
Terlihat di ruang bersalin Laila kini tengah memberi bayinya itu asi , ya walaupun ini pengalaman pertama baginya menjadi seorang ibu, namun ia telaten sekali dalam hal mengurus bayi .
" Minum yang banyak ya sayang, supaya sehat ". Ucapnya Laila dengan nada lemah lembut nya dan sesekali itu juga ia meraba-raba pipi bayi mungil itu .
" Papa mana ya sayang ? ke toilet kok lama ya ". Tanyanya ia pada bayinya itu .
Tak lama kemudian setelah kepergian suaminya ibunya kini datang menghampiri mereka .
" Ya Allah sudah lahir , cucu nenek ". Isti yang terlihat bahagia sekali saat memasuki ruangan inap itu ya kini Laila sudah dipindahkan ke ruangan inap .
" Ibu ". Ucapnya Laila tersenyum melihat kedatangan ibunya itu .
" Masyaallah cantiknya cucuku ini ". Ucapnya Isti yang terlihat gemas sekali ingin menggendong cucu pertamanya itu .
" Oh ya bu, ketemu mas Aldi gak tadi diluar ?". Tanyanya Laila seketika membuat Isti menatap nya dengan bingung .
" Aldi ". Ucapnya .
" Iya bu mas Aldi suami aku tadi ada disini nemenin aku lahiran , tapi tadi dia bilang mau ke toilet tapi sampai saat ini ia gak datang-datang ". Ucapnya Laila tersenyum sambil menyusui anaknya .
" Ya Allah kenapa anakku jadi kaya gini , apa sebegitunya ia rindu pada suaminya , ia sampai menghayal kalau suaminya ada disini , jelas-jelas Aldi belum ditemukan jadi mana mungkin Aldi bisa ada disini apalagi menemani Laila lahiran ". Batinnya Isti yang merasa kasihan akan kesehatan mental anaknya itu .
" Ibu gak bertemu dengannya , ah..mungkin saat ia keluar tadi gak berpapasan dengan ibu ". Ucapnya Isti yang hanya bisa menjawab seadanya .
" Oh gitu , ya sudah gapapa mungkin mas Aldi mules kali jadinya lama ditoilet ". Ucapnya Laila sambil membenarkan bajunya karena sudah selesai ia menyusui anaknya itu .
" Sudah selesai sini biar ibu bantu ia kembali tidur ditempatnya ". Ucapnya Isti yang membantu putrinya itu .
" Dia benar-benar cantik sama seperti mu dulu saat bayi La ". Ucapnya Isti yang kini hendak meletakan cucunya itu di box bayi yang berada tepat di sampingnya tempat tidur Laila .
" Iyakah , jujur Bu aku sekarang merasa bahagia sekali anakku lahir ditambah mas Aldi kini sudah kembali ketengah-tengah kita , keluarga kecilku benar-benar lengkap sekarang ". Ujarnya Laila tersenyum .
Isti yang mendengar Laila berbicara seperti itu hanya bisa pasrah akan apa yang Laila rasakan .
Dan disisi lain tempat kini Alvin berjalan kearah Mira yang menatapnya seperti orang melihat malaikat .
" Dia kenapa ?". Batinnya bertanya saat ia melihat kearahnya dengan tatapan mata berbinar .
" Ah... bodoamat lah bukan urusan gua ini ". Batinnya , lalu kini ia hendak melewati Mira namun seketika lengannya seperti ada yang memegangnya ia pun berbalik badan melihat apa yang terjadi .
" Aldi ...ini kamu nak, kamu Aldi kan ? ". Tanyanya Mira sambil melihat seluruh tubuh Alvin dari bawah sampai atas ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini .
" Maaf ibu siapa ? ". Tanyanya Alvin kebingungan namun ia sudah menduga kalau wanita ini pasti salah satu orang yang kenal ia sebagai Aldi .
" Ini mama nak ,ini mama , kamu kemana saja ?". Mira langsung memeluk Alvin membuat Alvin terkejut dengan apa yang wanita ini lakukan padanya .
" Sudah kuduga ,wanita ini pasti salah satu kerabatnya Aldi , benar kan ... ternyata wanita ini ibunya si Aldi ". Batinnya menggerutu .
" Kamu kemana saja sih nak ? mama sudah cari kamu kemana-mana tapi tidak juga ketemu , namun Tuhan baik sekali mempertemukan kita kembali ". Ucapnya Mira memeluk Alvin dengan begitu eratnya karena rasa rindu yang sudah tak tertahankan .
Lalu Mira pun melepaskan pelukannya itu, sambil menyeka air matanya ,karena ia benar-benar terharu akan apa yang terjadi saat ini padanya .
" Ah... maaf sebelumnya Bu , aku...buk ..". Belum sempat Aldi menjelaskan semuanya ada seseorang dari belakang ia langsung memeluknya yang tak lain adalah keponakannya Aldi yaitu Zidan yang sudah tumbuh agak besar , Zidan hanya bisa memeluk tubuh bagian bawahnya Alvin .
" Om Al ...". seorang anak laki-laki bertubuh agak gemuk sekarang namun meskipun ia gemuk ia terlihat menggemaskan .
__ADS_1
" Hah... siapa lagi ini ya Allah ?". Batinnya bertanya-tanya .
" Ini benar-benar kamu Al, kamu ". Ucapnya Wulan yang baru saja menghampiri mereka alangkah terkejutnya saat ia melihat kearah samping pintu belakang rumah sakit ia justru melihat orang yang selama ini ia rindukan .
Dan benar saja penglihatannya itu gak salah, adiknya yang selama ini ia cari akhirnya ketemu juga .
