Dendam Cinta

Dendam Cinta
Rencana licik


__ADS_3

Alvin hanya duduk di sofa yang tersedia di ruangan inap itu, Mira sengaja memilih kamar VIP untuk menantunya itu agar ia merasa nyaman tidak berisik oleh pasien lain kalau ia dirawat di ruang inap kelas bawah .


" Sebenarnya apa sih yang gua lakuin sekarang, kenapa rasanya seakan-akan gua ragu gitu mengatakan semuanya pada semuanya kalau gua ini Alvin bukan Aldi ". Batinnya mikir .


Laila yang melihat suaminya termenung seperti itu jadi khawatir .


" Mas.. ". Panggilnya ia pada suaminya itu namun tak kunjung juga Alvin tersadar Alvin masih asik dengan dunianya sendiri .


" Mas... ".


" Mas...".


" Mas...Aldi ,mas ".


" Kamu kenapa sih mas , hei...mas ". Panggil


nya Laila yang tak kunjung juga Alvin dengar .


Kini di ruangan itu hanya ada mereka berdua, karena si bayi sedang diurus suster untuk jadwal mandi dan dikasih Vitamin . Sedangkan yang lain kini lagi makan malam diluar ,karena lapar dan mereka nyuruh Alvin jagain dulu Laila sampai mereka kembali baru itu mereka mengizinkan Alvin keluar kalau Alvin mau .


Laila yang kesal karena suaminya itu benar-benar tuli , ia pun langsung melemparkan botol minuman yang ada dimeja samping tempat tidurnya kearah suaminya membuat Alvin tersadar .


" Hah ..." . Terkejutnya ia , langsung melihat kearah botol dan langsung memegangnya .


" Botol ". Ucapnya keheranan , dan ia sadar kalau di ruangan itu hanya ada dirinya dan Laila , otomatis ia langsung mengarahkan pandangan nya pada Laila .


" Ada apa ini ?". Tanyanya langsung bangkit dari duduknya .


" Aku dari tadi manggil kamu loh mas, tapi kamu gak ngerespon juga ,malah bengong terus ,ya lama-lama bikin aku kesel lah makannya aku tadi lemparin kamu botol itu ". Ujarnya Laila dengan raut wajah keselnya .


" Emangnya aku tempat sampah apa dilemparin botol plastik kaya gini ". Alvin yang gak terima langsung membuang botol itu ketempat sampah yang ada disana .


" Ya habis kamu dari tadi aku panggil-panggil gak jawab , kamu ngelamunin apa sih ? ". Tanyanya Laila penuh rasa penasaran .


" Gak ada , aku tadi hanya bingung saja harus berbuat apa ". Ucapnya Tiba-tiba membuat Laila bingung .


" Emangnya kamu mau berbuat apa ? terus kenapa harus bingung , kamu lagi ngerencanain apa sih ?". Tanyanya penuh selidik .


" Gak ada kok, sudahlah lupakan saja bukan urusanmu ini juga kan ". Ucapannya Alvin benar-benar membuat Laila semakin curiga akan suaminya itu .


" Oh ya mas aku mau tanya satu hal sama kamu ". Ucapnya Laila .


" Apa ?".


" Kamu selama ini kemana saja , kok baru kembali sekarang , sejujurnya apa sih yang sebenarnya terjadi sama kamu mas , kenapa kamu bisa mengalami kecelakaan , kamu tahu mas aku nangis tiap harinya mengingat kamu , menunggu-nunggu kamu untuk pulang kembali padaku selalu berharap ada keajaiban tuhan untuk membuatmu kembali , dan aku benar-benar percaya sekarang akan adanya keajaiban , tuhan telah mengembalikan kamu padaku ". Ucapnya Laila yang tadinya wajah yang penuh rasa penasaran kini berubah terharu .


Alvin kini benar-benar bingung harus bagaimana ,harus jawab apa . kini dirinya hanya bisa mematung ditempat .


" Mas kenapa ? jawab mas ". Ucapnya Laila membuat Alvin semakin bingung .


" Aku harus jawab apa , apa aku katakan saja ya yang sebenarnya kalau aku ini bukan Aldi ". Batinnya .


Tiba-tiba pintu terbuka memperlihatkan seorang suster yang kini tengah menggendong bayinya Laila , berserta dokter yang ada disebelah suster itu .


" Malam ibu ,gimana ada yang masih sakit ?". Tanya sang dokter .


" Malam dok, masih terasa sakit dikit ". Jawab Laila tersenyum .


