Dendam Cinta

Dendam Cinta
Dendam Cinta bab 37


__ADS_3

"Shena!" teriak, Bu Ayu.


Shena sudah tergeletak di lantai karena, Bu Ayu tidak kuat menahan berat tubuh, Shena.


Pak Rudy berlari menghampiri, Bu Ayu dan Shena!


"Shena." Pak Rudy langsung memangku tubuh, Shena dan membawanya ke dalam kamar putrinya itu!


Bu Ayu sangat panik hingga dirinya tidak tahu apa yang harus dilakukannya.


Pak Rudy membaringkan tubuh, Shena di atas tempat tidur lalu mengambil minyak angin yang terletak di atas meja!


"Pak, Shena kenapa?" tanya, Bu Ayu dengan air matanya yang terus mengalir.


"Mungkin dia kelelahan, Bu," sahut, Pak Rudy sembari mendekatkan minyak angin itu ke hidung, Shena putrinya itu bisa merasakan aroma minyak angin itu.


Pak Rudy juga mengoleskan minyak angin itu ke dahi, Shena.


Setelah beberapa menit mencoba membangunkan, Shena dari pingsannya mereka tak kunjung berhasil, Shena masih tak sadarkan diri, hal itu membuat, Bu Ayu semakin panik dan takut. Dirinya takut kehilangan putri yang belum lama mereka angkat sebagai anak itu.


"Bu, ayo kita bawa, Shena ke rumah sakit!" Pak Rudy segera memangku tubuh, Shena lagi dan membawanya ke luar dari kamarnya.


"Pak kita pinjam mobil, Pak RT saja. Ibu akan ke rumah, Pak RT dulu untuk meminjam mobilnya," ucap Bu Ayu.


Keluarga mereka memang memiliki hubungan dekat dengan, Pak RT ditambah lagi jarak rumah mereka yang tidak terlalu jauh, membuat, Bu Ayu lebih memilih minta tolong, Pak RT.


'Ya udah, Bu cepetan ya," ucap Pak Rudy.


Bu Ayu segera melangkahkan kakinya dengan cepat! Saat dia membuka pintu rumahnya, Reyhan sudah siap dengan tangannya yang ingin mengetuk pintu itu.


"Nak Reyhan," ucap Bu Ayu.


"Bu, saya mau menanyakan–"


"Bu cepat, Shena sudah mulai siuman!" teriak, Pak Rudy dari dalam rumah.


Belum juga, Reyhan menyelesaikan pembicaraannya, Pak Rudy berteriak dan membuat, Bu Ayu dan Reyhan terkejut.


"Pakai mobil kamu saja, Nak. Tolong antar kami ke rumah sakit," ucap Bu Ayu.


Belum sempat, Reyhan bertanya, Bu Ayu sudah masuk ke dalam rumahnya!


"Pak, ayo kita bawa, Shena kebetulan ada, Nak Reyhan di depan rumah. Kita minta tolong sama dia saja."


Pak Rudy segera memangku tubuh, Shena lagi dan membawanya ke luar rumahnya!

__ADS_1


"Shena," ucap Reyhan.


Reyhan langsung membuka pintu belakang mobilnya dan membiarkan, Pak Rudy memasukkan, Shena ke dalam mobilnya.


"Ayo, Bu cepat masuk!"


Bu Ayu duduk di bangku belakang karena dia harus menjaga, Shena sedangkan, Pak Rudy duduk di bangku depan.


Reyhan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar dia bisa cepat sampai di rumah sakit.


Sebenarnya ada banyak sekali yang ingin ditanyakan oleh, Reyhan kepada, Bu Ayu dan Pak Rudy namun semua pertanyaan itu dia simpan dulu di kepalanya karena tidak mungkin dia bertanya disaat seperti ini.


*******


Shaka dan teman-teman,Shena yang lainnya masih mencari, Shena ke tempat-tempat yang biasa , Shena datangi mereka berharap dapat menemukan, Shena di salah satu tempat itu.


Mereka sengaja mencari, Shena secara bersama-sama agar mereka bisa lebih cepat menemukan, Shena.


"Kemana lagi kita cari, Shena," ucap Rita.


"Kita coba tanya sama, Dania dan Shendy, semoga saja mereka menemukan, Shena," ucap Shaka.


