukanlah Anna , sesuai dengan keinginan kamu itu, begitupun dengan aku , aku akan merebut kembali dia yang sudah Aldi rebut dari tanganku ". Ucapnya Firman tersenyum licik menatap kearah Anna .


Sinar matahari di pagi hari masuk kedalam kamarnya Aldi , membuat si empu yang masih tertidur pun terbangun .


Aldi membuka matanya secara perlahan dan menguap .


Laila masuk kedalam kamarnya itu dengan berpakaian yang sudah rapih dan wangi membuat Aldi bertanya-tanya .


" Rapih amat mau kemana ?". Tanyanya Aldi .


" Eh sudah bangun mas ". Ucapnya Laila tersenyum sambil membuka gorden kamarnya itu .

__ADS_1


" Aku mau pergi ke agen toko baju langganan ku mas , ada banyak order masuk lumayan kan uangnya buat tambah-tambah keuangan kita ". Ujarnya Laila yang kini duduk di ranjang mereka menghadap suaminya .


" Oh... ". Balasnya Aldi .


" Iya , gapapa kan kalau aku tinggal bentaran , aku janji kok gak akan lama mas , cuma ambil barang aja setelah itu sudah aku pulang ". Ucapnya Laila .


" Iya gapapa kok, lagian aku bisa apa? sekarang , bantu-bantu nenek ditoko juga gak bisa kan ". Ucapnya Aldi tersenyum kecut .


" Mas kok ngomongnya gitu, gini ya mas ". Ucapnya Laila memegang tangannya Aldi .


" Jangan menyerah, aku yakin mas bisa sembuh kok , oh ya dokter yang menangani pengobatan kamu nelpon aku katanya besok kamu harus mulai terapi , besok aku antar ya ". Ujarnya Laila tersenyum .


" Ck.. terapi ". Ucapnya Aldi tersenyum meremehkan dirinya sendiri .


" Iya terapi ". Balas Laila tersenyum .


" Biaya darimana La, biaya terapi itu gak murah La , aku mana punya uang sekarang tabunganku saja menipis untuk membayar hutang-hutang perusahaan ". Ujarnya Aldi dengan wajah kesal campur sedih .


" Mas tenang saja , aku masih punya uang di tabunganku kok , ya cukup lah untuk biaya pengobatan kamu mas ". Ucapnya Laila .


" Gak perlu, lebih baik kamu simpan uang itu untuk kebutuhan kamu , aku gak mau ngehabisin uang kamu secara cuma-cuma ". Ucapnya Aldi menolak .


" Mas... kita ini keluarga , aku istrimu yang namanya keluarga harus saling membantu dalam keadaan apapun , senang maupun tidak ". Ucapnya Laila tersenyum .


" Kenapa sih La ? kamu baik padaku , padahal selama ini aku sudah jahat loh sama kamu ". Ucapnya Aldi .


" Mas... meski kamu sudah jahat padaku , aku sudah melupakan semuanya , lagian kan sekarang aku ini tengah mengandung anak kita , aku ingin fokus menjadi istri sekaligus ibu yang baik untukmu dan juga anak kita ". Ucapnya Laila tersenyum sambil memegang perutnya yang masih rata .


Aldi hanya tersenyum saat melihat Laila yang terlihat senang seperti sekarang .


" Apakah ? kamu akan tetap berbicara begitu La , setelah kamu tahu apa yang aku lakukan pada pernikahan kamu dan Firman , apakah kamu masih mau bersamaku ". Batinnya Aldi tersenyum sedih .


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊😊🤗😚


__ADS_2