Dendam Cinta

Dendam Cinta
#Dendam_Cinta_Bab_9


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, Devan mengantar Shena pulang ke rumahnya namun Shena sengaja tidak membawa Devan ke rumah Pak Rudy dan Bu Ayu melainkan membawa Devan ke rumah orang lain yang tidak dia kenal, rumah itu sangat mewah dan luas.


Tiba di depan rumah mewah itu, Shena meminta Devan menurunkan dirinya di depan gerbang tinggi rumah tersebut.


"Mas, aku turun di sini saja," ucap Shena.


"Kenapa? Kamu tidak mau mengajak aku mampir ke rumah kamu?" tanya Devan.


"Bukan maksud aku melarang kamu mampir ke rumah aku tapi sekarang sudah malam, gak enak sama tetangga," sahut Shena.


Devan melihat jam du tangannya ternyata sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Dia menatap Shena dengan senyum tipis di bibirnya.


"Iya, ternyata sudah malam. Saat bersama kamu gak terasa waktu berjalan begitu cepat."


"Mungkin itu karena kita sudah lama tak bertemu," ucap Shena.


Shena segera turun dari mobil Devan!


"Terimakasih ya, Mas," ucap Shena setelah turun dari mobil milik Devan yang sebenarnya adalah mobil miliknya.


"Iya, sama-sama. Kalau gitu, aku langsung pulang ya."


Devan mulai melajukan kendaraannya menuju arah jalan pulang!


Shena tetap berdiri di tempat itu sampai Devan benar-benar pergi jauh dari tempat itu. Ia tidak ingin Devan tahu tempat tinggal dirinya karena takut akan mengganggu ketenangannya dan juga ketenangan kedua orang tua angkatnya.


Setelah memastikan Devan sudah benar-benar pergi, Shena mulai melangkahkan kakinya menyusuri sepinya malam itu!


"Duh masih lumayan jauh nih. Mana sepi lagi," gumam Shena.


Shena terus berjalan menuju rumah orang tua barunya!


"Mbak Shena, tumben jalan kaki?" tanya seseorang yang sedang berpatroli di kawasan tempat tinggal barunya.


Shena menatap orang yang bertanya padanya!


"Eh, Mas Riky. Iya Mas, tadi saya di antar pulang sama teman tapi hanya sampai depan komplek saja akhirnya saya jalan kaki deh," sahut Shena.


"Shena, mau kami antar pulang?" tanya Galih.


"Tidak perlu, Mas. Saya berani kok pulang sendirian."


"Kalau gak mau diantar, ada baiknya kami menemani Mbak Shena sampai, Mbak Shena tiba di depan rumahnya Pak Rudy," ucap Riky.


Shena tertawa kecil mendengar perkataan Riky.

__ADS_1


"Itu sama saja dengan kalian mengantarkan saya pulang."


"Kamu cepat tanggap juga ya Shena," ucap Galih.


"Biasa saja," sahut Shena.


Riky adalah seorang duda beranak satu, ia berpisah dengan istrinya karena sudah tak sejalan lagi sedangkan Galih, dia adalah seorang pemuda yang usianya baru dua puluh satu tahun saat ini dia masih berkuliah.


"Shena, kapan-kapan saya main ya ke rumah kamu," ucap Riky.


Shena tersenyum lebar namun tak mengucapkan sesuatu apapun.


Mereka bertiga terus berjalan sambil mengobrol hingga tidak terasa mereka sampai di depan rumah Pak Rudy!


"Sudah sampai, jadinya saya ngerepotin kalian berdua deh," ucap Shena.


"Tidak, tidak sama sekali justru kami senang karena bisa lebih mengenal kamu. Ternyata selain cantik, kamu juga baik dan ramah ya," ucap Galih.


"Kamu bisa saja, membuat saya ingin terbang," ucap Shena.


"Terbang saja, tapi terbangnya sama aku kalau kamu terbang sendiri nanti kalau jatuh gak ada yang nolongin," sambung Galih.


"Mulai deh. Kamu jangan merayu, Mbak Shena ya karena dia gak mungkin mempan dengan rayuan receh dari kamu itu," ucap Riky.


