Dendam Cinta

Dendam Cinta
Seperti Mimpi


__ADS_3

Salma maupun Firman kini benar-benar mematung melihat sosok yang selama ini mereka duga sudah tidak ada justru kini ada didepan mata mereka,


" Ibu gapapa ?". Tanyanya Vin .


Salma yang sadar pun kini perlahan bangun dari jatuhnya serta kebingungan dengan apa yang Aldi ucapkan .


" Ibu ?". Salma yang kebingungan mengerutkan alisnya karena merasa heran , kenapa Aldi memanggilnya dengan panggilan ibu .


" Iya ibu gapapa? ". tanyanya Vin memastikan sambil melihat seluruh tubuhnya Salma yang kini sudah berdiri dihadapannya .


" Kamu manggil aku ibu ?". Tanyanya Salma yang masih keheranan .


" Ah... salah ya , maaf kalau gitu mbak , gimana ? apa ada yang luka ?". Tanyanya Vin yang terlihat khawatir .


Dengan spontannya Salma justru kini tangannya itu meraba wajahnya Vin dengan tatapan sedih . dan Vin yang diraba wajahnya justru kini ia yang giliran kebingungan .


" Kamu kemana saja sih ? kenapa baru muncul sekarang ?". Tanyanya Salma dengan tatapan sayu .


" Saya ?". Tanyanya Vin .


" Iya kamu, kamu kemana saja sih Al ? kemana kamu selama ini , kenapa kamu baru muncul sekarang , dan kenapa juga kamu berpakaian seperti ini, jangan bilang kamu kerja disini ". Ucapnya Salma yang belum tahu kalau yang didepannya ini bukanlah Aldi , sangking bahagianya ia bisa bertemu sosok yang selama ini ia rindukan .


" Maaf sebelumnya mbak " Tanyanya sambil melepaskan pegangan tangannya Salma yang menyentuh wajahnya .


" Mbak ini kenapa kok tiba-tiba malah bertanya seperti itu pada saya , saya berpakaian seperti ini ya jelas karena memang saya bekerja disini ". Ucapnya Vin yang kebingungan dengan apa yang wanita cantik ini bicarakan sebenarnya .


" Kamu Aldi kan ?". Tanya Salma yang kini ingin memastikan kalau yang didepannya ini Aldi atau bukan .


" Aldi ". Ucapnya berpikir .


" Iya Aldi Prastama ". Ucapnya Salma yang kini justru membuat Vin mengerti sekarang , kenapa wanita yang didepannya ini menyangka kalau dirinya ini adalah Aldi .


Baru saja Dika menceritakan sosok Aldi ini padanya , justru kini ada orang yang salah kira kalau dirinya adalah Aldi karena wajah mereka benar-benar mirip .


" Ah... itu, maaf mbak sebelumnya mungkin mbak salah orang , saya bukan orang yang mbak maksud saya Alvin bukan Aldi ". Ujarnya menjelaskan pada Salma .


Dan diluar gedung pembangunan hotel Firman mendengarkan pembicaraan diantara keduanya , sejujurnya ini membuat ia benar-benar terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini, namun setelah mendengar pengakuan dari pria yang mirip sekali dengan musuhnya itu merasa lega sekali hatinya .


" Alvin ". Ucapnya Salma yang kini hanya bengong mendengar pengakuan dari pria yang ada didepannya seketika hatinya seakan kecewa tuhan seperti mempermainkan perasaan nya , baru saja ia merasa ada secercah harapan bahwasanya orang yang ia cari selama ini ada dihadapannya namun seketika itu juga tuhan menjatuhkan rasa harapan nya itu .


" Iya mbak , saya Alvin pekerja baru diproyek pembangunan hotel ini ". Jawabnya Alvin yang sering dipanggil Vin itu .


" Gak mungkin , kamu pasti Aldi kan kamu bohong kan, kalau marah sama aku jangan segitunya dong Al , kamu ini ". Kesalnya Salma dengan ekspresi wajah kesalnya namun masih terlihat cantik dimata Vin .


