Dendam Cinta

Dendam Cinta
Merasa Kesal


__ADS_3

Laila kini tengah berada di toko baju langganan nya , dan soal berita kebangkrutan perusahaan suaminya masih saja menjadi topik pembicaraan orang-orang .


" Eh...eh... bukannya itu istrinya pengusaha yang baru bangkrut itu ya , kok ada disini ya ". Ucap ibu-ibu yang tengah berbelanja .


" Iya ya , ngapain dia disini , ini kan tempat penjualan baju-baju online shop yang sudah viral itu ". Timpal ibu-ibu yang tengah bergosip .


Laila jujur mendengar ucapan-ucapan dari mereka namun Laila mengabaikannya, lagian tujuannya kesana juga kan hanya ingin membeli baju-baju itu terus ia jual lagi di online shop.


" Mbak... yang ini ya , tolong dikemas ". Ujarnya Laila pada pegawai yang bekerja ditoko itu .


" Oh iya mbak tunggu sebentar ". Ucap pegawai yang bertugas di kasir .


" Totalnya Rp. 850.000,00 ya mbak ". Ujar penjaga kasir itu .


" Ini mbak ". Balas Laila sambil memberikan uangnya itu .


" Makasih ya mbak ". Ucap pegawai itu sambil tersenyum dan menerima uang dari Laila .


" Iya sama-sama ". Balas Laila lalu pergi dari sana , kali ini ia bepergian menggunakan kendaraan pribadi nya yaitu sepeda motor Scoopy milik nya .


Sesampainya dirumah yang baru, ia tidak sengaja melihat suaminya tengah mengobrol dengan wanita yang ia kenal , yaitu Anna orang yang menjadi pendonor darah untuk suaminya itu . Mereka mengobrol diluar rumah dan disana ada Zidan tengah bermain-main mobil-mobil di tanah .


" Yey... Tante Lala udah puyang ". Suara cadel dari Zidan menyadarkan Aldi yang dari tadi belum sadar kalau istri nya itu sudah pulang .


Laila memakirkan sepeda motornya didepan teras rumahnya , Anna terlihat bersikap biasa-biasa saja saat Laila datang .


" Sudah pulang La ". Ucapnya Aldi tersenyum sambil dalam keadaan duduk karena mengingat kondisi kakinya ini susah untuk berdiri kalau tanpa tongkat penyangga nya .


" Iya mas , eh.. ada tamu juga rupanya ". Ucapnya Laila tersenyum sinis .


Membuat Anna hanya bisa tersenyum ,


" Iya mbak Laila, apa kabar ?". Tanyanya Anna basa basi .


" Alhamdulillah saya baik-baik saja seperti yang kamu lihat sendiri ". Ucapnya Laila tersenyum sambil menenteng paper bag yang didalamnya terdapat baju-baju yang ia beli .


Membuat mata Anna melihat kearah paper bag yang dibawa Laila .


" Ck... suami baru kena musibah kok bisa-bisanya ia enak-enak kan shoping baju-baju ". Batinnya Anna menggerutu .


" Aku kedalam dulu ya mas , lanjutin saja ngobrolnya ". Ucapnya Laila tersenyum , namun seketika badannya Laila mendekati suaminya itu dan berbisik padanya .


" Jangan macam-macam kamu mas ". Bisik nya Laila ditelinga suaminya itu membuat Aldi merasa merinding sendiri saat Laila berbisik seperti itu padanya .


Aldi menelan saliva nya setelah mendengar bisikan nya Laila . Laila pergi setelah itu kedalam kamarnya . Aldi langsung terdiam meski dari tadi Anna mengajaknya berbicara .


" Mas..Aldi ". Ucapnya Anna melambai-lambai kan tangannya didepan wajahnya Aldi membuat Aldi tersadar .


" Eh... iya apa ?". Ucapnya Aldi melihat kearah Anna .


Anna hanya tersenyum , melihat wajah kebingungannya Aldi .


" Kamu kenapa ? mas kok bengong gitu ". Tanyanya Anna tersenyum .


" Ah.. enggak papa , oh kamu mau bilang apa tadi ?". Tanyanya Aldi .

