
Laila masih berusaha menghubungi suaminya itu,
" kamu itu kemana sih mas , astaga Ayla itu tengah sakit mas ". cemasnya Laila melihat Ayla yang dibox bayi tertidur pulas setelah disuntikan obat oleh dokter .
" semoga saja kamu baik-baik saja mas ". cemasnya dia .
ditempat lain , Alvin alias Aldi kw tengah berada diperjalanan menuju rumah , ia mengingat kembali apa yang dikatakan Bu Mira dan Aldi .
" Kamu harus ingat , jangan sentuh istri saya sedikitpun jika Laila mendekati mu kamu menjauh lah darinya , saya sejujurnya gak sudi kamu dekat-dekat dengan Laila kalau bukan karena rencana ini aku sudah meminta anak buahku untuk membunuhmu saja ". Ucapnya Aldi dengan entengnya mengatakan kalau dia akan menghabisi Alvin .
" Dan satu hal lagi, kasih tahu apa saja jika Anna menghubungi kamu, ingat aku sudah menaruh alat pelacak di tubuhmu, jadi kamu gak bisa lari dari masalah ini, kamu dan ibumu akan aman jika menuruti perintah dari kami ". ujarnya Mira .
" Arghh... kalau saja sejak awal aku tidak bertemu orang-orang ini, gak mungkin aku bisa kena masalah serumit ini ". Kesalnya Alvin .
mau tidak mau ia harus menuruti mereka ,
" Aku pulang ". Ucapnya Alvin .
Laila langsung menghampiri Alvin yang baru saja datang yang masih menggunakan helm di kepalanya .
" Darimana saja kamu mas ?kamu tahu gak sih Ayla itu lagi sakit dan kamu sudah sekali dihubungi ". Cercanya Laila membuat Alvin semakin pusing memikirkan nya .
" Aku capek La, nanti saja ya ngomelnya ". Keluhnya Alvin langsung menyandarkan tubuhnya di sofa yang ada diruang tamu .
" CK.. kamu itu sebenarnya peduli atau enggak sih sama anakmu ". Kini raut wajah Laila begitu terlihat amat kesal pada Alvin yang mengabaikan kekhawatiran nya .
" Iya maaf, tadi pas aku cari kerjaan ada kejadian yang membuat aku kesal , ya sudah mandi dulu rasanya tubuhku lengket karena keringatku ". Ucapnya Alvin menghindari Laila .
" Mas tunggu ,dulu kita belum selesai bicara loh kok main ditinggal saja sih aku ". Ucapnya Laila dengan raut wajahnya cemberut nya .
" Dia itu kenapa sih, semenjak menghilang sikapnya itu aneh , apalagi jika aku hendak menyentuhnya dia tuh kaya yang menghindari aku ". Gumamnya Laila .
__ADS_1
" Apa karena dia kembali lagi ke mode awal , dingin lagi padaku, arghh... kenapa sih ah ". Batinnya Laila menggerutu .
" Ku pikir kalau kita punya anak sikapnya itu akan berubah nyatanya sama saja , bikin aku ngerasa kalau cuma aku saja yang cinta disini ". Laila langsung pergi ke dapur untuk mengambil air minum karena tenggorokannya merasa haus sekalian nanti ia buatkan minuman untuk suaminya .
Setelah sesi mandi selesai, Alvin kini menyandarkan tubuhnya di sofa ruang keluarga , ia memijat pelipisnya .
" Kamu pasti capek ya seharian ini cari kerjaan, ini aku bikinin kopi hitam kesukaan kamu ". Ucapnya Laila meletakkan secangkir kopi hitam dimeja tamu didepan sofa itu .
" Ya begitulah ". Balas Alvin langsung meminum kopi buatan istrinya Aldi .
" Terus gimana dapat kerjaannya?". Tanya Laila .
" Engga , susah sekali sekarang untuk mencari kerjaan, aku sudah melamar kesana-kemari tapi tetap saja tidak ada yang mau menerima aku, namaku di perusahan-perusahaan besar diblacklist deh kayanya ". Ucapnya Alvin tersenyum kecut .
" Kamu yang sabar , kamu harus yakin masih banyak kerjaan yang gak harus bekerja di perusahaan besar, lebih baik jika kamu memulai bisnis kamu lagi dari awal gimana mas ". Ucapnya Laila memberi usul .
" Memulai bisnis itu gak gampang, belum modalnya itu pasti gak sedikit ". Ucapnya Alvin .
" Gak deh , aku gak mau repotin kamu, aku bisa kok cari kerjaan lain tanpa harus pakai uang kamu ". Tolaknya Alvin , Alvin sudah menekatkan diri untuk tidak terlibat lebih jauh apalagi ia tak mau dianggap memanfaatkan uang Laila hanya karena sekarang ia menjadi suami pura-pura nya dia .