" Lah... bener mbak saya ini Alvin ,nih coba lihat kartu penduduk saya ". Ucapnya Alvin sambil memperlihatkan KTP nya itu .


Dan benar saja ia bukanlah Aldi yang Salma duga . lalu kenapa wajahnya mirip sekali dengan Aldi apa pria ini kembaran nya Aldi, tapi setahu ia Aldi tidak memiliki saudara kembar dan Aldi adalah anak tunggal dari pasangan Mira dan Prastama setelah ia mencari tahu tentang Aldi dulu .


" Tapi, ini seperti mimpi aku bisa lihat wajahnya Aldi yang mirip sekali denganmu , jadi mana mungkin kamu Alvin, enggak mungkin sih... hahaha... kamu Aldi kan jujur Al , kenapa kamu berpura-pura sebagai Alvin sih apa tujuan mu , aku tahu kamu Aldi bukan Alvin ". Salma yang masih bersikukuh kalau pria yang ada dihadapannya ini adalah Aldi .


Alvin yang kebingungan harus menjelaskan apalagi pada wanita yang ada didepannya ini, dan kenapa wanita ini begitu keras kepala menyangka kalau dirinya malah berpura-pura sebagai Alvin sedangkan dirinya benar-benar Alvin bukan Aldi .


" Kalau mbak tidak percaya , ikut ke rumah saya biar ibu saya yang menjelaskan semuanya ". Ujarnya mencoba melerai kesalahpahaman nya ini .


" Oke antar saya sekarang juga ke rumahmu ". Ucapnya Salma yang gak habis pikir kenapa Aldi masih berpura-pura menjadi orang lain, seperti dia yang berpura-pura sebagai Anna .


" Maaf untuk sekarang aku gak bisa mbak, saya baru masuk kerja saya gak mungkin bolos kerja dihari pertama saya bekerja , bisa-bisa saya dipecat lagi, saya memerlukan pekerjaan ini ". Ujarnya menolak permintaan nya Salma .


" Oh, oke kalau gitu , pas pulang kerja kamu antar saya kerumah mu itu ". Ucapnya Salma .


" Iya , kalau gitu saya permisi ". Ucapnya Alvin undur diri untuk pergi bekerja didalam bangunan .


Dika dan pekerja lainnya baru saja masuk dari gerbang pintu pembangunan hotel itu jadi mereka tidak tahu kalau ada kejadian hal yang menyangkut Alvin tadi . Alvin sengaja pergi terlebih dahulu ke proyek karena ada pekerjaan lebih untuk dirinya sebagai pekerja baru .


Dika dan pekerja lainnya melewati Salma maupun Firman yang masih berdiri diluar pembangunan gedung hotel dan tak lupa sambil mereka memberi hormat pada keduanya karena mereka tahu kalau mereka berdua adalah big bos pemilik pembangunan hotel tersebut .


Firman menghampiri Salma yang masih terpaku disana ,


" Kamu yakin kalau dia benar-benar Aldi ?". Tanyanya Firman yang sudah berada disampingnya Salma .


" Yakin, mana mungkin tiba-tiba saja ada orang yang mirip dengan Aldi , kalau bukan Aldi sendiri , aku yakin dia Aldi ". Jawabnya .


" Tapi kemungkinan besar ia mengatakan yang sebenarnya kalau ia bukan Aldi , Riko sendiri yang bilang kalau ia telah melihat Aldi jatuh ke jurang dan kemungkinan kecil dia bisa selamat , jadi mungkin saja hanya kebetulan wajahnya itu mirip dengan Aldi ". Ujarnya .


" Kita akan tahu saat kita melakukan tes DNA padanya , darahnya Aldi sama denganku ,jika darahnya ia berbeda denganku baru aku bisa yakin kalau ia bukan Aldi melainkan Alvin yang ia katakan ". Ucapnya Salma .


" Tes DNA ". Ucapnya Firman .