__ADS_1


Kembali pada Laila yang kini tengah menggerutu dikamarnya sendiri .


" Ck.. ngapain sih tuh cewek datang-datang kesini , pasti mau deketin laki gua , ck... sebel , so cantik , genit amat sih pake main-main kerumah laki orang ". Gerutunya Laila berjalan mondar-mandir dikamarnya .


Wulan sedangkan tidak ada dirumah begitupun dengan suaminya, dikarenakan Wulan tengah menengok mertuanya yang tengah sakit dirumah sakit , Zidan tidak di bawa bersamanya karena ia juga tidak akan lama perginya .


Terdengar suara tukang jajanan pikulan yang bernama Bakso Cuanki , membuat Zidan yang mendengarnya langsung pergi menghampiri pedagang itu , Aldi yang melihatnya langsung berteriak .


" Zidan ... mau kemana kamu ? jangan pergi jauh-jauh Dan ". Teriaknya Aldi bangun dari duduknya yang tengah mengobrol dengan Anna itu .


" Bang...bang... ". Teriaknya Zidan bocah yang memanggil tukang bakso .


Laila yang mendengar teriakkan suaminya itu langsung melihat keluar rumah , terlihat suaminya tengah berjalan menggunakan tongkatnya menuju keluar gerbang rumahnya .


" Loh... mas... mau kemana ? ". Tanyanya Laila disitu Anna masih ada dirumahnya tengah duduk ditempat duduk yang sama , Laila yang melihatnya mengabaikannya dan langsung pergi mengejar suaminya itu .


Terlihat Zidan tengah berjongkok didepan tukang yang jualan bakso itu , membuat Aldi menghampiri dirinya .


" Astaga... Zidan , ngapain sih disini , om kan sudah bilang mainnya jangan jauh-jauh , om susah ngejar kamu nya ". Omelnya Aldi membuat Zidan terlihat berkaca-kaca matanya .


Laila melihat suaminya tengah mengomeli ponakannya langsung menghampiri mereka .


" Ya ampun sayang , Zidan ngapain disini ?". Tanyanya Laila , Zidan yang melihat Laila langsung memeluk tubuhnya Laila membuat Laila terkejut .


" Tante... ". Ucapnya Zidan dengan raut wajah sedihnya .


" Maaf mbak mas si adeknya tadi berhentiin saya , katanya mau beli bakso saya , jadi gak ya ?". Ucap penjual bakso itu sambil menjelaskan juga apa yang terjadi .


" Oh gitu ". Ucapnya Laila tersenyum .


" Ya sudah kita beli ya , bang beli baksonya ya ". Ucapnya Laila tersenyum .


Aldi hanya diam saja melihat istri keponakannya itu .


" Oh iya mbak , berapa bungkus baksonya ?". Tanya penjual bakso itu .


" Kamu mau gak mas , kalau mau aku beliin nih ?". Tanyanya Laila pada Aldi .


" Iya mau , yang pedes ". Ucap Aldi menjawabnya dengan nada biasanya .


" Tiga bungkus ya bang ?". Ucapnya Laila .


" Oke mbak ,bentar ya saya bikinin dulu ". Balas penjual itu .


" Kok tiga ? kan ada dia La , masa gak kita kasih , masa kita-kita saja yang makan ". Ujarnya Aldi .


" Ya beliin lah sama kamu, kalau kamu pengen kasih dia juga , uang ku hanya cukup untuk beli tiga ya ". Ucapnya Laila dengan raut wajah jelous nya itu .


Aldi kini tidak menjawab ucapan Laila , lagipula ia juga tidak bawa uang .


Setelah mereka mendapatkan baksonya , mereka bertiga pun pulang dan disana terlihat Anna seperti hendak pulang , membuat Aldi buru-buru menghampiri nya membuat Laila tambah kesal saja melihatnya .


" Ck.. segitunya amat ". Gerutunya Laila .


" Loh... sudah mau pergi ? maaf ya tadi aku tinggal karena keponakanku pergi gitu saja takutnya kenapa?". Ujarnya Aldi merasa tidak enak hati tadi ninggalin Anna begitu saja .

