
Aldi pagi ini ditugaskan untuk membuat meja kayu oleh mertuanya itu, dan kini ia berjalan menuju material yang menjual bahan-bahan bangunan , Aldi kesana hendak membeli papan kayu dan juga paku sedangkan Laila pergi ke pasar disuruh ibunya itu seperti biasa setiap pagi menjelang siang setelah mereka sudah selesai jualan nasi uduknya .
" Kaya tukang aja gua disuruh bikin meja segala hadeh... emang ya bener-bener tuh emak-emak ". Gerutu Aldi dijalan menuju depan gang Aldi tidak menggunakan motornya karena ibu mertuanya bilang katanya akan repot nanti Aldi membawa papan kayu nya kalau pakai motor .
" Mana jauh lagi ah... elah , jalan kaki pula ". Keluhnya .
Di pasar Laila tengah memilih-milih sayuran dan ikan yang akan ia beli .
" Bang mau ikan lele nya setengah kilo ya ". Ucap Laila .
" Siap neng ". jawab abang-abang tukang jualan ikan sambil mengambil ikan lele yang masih hidup di bak yang tersedia disana .
Aldi sudah sampai didepan material yang ada didepan gang perkampungan itu ,
" Pak saya beli papan kayunya yang kualitasnya bagus ya buat bikin meja ". Ujarnya Aldi .
" Oh iya bentar ya , mari saya tunjukan papan kayu mana yang paling bagus disini ". Ajak Heriawan pemilik toko material .
Aldi mengikutinya sambil melihat-lihat isi toko material itu .
" Ini nih mas yang paling bagus disini , terbuat dari kayu jati , saya jamin kualitas nya bagus tahan lama ". Ujarnya .
" Ah... iya itu saja ,oh ya pak bisa diantar gak soal ongkos tenang saja oh ya sama paku nya ya jangan lupa ". Ujarnya Aldi .
" Oke... siap , bentar ya masnya tunggu saja disana ". Ujarnya Heriawan .
Aldi duduk di bangku yang tersedia disana dan anak buahnya Heriawan memindahkan papan kayu yang Aldi pesan keatas mobil bak .
" Biayanya semuanya berapa pak ?". Tanya Aldi pada Heri yang menghampiri dirinya .
" Memangnya papan ini mau dibawa kemana mas ?". Tanya Balik Heri pada Aldi .
" Rumah Bu Isti ,tahu kan pak yang baru-baru ini buka warung nasi ". Ucapnya Aldi .
" Oh iya-iya tahu ". Jawab Heri .
" Totalnya semua satu juta 200 ". Ucapnya Heri .
__ADS_1
" Oh oke ,itu termasuk ongkos atau gimana ". Tanyanya Aldi memastikan .
" Iya itu termasuk, ya sudah mas ikut saja sama anak buah saya itu yah ". Ucapnya Heri .
" Oh iya , makasih ya pak ". ucap Aldi tersenyum .
" Saya yang harusnya terima kasih ". Ucapnya Heri .
Aldi naik kedalam mobil bak itu, ia duduk disebelah supir yang mengemudikan mobilnya .
Aldi dan Laila berpas-pasan sekali saat sudah sampai dirumah , Laila yang kaget melihat suaminya turun dari mobil pickup .
" Loh..mas ,kamu darimana kok turun dari mobil ?". Tanya Laila yang sebelumnya tidak tahu kalau suaminya itu pergi dari rumah karena saat ia kepasar yang ia tahu suaminya itu masih santai-santai dirumah .
" Tanyakan saja sama ibumu ?". Ucap Aldi dengan nada dinginnya .
Isti yang dari dalam rumah keluarga karena mendengar suara mobil .
" Ya ampun, harus ya pakai mobil segala ,kan bisa kamu bawa sendiri Aldi ". Ucapnya Isti .
" Dikira ini gak berat apa Bu, berat kali , sudahlah ibu itu tinggal tahu jadi aja mejanya ". Ucapnya Aldi menurunkan papan kayu yang ia beli .
" Ibu suruh mas Aldi bikin meja ? meja untuk apa sih Bu, perasaan meja buat makan orang-orang udah cukup itu didepan ". Ucapnya sambil berjalan kearah dapur yang diikuti oleh Isti dari belakang .
