
Malam telah tiba terlihat keluarga Prastama kini tengah mengada makan malam dirumah baru mereka yang sederhana .
" Dimakan mas , jangan hanya dilihatin, apa mau dimasakin yang lain ?". Ucapnya Laila bertanya yang duduk disebelah suaminya .
Sedangkan yang lainnya hanya menatap kearah Aldi .
" Iya makan Al, masih mending kita bisa makan malam ini ". Ujarnya Wulan yang berhadapan makannya dengan Aldi .
" Kamu kenapa Al, masih mikirin perusahaan ? sudahlah lupakan saja masalah itu, lebih baik kita fokus saja dulu sama kehidupan baru kita ini , rezeki gak akan kemana Al , nenek yakin suatu saat nanti hidup kita akan sama seperti dulu kalau kita tetap berusaha dan tidak menyerah ". Timpal nya Mila .
" Iya , mas benar kata nenek , sekarang kamu makan dulu ya , nanti kalau kamu gak makan sakit yang ada mas ". Ucapnya Laila .
" Gak kok, lagian bukan itu yang aku pikirkan sekarang ". Ucapnya Aldi .
" Terus ". Ucapnya Wulan .
" Adalah ". Balasnya Aldi .
" Hilihh... dasar aneh , gua nanya malah jawab adalah , aneh lu ". Umpat nya Wulan .
" Sudah-sudah ... ah... gak baik banyak bicara saat makan , lebih baik kita selesaikan dulu makannya setelah itu terserah deh mau ngobrol-ngobrol atau istirahat ". Ujarnya Mila melerai pembicaraan mereka .
" Iya nek ". Ucapnya mereka bersamaan .
Dhan dari sore hari pun sudah berpamitan untuk pulang ke rumahnya yang berada di perkomplekan .
Setelah acara makan malam itu pun , semua masing-masing masuk kedalam kamarnya , tidak ada yang mengobrol diruang tamu maupun disudut rumah pun dikarena capek akan pindahan rumah seharian .
Aldi yang berada didalam kamarnya bersama Laila hanya diam satu sama lain , Laila yang kini tengah merapihkan barang-barang miliknya dan suaminya itu . sedangkan Aldi ia hanya duduk-duduk santai di kasur .
" Maaf ya La ". Ucapnya Aldi seketika memecah keheningan diantara mereka berdua .
Laila langsung melihat kearah suaminya ,
" Maaf untuk apa mas ?". Tanyanya ia .
" Maaf kamu jadi ikut-ikutan susah gini , seharusnya kamu disaat-saat begini tengah menikmati kemewahan yang aku punya tapi justru sekarang kamu jadi hidup susah karena ku ". Ucapnya Aldi .
" Ya tuhan, mas kenapa sih ? masih aja berpikir begitu ,mau bagaimanapun hidup kita sekarang asal bersamamu tidak menjadi masalah bagiku ". Ujarnya Laila tersenyum .
__ADS_1
" Makasih La ". Ucapnya Aldi tersenyum .
" Sama-sama mas , Sudah ah jangan memikirkan yang sudah-sudah , lebih baik kita sekarang istirahat, tidur ya ". Ucapnya Laila menaruh baju milik suaminya di lemari setelah itu beranjak keatas kasur siap-siap untuk tidur .
" Iya ". Balasnya Aldi .
Laila tertidur pulas setelah berbaring diatas kasur , namun berbeda dengan Aldi . Aldi masih terjaga, ia tengah memikirkan gimana kedepannya , gimana ia akan membiayai kehidupan rumah tangganya , sedangkan kini ia tak punya pekerjaan dan ditambah kondisi dirinya yang seperti ini .
" Apa benar ini semua adalah karma untukku , karena aku banyak sekali menyakiti hati banyak orang termasuk istriku sendiri ". Batinnya Aldi melihat kearah Laila yang tertidur pulas disebelahnya .
Anna ataupun yang sebenarnya adalah Salma kini ia tengah memikirkan sesuatu, dibalik jendela kaca kamar apartemennya ia melihat kearah apartemen yang dulu ditempati seseorang yang selalu ia lihat , namun apartemen itu sekarang kosong , ia menjadi merasa sepi seketika .
" Kamu sekarang tinggal dimana ? apa kamu baik-baik saja ? ". Gumamnya Anna .
" Ngapain kamu masih memikirkan dia hah, bukannya seneng gitu , akhirnya rencana kita untuk menghancurkan dirinya berhasil ". Ucap seorang pria yang tak lain adalah Firman dengan wajah yang masih sama namun hanya wajahnya ada bekas luka didekat matanya .
" Aku senang sih ,tapi entah mengapa hati kecilku , gak tega melihat dirinya kalau harus mengalami perubahan kehidupannya yang dratis kaya gini , aku memang menginginkan dia merasakan apa yang aku rasakan ,tapi aku juga menginginkan cintanya Man , aku terlanjur suka sayang cinta sama dia ". Ujarnya Anna .
