
Setelah, Reyhan pergi dari rumahnya, Bu Ayu segera menghampiri, Shena yang kala itu masih berdiri di depan pintu rumahnya!
"Shena, ayo duduk di sini, Ibu mau bicara," ucap, Bu Ayu.
Shena berbalik badan dan mengikuti langkah, Bu Ayu yang sedang berjalan ke arah kursi! Mereka duduk di kursi yang sama.
"Ada apa, Bu?" tanya, Shena setelah dia duduk di samping, Bu Ayu.
"Tempo hari ada seorang perempuan datang ke sini. Perempuan itu meminta agar, Ibu memintamu untuk meninggalkan suaminya–"
"Siapa dia, Bu?" Belum sampai, Bu Ayu menyelesaikan perkataannya, Shena langsung memotong ucapan wanita paruh baya itu.
"Namanya, Susan. Tiba-tiba dia datang ke sini dengan berteriak-teriak setelah itu dia mulai menangis. Dia menceritakan tentang rumah tangganya yang hancur karena kehadiran kamu di dalam kehidupan suaminya." Bu Ayu menatap, Shena dengan tatapan sendu seakan dia merasakan sakit yang, Susan rasakan.
"Jika benar apa yang dikatakan wanita itu. Tinggalkan dia, Nak. Jangan menyakiti kaum sesamamu," sambung, Bu Ayu.
"Jadi dia datang ke sini? Jangan pernah, Ibu percaya dengan semua ucapannya. Bukan aku yang merusak rumah tangganya tapi dia yang merusak rumah tanggaku. Aku menang datang ke rumahnya tapi aku datang bukan untuk merebut suaminya tapi aku datang untuk meminta hak aku," jelas, Shena.
"Hak apa? Apa yang belum kamu dapatkan dari mantan suamimu itu?"
"Bu, sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini pada siapa pun tapi aku tidak ingin kehilangan kepercayaan dari, Ibu dan Bapak. Aku akan menceritakan semua pada kalian," ucap, Shena.
"Pak, tolong duduklah di sini bersama kami, ada sesuatu yang harus kalian ketahui," ucap, Shena lagi kepada, Pak Rudy.
Pak Rudy yang sedang menonton televisi beranjak dari duduknya lalu berjalan menghampiri, Shena dan Bu Ayu.
"Ada apa, Nak? Kamu jangan dengarkan perkataan, Ibumu itu. Bapak percaya kamu tidak seburuk yang perempuan itu katakan," ucap, Pak Rudy yang dari tadi hanya mendengarkan pembicaraan mereka.
"Pak, Bu sebenarnya aku terlahir dari keluarga pengusaha. Kedua orang tuaku memiliki usaha kuliner yang cabangnya terdapat di seluruh kota, aku adalah satu-satunya anak mereka itu artinya aku adalah pewaris tunggal di keluargaku. Suatu saat orang tuaku menikahkan aku dengan anak dari tukang kebunnya dengan alasan membalas budi karena tukang kebun itu sudah menyelamatkan, Ibuku saat dia hampir saja dirampok oleh para preman jalanan. Akhirnya aku menikah dengan, Mas Devan dan tidak pernah aku duga sebelumnya ternyata dia bermain gila di belakangku dan setelah ketahuan aku pikir dia akan menyudahi hubungannya dengan wanita simpanannya itu tapi ternyata tidak. Dia semakin berani mengumbar kemesraannya di depanku, aku tidak kuat dengan semua perlakuan mereka akhirnya aku meminta agar, Mas Devan menceraikan aku." Shena terus bercerita dengan air matanya yang terus mengalir.
Sesekali, Bu Ayu mengelus punggung, Shena dengan lembut, Bu Ayu dan Pak Rudy hanya terdiam sembari terus menyimak kata-kata yang terucap dari mulut, Shena.
"Akhirnya, Mas Devan benar-benar menceraikan aku dan dia mengusir aku dari rumahku sendiri. Aku tak menyangka laki-laki itu akan melakukan ini padaku, dia mengambil semua harta yang orang tuaku wariskan padaku, semua sertifikat atas namaku dia alihkan menjadi atas namanya hingga aku keluar dari rumahku tanpa membawa apapun. Aku hanya diperbolehkan membawa pakaianku dan pakaian, Deshyana. Awalnya aku berusaha untuk ikhlas tapi karena aku sudah kehilangan segalanya termasuk putri yang sangat aku sayangi, aku menjadi benci, aku ingin mengembalikan laki-laki itu ke asalnya agar dia sadar dirinya itu siapa. Pak, Bu apa aku salah jika aku ingin mengambil hak aku dari mereka? Kalau aku salah aku akan menanggung dosa ku sendiri dan kalau aku benar, aku akan menyumbangkan separuh hartaku untuk orang yang lebih membutuhkan. Aku tak ingin ada, Deshyana lainya di luar sana."
