Dendam Cinta

Dendam Cinta
Dendam Cinta bab 38


__ADS_3

Sudah satu bulan, Shena tidak menampakkan diri pada, Susan maupun, Devan. Shena juga sudah berhenti qe dari pekerjaannya sejak satu bulan lalu karena dia ingin fokus terhadap urusan pribadinya.


Untungnya dia masih punya uang tabungan untuk biaya hidupnya sehari-hari selain dari sisa uang gajinya, Shena juga selalu menyimpan uang yang diberikan oleh, Devan kepadanya.


Hari itu, Shena sengaja datang ke rumah, Devan dan Susan. Dia ingin meminta agar, Devan segera menikahinya.


Setelah melakukan perjalanan yang lumayan lama, Shena tiba di depan rumahnya, Devan. Dia berjalan memasuki rumah yang dulu pernah dia tinggali bersama dengan, Devan dan buah hatinya.


"Mas, aku mau kita cepat-cepat menikah," ucap Shena.


Devan dan Susan yang sedang sarapan itu pun terkejut dengan kedatangan, Shena yang membuat,Susan dan Devan jantungan adalah saat mereka mendengar perkataan, Shena yang meminta dinikahi oleh, Devan.


"Shena, kamu kenapa tiba-tiba ke sini?" tanya Devan.


"Apa maksud kamu? Kamu ingin merebut suami saya? Kamu ingin merusak rumah tangga saya?"


"Mas, aku gak bisa lama-lama menyembunyikan hubungan kita ini. Sekarang istri kamu sudah tahu kalau kita masih berhubungan aku minta cepat kamu nikahi aku," ucap, Shena yang tak menghiraukan perkataan, Susan.


"Shena ... Shena kita bicarakan ini nanti ya. Sekarang kamu pulang ya," ucap Devan.


Susan mulai menangis mendengar perkataan, Devan yang seolah-olah membenarkan dan mengiyakan permintaan, Shena.


"Mas, apa-apaan kamu ini. Kamu mau balik lagi sama dia?" ucap Susan yang sudah berurai air mata.


"Susan, sejujurnya selama ini aku masih sayang sama, Shena. Aku gak bisa lupain dia tapi percayalah aku gak akan menceraikan kamu meski aku sudah menikah lagi dengan, Shena," ucap Devan.


Susan tak menjawab, dia hanya diam dengan air matanya yang terus mengalir membasahi pipinya.


"Aku permisi dulu, kalian bicarakan saja dulu tentang masalah ini," ucap, Shena.


Shena langsung pergi dari rumah itu karena merasa dirinya sudah berhasil membuat, Susan merasakan sakit seperti yang dia rasakan dulu saat, Susan tiba-tiba datang dan mengaku bahwa dirinya adalah kekasihnya, Devan.


Dulu saat, Shena masih baru berumah tangga dengan, Devan pernikahan mereka sangatlah bahagia hingga setelah mereka memiliki anak hubungan mereka mulai renggang karena anak mereka mengidap penyakit langka yang sulit untuk diobati sehingga perhatian, Shena terus tertuju pada buah hati mereka dan tak terlalu mengurusi, Devan.


Seiring berjalannya waktu hubungan mereka tak kunjung membaik, hingga akhirnya, Susan muncul dan membuat hubungan mereka selesai begitu saja, Devan menceraikan, Shena dan mengalihkan semua aset milik, Shena menjadi namanya.


Shena pun keluar dari rumah itu tanpa membawa apa pun, dia hanya membawa putrinya dan rasa sakit hati yang sampai kapan pun tak akan bisa terobati.


"Tega kamu, Mas sama aku mana sumpah mu, mana janjimu? Yang katanya akan membahagiakan aku sampai akhir hayat mu, yang katanya hanya akan ada aku di hatimu. Mana! Mana, Mas?"


Susan melemparkan gelas yang ada di depannya hingga gelas itu pecah berkeping-keping.

__ADS_1


"Susan maafkan aku, aku benar-benar tidak bermaksud untuk menyakiti kamu tapi rasa ini muncul begitu saja saat aku bertemu dengan, Shena."


Susan meninggalkan, Devan di ruang makan itu, dia berlari memasuki kamarnya lalu mengunci pintunya agar, Devan tak bisa mengganggunya.


Devan membiarkan, Susan pergi, mungkin wanita itu butuh waktu untuk sendiri.


