Dendam Cinta

Dendam Cinta
Senang Hati


__ADS_3

Sinar mentari pagi menyelusup ke dalam kamar dua insan yang semalam sudah melakukan aktivitas permainan ranjang , Aldi terbangun karena sinar terik matahari menerpa matanya ia melihat kesamping ranjangnya , ia tidak melihat istrinya itu disampingnya , Aldi bangun dari tidurnya sambil mengucek-ucek matanya .


Laila masuk kedalam kamar itu dengan pakaian kantor nya , ia sudah rapih .


" Sudah bangun ,gih mandi dulu setelah itu sarapan , aku sudah siapin tuh dimeja ". Ucapnya Laila sambil memakai lipstik nya didepan kaca .


" Jam berapa ? sudah rapih aja kamu ". Ucapnya .


" Baru jam 7 pagi , aku duluan ya mas , soalnya kata Salma dia mau jemput aku , bye sayang ". Ucapnya Laila tersenyum dan mengecup bibir nya Aldi sekilas .


" Ya ya..ya.. sana pergi ". Ucapnya Aldi yang masih terlihat mengantuk .


Laila pergi keluar kamar itu ,untuk pergi bersama Salma .


" Hah... ". Ucapnya Aldi yang kaget setelah melihat dirinya hanya memakai ****** ******** saja .


" Apa yang terjadi ?". Ucapnya berusaha mengingat kejadian semalam .


Sekilas ingatan soal adegan panas semalam terlintas dibenaknya . Aldi menepuk keningnya itu .


" Waduh... bablas gua ... anjir... kenapa bisa coba ". Gerutu nya pada dirinya sendiri .


" Gimana kalau dia hamil , anjir.. parah sih ini , bego-bego... Lo Al pea emang ". Kerutuknya pada diri sendiri .


" Parah sih... kalau gini jadinya mah , edan emang , tapi kalau ingat soal semalam , kok gua malah keenakan ya mikirnya , ternyata dia mainnya jago juga ". Ucapnya senyam-senyum sendiri .


" Arghh... ngapain juga gua mikirin gituan, lagian kalau hanya sekali mana bisa langsung jadi gitu aja , gak mungkin kan , iya sih gak mungkin ". Ucapnya pada dirinya sendiri .


" Ah... daripada mikirin hal itu, mending sekarang gua siap-siap untuk kerja , ahh... akhirnya setelah penantian panjang setelah melewati lembah kesuraman selama seminggu , akhirnya gua bisa bebas juga , gua bisa kembali pada kehidupan gua yang uwenak... ini ". Ucapnya .


Aldi bangun dari tidurnya , dan langsung rapih-rapih untuk pergi bekerja dikantornya .


Sedangkan disepanjang perjalanan Laila hanya tersenyum-senyum membuat Lili keheranan didalam mobilnya .


" Kenapa dah Lo ? kayanya kelihatan seneng gitu, menang lotre kah ?". Ucapnya Lili sambil mengemudikan mobil barunya yang baru saja dibelikan oleh suaminya itu .


" Ah... enggak kok, ya lagi seneng aja emangnya gak boleh gitu ". Ucapnya Laila tersenyum .

__ADS_1


" Ya aneh aja Lo, gak kaya biasanya ". Ucapnya Lili yang sesekali melihat kearah Laila yang duduk disampingnya .


" Ya senang aja Li , ada perubahan dari sikapnya mas Aldi setelah seminggu tinggal dirumah ibu gua ". Ujarnya Laila .


" Kok bisa ? emangnya kalian tinggal disana ngapain ?". Tanya Lili penasaran .


" Nanti saja deh gua ceritanya , mending sekarang kita buru-buru kekantor saja nanti telat lagi ". Ucapnya Laila tersenyum .


" Ah... iya Bu bos ". Ucapnya Lili tersenyum .


" Hahaha... ". Laila yang mendengar kata-kata Bu bos dari Lili hanya tertawa .


Aldi sudah siap dengan kemeja putih dan rompi hitam yang melekat ditubuhnya, namun dasinya belum ia pakai karena ia mau sarapan dulu .


" Makan dulu ". Ucapnya Aldi sambil meletakan jas dan dasinya itu di kursi sebelah meja makannya .


Dhan sudah berangkat duluan ke kantor , karena bosnya tadi memintanya untuk pergi duluan , untuk mengurus menyiapkan berkas-berkas yang akan ia bahas di meeting jam 9 nanti . Aldi tergiur melihat masakan yang Laila buat ,


" Wow... dia tahu banget ya apa yang gua suka ,mantep nih ". Ucapnya Aldi mengambil ayam goreng dengan nasi putih dan tak lupa sambal goreng nya .


