Dendam Cinta

Dendam Cinta
Dendam cinta bab 44


__ADS_3

"Assalamu'alaikum." Shena membuka pintu rumah, Pak Rudy yang menang jarang dikunci saat ada orang di dalamnya.


"Waalaikumsalam," sahut, Bu Ayu.


Shena langsung mencium punggung tangan, Bu Ayu lalu dia menghampiri, Pak Rudy yang sedang duduk di kursi ruang keluarga!


"Pak, gimana kabar, Bapak?" tanya, Shena sembari mencium punggung tangan laki-laki tua itu.


"Bapak dan Ibu baik-baik saja. Bagaimana dengan kamu, Nak?"


"Alhamdulillah, aku baik-baik saja, Pak."


"Duduklah, biar Ibu buatkan minum untuk kamu," ucap, Bu Ayu kepada, Shena.


"Gak usah, Bu. Kalau aku haus aku bisa ngambil sendiri ke dapur."


"Shena kemarin ada–"


"Bu, bicaranya nanti saja. Biarkan, Shena istirahat dulu dia pasti capek," ucap, Pak Rudy memotong perkataan, Bu Ayu yang belum selesai.


Bu Ayu terdiam lalu menyuruh, Shena beristirahat di kamarnya.


"Bu, ada apa? Apa yang mau, Ibu bicarakan?" tanya, Shena.


"Tidak ada. Kamu istirahat saja dulu ya," sahut, Pak Rudy.


"Iya, Nak kamu pasti capek karena habis melakukan perjalanan jauh." Bu Ayu mengusap pundak, Shena dengan lembut.


"Ya udah kalau gitu aku istirahat sebentar ya, Pak, Bu." Shena beranjak dari duduknya lalu meninggalkan, Pak Rudy dan Bu Ayu di ruangan itu.


*******


"Mas, ini aku masakin makanan kesuksesan kamu," ucap Susan sembari meletakkan lauk itu di atas meja makan.


"Wah pasti enak." Devan menatap masakan itu dengan raut wajah bahagia.


"Kita sarapan bareng ya."


Devan mengangguk dengan senyum yang tak pernah pudar dari bibirnya.


Susan mengisi piring kosong dengan nasi dan lauknya lalu meletakan nya di depan sang suami.


"Silahkan, Mas."

__ADS_1


"Shena mana ya?"


"Ngapain sih kamu nanyain wanita itu." Susan kesal karena suaminya menanyakan, Shena padanya.


"Dia kan sebentar lagi mau jadi istriku, aku harap kamu bisa terima dia dengan baik."


"Mas, wanita mana sih yang mau membagi suaminya dengan wanita lain. Aku rasa mau kamu nyari sampai ke ujung dunia pun kamu gak akan nemuin perempuan seperti itu."


Devan membanting sendok yang dia pegang! Perdebatan kecil itu membuat nafsu makannya hilang seketika.


"Aku minta kamu jangan terus bahas soal ini. Aku sudah memutuskan untuk menikahi, Shena dan keputusan aku gak akan pernah bisa diubah." Devan pergi dari rumahnya sebelum menghabiskan makanannya!


"Mas! Mas tunggu!" Susan berusaha menghentikan, Devan yang hendak pergi dari rumahnya namun usahanya itu tak membuahkan hasil karena, Devan terlanjur marah padanya.


"Mas, aku hanya ingin kamu tahu kalau aku sakit diginiin sama kamu!" Susan berucap dengan nada bicaranya yang tinggi agar suaminya itu dapat mendengar perkataannya.


Devan sempat menghentikan langkahnya dan melihat, Susan yang berdiri didepan pintu namun sedetik kemudian, Devan kembali melanjutkan langkahnya dan benar-benar pergi dari rumahnya.


*******


Reyhan sedang dalam perjalanan menuju rumah, Pak Rudy! Sebelum ke kantor dia sengaja mampir ke rumah, Pak Rudy karena dia tahu bahwa hari ini, Shena ada di rumah.


Tak butuh waktu lama akhirnya, Reyhan tiba juga di rumah, Pak Rudy. Jarak antara rumahnya dengan rumah, Pak Rudy memang tak begitu jauh arahnya yang sama dengan jalan menuju kantornya juga membuatnya tidak menghabiskan waktu yang cukup lama untuk sekedar menemui orang yang dia sukai.


"Permisi, Bu. Apa, Shena ada di rumah?" tanya, Reyhan setelah, Bu Ayu membuka pintu rumahnya.