" Iya hanya itu jalan satu-satunya agar aku tahu dia Aldi atau bukan ". Ucapnya Salma .


Waktu berjalan begitu cepat sehingga tiba saatnya Salma meminta Alvin menepati janjinya itu . Dika sebelumnya kaget kenapa Alvin temannya itu bisa berurusan dengan big bos namun setelah mereka menjelaskan semuanya baru ia mengerti .


Salma dan Firman membawa Alvin ke rumah sakit terlebih dahulu untuk melakukan tes DNA , sedangkan Dika pulang duluan .


" Sebenarnya kenapa sih ibu sama bapak ini harus melakukan ini pada saya , saya kan sudah memberikan bukti kalau saya benar-benar bukan orang yang kalian maksud ". Ucapnya Alvin yang terlihat tidak senang mereka berdua memaksa dirinya melakukan yang Alvin sendiri gak mau , jujur saja meski penampilan Alvin ini so jagoan tentu saja ia memiliki ketakutan akan yang namanya jarum suntik . Dari zaman ia masih duduk di bangku sekolah pun kalau ada kegiatan kesehatan disekolah seperti memberi rutinitas imunisasi dia selalu kabur entah baik itu pulang ke rumah maupun bersembunyi di toilet sekolah agar ia tidak disuntik .


" Sudah nurut saja kalau masih mau bekerja ditempat kini kamu bekerja , kamu tahu kan siapa bos nya disini ". Ancam nya Firman dengan raut wajah dinginnya .


" Iya kalau kamu menurut pada kami, kami akan memberikan bonus tambahan untuk kamu , kami melakukan ini juga gak cuma-cuma kali ada bayaran nya juga ". Ucapnya Salma seketika membuat mata duitan nya Alvin berbinar .

__ADS_1


" Yang bener kalian akan bayar aku , kalau aku mau melakukan tes ini ". Ucapnya Alvin memastikan .


" Iya bawel ah... ". Ucapnya Salma yang merasa kesal dengan sikapnya Aldi yang seperti ini, kekanak-kanakan sekali umpatnya Salma dalam hati .


Kini Alvin maupun Salma melakukan tes DNA , suster dirumah sakit terlebih dahulu mengambil sempel darah miliknya Salma .


Aldi yang tidur di brangkar rumah sakit tepatnya di samping nya Salma hanya melihat Salma di ambil darahnya . seketika ia membayangkan jarum suntik menusuk dirinya dan saat itu pula ia kabur membuat Salma yang baru saja diambil darahnya kaget .


" Loh... loh kamu mau kemana Aldi , Aldi ". Teriaknya Salma dan Firman yang kebetulan berdiri diluar ruangan melihat Aldi keluar dengan tergesa-gesa langsung melihat kearah Aldi dan hanya berdiri saja setelah itu Salma keluar dengan tergesa-gesa pula membuat Firman bertanya-tanya .


" Sudah selesai, kenapa dia lari seperti itu ?". Tanyanya Firman .


" Ck... dia kabur bodoh , cepat kejar dia ". Ucapnya Salma sambil memegang pergelangan tangannya yang baru saja diambil darahnya .


" Apa !!!...". Tanpa berpikir panjang Firman langsung mengejar Alvin kemanapun Alvin lari .


" Jangan lari Lo ". Teriaknya Firman membuat seluruh orang-orang yang ada dirumah sakit kebingungan melihat mereka mengejar pria itu .


" Duh... ngejar lagi, sumpah gua takut anjir...". Alvin yang ngos-ngosan karena capek lari seperti itu .


Firman berada dibelakangnya langsung menunjuk nya dan meneriaki Alvin .


" Woiii...!!!.". Teriaknya Firman membuat Alvin langsung lari membuat Firman mengejarnya lagi .


" Aduh kemana lagi gua ...". Ucapnya Alvin kelimpungan mencari tempat persembunyian dan didepannya hanya ada ruang bersalin tanpa pikir panjang ia pun masuk begitu saja membuat semua yang ada didalamnya kebingungan kenapa ada orang yang masuk kedalam ruangan itu seenaknya .