__ADS_1


" Ah... iya gapapa kok mas , lagian aku juga ngerti jagain anak kecil emang gak gampang , tapi maaf nih ya , saya harus pulang , kebetulan ayah saja pulang hari ini, saya harus menjemputnya di bandara ". Ujarnya Anna sambil tersenyum .


" Oh... gitu ya , ya sudah tapi lain kali mampir-mampir lagi ya , jangan sungkan-sungkan ". Ucapnya Aldi tersenyum .


Laila masuk melewati mereka tanpa berkata apa-apa .


" Loh... La ini , Anna pamit mau pulang ". Ucapnya Aldi .


" Iya mas , mbak Anna maaf ya saya mau urus keponakan saya dulu ". Ucapnya Laila menengok sebentar lalu pergi lagi bersama Zidan masuk kedalam rumah .


" Oh iya mbak Laila , kalau begitu saya pamit mas ". Ucapnya Anna pada Aldi .


" Ah... iya , maafkan sikap istri saya yang begitu tidak sopan pada mbak Anna ya , mungkin ia lagi kecapekan saja jadi sikapnya begitu, aslinya gak gitu kok ". Ujarnya Aldi yang merasa tidak enak akan sikap dingin Istri nya itu apalagi terhadap tamu nya .


Anna sudah naik kedalam mobilnya , lalu pergi meninggalkan rumahnya Aldi . Aldi langsung masuk kedalam rumah dan langsung melihat kearahnya Laila yang tengah makan bakso dan Zidan dimeja makan .


Aldi berdiri disampingnya Laila lalu berkata,


" Kamu kenapa sih ? kok sikapnya dingin gitu sama Anna tadi ". Tanyanya Aldi .


" Aku dingin, gak tuh perasaan biasa saja ". jawabnya Laila melanjutkan makannya bersama Zidan sambil mengusap-usap kepalanya Zidan yang tengah makan juga .


" Habisin ya sayang ". Ucapnya Laila pada Zidan .


" Iya Tante ". Jawab nya Zidan sambil tersenyum .


Laila membalas senyuman dari Zidan, karena merasa sikap Laila yang kini berubah membuat Aldi sedikit kesal .


" Ya tapi gak harus begitu juga La , dia tamuku loh, seharusnya kamu gak gitu tadi, aku kan jadi gak enak sama dia ". Ujarnya Aldi membuat Laila menghentikan acara makannya .


Laila langsung berdiri dari duduknya , dan langsung menatap kearah suaminya itu dengan tatapan tajam .


" Dengar ya mas , aku bisa saja bersikap baik pada siapapun tapi enggak sama dia ". Ucapnya Laila dengan wajah dinginnya .


" Iya tapi kenapa ? memangnya dia punya salah apa sama kamu ? ". Tanyanya Aldi .


" Karena dia berani menggoda kamu ". Ujarnya Laila langsung pergi dari hadapannya Aldi dengan wajah kesalnya , Laila masuk kedalam kamarnya membuat Aldi kebingungan akan sikapnya itu .


" Ck... dia itu kenapa sih ? yaelah , terus alasan macam apa itu, kapan memangnya Anna menggodaku perasaan tiap hari yang menggoda ku itu dia ya ". Gumamnya Aldi keheranan , Aldi langsung melihat kearah mangkok bakso Laila yang masih tersisa dan ia pun langsung duduk disana memakan sisa makanan Laila yang belum Laila habiskan sekalian ia makan bakso punyanya , tanpa memikirkan perasaan istrinya itu .


Laila yang kini berada didalam kamarnya , hanya bisa menangis .


" Ck...lihat saja , sekarang dia bahkan tidak mengikuti ku ke sini atau menanyakan kenapa aku bersikap begitu, ck... dia itu emang suami gak peka terhadap perasaan istrinya sendiri , ...ih...sebel...sebel... sebel... ". Gerutunya Laila memukul-mukul boneka Teddy bear nya yang berada diranjang nya itu .


" Ya ampun nak , papa mu itu benar-benar cowok menyebalkan ,yang pernah mama kenal ". Gerutunya Laila .


.


.


.


.


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊😊🤗😚

__ADS_1


__ADS_2