Susan menangis sesenggukan, dia merasakan sakit yang sangat luar biasa, dua sangat mencintai sang suami namun ternyata suaminya itu tega membagi cinta dengan wanita lain.


*******


"Aku bahagia melihat kamu kesakitan, Susan tunggu saja sampai waktunya kamu merasakan sakit yang amat dalam seperti yang aku rasakan dulu saat kamu menendang aku keluar dari rumahku sendiri," ucap, Shena didalam hatinya.


Shena yang kala itu sedang duduk di depan rumahnya tersenyum bahagia saat mengingat raut wajah, Susan yang penuh kekecewaan.


"Lagi mikirin apa sih sampai senyum-senyum gitu?" tanya, Bu Ayu.


Shena menatap sang Ibu yang sedang berdiri di depannya itu.


"Ibu, bikin aku kaget aja," ucap, Shena.


"Lagi mikirin apa sih?"


"Bohong. Ibu lihat kamu senyum-senyum tadi."


"Ibu, aku hanya mengingat seseorang yang sebenarnya gak ada artinya juga bagi aku."


"Gak ada artinya tapi sampai segitunya saat mengingatnya."


"Ibu, udah ah jangan bahas itu."


"Kalau mau cerita kamu bisa cerita sama, Ibu."


"Orang yang sedang aku pikiran memang gak berarti buat aku, Bu karena orang itu adalah yang mengambil kebahagiaan aku dan anakku," ucap Shena di dalam hatinya.


"Kalau kamu gak mau cerita kalau gitu, Ibu ke warung dulu ya, Nak," ucap, Bu Ayu.


Shena tersenyum lalu mengangguk pelan.


Bu Ayu pun langsung bergegas pergi untuk membeli kebutuhan dapurnya!


*******

__ADS_1


Di kediaman, Reyhan.


"Mam, malam ini aku gak makan di rumah ya, aku mau makan di luar," ucap Reyhan kepada, Mamanya.


"Terserah kamu saja," sahut, Anthika.


Reyhan mulai melangkahkan kakinya menuju taman kecil yang terdapat di belakang rumahnya!


"Eh tunggu, Reyhan kamu makannya sama laki-laki atau perempuan?" sambung, Anthika.


Reyhan menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah, Mamanya.


"Kepo," sahut, Reyhan singkat lalu kembali melanjutkan langkahnya.


Anthika menggelengkan kepalanya, "anak itu, kebiasaan banget kalau ditanya masalah itu pasti melarikan diri," gumam Anthika.


Usia, Reyhan memang sudah tidak muda lagi, sejak kekasihnya meninggal karena penyakit yang dideritanya, Reyhan menjadi menutup diri dari para wanita. Kelamaan sendiri dia jadi lebih senang dan nyaman hidup sendiri tanpa adanya seorang kekasih hingga sampai saat ini pemuda tampan itu belum memikirkan tentang pernikahannya.


Saat ini, Reyhan memang sudah membuka hati untuk wanita namun wanita yang berhasil membuka hati yang membeku itu ternyata tidak memberikan kepastian padanya dengan alasan masih memiliki tujuan yang belum tercapai.


Bersambung


Hai selamat malam semuanya, seperti biasa aku bawain rekomendasi novel yang bagus untuk kalian baca. Yuk atuh mampir ke karya teman aku yang kece ini.


judul: Pernikahan Salsa


karya: Zaenab Usman


blurb: Ini adalah kisah dari anak-anak Rian dan Ayla. Bagi yang belum tau kisah mereka, boleh mampir di novel Tidak ada cinta dari suamiku.


Salsabila Erlangga. Gadis cantik berumur delapan belas tahun, yang selalu dijadikan princes oleh keluarga besarnya. Harus menerima pernikahan dengan seorang laki-laki bernama Kenzo yang sudah berumur dua puluh dua tahun. Mereka berdua menikah karena di jebak oleh seseorang.


Kenzo merupakan musuh kakak kembarnya yang bernama Arsyaka Ardian Erlangga. Lalu bisakah Kenzo dan Arsya berdamai, untuk Salsa?


Siapa yang akan Salsa pilih, kakak tersayang atau suaminya?


Apakah Salsa akan bahagia dengan pernikahannya? Mungkinkah mereka bisa saling mencintai seperti pernikahan Rian dan Ayla.


Yuk simak kisah cinta princes Erlangga.🤗


__ADS_1


__ADS_2