Dendam Cinta

Dendam Cinta
Kenyataan Apalagi Ini


__ADS_3

Seorang pria mulai mendekati Laila ,ia menyentuh bagian wajah Laila dengan lembutnya , Sedangkan Aldi kini tengah pusing memikirkan gimana dia harus mencari istri nya itu .


" Oh iya ? ngapain gua pusing-pusing gini, mending gua minta Dhan saja yang melacaknya ". Ucapnya yang baru kepikiran .


Aldi mengeluarkan ponselnya dari saku celananya ,dan langsung menghubungi Dhan untuk melacak dimana keberadaan Istri nya .


Aldi kini pergi kearah kantor dimana ia janjian dengan Dhan disana .


Aldi setelah sampai disana langsung masuk begitu saja kedalam kantornya dengan pakaian rumahan nya membuat semua mata melihat kearah nya ,namun ia mengabaikan tatapan para karyawannya itu karena ada yang lebih penting daripada mengurusi mereka . Aldi berjalan tergesa-gesa kedalam ruangannya Dhan .


" Gimana Dhan ,sudah tahu dimana lokasinya ?". Tanya Aldi yang membuka pintu ruangan kerjanya Dhan membuat Dhan kaget .


" Belum tuan muda ? saya masih melacaknya , kalau saja dia membawa ponselnya atau benda apapun yang menjadi identitas nya ,mungkin dia akan cepat terdeteksi ". Ujarnya Dhan sambil melihat-lihat laptopnya .


" Saya gak mau tahu, hari ini juga saya harus temukan dia, saya yakin pasti terjadi sesuatu padanya , jika tidak mana mungkin dia tidak pulang hanya untuk pergi ke warung , itu aneh Dhan ". Ucapnya Aldi duduk merebahkan tubuhnya disofa yang berada di ruangannya Dhan .


" Tuan tenang saja , saya akan terus mencari keberadaan dia ". Ucapnya Dhan dengan yakinnya .


" Iya , carilah ,kalau sudah ketemu beri tahu saya , saya pergi dulu , saya gak mungkin diam saja ". Ucapnya Aldi yang terlihat khawatir .


Dhan yang melihat ekspresi wajah khawatir bosnya hanya terheran-heran , Karena biasanya Aldi gak pernah bersikap sekhawatir seperti ini pada siapapun kecuali neneknya ataupun ayahnya .


" Mungkin ini yang dinamakannya cinta bos ". Ucapnya Dhan tersenyum .


Aldi keluar dari ruangannya Dhan, ia berjalan dengan tergesa-gesa , namun seketika suara Dhan meneriaki namanya membuat Aldi menoleh kearahnya .


" Tuan tunggu !... hah...hah..". Ucap Dhan ngos-ngosan karena mengejar Aldi yang berjalan begitu tergesa-gesa .


" Apa ?". Ucap Aldi .


" Saya sudah menemukan nya , dia ada di kota sebelah , di hotel kenanga ". Ujarnya Dhan menjelaskan .


" Apa !!... ngapain dia disana ". Ucapnya Aldi keheranan .


" Lebih baik kita kesana saja tuan ,kita pastikan dia lagi apa disana ". Ujarnya Dhan .


" Kamu benar , ayo , pakai mobilmu ". Ucapnya Aldi berjalan kearah parkiran bawah tanah .


" Siap tuan ". Balas Dhan mengikuti Aldi dari belakang .


Aldi dan Dhan masuk kedalam mobil ,untuk pergi menuju Laila berada .


Sedangkan kini di hotel, Laila mulai sadar dari pingsannya, membuat pria itu menjauh dari Laila . Laila mengerjapkan matanya memulihkan penglihatannya , Laila melihat kearah sekitar tempat kini ia berada .


" Ahh... ". Keluhnya karena ia masih terasa pusing di kepalanya .


" Dimana aku ? ". Ucapnya sambil memegang kening kepala nya karena masih terasa pusing .


" Kamu ada ditempat saya ,Laila ". Ucap seorang pria yang hanya memakai handuk .

__ADS_1


" Kamu ". Ucap Laila kaget melihat pria itu .


" Iya ,ini aku ". Ucap pria itu tersenyum menyeringai .


" Apa maksudnya ini Rico ". Ucap Laila pada pria yang ia kenal .


Laila berusaha bangun dari tempat tidur nya , namun Rico malah mendorongnya membuat Laila terjatuh diranjang empuk itu .


" Laila... Laila... kamu ini benar-benar bukan seperti Laila yang aku kenal ya digame ". Ucapnya Rico tersenyum menyeringai sambil mendekatkan wajahnya ke arah Laila membuat Laila tidak nyaman .


" Game...". Ucap Laila melotot kearah Rico .


" Iya game ". Balas Rico .


" Siapa kamu sebenernya ". Ucap Laila tiba-tiba karena ia merasakan hawa yang gak enak saat melihat senyuman menyeringai dari Rico .


" Kamu... tahu, kamu pasti tahu siapa aku ? gak mungkin kan kamu begitu saja melupakan aku , Bee ". Ucapnya Rico tersenyum menyeringai .


Laila melototkan matanya kearah Rico karena kaget mendengar kata Bee dari Rico .


" Boo ". Ucap Laila sambil menelan ludahnya .


" Masih ingat aku rupanya , bagus... ". Ucapnya Rico tersenyum-senyum .


" Jadi kamu adalah Boo , orang yang paling brengsek digame ". Ucap Laila dengan raut wajah kesalnya .


" Siapa yang kamu bilang br*ngs*k hah...!!!". Ucap Rico dengan nada marahnya langsung mencengkram dagunya Laila membuat Laila terkejut .


