Dendam Cinta

Dendam Cinta
Teringat Dia


__ADS_3

Waktu semakin sore, para karyawan sudah pulang begitupun dengan Laila , ia kini tengah diperjalanan menuju pulang ke apartemennya yang dijemput oleh supir pribadi suaminya itu .


" Pak sebelum pulang kita ke toko baju Fullmoon dulu ya , mau ambil barang saya disana ". Ucapnya Laila pada supirnya itu .


" Baik nyonya ". Jawab supir itu dengan sopannya .


Supir itu membawa mobilnya kearah dimana Laila bilang tadi,


" Jagalah dia ya tuhan selagi dia berada jauh dariku ". Batinnya Laila .


Entah mengapa Laila merasa khawatir suaminya dinas diluar kota, biasanya juga ia gak pernahkah sekhawatir seperti sekarang, namun entah mengapa setelah kejadian tempo hari Laila benar-benar takut suaminya akan benar-benar bermain-main dibelakangnya seperti dulunya ia bersama Salma , tapi berbeda dengan Salma justru Aldi malah terang-terangan mengatakan kalau dirinya dan Salma pacaran , namun entah mengapa perasaan nya sebagai seorang istri benar-benar takut kalau suaminya macam-macam diluaran sana, karena Laila tahu persis seperti apa suaminya itu . Meski sifatnya jauh lebih baik dari pada dulu saat pacaran dengannya yaitu sifat playboy cepat kambuh gak bisa lihat perempuan cantik dikit , meski Aldi itu cuek-cuek sekarang sama perempuan namun Laila tetap saja was-was takut Aldi tetap bersikap seperti itu kalau tidak ada dia disisinya .


Aldi makan malam di restoran terkenal yang ada dikota C , makanannya cukup menggugah selera makannya apalagi setelah melihat sambal yang tersaji disana , restoran nya itu bernuansa ciri khas perdesaan .


" Hmmm... mantap ". Gumamnya Aldi .


Aldi makanannya ditemani oleh asisten pribadi nya siapa lagi kalau bukan Dhan sang asisten .


" Makan Dhan ". Ucapnya Aldi .


" Siap tuan ". Ucapnya Dhan tersenyum .


" Kalau lihat makanan begini ,jadi ingat masakan ibuku ". Ucapnya Dhan disela-sela acara makannya .


" Iya yah, jadi serasa nostalgia gitu hahaha...". Balasnya Aldi diakhir tawaan renyahnya .


" Iya apalagi lihat ini nih, ingat gak tuan , ikan lele bakar gini nih ingetin kita dulu pernah nyolong ikan di Empang pak Yayat ". Ujarnya Dhan yang mengingat-ingat kembali kejadian dimasalalu waktu mereka masih nakal-nakalnya .


" Iya bener, kalau gak salah waktu itu kita bertiga ya gua ,Lo dan si anjirr Reza kan ". Ucapnya Aldi menebak .


" Iya bener , sumpah ngakak... kalau inget-inget kejadian itu ". Ucap nya Dhan .


" Emang sih masa-masa itu ,dimana masa-masanya kita belangsak , alias nganggur abadi gak ada kerjaan sama sekali ". Ucapnya Aldi tersenyum-senyum .


" Ada sekalinya kerja ,malah ngebajak sawah orang jadi kuli kita di sawah ". Sambungnya Aldi .


" Iya yah, tapi eh seru loh bajak sawah njirr ... apalagi sambil lihatin anak pemilik sawah , wadidaw ...cantik bener ". Ucapnya Dhan yang kini ia giliran yang senyum-senyum .


" Eh ...tapi yang bikin kita apes lagi pas nganggur cewek-cewek sok jual mahal njirr ...". Sambungnya Dhan .


" Alah ... gak juga tuh , buktinya banyak tuh cewek-cewek didesa Hima yang tergila-gila sama gua ...". Ucapnya Aldi sambil tersenyum narsis .


" Yehh... Lo mah kan enak meski nganggur , wajah lu itu emas njirrr... makannya kan Lo dulu sering diboking tante-tante ". Ucapnya Dhan tersenyum mengejek .


" Anjirr... Lo ". Ucapnya Aldi yang terlihat kesal langsung menendang kakinya Dhan membuat si empu kesakitan .