Dan tidak tahu ini takdir atau apa , Alvin justru kini masuk kedalam ruangan bersalin dan didalam sana terlihat sosok wanita cantik yang tengah berjuang untuk melahirkan anaknya , keringat dingin mulai membasahi wajah ayunya itu membuat Alvin yang melihatnya tersentuh untuk menghampiri wanita itu .


" Maaf pak anda ini siapa kenapa bisa masuk kedalam ruangan ini ?". Tanyanya dokter dan suster yang ada diruang itu .


" Ah... saya... sa... sa...saa...". Ucapnya Alvin bingung harus jawab apa , namun seketika wanita itu mengerjapkan matanya untuk melihat apa yang telah terjadi karena dari tadi ia hanya fokus untuk mengatur nafas yang diperintahkan oleh dokter karena baru pembukaan 6 jadi ia belum boleh mengenjan karena belum pembukaan lengkap .


Namun wanita itu seketika terkejut melihat sosok yang selama ini ia cari dan ia rindukan ada didepan matanya saat ini .


" Bapak silahkan keluar ini , bukan ruangan yang bisa sembarang bapak masuki ". Ucapnya Suster mengusir Alvin .


" Tapi...tapi sus... sa... sa...saya ". Ucapnya Alvin terbata-bata yang kebingungan harus apa kalau ia keluar kemungkinan besar orang yang mengejar masih ada diluar ruangan ini dan ia akan dipaksa melakukan tes DNA itu .


" Mas..mas...". Ucapnya Laila tersenyum sayu menatap kearah Alvin . ya wanita yang tengah ingin melahirkan itu adalah Laila .


Laila dibawa ke rumah sakit ini oleh Isti ibunya namun saat ini Isti tengah mengurus urusan pembayaran dibagian administrasi , Laila mengalami kontraksi hebat di bagian perutnya saat dirumah dan Isti buru-buru membawanya ke rumah sakit .


Alvin menengok kearah Laila dengan tatapan bingung , kenapa wanita itu memanggilnya dengan seperti itu .


" Ibu kenal orang ini ?". Tanya sang dokter .


" Iya dok, dia suami saya mas Aldi ". Ucapnya Laila dengan nada lemasnya menahan rasa sakit .


Alvin yang tadinya kebingungan sekarang paham kenapa wanita itu memanggilnya seperti itu, ia tahu wanita itu pasti mengira ia adalah Aldi karena wajah mereka mirip .


" Mas... sini ". Panggil nya Laila dengan lemas nya menahan rasa sakit .


" Jadi dia istrinya Aldi , cantik juga ". Pujinya dalam hati dengan menatapnya dengan senyuman .


" Mas...". Panggilnya Laila , karena Alvin masih saja berjarak dengan Laila .


" Pak istrinya panggil tuh, beri dia semangat ya , kasih dia support agar dia semangat melahirkan bayi kalian ". Ujar sang dokter .


Namun Alvin yang tidak mau berurusan dengan orang-orang yang ada diluar sana ia lebih memilih untuk menemani wanita ini , daripada harus melakukan yang mereka mau .


Melihat sang suami pasien diam saja dokter langsung membuyarkan lamunan nya itu .


" Pak... bapak baik-baik saja kan ?". Tanya sang dokter kandungan itu .


" Ah..iya...iya...dok ". Ucapnya Alvin yang sadar akan apa yang ia pikirkan saat ini .


Laila hanya tersenyum melihat suaminya lagi , namun Alvin hanya bingung harus apa saat ini , ini pengalaman pertama nya menemani orang melahirkan .


" Ya Allah kuatlah aku menghadapi coba ini ". Doanya dalam hati .


Alvin mendekat kearah yang Laila tunjukan .


Namun seketika itu juga kontraksi hebat mulai menyerang Laila lagi setelah beberapa jam yang lalu ia juga mengalaminya .


" Aw.. sakit... mas ". Laila mengeluh kesakitan pada Alvin .