" Itu hal yang wajar tapi , insyaallah bentar lagi ibu sembuh seiring berjalannya waktu ya Bu, biar saya periksa kembali keadaan ibu bentar ya ". Ucap dokter .


" Iya dok ". Laila hanya nurut saja akan kata dokter itu .


Ponsel Alvin berdering tanda ada panggilan masuk membuat Alvin izin keluar sebentar .


Dan benar saja dugaannya Alvin saat melihat siapa yang menelepon nya saat ini .


" Ibu ". Ucapnya Alvin langsung mengangkat panggilan masuk dari ibunya .


" Hallo bu ". Jawabnya Alvin .


" Alvin kamu dimana nak ? kenapa selarut ini kamu belum kembali pulang juga , apa pekerjaan kamu belum selesai juga ? ". Tanya ibunya .


Alvin baru sadar kini waktu sudah menunjukan jam 9 malam lebih .


" Ah... iya nih bu ada pekerjaan lebih untuk aku dari bos , jadi kayanya aku lembur deh ...Bu , ibu kalau mau tidur, tidur duluan saja gak usah tungguin aku ". Ujarnya Alvin .


" Oh gitu, ya sudah ibu tutup ya , kamu kerjanya hati-hati ya Vin ". nasehatnya sebelum menutup panggilan nya itu .

__ADS_1


" Iya ibu ". Ucapnya Alvin menghela nafas .


" Gua benar-benar bingung harus berbuat apa , jujur gua semakin penasaran akan apa yang sebenarnya terjadi pada Aldi , kenapa ia bisa kecelakaan seperti itu, gua harus selidiki hal ini ". Ucapnya Alvin pergi meninggalkan ruangan itu .


Alvin berjalan keluar dari area rumah sakit , saat ia hendak keluar tiba-tiba tangannya itu dicengkeram oleh seseorang membuat Aldi terkejut .


" Kau ". Ucapnya Alvin melotot namun kesadarannya memudar karena dengan secepat kilat orang itu dengan mudahnya meringkus Alvin begitu saja sampai ia pingsan .


Ditempat lain ,Kini Mira maupun Isti kembali kedalam ruangan dimana dan anaknya dirawat , sedangkan Dhan dan Wulan pamit pulang .


" Loh... sayang Aldi kemana ?". Tanyanya Mira melihat ke sekeliling ruangan itu mencari sosok anaknya .


" Mas Aldi keluar mah, tadi dia izin mau angkat telpon ,kupikir dia ada luar ruangan ini ". Ujarnya Laila yang keheranan kemana suaminya itu pergi .


" Diluar tidak ada siapa-siapa loh, kemana ya dia ". Ucapnya Mira berpikir .


" Mungkin karena lapar dia cari makan kali mbak ". Timpalnya Isti .


" Iya kali ya , mungkin saja begitu ". Balasnya Mira .


Terlihat Alvin tengah diikat dikursi ,


" Hah... beres , coba kamu ambil Sempel darahnya itu ...cepat ". Ujarnya pria berparas dingin siapa lagi kalau bukan Firman .


" Iya bentar , aku siapkan dulu suntikkan nya ". Ucapnya Salma .


Begitu Salma siap dengan jarumnya , ia langsung menyuntik Alvin untuk mengambil darahnya , Setelah selesai ia langsung menyimpan Sempel darah itu .


" Hebat juga cara Lo ambil darah gitu ". Ucapnya Firman .


" Dulu gua disekolah pernah masuk organisasi PMR jadinya kalau soal beginian mah sudah ahli lah ". Ucapnya Salma .


" Oh gitu, pantes , kenapa Lo gak jadi dokter aja kalau gitu ,kalau lu pandai menyuntik orang ". Tanyanya Firman .


" Males aja jadi dokter gak minat sama sekali , lebih baik ngurus perusahaan ". Ucapnya .


" Sudahlah kenapa ngomongnya jadi kemana-mana nih kamu bawa ini ke rumah sakit ,kalau soal dia biar aku yang tangani ". Ujarnya Salma .


" Ck.. oke-oke ".


" Iya-iya bawel ah...lu jadi laki ". Kesalnya Salma .


" Ck...". Firman yang membalasnya dengan desisan, lalu ia pun pergi meninggalkan Villa itu .


Ya mereka membawa Alvin ke Villa milik keluarganya Salma . Jujur Salma ini masih termasuk orang terkaya di kota A ini , Ayahnya kini pemimpin perusahaan terbesar kedua setelah Aldi bangkrut ini perusahaan ini menjadi nomor satu .


Salma lalu kini hanya melihat Alvin dengan begitu terpesona , meski dalam keadaan tidur baginya Alvin tetap terlihat tampan .