Karena mendengar suara orang yang mengobrol di depan rumahnya, Pak Rudy melihat siapakah orang yang sedang mengobrol di depan rumahnya.


Pak Rudy dan Bu Ayu langsung keluar rumah saat tahu bahwa Shena yang sedang mengobral di depan rumahnya.


"Pak, Bu."


Shena mencium punggung tangan Pak Rudy dan Bu Ayu secara bergantian!


"Pak, tadi kami melihat Mbak Shena berjalan sendirian dari depan komplek karena khawatir kami menemaninya pulang. Kebetulan kami sedang bertugas berpatroli malam ini," jelas Riky.


Riky memang sudah dewasa, dia tidak ingin Pak Rudy berpikir yang tidak-tidak tentang dirinya dengan Shena. Tanpa ditanyai ia sudah mengerti dan sudah tahu apa yang harus ia jelaskan kepada orang tua barunya Shena.


"Mas Riky, Nak Galih terimakasih ya kalian sudah mengantarkan putri Bapak satu-satunya ini," ucap Pak Rudy.


"Shena, ayo masuk!" ucap Bu Ayu.


Bu Ayu meraih tangan Shena lalu membawanya masuk ke dalam rumahnya!


"Iya, Bu. Maaf ya Pak, Bu saya sudah membuat kalian khawatir," ucap Shena.


Shena terus mengikuti langkah Bu Ayu sedangkan Pak Rudy masih mengobrol depan Riky dan Galih didepan rumah mereka.

__ADS_1


"Duduklah," ucap Bu Ayu.


Setelah Shena duduk, Bu Ayu pergi ke dapur untuk mengambilkan minum untuk Shena.


Tak butuh waktu lalu, Bu Ayu datang dengan satu gelas air minum di tangannya.


"Minum dulu, Nak," ucap Bu Ayu sembari memberikan air yang ia bawa kepada Shena.


"Terimakasih, Bu. Bu sebentar Ibu tidak perlu begini, kalau aku haus aku bisa mengambil air minum sendiri," ucap Shena sembari mengambil alih gelas berisi air minum itu dari tangan Bu Ayu!


"Tidak apa-apa, lagi pula Ibu senang melakukannya."


...****************...


Devan baru saja tiba di rumahnya. Dia berjalan santai memasuki rumahnya seolah tak punya salah terhadap Susan dan putrinya!


"Mas dari mana saja kamu, jam segini baru pulang?" tanya Susan dengan nada kesal.


"Dari restoran kita lah, dari mana lagi," sahut Devan dengan raut wajah datarnya.


"Kenapa sampai larut seperti ini, biasanya juga tidak seperti ini?"


"Susan, aku capek tolong kamu jangan menginterogasi aku seperti ini! Suami baru pulang, bukannya disambut dengan baik malah ditanya-tanya gak jelas gini. Tadi mobilku mogok, puas kamu?"


Devan meninggalkan Susan di ruang tamu rumahnya, dia berjalan memasuki kamarnya karena ingin cepat membersihkan dirinya setelah seharian berasa di luar rumah.


"Mas! Mas! Aku belum selesai bicara," ucap Susan.


Susan berjalan membuntuti Devan karena ia merasa ada yang aneh dengan suaminya!


Devan tak menghiraukan Susan yang terus berbicara padanya. Ia melemparkan jas yang ia pakai ke tempat tidur lalu ia langsung masuk ke dalam kamar mandi!


Susan mengambil jas yang Devan lemparkan dan membiarkan suaminya itu membersihkan dirinya terlebih dahulu.


Susan duduk di bibir ranjang sembari memegangi jas milik Devan.


"Sebenarnya ada apa dengan kamu, Mas? Akhir-akhir ini kamu sering pulang telat dan selalu marah saat aku bertanya padamu," gumam Susan.


Setelah beberapa menit duduk di tepi ranjang, Susan bangkit dari duduknya lalu menyiapkan pakaian Devan!


Tak lama Devan keluar dari kamar mandi, dia berjalan menghampiri Susan yang sedang memegangi pakaian tidurnya!


"Maafkan aku, tadi aku kecapekan aku tidak sengaja marah-marah padamu," ucap Devan sembari mengambil pakaiannya dari tangan Susan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2