Mereka memang membagi tugas, Rita pergi bersama, Shaka dan Dania pergi bersama, Shendy. Mereka mencari, Shena ke tempat yang berbeda-beda.


Tak lama Dania dan Shendy datang ke tempat itu, mereka berjalan menghampiri Rita dan Shaka!


Rita mengikuti arah jari telunjuk, Shaka lalu kemudian dia berlari menghampiri mereka!


"Kalian menemukan dia?" tanya, Rita kepada Dania dan Shendy.


Mereka berdua hanya diam lalu menggelengkan kepalanya.


"Jadi kalian juga tidak menemukan, Shena?" tanya Shaka.


"Tidak, kami sudah mendatangi beberapa tempat yang biasa, Shena datangi namun dia tidak ada di salah satu tepat yang kami datangi itu," ucap, Dania.


Mereka memang tak tahu bahwa, Shena sudah pulang dan kini sedang dibawa ke rumah sakit. Tidak ada yang memberitahu mereka bahwa, Shena sudah ditemukan karena memiliki, Bu Ayu dan Pak Rudy tidak tahu kalau mereka mencari, Shena. Reyhan juga tidak tahu kalau mereka mencari, Shena jadinya tidak ada yang mengajarkan kepada mereka kalau saat ini, Shena sudah ditemukan.


*******


Shena sudah ditangani oleh, Dokter dan kini sudah di rawat di ruang rawat inap. Saat ini kondisinya juga sudah mulai membaik dan sudah tersadar dari pingsannya.


"Pak, Bu," gumam, Shena.


Bu Ayu meraih tangan, Shena dan menggenggamnya dengan erat.

__ADS_1


"Kami di sini, Nak," ucap Bu Ayu.


"Maaf ya, aku sudah merepotkan kalian."


"Tidak, Nak. Kami sama sekali tidak merasa direpotkan oleh kamu," sahut, Pak Rudy.


"Bu kepalaku pusing," ucap Shena.


"Shena, kamu istirahat saja dulu, jangan banyak bicara dulu agar kamu bisa cepat pulih," ucap Reyhan yang dari tadi hanya berdiri di samping, Pak Rudy.


"Pak Reyhan, Anda ...."


"Dia yang mengantarkan kita ke rumah sakit," ucap, Pak Rudy.


"Terimakasih, Pak," ucap Shena kepada, Reyhan.


"Tidak usah berterimakasih, saya senang bisa membantu. Sekarang sudah malam kamu istirahat ya, saya permisi dulu karena saya harus pulang."


Shena tak menjawab dia hanya melempar senyuman tipis.


"Pak, Bu saya pulang dulu ya dan kalau sempat besok pagi saya ke sini lagi," ucap Reyhan kepada, Bu Ayu dan Pak Rudy.


"Terimakasih ya, Nak sudah membantu kami, untung kamu datang pada saat yang tepat kalau tidak kami tidak tahu apa yang akan terjadi sama, Shena," ucap Pak Rudy.


"Saya datang memang untuk membantu kalian mencari, Shena namun ternyata kejadiannya berbeda. Syukur sekarang, Shena sudah ditemukan dalam keadaan selamat meski harus dirawat di rumah sakit, setidaknya ada harapan untuk pulih lagi," jelas Reyhan.


Reyhan segera mencium punggung tangan, Pak Rudy dan Bu Ayu lalu segera pergi dari ruangan itu.


Bersambung.


Rekomendasi novel yang sangat bagus untuk kalian baca.


Judul: Jerat Cinta Si Kembar


Karya: Mom Al


Teman-teman, yuk mampir ke karya teman aku yang satu ini, pokoknya ceritanya dijamin seru abis.


Blurb: Lahir dari rahim yang sama, hari, bulan dan tanggal yang sama. Bahkan wajah mereka pun sangat mirip.


Meskipun begitu, Amman dan Ammar memiliki watak yang jauh berbeda. Amman adalah pria pekerja keras dan penyayang, sementara Ammar adalah sosok pria yang suka menghambur-hamburkan uang tanpa menghiraukan betapa sulitnya bekerja.


Memiliki banyak kesamaan selain watak, ternyata kedua pria kembar itu juga memiliki tipe wanita yang berbeda.


Keduanya juga tidak terlalu akrab, lalu bagaimana jadinya jika kekasih Amman menikah dengan Ammar dan begitupun sebaliknya?

__ADS_1



__ADS_2