" Aku ingin dia menjadi milikku, hanya milikku , dan tidak ada ikatan lagi dengan istrinya itu ". Sambungnya .
" Kamu bisa mendapatkan dirinya dengan sepenuhnya , bukannya saat ini kalian tengah dekat ". Ucapnya Firman .
" Tapi gak mudah menaklukkan hatinya Man, dia tipe pria yang susah sekali didekati , aku yang menjadi Salma saja ditolak mentah-mentah sama dia apalagi sebagai Anna ". Ucapnya Anna .
" Salma dan Anna berbeda , Aldi mengira kamu itu Anna yang sebagai temannya , tepat saatnya untuk saat ini kamu mendekati dia , dia pasti butuh bantuan mu Sal , secara dia sekarang gak bisa apa-apa dan gak punya apa-apa , ini saatnya kamu masuk kedalam kehidupannya itu ". Ujarnya Firman tersenyum menyeringai .
" Kamu benar Man, aku sekarang Anna bukan Salma , Aldi pasti mau dekat denganku ,karena mengiranya aku ini hanya lah wanita biasa yang menjadi teman baru baginya , dan akan aku manfaatkan moment ini untuk menaklukkan hatinya dan merebut dirinya dari Laila ". Ucapnya Anna tersenyum licik .
" Iya , lakukanlah Anna , sesuai dengan keinginan kamu itu, begitupun dengan aku , aku akan merebut kembali dia yang sudah Aldi rebut dari tanganku ". Ucapnya Firman tersenyum licik menatap kearah Anna .
Sinar matahari di pagi hari masuk kedalam kamarnya Aldi , membuat si empu yang masih tertidur pun terbangun .
Aldi membuka matanya secara perlahan dan menguap .
Laila masuk kedalam kamarnya itu dengan berpakaian yang sudah rapih dan wangi membuat Aldi bertanya-tanya .
" Rapih amat mau kemana ?". Tanyanya Aldi .
" Eh sudah bangun mas ". Ucapnya Laila tersenyum sambil membuka gorden kamarnya itu .
__ADS_1
" Aku mau pergi ke agen toko baju langganan ku mas , ada banyak order masuk lumayan kan uangnya buat tambah-tambah keuangan kita ". Ujarnya Laila yang kini duduk di ranjang mereka menghadap suaminya .
" Oh... ". Balasnya Aldi .
" Iya , gapapa kan kalau aku tinggal bentaran , aku janji kok gak akan lama mas , cuma ambil barang aja setelah itu sudah aku pulang ". Ucapnya Laila .
" Iya gapapa kok, lagian aku bisa apa? sekarang , bantu-bantu nenek ditoko juga gak bisa kan ". Ucapnya Aldi tersenyum kecut .
" Mas kok ngomongnya gitu, gini ya mas ". Ucapnya Laila memegang tangannya Aldi .
" Jangan menyerah, aku yakin mas bisa sembuh kok , oh ya dokter yang menangani pengobatan kamu nelpon aku katanya besok kamu harus mulai terapi , besok aku antar ya ". Ujarnya Laila tersenyum .
" Ck.. terapi ". Ucapnya Aldi tersenyum meremehkan dirinya sendiri .
" Iya terapi ". Balas Laila tersenyum .
" Biaya darimana La, biaya terapi itu gak murah La , aku mana punya uang sekarang tabunganku saja menipis untuk membayar hutang-hutang perusahaan ". Ujarnya Aldi dengan wajah kesal campur sedih .
" Mas tenang saja , aku masih punya uang di tabunganku kok , ya cukup lah untuk biaya pengobatan kamu mas ". Ucapnya Laila .
" Gak perlu, lebih baik kamu simpan uang itu untuk kebutuhan kamu , aku gak mau ngehabisin uang kamu secara cuma-cuma ". Ucapnya Aldi menolak .
" Mas... kita ini keluarga , aku istrimu yang namanya keluarga harus saling membantu dalam keadaan apapun , senang maupun tidak ". Ucapnya Laila tersenyum .
" Kenapa sih La ? kamu baik padaku , padahal selama ini aku sudah jahat loh sama kamu ". Ucapnya Aldi .
" Mas... meski kamu sudah jahat padaku , aku sudah melupakan semuanya , lagian kan sekarang aku ini tengah mengandung anak kita , aku ingin fokus menjadi istri sekaligus ibu yang baik untukmu dan juga anak kita ". Ucapnya Laila tersenyum sambil memegang perutnya yang masih rata .
Aldi hanya tersenyum saat melihat Laila yang terlihat senang seperti sekarang .
" Apakah ? kamu akan tetap berbicara begitu La , setelah kamu tahu apa yang aku lakukan pada pernikahan kamu dan Firman , apakah kamu masih mau bersamaku ". Batinnya Aldi tersenyum sedih .
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊😊🤗😚