" Iya..iya yang kuat ya mbak ". Ucapnya Alvin spontan membuat Laila yang mendengarnya menjadi kesal .


" Mbak... coba sekali lagi kamu manggil aku apa ?". Tanyanya Laila dengan raut wajah kesal campur kesakitan .


" .. iya mbak ". Alvin yang saat itu yang lagi pusingnya sampai tidak bisa berpikir harus apa , ia justru membuat orang yang beranggapan bahwa dirinya itu suaminya kini kesal padanya hanya karena ia salah berucap .


" Mas...!!!!.. dasar laki-laki jahat ...euh...". Kesalnya Laila menjewer telinga nya Alvin membuat Alvin terkejut serta merasa sakit dan Laila saat itu juga mulai ingin mengenjan .


" Aw... keterlaluan kamu mas, bisa-bisanya kamu manggil aku begitu, apa otakmu itu kehilangan ingatan setelah sekian lama kamu menghilang ". Kesalnya Laila yang sudah gak tahan ingin sekali rasanya mengeluarkan anaknya itu .


" Aw..aw...sakit tolong lepasin ". Teriaknya Alvin .


" Aww... hmmpphh... ". Laila yang menahan rasa sakit kini menjambak rambutnya Alvin dan lagi-lagi membuat Alvin kesakitan .

__ADS_1


" Aw... sakit mbak...sakit lepas ". Keluhnya Alvin .


Dokter kini mulai membantu lahirannya Laila dengan membantu Laila melepaskan pegangan tangannya pada Alvin terlebih dahulu .


" Ibu yang sabar ya jangan emosi dulu, ibu harus fokus melahirkan anak ibu ,jangan gini ya Bu ". Dokter yang melerai pertikaian diantara pasutri itu .


" Kasih suami ibu itu, kesakitan dia ". Sambungnya melihat kearah Alvin yang sudah acak-acakan rambutnya , kini terlihat wajah Alvin yang kusut Alvin hanya menatap lurus kearah sang dokter dengan wajah polosnya .


" Aw... hmmpphh sakit dok...". Keluh nya Laila yang kesakitan .


" Baik biar saya periksa dulu ya, apa ibu sudah boleh melahirkan sekarang atau tidak ". Ucapnya sang dokter yang kini mulai melihat apa pembukaan jalan lahir sudah sempurna atau belum .


Laila kini memegang erat tangannya Alvin ia sematkan jari-jarinya ke jari-jarinya Alvin membuat Alvin kini melihat kearahnya dengan wajah tanpa dosanya itu .


" Hmmpph...sakit mas ". Keluhnya lagi .


" Iya sabar ya , semangat ". Ucapnya Alvin kini mulai sadar bahwa ia gak boleh gegabah menghadapi wanita hendak melahirkan karena emosinya itu gampang berubah-ubah .


" Nah...Bu seperti nya sudah sempurna , baik kalau begitu siap-siap ya Bu kita mulai , ibu atur nafasnya ya perlahan-lahan ". Intruksi sang dokter .


Dan Laila mulai menuruti perintah sang dokter ,


" Ayo Bu ...". Ucap sang dokter .


Laila mulai mengenjan , Alvin melihat Laila yang seperti itu benar-benar kasihan rasanya tidak terasa air matanya jatuh juga , kalau seperti ini rasanya ia langsung mengingat ibunya yang ada dirumah ,


" Ibu ". Gumamnya ia membuat Laila melihat kearahnya .


" Mas.. ". Laila yang hanya tersenyum padanya .


" Semangat ... kamu pasti bisa ". Alvin yang terbawa suasana tanpa sadar ia mengecup keningnya Laila membuat Laila tersenyum kepadanya dan sesekali ia mengenjan lagi dan lagi .


" Ayo...Bu kepalanya sudah mulai kelihatan , ayo Bu ". Ucap sang dokter ahli kandungan itu yang bernama Karina .


" Aw...hmmmmpppp ".


" Ayo...Bu sekali lagi ".