"Ada. Silahkan masuk, Nak Reyhan."


Bu Ayu langsung berjalan memasuki rumahnya dan Reyhan pun mengikuti langkah, Bu Ayu dari belakangnya!


Reyhan duduk di kursi ruangan tamu tanpa disuruh oleh si pemilik rumah sedangkan, Bu Ayu terus berjalan menuju kamar, Shena.


"Shena, kamu sudah cukup istirahatnya, Nak?" tanya, Bu Ayu dengan penuh kehati-hatian.


"Ibu, kenapa menangnya, Bu? Aku kelamaan tidurnya ya?" ucap, Shena sembari duduk di ranjangnya.


"Tidak begitu. Itu ada, Reyhan sedang menunggumu," jelas, Bu Ayu.


"Reyhan? Kok dia tahu aku pulang sih, Bu padahal aku gak bilang kalau aku mau pulang."


"Ibu yang bilang kalau kamu pulang hari ini. Satu minggu ini, dia udah ke sini dua kali jadi, Ibu bilang saja kalau kamu akan pulang setiap hari minggu dan memulai bekerja lagi dihari senin," jelas, Bu Ayu lagi.


"Oh, jadi ini yang ke tiga kalinya dia ke sini?"

__ADS_1


"Iya. Sebaiknya kamu kasih dia kepastian, sebenarnya kamu mau gak sama dia agar dia tidak terus berharap seperti ini dan, Mas Riky juga. Dia juga sering ke sini untuk bertemu dengan kamu. Ada baiknya kamu kasih mereka keputusan dulu agar tidak melukai dan mengecewakan mereka."


Shena terdiam. Perkataan, Bu Ayu memang benar. Dirinya harus memutuskan hal itu agar dua laki-laki itu tidak terus berharap padanya.


"Bu, aku temui, Reyhan dulu ya." Shena beranjak dari duduknya lalu menyisir rambutnya sebelum akhirnya dirinya menemui laki-laki yang sebenarnya dia sukai itu.


Bu Ayu menatap kepergian, Shena dengan tatapan penuh kekhawatiran. Setelah mendengar semua perkataan perempuan yang mengaku sebagai istri dari laki-laki yang berusaha, Shena dapatkan, Bu Ayu menjadi khawatir kalau nantinya, Shena akan salah jalan.


"Jika yang dikatakan wanita itu benar, Ibu akan sangat sedih, Nak," gumam, Bu Ayu.


"Hai, Mas. Tahu dari mana aku pulang?" tanya, Shena yang pura-pura tidak tahu.


"Ibumu yang memberitahu aku. Shena, gimana kabarmu?"


"Aku baik-baik saja, Mas." Shena menghempaskan bokongnya ke kursi yang ada di sampingnya itu.


"Shena, aku gak bisa lama-lama karena aku harus ke kantor, aku cuma mau tanya. Kamu mau gak makan siang bareng aku nanti saat jam makan siang?"


"Boleh. Boleh banget, kebetulan aku gak ada caca nanti siang."


"Syukurlah kalau kamu mau. Kalau gitu aku permisi dulu ya. Aku harus kerja demi masa depan kita."


Shena tertawa kecil sembari beranjak dari duduknya.


"Kamu kali bukan kita," ucap, Shena.


"Aku harap bukan cuma aku tapi kita."


Shena menanggapi perkataan, Reyhan hanya dengan senyuman.


Reyhan, mulai pergi meninggalkan rumah itu dengan perasaan bahagia. Dirinya merasa bahagia karena rasa rindunya terhadap, Shena sudah terobati.


Bersambung


Teman-teman aku bawain rekomendasi novel yang sangat bagus untuk kalian baca. Jangan lupa mampir ke sana ya. Ceritanya pasti seru loh.


Judul: Marriage With(Out) Love


Author: MinNami


Elnara wanita cantik yang begitu pandai hingga dikagumi oleh banyak orang terutama kaum Adam. Sayangnya, kecantikan dan kepintaran Elnara tidak bisa menaklukan hati Zayan. Segala cara Elnara lakukan demi bisa menikah dengan Zayan, termasuk menggunakan kekuasaan keluarganya agar Zayan mau menikah dengannya.


Mampukan Elnara menaklukan hati Zayan? Atau justru Elnara memilih menyerah dan membebaskan Zayan dari belenggu pernikahan tanpa cinta?

__ADS_1



__ADS_2