" Aw... njirr kira-kira lah Al, ah elah mentang-mentang lu bos gua , sakit tau ". Keluhnya Dhan .


" Perkataan Lo yang bikin gua jijik njirr kalau inget-inget kejadian masalalu soal gua di incer tante-tante gak jelas , kalau bukan karena duit , mana mau gua nemenin tuh tante-tante anjirr... ogah banget gua mah , kaya gak ada cewek lain aja gitu ". Ujarnya Aldi .


" Tapi beneran loh Al, meski hidup lu dulu pas-pasan kaya gua , tapi hidup Lo lebih enak dari gua , cari duit gampang bener cuma nemenin tante-tante Lo sudah dapet money, lah gua tampang yang pas-pasan gini njirr ... siapa yang mau ". Ucapnya Dhan .


" Lah tampang Lo sekarang mah , oke tuh Dhan , Lo nya aja yang terlalu tertutup kalau soal cewek , apalagi sekarang jabatan Lo ... pasti banyaklah yang mau, secara cewek zaman sekarang kan yang dilihatnya itu derajat kita ". Ujarnya Aldi meminum minumannya .


" Gak juga tuh ". Timpal seseorang yang mengagetkan mereka berdua .

__ADS_1


Aldi maupun Dhan melihat ke sumber suara yang nimbrung percakapan mereka .


" Anna ". Ucapnya Aldi langsung bangun dari duduknya begitupun dengan Dhan .


" Hai ". Sapanya Anna tersenyum manis pada mereka berdua .


" Oh hai ". Balasnya Aldi tersenyum begitu pun dengan Dhan yang tersenyum .


" Maaf kalau aku lancang tadi nimbrung percakapan kalian berdua ". Ucapnya Anna .


" Ah ...iya gapapa kok ". Ucapnya Aldi sedikit gugup melihat kearah Dhan , Dhan yang dilihat Aldi hanya bisa diam saja .


" Iya benar itu gapapa kok, lagian kami tadi hanya ngobrol-ngobrol saja ". Timpalnya Dhan .


" Oh gitu ". Ucapnya Anna .


" Ah... iya , oh ya kamu disini ngapain ?". Tanyanya Aldi .


" Oh ini aku disuruh beli makanan sama sepupuku , Fikri namanya oh ya dia juga anaknya om Faisal ". Ujarnya dia menjelaskan .


" Oh begitu , oh ya sudah makan malam belum ?". Tanya Dhan seketika membuat Aldi melihat kearah Dhan .


Dan Dhan memberinya kode untuk memberinya waktu berbincang berdua dengan Anna .


" Kayanya si Dhan ini tertarik nih sama si Anna , Hmm... baiklah mungkin ini juga caranya buat dia senang ". Batinnya Aldi .


" Ah... maaf ya aku ada urusan aku pergi dulu ". Ucapnya Aldi tiba-tiba membuat Anna kebingungan .


" Ah... iya tuan ". Ucapnya Dhan .


" Tuan Aldi memang suka begitu ,selalu saja ada urusan mendadak , kaya tahu bulat ". Ujarnya Dhan menjelaskan sambil tersenyum .


Membuat Anna yang mendengarnya hanya tersenyum .


Aldi sudah pergi jauh dari tempat restoran itu, ia pergi dengan berjalan kaki , ditengah perjalanan ia tidak sadar kalau ia kini tengah berada di alun-alun kota C dan disana sangat ramai sekali dengan banyaknya orang-orang yang tengah berjalan-jalan menyelusuri alun-alun itu sambil melihat pemandangan-pemandangan yang indah dimalam hari .


" Wow... indah banget, pantes saja kota C selalu dibilang indah dengan alun-alun kota nya ini , disini memang benar-benar indah ". Ucapnya Aldi melihat kesana-kemari .


Tanpa ia duga ia melihat ada penjual mie ayam yang mengiurkan selera makannya itu ,Aldi hendak menghampiri penjual mie ayam itu namun seketika langkahnya terhenti karena seketika terbesit ucapan-ucapan dari istrinya itu yang melarangnya dulu untuk makan-makanan siap saji seperti itu , karena ia juga masih dalam proses penyembuhan .


" Ck... sial , kenapa kata-kata dia malah terlintas di benakku ". Gerutunya .