Bu Ayu dan Pak Rudy ikut menangis mendengar cerita dari, Shena. Mereka tak menyangka sampai seberat itu cobaan didalam hidupnya.
__ADS_1
Bu Ayu memeluk, Shena dengan penuh cinta tidak ada satu patah kata pun yang terucap dari mulutnya, dia hanya menangis sembari memeluk, Shena dengan tangannya yang terus mengelus punggung, Shena.
*******
Di halaman kantor tempat, Dania bekerja.
Devan menatap gedung tinggi itu dari dalam mobilnya.
"Rupanya ini tempat, Dania bekerja," gumam, Devan.
Tak lama, Dania keluar dari kantor itu bersama dengan Rita dan Shendy!
Mereka berjalan menuju parkiran! Siang itu mereka akan makan di restoran yang terdapat tak jauh dari kantornya.
Devan turun dari mobilnya lalu berlari menghampiri, Dania!
"Dania!" seru, Devan sambil berlari ke arah tiga wanita itu.
Mereka menoleh ke arah suara.
"Dania ternyata kamu kerja di sini. Aku mencari mu ke mana-mana akhirnya aku menemukan kamu di sini," ucap, Devan.
"Mas, kamu ngapain nyari-nyari aku?"
"Dania aku ingin kita balikan, aku mau memperbaiki hubungan kita yang sempat terhenti."
Dania memutar bola matanya malas. "Laki-laki buya ini ternyata masih berani mencari cinta dari orang lain setelah dia mendapatkan dua cinta sekaligus," ucap, Dania didalam hatinya.
Devan meraih tangan, Dania namun sedetik kemudian, Dania menarik tangannya.
"Aku gak bisa, Mas. Aku sudah punya kekasih baru," ucap, Dania.
Rita dan Shendy saling bertatapan, dia baru menyadari bahwa ternyata laki-laki itu adalah mantan kekasihnya, Dunia. Semua terlihat dari kata-kata yang mereka ucapkan.
"Dania, kita berdua pergi duluan ya. Kamu selesaikan saja dulu urusan kalian," ucap Rita.
__ADS_1
"Nggak-nggak. Ayo kita pergi lagian aku udah gak ada urusan sama laki-laki ini."
Tiga gadis itu pun langsung pergi meninggalkan, Devan di tempat itu!
Tak pantang menyerah, Devan mengejar, Dania! Dia tak bisa menerima penolakan dalam hidupnya. Selama ini, Devan tak pernah menerima segala bentuk penolakan dan jika ada yang menolaknya, dia akan melakukan sesuatu pada orang yang sudah menolaknya.
"Dania tunggu, Dania aku belum selesai bicara."
Dania menghentikan langkahnya lalu berjalan beberapa langkah agar dia sampai pada, Devan!
"Aku tidak mau sama kamu, jika kamu berani menyakiti, Shena dan Susan. Bukan tidak mungkin kamu juga akan melakukan hal yang sama padaku. Aku tidak suka dan tidak cinta padamu. Pergilah dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi," ucap, Dania.
Devan terdiam sambil berdiri mematung. Dia berusaha mencerna semua perkataan, Dania padanya.
Bersambung
Rekomendasi novel yang sangat bagus untuk kalian baca.
Teman-teman sambil nunggu Dendam Cinta up lagi jangan lupa mampir ke novel ini ya! Ceritanya seru loh.
Judul: Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Author: Oktavia Hamda Zakhia
Blurb: Apa jadinya seorang casanova berstatus duda itu terjerat cinta pada seorang gadis bar-bar dengan potongan rambut ala mullet.
Pertemuannya itu terjadi saat ia sedang melakukan suatu hal di ruangan kerja kantor miliknya. Namun, sialnya kepergok oleh seseorang yang bekerja di kantornya.
Bahkan gadis tersebut mampu membuat putranya yang berhati dingin bisa tertawa lepas. Setelah tujuh tahun ia mengabaikannya.
Yang mana ia di hadapan kenyataan bahwa gadis yang bekerja di kantornya itu tak mudah ditaklukkan. Mengingat ia sendiri yang mendapat julukan duda casanova.
Bisakah ia mendapatkan hati dari gadis bar-bar yang telah berhasil membuat putranya tersenyum kembali.
Kisah perjalanan mereka di warnai dengan tingkah laku dari gadis bar-bar yang melekat di dalam dirinya
__ADS_1