" Ck... siapa yang br*ngs*k disini hah... aku atau dia hah...". Bentaknya .


" Apa maksudnya kamu dia ". Tanya Laila .


" Dia perebutan pacar orang , siapa lagi kalau bukan b*Jing*n k*par*t itu ...!!!". Bentak Rico sambil melepaskan cengkeramannya .


" Jangan pernah kamu bilang seperti itu tentangnya ". Bentak Laila kali ini sambil menunjukkan jarinya kearah Rico membuat Rico tersenyum sinis .


" Memang itu kan kenyataan nya hah... dia memang br*ngs*k , dan kamu sama br*ngs*k nya dengan dia , kamu hianati aku dengannya ". Bentaknya Rico dengan wajah penuh amarah .


" Sejujurnya , aku senang saat tahu kamu tidak menikah dengannya dan memilih calon suamimu itu, dan aku senang dengan keputusan kamu itu tapi sekarang berbeda ". Ujarnya .


" Apa nya yang beda hah... lagipula dengan siapa aku menikah itu bukan urusan kamu Rico ". Ucapnya Laila dengan nada kesalnya .


" Oh ya jelas berbeda Laila , karena aku benci saat lihat kamu bersamanya , kamu tahu itu mengingatkan kejadian dimasalalu , dan itu sungguh membuatku muak melihatnya ". Ucapnya Rico sambil mendekati Laila , Laila yang didekati Rico hanya berjalan mundur .


" Mau kamu hah... ". Ucap Laila yang terlihat panik .


" Yang terjadi dimasalalu biarkanlah terjadi Rico, lagipula sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi diantara kita kecuali hubungan atas pertemanan itu saja gak lebih ". Ucapnya Laila .


" Tapi aku gak sudi lihat kalian bahagia , aku akan hidup senang jika kamu pisah dengan nya ,dan mungkin cara ini yang tepat ". Ucapnya Rico tersenyum menyeringai membuat Laila takut melihat senyuman menyeringai Rico .

__ADS_1


Rico mendekati Laila terus sampai Laila terpojok kedinding kamar hotel .


" Kamu jangan berbuat hal macam-macam Rico ". Ucap Laila .


" Gak macam-macam kok, tapi hanya satu macam saja Laila ". Ucap Rico dengan matanya yang sudah penuh nafsu membuat Laila yang melihatnya langsung bergidik tubuhnya karena ketakutan .


" Jangan Rico ". Ucap Laila ketakutan .


" Ayolah , kita lakukan saja, lagipula aku tahu kok kamu dengan nya belum melakukannya bukan, karena dia masih punya dendam untukmu ". Ucapnya Rico .


Laila kaget mendengar ucapan Rico ,


" Bagaimana dia bisa tahu ". Batin Laila sambil melihat kearah Rico .


" Jangan gila kamu ,Rico ". Bentak Laila sambil melempar lampu tidur yang berada disampingnya namun dengan elakannya ia bisa menghindari lemparan dari Laila .


" Kamu yang membuatku gila ,Laila ". Bentak Rico mencengkram tangan Laila membuat Laila sedikit kesakitan di bagian tangannya karena Rico mencengkram nya dengan kuat .


" Kenapa sih ? kenapa kamu balik lagi padanya hah... kamu tahu kan dia itu tidak pernah mencintaimu Laila , hanya aku yang mencintaimu disini dengan tulus , seharusnya kamu balikkan sama aku... AKU ". Ucapnya menekankan kata AKU .


" Aku balikan dengannya itu terserah aku ,itu pilihanku Rico, kamu gak berhak ikut campur urusan aku ". Ucapnya Laila yang menahan rasa sakit dipergelangan tangannya .


" Kamu ". Ucapnya Rico mencengkram dagu Laila kali ini .


Laila dengan sekuat tenaga nya mendorong Rico sampai terjatuh kelantai ,Laila berusaha kabur namun kunci kamar itu terkunci .


" J*l*Ng Be*ngs*k , mau kemana kau ". Ucap Rico menarik rambut Laila yang panjang itu membuat Laila kesakitan .


" Aww... ". Keluh Laila .


" Tolong , tolong ". Teriak Laila namun Rico langsung membekap mulutnya membuat Laila memberontak .


" Hmmm...hmmm.... to...Lo...nng...". Ucap Laila berusaha berteriak .


" Diam, tidak akan ada yang bisa menolong kamu Laila ". Ucap Rico tersenyum menyeringai membuat Laila ketakutan .


Rico mengikat tangan Laila pada ranjangnya serta membekap mulutnya dengan kain .


Terlihat Laila memberontak saat melihat Rico mulai mendekatinya .


" Ya tuhan tolong aku, mas... kamu dimana ?". Batin Laila menitikkan air matanya .


Rico mulai melakukan aksinya ,ia meraba bagian kaki panjangnya nan mulus milik Laila ,


" Mas...". Batin Laila benar-benar hancur karena kejadian dimasalalu terulang kembali .


Hidupnya pernah hancur oleh pria yang tidak tahu diri yang berani-beraninya menyentuh dirinya sedangkan saat itu , dirinya masih dibawah umur .


Laila memberontak.. ia berusaha menendang Rico menggunakan kakinya yang tidak diikat oleh Rico ,namun dengan liciknya Rico , ia malah mempermainkan Laila kini dirinya menyentuh bagian wajah Laila dan membelainya membuat Laila merasa jijik disentuh oleh pria B*jing*n seperti Rico .

__ADS_1


. . . . . . .


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊


__ADS_2