" Kenapa kamu kabur terus sih Al, apa sebegitunya kamu menghindari aku ,jujur saja aku sakit hati saat kamu terus menerus menolak aku, apa aku kurang cantik darinya , apa kurangnya aku Al apa ? ". Ucapnya Salma menitikan air matanya .


Jujur saat setelah kepergian Firman tadi Alvin sudah sadar namun ia benar-benar harus pura-pura tidak sadarkan diri untuk cari tahu sebenarnya orang-orang ini maunya apa , kenapa ambisius sekali untuk mengambil darahnya .


" Sebenarnya Aldi ini berbuat apa sih sama ini cewek , sampai-sampai kayanya cewek ini terobsesi padanya ". Batinnya menerka-nerka .


" Jujur sebenarnya gua kasihan sih lihat ini cewek sampai segitunya menginginkan Aldi ini , sampai melakukan tindakan kriminal kaya gini memaksa diriku untuk ikut tes DNA kaya gini ". Batinnya .


Alvin ini berbeda dengan Aldi yang begitu bodoamatan dan kejam , sedangkan Alvin orangnya begitu peduli dan perhatian , dan gampang sekali kasihan sama orang lain .


Salma lalu pergi meninggalkan kamar itu , setelah kepergian Salma ,Alvin berusaha melepaskan ikatan padanya .


" Duh.. susah banget sih ". Keluhnya .


" Gua harus kabur sumpah ,gua gak mau terjebak disini ". Gerutunya yang masih berusaha melepaskan ikatan tali padanya .


Karena Alvin ini pintar dan pecicilan orangnya , ia bisa dengan gampangnya memotong tali itu dengan gunting kecil yang berada di saku celananya yang selalu ia kemana-mana .


" Untung gua selalu bawa ini kemana-mana ,berguna juga sekarang ". Ucapnya lalu kini ia berusaha mencari jalan keluar , ia melihat dari jendela kamar karena pintu kamar dikunci dari luar .


" Anjir... kok banyak penjaga diluar ". Ucapnya dengan kesal .


" Kalau gini gimana gua bisa keluar ". Kini Alvin tengah berpikir sambil berjalan kesana kemari .


" Berpikir Vin berpikir ". Umpatnya ,namun seketika ide licik itu terbesit di benak nya .


Alvin berusaha mencari sesuatu yang bisa membuka pintu , dan kebetulan saat itu juga ia mendapat penjepit rambut yang mungkin milik Salma . Alvin memasukan penjepit itu ke lubang kunci pintu itu , dan tak butuh lama ia melakukannya pintu pun terbuka .


" Akhirnya ". Alvin yang tersenyum kini mengendap-endap menuju belakang Villa itu , untung disana tidak ada penjaga nya dan itu menjadi kesempatan ia untuk kabur .

__ADS_1


Namun dinding tembok belakang rumah begitu tinggi sehingga bingung Alvin gimana caranya ia memanjat dinding tembok itu .


" Ayo Vin , cari cara ayo ... lo harus bisa keluar dari sini ". Alvin yang semakin berpikir bagaimana ia bisa memanjat tembok .


Sedangkan kini jam 3 pagi Laila terbangun karena anaknya menangis .


Oek...oek...oeek...


" Duh, kamu kenapa sayang, haus ya ...". Ucapnya Laila yang berusaha menenangkan anaknya itu .


" Cup...cup..cup , ini mama sayang jangan nangis ya ".


Laila melihat sekitar ruangan itu namun ia tak melihat suaminya itu, iya berpikir kenapa suaminya itu tak kunjung juga kembali .


" Mas ... sebenarnya kamu kemana ,kok belum juga kembali ". Ucapnya yang gelisah akan suaminya itu .


Kini bayi itu tengah minum susu ibunya .


Disisi Laila Firman yang kini sudah berada di luar rumah sakit , mendapatkan kabar membingungkan baginya .


" Oke-oke gua kesana sekarang ". Ucapnya Firman yang terlihat buru-buru ia langsung masuk mobil .


" Gua harus hubungi Salma ,Salma harus tahu soal ini ". Firman mencoba menghubungi Salma lewat via teleponnya .


Tak butuh lama mengangkat telepon itu .


" Ada apa ? sudah kamu ke rumah sakitnya ?". Tanyanya Salma .


" Kita lupakan dulu soal DNA itu, ada yang lebih penting dari itu, lo temui gua ditempat bisa , ada hal yang mau gua tunjukan sama lo disana ". Ujarnya Firman membuat Salma penasaran akan apa yang Firman ingin tunjukkan padanya .