" Kurang kali La ,kamu tahu pelanggan kita makin bertambah tahu, bukan dari kampung ini aja dari kampung sebelah ,dan orang-orang yang diluar kampung kita juga ". Ucapnya Isti .
" Oh ya , bagus dong kalau gitu, tapi kenapa harus mas Aldi yang bikin sih Bu , bukannya ibu kalau bikin meja kursi itu selalu sama pak Sonu atau enggak Ilham anaknya ". Ujarnya Laila mengeluarkan belanjaannya yang ia letakkan sebelumnya dimeja dapur .
" Biarin , biar dia belajar gimana rasanya bikin meja , lagian ya neneknya itu pernah bilang kali sama ibu , kalau dulu Aldi suka bantu-bantu bikin meja saat ayahnya buka usaha furniture ". Ujarnya .
" Oh ya ? kok nenek gak pernah bilang itu ya sama aku Bu ".
" Ya mana ibu tahu, sudah daripada kamu mikirin suamimu mending bantu ibu masak ini semua ,bentar lagi siang loh , orang-orang pasti nunggu nantinya ". Ujarnya Isti .
" Iya ibu ". balas Laila tersenyum .
Laila dan Isti mulai melakukan ritual acara memasak yang selalu mereka lakukan .
__ADS_1
Aldi masuk kedapur untuk mencari peralatan yang akan ia pakai untuk membuat mejanya ,
" Kotak perkakas nya dimana Bu ?". Tanya Aldi .
" Itu dibalik pintu ". Ucapnya Isti tanpa melihat kearah Aldi .
" Ah... makasih ". Ucapnya Aldi setelah itu pergi .
" Iya sama-sama kerjain yang bener ya Al, kalau mau dapat jatah dari Laila ". Ucap Isti tiba membuat Laila maupun Aldi langsung melihat kearahnya dengan wajah semua merah .
" Jangan-jangan ibu dengar apa yang kami bicarakan semalam ". Batin Laila malu .
" Apaan sih? gak jelas ". Ucap Aldi dengan nada tegasnya namun sejujurnya dia agak malu mengakui hal itu ,karena sejujurnya pun ia menginginkan hal itu , namun ia malu untuk memintanya pada Laila secara Aldi masih membencinya .
" Iya tahu ini ibu , apa coba maksudnya ". Timpal Laila .
" kalian yang apaan ,kaya gitu aja gak ngerti ,kalian ini kan sudah sama-sama dewasa pasti ngerti lah yang begituan , masa harus ibu jelaskan secara detail ". Ucap Isti .
" Ibu ". Ucap Laila malu .
Sedangkan Aldi kini pergi ke luar halaman rumah dibelakang warung karena ia akan membuat meja disana .
" Kayunya harus diukur dulu nih, mana ya pengukur nya ". Ucap Aldi sambil mencari-cari dikotak perkakas yang Isti punya .
" Ini dia ". Ucap Aldi tersenyum ia langsung melakukan pekerjaannya .
" Seumur-umur baru lagi nih gua ngerjain kerjaan kaya gini, jadi inget ayah , gua dulu sering bantuin dia kaya gini nih , oh ya ngomong-ngomong soal ayah , kok Dhan belum kasih tahu gua ya gimana perkembangan kasusnya itu ". Ucap Aldi .
" Gua harus benar-benar memastikan bukti yang akurat kalau memang perempuan itu terlibat juga akan hal ini, kalau itu sampai terbukti gua gak akan segan-segan penjarain dia seumur hidupnya ". Ucapnya Aldi .
Aldi memang sudah dibutakan dengan dendam , ia tidak pandang siapa yang ia benci meski Mira itu ibu kandungnya Aldi sungguh membencinya karena ibunya itu telah meninggalkan nya dan juga ayahnya hanya demi uang .
" Uang memang segalanya ,tapi uang yang ia pikir segalanya itu membuat dia kehilangan kepercayaan anaknya sendiri ,itu salahnya sendiri dia yang bikin aku membencinya ". Begitulah Ucap Aldi tempo hari pada Mila karena terus-menerus membela Mira ibunya Aldi .
Ya Aldi sejujurnya pulang terlebih dahulu kerumah besar setelah pulang dari kantor ,karena hendak mengambil sesuatu yang ia butuhkan .
. . . . . . .
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