" Gini nih enaknya punya istri , makan tinggal makan , karena sudah tersaji begini , ya cuma kadang ya yang bikin gua kesel kalau gua makan mie , selalu aja gak boleh makan itu ,gak sehat buat kamu mas... ". Ucapnya Aldi menirukan kata-kata Laila yang selalu bilang begitu padanya .


Aldi memang seorang bos besar diperusahan nya namun sikapnya itu kadang agak berbeda dari pengusaha-pengusaha lainnya yang kebanyakan ada yang bersikap dingin untuk terlihat keren dimata cewek-cewek , berbeda dengan Aldi yang terkadang bersikap dingin dan petakilan , ya sifat petakilan nya itu emang agak susah ia rubah karena dari dulu memang sifatnya kaya gitu apalagi saat ia masih menjadi Playboy sejati .


Aldi setelah selesai dengan sarapannya mulai merapihkan penampilan nya , dan keluar dari apartemen nya menuju mobilnya yang berada diparkiran bawah tanah .


Aldi melajukan mobilnya setelah ia masuk kedalam mobilnya , ia mengemudikan mobilnya menuju kantornya .


Dhan berada didalam ruangannya yang kebetulan terhubung dengan ruangan bosnya itu . Laila dan Lili setelah beberapa minggu tidak masuk kini mereka malah sibuk dengan pekerjaan mereka yang menumpuk .


" Mbak Laila setelah selesai , ikut saya ke pabrik Parfum ya yang ada dikota B , kita akan mengecek produk baru kita untuk dipromosikan ke pasaran ". Ujarnya yang menjadi kepala pemasaran dikantor Prastama Garment industries itu .


" Oh iya pak ". Balas Laila berdiri dari duduknya sambil tersenyum .


" Semangat ya ". Ucapnya Lili tersenyum memberi semangat .


" Pasti ". Jawab Laila tersenyum .

__ADS_1


Aldi yang baru sampai di kantornya itu , membuat semua mata yang berada disana melihatnya membuat Aldi sudah terbiasa dilihat seperti itu , dan Dhan terlihat menghampiri Aldi dengan membawa sebuah map ditangannya .


" Pagi tuan ". Sapanya Dhan pada Aldi tanda hormat dia .


" Pagi ". Balasnya Aldi .


" Maaf tua , anda sudah ditunggu diruang meeting ". Ujarnya Dhan .


Aldi melihat ke pergelangan tangannya ,dan waktu masih menunjukkan jam 08:30 .


" Bukannya masih ada waktu setengah jam lagi Dhan ". ucapnya Aldi .


" Ya tuan memang , tapi pihak manajemen pemasaran kita mengajukan dipercepat meeting ini , karena sebentar lagi mereka akan berangkat ke pabrik Parfum kita yang ada dikota B untuk melihat produk baru yang baru kita keluarkan , yang akan dipromosikan oleh mereka dalam bentuk iklan ". Ujarnya Dhan menjelaskan .


" Hmm... jadi siapa kali ini yang akan mempromosikan produk kita ?". Tanyanya Aldi .


Memang setiap tahun akan diadakannya promosi produk-produk baru di setiap pabrik yang Aldi miliki , dan akan merekrut karyawan yang baru saja bekerja di tahun itu juga untuk mengetahui skill mereka dan kebetulan sekali kali ini Laila lah yang dipilih , dan kebetulan juga Laila adalah dari bagian pemasaran jadi Laila pasti tahu apa yang harus ia lakukan untuk mempromosikan produk baru itu .


Laila akan ditugaskan untuk mengatur acara promosi produk baru itu, dan dia juga harus bisa melancarkan acara promosi itu juga , dan bila ia berhasil pihak perusahaan akan menjanjikan bonus untuk nya .


" Kebetulan pihak manajemen pemasaran memilih istri anda tuan untuk melakukan promosi itu ". Ujarnya Dhan .


" Hah... apa!!!..". Aldi yang kaget mendengar ucapan dari Dhan .


" Memangnya kenapa tuan ? atau tuan gak setuju , saya bisa bilang pada pihak pemasaran untuk menggantikan nya ". Ucapnya Dhan .


" Gak perlu, justru bagus dia yang akan mempromosikan nya , saya pengen tahu Dhan , apa bisa dia melakukan nya ". Ucapnya Aldi tersenyum licik .


" Baiklah mari ". Ucapnya Dhan mempersilahkan Aldi untuk pergi duluan ke ruang meeting .


Aldi berjalan menuju ruang meeting yang diikuti Dhan dari belakang .


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa Like Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊


__ADS_2