" Oh oke, bentar lagi aku kesana ". Ucapnya Salma lalu mematikan sambungan teleponnya itu, sebelum Salma pergi ia memerintahkan untuk mengawasi Aldi supaya ia gak kabur .


Alvin yang kini sudah punya cara ia pun mengangkat satu meja yang berada disana untuk bisa memanjat tembok itu , dan tak butuh lama kini ia sudah berada di luar Villa itu .


" Hah... akhirnya gua bisa lolos juga , gua harus buru-buru pulang ibu pasti cemas nungguin gua pulang ". Batinnya .


Dia pun pergi meninggalkan Villa itu ,untuk pulang .


Saat Salma dan Firman sudah sampai ditempat tujuan nya , kini mereka masuk kedalam , dan alangkah terkejutnya mereka melihat seseorang yang bikin mereka bingung .


" Aldi ". Ucapnya Salma menutup mulutnya karena kaget pasalnya yang bikin ia kaget Aldi yang ada dihadapannya ini kini tengah terbaring lemah di ranjang dengan kepalanya diperban dan tangannya diinfus serta selang di seluruh badannya dan badannya yang penuh luka diperban .


Salma langsung menangis dihadapan nya Aldi .


" Aldi... hiks...hiks... kamu kenapa Al, kamu kenapa ?". Isak nya Salma menangis .


" Aldi kenapa man, kenapa ia bisa begini ,bukannya ia berada di Villa ,dia baik-baik saja hanya pingsan ...hah...?". Tanyanya Salma melihat kearah Firman yang berdiri saja dibelakangnya Salma .


" Sepertinya orang yang ada di Villa itu, bukan Aldi seperti bagaimana ia katakan pada kita sebelumnya ,bahwa ia bukan Aldi , Aldi yang asli kini ia ada dihadapan kita Sal ". Ujarnya mencoba menjelaskan semuanya .


" Tapi bagaimana bisa , bagaimana bisa seseorang memiliki wajah yang sama , kalau bukan kembar , sedangkan aku tahu Aldi ini gak memiliki saudara kembar ia anak tunggal ". Ucapnya Salma yang masih saja menangis .


" Iya hal itu juga yang kini aku pikirkan Sal, aku juga kaget melihatnya, bagaimana orang itu bisa sama wajahnya dengan Aldi , tapi mungkin ini namanya keajaiban Sal ". Ucapnya Firman .


" Kita akan tahu sebenarnya setelah tes DNA itu keluar ,jika memang darahnya cocok dengan mu berarti dia Aldi yang asli ,dan aku juga sudah meminta dokter untuk tes darah dia apa sama darahnya dengan mu atau tidak , kita akan tahu besok ,besok aku akan ambil hasilnya ". Ucapnya Firman sambil melihat kearah Aldi yang terbaring lemah .


" Terus sekarang gimana keadaannya man ?". Tanyanya Salma .


" Dia koma , anak buahku berhasil menemukannya dialirkan sungai saat penduduk di kota B sedang memancing , kebetulan anak buahku saat itu aku suruh mengikuti aliran sungai itu sampai kemana pun air sungai itu mengalir , dan kebetulan penduduk disana membawanya ke rumah sakit saat menemukan , jadi saat dia masih di rumah sakit anak buahku membawanya kesini tanpa sepengetahuan pihak rumah sakit ". Ujarnya .


" Oh begitu , terus apa dia gapapa kalau dia dirawat disini , atau bagaimana kalau kita membawanya ke rumah sakit biar ditangani dokter yang ahli ". Ucapnya Salma .


" Jangan , lebih baik dia dirawat disini aku sudah menyuruh dokter spesialis untuk merawatnya serta susternya juga , kalau kita bawa dia kerumah sakit yang ada akan ada orang yang mengenalinya terus kalau sampai berita itu sampai ketelinga keluarganya bisa bahaya , apa kamu ingin dia kembali pada Laila ". Tanyanya Firman .


" Ya jelas tidak aku gak mau Aldi kembali pada Laila , aku ingin memiliki dia seutuhnya ". Balasnya Salma .


" Maka dari itu biarkan dia disini dulu ,sampai aku punya ide gimana caranya buat keluarga itu tidak lagi mencari-cari nya ". Ucapnya Firman berpikir sambil melihat kearah Aldi .


.


.


.


.


Jangan lupa, Like Vote dan Komentarnya ya guys 😉 dukungan dari kalian membuat author semakin semangat untuk melanjutkan cerita ini 👍😉

__ADS_1


__ADS_2