Aldi berjalan kearah yang berlawanan , yaitu kearah air mancur yang ada ditengah alun-alun disana juga tidak hanya ada penjual makanan saja ada juga aksesoris-aksesoris yang kekinian yang dijual disana .


Aldi melihat-lihat penjual-penjual aksesoris yang tidak jauh darinya kini ia berada .


" Ayo mas dipilih-pilih bagus nih mas ". Ucapnya penjualnya .


Aldi memegang dua kalung bersimbol merpati .


" Cantik ". Gumamnya Aldi sambil tersenyum .


" Iya memang cantik mas ,dibeli mas buat pacarnya atau pasangannya ". Ujar penjual itu .


" Ah... enggak deh mas , saya cuma lihat-lihat saja ". Ujarnya Aldi hendak pergi ketempat lain .

__ADS_1


" Yeh.. si mas nya gimana, bagus Lo ini mas , mas tahu simbol merpati itu simbolnya cinta ". Ujarnya penjual itu .


" Cinta ". Ucapnya Aldi .


" Iya mas Cinta , merpati itu simbolnya cinta kenapa disebut simbolnya cinta , karena merpati itu salah satu mahluk yang hidupnya setia mas sama pasangannya ". Ujarnya .


" Setia , alah masnya bohong nih, ngomong gini pasti untuk bikin saya percaya soal cinta-cintaan itu kan, alah bulsit , saya gak percaya yang namanya cinta mas ". Ucapnya Aldi meremehkan penjual aksesoris itu .


Dan karena jiwa penjual itu kuat , ia semakin bersemangat untuk meyakinkan pembelinya itu .


" Yeh... masnya dibilangin juga , orang sudah banyak kok ,yang beli apapun barang-barang saya yang bersimbol kan merpati , hidup mereka bahagia tuh dan tentunya setia sama pasangannya , gini ya mas, masnya kasih sama pasangannya mas , saya jamin deh pasangan nya pasti klepek-klepek sama mas nya , dan gak mungkin yang namanya berhianat sama masnya ". Ujarnya penjual aksesoris itu yang bersikeras ingin meyakinkan calon pembelinya itu .


" Ya udah deh sini saya beli dah, memangnya berapa ? ". Tanyanya .


" murah mas , 25 juta ". Ucapnya penjual itu membuat Aldi langsung menatap melotot kearah nya .


" Astaga ... gila , barang ginian doang 25 juta ". Ucapnya Aldi yang tidak percaya kalau harganya segitu .


" Yang bener aja dong mas , kasih harga gak kira-kira ". Ucapnya Aldi dengan nada kesalnya .


" Hahaha ... masnya marah-marah , berjanda kali mas ". Tawa penjual itu .


" Bercanda mas bukan berjanda , Lo doyan janda atau gimana ". Ucapnya Aldi dengan ekspresi wajah kira-kira seperti ini 😒 .


" Yoi , mas karena janda semakin didepan ". Jawab penjual itu .


" Anjirr , makin didepan , tapi gua suka slogan Lo kaya iklan Suzuki ". Ucapnya Aldi tersenyum .


" Hahaha ... ya sudah mas , buat masnya murah kok , 10.000 ". Ucapnya penjual itu .


" Ya sudah nih ". Aldi memberikan uang 100.000 dari sakunya .


" Bentar kembaliannya ". Ujar penjual itu .


" Gak usah buat Lo aja mas, gua ambil ya ". Ucapnya Aldi berjalan pergi dari sana sambil memegang kedua kalung itu yang bersimbol merpati , kedua merpati yang terpisah dan kalau disatukan akan menempel satu sama lain karena ada magnet diantara keduanya .


" Makasih mas , semoga lancar terus hubungan sama pacarnya ". Teriak penjual itu .


" Yoi... ". Jawab Aldi yang sudah semakin jauh dari Pedagang itu .


Aldi berjalan terus sambil melihat-lihat kalung itu , sambil senyum-senyum .


" Cinta , Hmm...". Ucapnya Aldi tersenyum .


" Bulsit ...". Ucapnya Aldi seketika dengan raut wajah dinginnya ia langsung memasukan kalung itu kedalam saku bajunya dan terus berjalan sambil melihat pemandangan yang indah di alun-alun itu .


.


.


.


.


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊😊🤗

__ADS_1


__ADS_2