Dengan sekali lagi mengenjan ,lahirlah seorang bayi mungil perempuan yang begitu cantik .


Oooek...ooek..oek..oek...


Terdengar tangisan sang bayi membuat Laila terharu bahagia mendengarnya akhirnya anaknya lahir kedunia juga . dan disisi lain juga Laila bahagia impiannya terwujud melahirkan ditemani suami, meski tadi ada insiden yang membuatnya kesal pada suaminya itu .


Sedangkan Alvin kini hanya tersenyum melihat bayi wanita itu, bayi itu begitu cantik setelah dibersihkan oleh suster .


" Pak ini anaknya cantik sekali persis seperti ibunya ". Ucap sang suster memberikan bayi itu ke dekapannya Alvin dan Alvin dengan senang hati menggendong bayi itu , dan kalau harus kalian tahu walaupun Alvin ini agak so orangnya , pecicilan , kekanak-kanakan namun ada kelebihan darinya yaitu ia pandai sekali menggendong bayi atau menjaga bayi . karena jujur saja ia sangat menyukai anak kecil apalagi bayi .


" Masyaallah cantiknya kamu...". Ucapnya Alvin menggendong bayi itu dalam dekapan nya sambil sesekali membelai-belai pipi bayi itu membuat sang bayi menggeliat .


Terlihat Laila kini masih lemas ditempat tidur rumah sakit ,dan yang lagi ditemani suster rumah sakit tengah membantunya bersih-bersih .


Alvin kini mulai mengadzani bayi itu, karena disuruh sang dokter ,meskipun ia bukan ayah dari anak itu namun ia dengan senang hati melakukannya , bagaimanapun sekarang bayi itu tidak tahu dimana ayahnya sekarang berada .


Isti yang sudah selesai dengan urusan di bagian administrasi kini mulai menyusul Laila berada , yang kini diantar oleh suster .


Setelah di adzani bayi itu kini Alvin serahkan pada Laila yang juga sudah beres dibersihkan oleh suster .


" Ini anakmu ". Ucapnya Alvin .


" Anakmu juga mas... ". Ucapnya Laila tersenyum sambil menerima bayi mungilnya itu .


Alvin hanya membalasnya dengan senyuman , Alvin kini harus pergi , ia gak boleh lama-lama disini bisa gawat kalau kedua orang itu menemukannya disini bisa-bisa masalahnya tambah panjang .


" Aku pergi ke toilet sebentar ya ". Pamitnya ia pada Laila .


" Oh iya mas , nanti balik lagi kan ". Ucapnya .


" Iya ". Alvin menjawab sekenanya .


Alvin kini keluar dari ruangan itu , sebelumnya ia melihat sekitar lingkungan setelah ia rasa cukup aman kini ia pergi meninggalkan ruangan itu . Alvin berjalan kearah barat sedangkan kini Isti berjalan dari arah timur membuat mereka tidak saling bertemu .


Alvin kini berjalan menuju pintu utama , terlihat ada kedua orang itu yang menunggunya disana , membuat Alvin menghentikan langkahnya .


" Duh... mereka ada disini lagi, jalan belakang saja kalau gitu ". Ucapnya Alvin .


Namun seketika itu juga Alvin yang tidak mengetahui ia berjalan kearah menuju seseorang yang melihat dirinya yang tak lain adalah Mira .


" Al..di ". Ucapnya Mira menutup mulutnya yang seakan-akan tidak menyangka kalau dirinya bisa bertemu anaknya lagi sampai-sampai tas yang dari tadi ia pegang jatuh kelantai .


Alvin berjalan kearah Mira ,namun Alvin tidak tahu kalau ia berjalan kearah orang yang beranggapan kalau dirinya anaknya .


.


.


.


.

__ADS_1


Penasaran kelanjutannya gimana ?..


Makannya terus baca novel author ini ya guys .. Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya 😉 dukungan dari kalian membuat Author semakin semangat untuk melanjutkan cerita ini .


__ADS_2