
"Jadi dia belum puas dengan dua wanita sekaligus dalam genggamannya. Dania, kamu tenang saja, aku akan melakukan tugasku secepatnya," ucap, Shena pada Dania.
"Cepatlah, sebelum laki-laki itu melupakanmu dan menggantinya dengan yang lain meski bukan aku," ucap, Dania.
"Aku harus mengatur rencana baru untuk aku mengetahui dimana, Mas Devan menyimpan semua barang berharga milikku."
"Apa kamu sudah mencoba mencarinya di dalam rumah itu?"
"Sudah, tapi gak ketemu. Hanya ada satu kamar yang selalu tertutup rapat aku curiga kalau di dalam kamar itu lah, Mas Devan menyimpan semua surat-surat penting itu."
"Itu, kan rumahmu pastinya kamu tahu dimana tempat biasanya kamu menyimpan benda-benda kecil termasuk kunci."
"Itu dia masalahnya. Mereka mengubah isi rumahku."
"Jadi apa rencana selanjutnya? Apa kamu punya rencana cadangan?"
"Sebenarnya tidak ada. Terpaksa aku harus menggunakan cara yang sedikit kasar."
"Maksud kamu?"
"Aku harus memaksa, Mas Devan menyerahkannya semuanya dengan cara terang-terangan. Misalnya dengan meracuninya sampai dia lumpuh atau mungkin mengancamnya dengan menggunakan senjata."
"Nggak-nggak. Itu bukan ide bagus. Kamu bisa dilaporkan ke polisi nanti sama si Susan itu."
"Lalu aku harus apa? Sedangkan waktuku hanya sebentar."
"Berpikirlah dengan tenang, Shena. Aku mau pulang dulu ya, aku menemui mu hanya ingin mengatakan itu saja, tentang bagaimana caramu melakukan tugasmu. Kamu pikirkan saja sendiri."
__ADS_1
Dania beranjak dari duduknya dan mulai melangkahkan kakinya!
"Dania!" Shena mencoba menghentikan langkah gadis itu.
Dania menghentikan langkahnya lalu berbalik arah.
*******
Devan menghampiri, Zafira yang kini sudah tertidur. Setelah diberi obat oleh, Susan, bayi itu langsung tertidur mungkin karena efek dari obat yang dia minum.
Devan duduk di tepi ranjang lalu meletakkan punggung tangannya di kening, Zafira.
"Sayang, kamu jangan sakit dong. Papa gak mau kamu sakit," ucap, Devan pada bayi mungil itu.
Susan menatap, Devan dari ambang pintu. Dia enggan masuk ke dalam kamarnya karena takut mengganggu, Zafira yang sedang tidur pulas pasalnya dirinya selalu bertengkar saat berhadapan dengan, Devan.
"Apa kata dokter?" tanya, Devan saat dia berpapasan dengan, Susan namun tak menghentikan langkahnya.
Susan mengekor dibelakang, Devan!
"Hanya demam biasa. Dokter bilang tak ada yang perlu dikhawatirkan."
"Makanya kamu kalau jaga anak yang benar. Lihat tuh, Zafira jadi sakit kan."
"Itu bukan salah aku, Mas. Kenapa sih kamu selalu nyalahin aku? Seharusnya kamu juga ikut merawat, Zafira bukannya sibuk ngurusin wanita simpanan kamu itu."
Devan menatap, Susan dengan tatapan tajam. "Jaga ucapan kamu kalau kamu masih mau jadi istri aku."
__ADS_1
Devan langsung berjalan menuju kamarnya sebelum kesabarannya habis dan membuatnya main tangan pada istrinya itu. Sebenarnya, Devan masih cinta pada, Susan tapi karena wanita itu selalu memancing emosinya, alhasil mereka selalu bertengkar saat bertemu.
"Mas, aku belum selesai bicara. Mas!" Sudah hal biasa bagi, Susan yang selalu ditinggal pergi oleh sang suami saat dirinya belum selesai berbicara pada suaminya itu.
Susan menghempaskan tubuhnya ke kursi yang ada dibelakangnya! Dia menangis karena merasa sakit hati atas perkataan suaminya padanya.
"Segitu besarnya cinta mu pada wanita itu, Mas sehingga kamu rela menceraikan aku," lirih, Susan dengan air mata yang tak pernah surut.
Dia tak menyangka, Devan tega melakukan itu padanya padahal dulu dia sangat dibangga-banggakan oleh, Devan bahkan didepan, Shena sekalipun.
Bersambung
Hai teman-teman seperti biasa aku datang dengan membawakan rekomendasi novel yang bagus yang bisa kalian baca.
Sambil nunggu, Shena dan teman-temannya up lagi, yuk mampir ke karya temanku yang satu ini.
Judul: Istri yang tak dianggap
Author: Siti Fatimah
Blurb: Wanita yatim piatu yang berusia 20 tahun itu pun harus menerima kenyataan pahit ketika dirinya telah mengetahui jika cintanya telah dikhianati oleh sepupunya sendiri tepat dihari pernikahannya akan tiba.
Dengan dirinya yang mengidap penyakit kanker yang ganas yang akhirnya mengharuskan dirinya terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan kontrak dengan seorang Pria yang umurnya tujuh tahun lebih tua darinya.
Untuk biaya pengobatan penyakit ganas yang ia derita, ia harus menahan rasa sakit sekaligus siksaan batin ketika sadar jika dirinya hanya akan menjadi Istri dan Menantu yang tak dianggap dari keluarga Pria yang terkenal akan kejamnya.
__ADS_1