" Kamu ngomong apa sih mas , apanya yang repotin , bukannya wajar saja jika istri membantu keuangan suaminya, aku disini sebagai istri kamu ". Ucapnya Laila memegang tangannya Alvin membuat Alvin terkejut .
" Hanya ingin membantu kamu, agar kamu gak usah payah lagi cari kerja, bukannya kamu sendiri yang bilang dulu padaku kamu ada pengalaman kerja sebagai tukang fotokopi bagaimana jika kamu buka usaha itu saja ". Ujarnya memberi usul .
" Fotokopi? ". Ucapnya Alvin mencoba memastikan apa yang ia dengar tak salah .
" Iya , kamu pernah cerita loh soal itu , masa kamu gak ingat mas aku saja masih ingat kok, dan soal uang modalnya kamu gak usah pikirkan aku ada kok sedikit tabung, dan aku kaya gini punya toko baju juga kan karena kamu mas , kamu dulu mengorbankan jam tangan mahal kamu untuk modal aku buka usaha kan, nah sekarang giliran aku yang kasih kamu uang begitu ". Ucapnya Laila tersenyum .
" Oh..gitu ". Ucapnya Alvin mengohriakan penjelasan dari Laila , Alvin mana tahu soal itu, dia kan bukan Aldi , dia hanya orang yang dijebak oleh Anna untuk berada ditengah-tengah keluarganya Aldi .
" Iya , gimana mau kan ? daripada kamu cape sana sini cari kerjaan yang gak jelas kapan dapatnya , mending kamu ambil usulan aku itu ". Ucapnya Laila tersenyum menyandarkan kepalanya di bahu suaminya .
__ADS_1
" Iya baiklah, aku terima saja ". Ucapnya Alvin .
" Sudah lama loh mas kita gak berduaan gini ". Rangkulnya Laila pada lengan Alvin membuat Alvin merasa risih, bukan apa-apa ia takut Aldi yang memasang pelacak ditubuhnya bisa mendengar interaksi dirinya dan istrinya , nyawanya bisa-bisa melayang kalau sampai tahu apa yang dilakukan istrinya padanya sekarang .
" Boleh gak sih jika aku minta dicium kamu ". Ucapannya Laila otomatis membuat Alvin terkejut .
" Ahh...maaf, La aku mau ke toilet mules ". Asalnya Alvin meninggalkan Laila begitu saja .
" Loh loh..mas... ih...kamu tuh ya..mas ". Umpatnya Laila ditinggal dikala lagi pengen dimanja suaminya .
Disini lain ,Aldi yang memasang pelacak ditubuhnya Alvin hanya bisa mendengarkan apa yang diperbincangkan mereka berdua , kedua tangannya mengepal kuat ia menahan emosi .
" CK ... lagian Laila itu bodoh atau gimana sih, masa dia gak bisa bedain aku yang asli dan enggak , kok aku kesal ya dengerin percakapan mereka itu ". Umpatnya Aldi .
" Tuan, tuan yang tenang, jangan tuan tersulut emosi , tuan harus ingat tujuan kita ". Ucapnya Dhan mencoba mengingatkan kembali tujuannya Aldi melakukan hal ini .
" Iya tapi Dhan kalau lama-lama seperti ini , bisa-bisa aku gila dah, melihat istriku manja-manja sama pria lain seperti itu ". Ucapnya Aldi dengan kesalnya .
" Sabar tuan ". Balasnya Dhan .
" Sabar-sabar , coba Lo kalau ada diposisi gua , apa Lo bisa sabar hah ". Ucapnya Aldi .
Dhan terlihat hanya bisa menghela nafas beratnya , bukan sekali dua kali dia berhadapan dengan sikap bosnya yang seperti ini , namun ia hanya bisa bersabar menghadapinya demi rasa balas budinya dia pada bosnya ini .
" Sayang , semua persiapan yang telah kita susun sudah siap , kita tinggal tunggu kapan kamu siap saja ". Ucapnya Mira ibunya Aldi yang datang keruangan khusus pengintaian atau bisa disebut pengawasan .
" Aku selalu siap ma ,tapi tunggu Aldi sembuh dulu baru Aldi akan siap untuk bangkit kembali seperti dulu ". Balasnya Aldi tersenyum .
" Iya sayang, mama cuma berharap agar kamu bisa cepat-cepat sembuh dan bisa berjalan normal kembali seperti dulu ya ". Ucapnya Mira tersenyum .
" Aamiin ma ". Balas Aldi tersenyum .
__ADS_1