Mira hanya tersenyum akan kedatangan keponakannya itu .
" Iya Lan, tante juga hampir gak percaya kalau Tante bisa bertemu kembali dengan anak Tante ini , ternyata ia masih hidup ". Ucapnya Mira melihat kearah Aldi .
" Om..Al...kok om diam saja sih ?". tanyanya bocah itu .
" Kamu kemana saja selama ini Al ? kenapa baru muncul sekarang sih, kami sudah cari kamu kemana-mana tahu , namun tak juga kunjung ketemu eh ... tahu-tahu malah kamu sendiri yang mendatangi kami ". Ujarnya Wulan yang terlihat bahagia atas kembalinya adik kesayangannya itu , meskipun Aldi selalu bikin kesal dirinya namun saat tahu bahwa Aldi mengalami kecelakaan dan hilang ,ia begitu sedih rasanya .
" Ah... itu, aa...anu itu ...". Gugupnya ia .
" Sudah-sudah , mending kita lihat anak kamu yuk nak ". Ajaknya Mira .
" Oh iya kamu disini ngapain , kok bisa kebetulan gini , apa kamu tahu istri kamu sudah melahirkan ?". Tanyanya Wulan membuat Alvin bingung harus jawab apa .
" Aku disini karena ...". Ucapnya Alvin seketika terpotong kembali saat Wulan mengakhiri obrolannya .
" Sudah-sudah nanti saja kamu jelaskannya , aku sudah gak sabar banget ingin lihat keponakan ku ...uuhh... pasti lucu gemes...gitu ". Ucapnya Wulan yang merasa gemes kalau mengingat-ingat soal bayi .
Ditempat lain Salma benar-benar dibuat jengkel oleh pria yang mirip sekali dengan Aldi ,entah mengapa justru kini ia merasa semakin yakin kalau pria itu Aldi , karena ia menduga bahwasanya gak mungkin pria itu nekat kabur kalau bukan takut ketahuan kalau dirinya benar-benar Aldi .
" Awas saja kamu Al , aku akan dapatkan kamu apapun caranya ". Ucapnya Salma yang mulai kelihatan hendak menjalankan aksi liciknya itu .
Saat memasuki ruangan itu Isti benar-benar dibuat terkejut akan apa yang ia lihat saat ini, berarti dugaannya salah mengira kalau anaknya itu hanya berhayal , Aldi benar-benar kembali buktinya sekarang ia ada didepan mata kepalanya sendiri .
Kini keluarga itu benar-benar merasa senang akan apa yang telah Tuhan berikan , mereka dipersatukan kembali dengan keluarganya yang telah hilang ini .
" Nenek ". Ucapnya Alvin .
" Iya nenek Mila Al, nenek kita , nenek yang selama ini telah merawat kamu dan aku ". Ujarnya .
Jujur Alvin kini hanya bingung harus menjelaskan dengan acara apa untuk menjelaskan ketidak salah pahaman yang terjadi saat ini .
" Ah ...iya ". Ucapnya Aldi garuk-garuk kepalanya yang benar-benar kebingungan .
" Aku harus cepat-cepat menjelaskan semuanya pada mereka semua kalau aku memang bukan Aldi ". Batinnya .
Isti yang merasa tidak ada yang beres dengan orang yang kini ada dihadapannya , ia merasa sedikit ragu kalau ia menantunya .
" Oh ya Al, jujur pada ibu kamu itu kenapa , kok kaya gak tahu kamu gitu ?". tanyanya .
" Ah.. maksud ibu kamu seperti tidak mengenali kami semua gitu, kamu seperti orang linglung gitu ". Ucapnya Isti .
Laila maupun semua yang ada disana kini baru sadar akan apa yang Isti katakan ada benarnya juga , mereka bertemu dengan Aldi ini seperti bukan Aldi .
" Gini semua , sejujurnya saya mau bilang kalau saya ini sejujurnya ...". Ucapannya kini lagi-lagi terpotong karena orang yang baru saja masuk kedalam ruangan itu yang tak lain adalah Dhan , sekertaris pribadinya Aldi dulu sekaligus sahabat terbaiknya .
" Aldi ". Ucapnya Dhan yang tidak menyangka kalau ia bisa bertemu lagi dengan temannya , Karena sebelumnya ia mendapatkan kabar kalau sahabatnya ini hilang karena kecelakaan yang menimpanya .
Dhan yang selama ini pergi bekerja ke luar negeri karena pekerjaan barunya disana , yang mendapatkan berita kalau sahabatnya itu hilang rasanya seakan tidak percaya dengan mudahnya kini sahabat ada didepan matanya .
__ADS_1
Dhan langsung memeluk sahabatnya itu, membuat Alvin merasa ngeri dipeluk sesama jenis .
" Lepas...lepas ... ". Kesalnya Alvin .
" Eh...sorry...hehehe... refleks gua , ya gua kaget lah tiba-tiba Lo ada disini , bukannya lo hilang ya ". Ucapnya Dhan .
" Alhamdulillah Dhan, Aldi sudah kembali baru saja tadi tante bertemu dengannya ,diluar rumah sakit saat tante hendak menjenguk Laila ". Timpalnya Mira .
" Syukurlah kalau Aldi sudah kembali, oh ya Al kok Lo bisa sih kecelakaan gitu, apa ini disengaja atau gimana ,coba Lo kasih tahu gua biar gua selidiki ,karena kata tante Mira kemarin saat kasih tahu gua kecelakaan Lo itu ada yang janggal ". Tanyanya Dhan membuat Alvin semakin pusing harus menjawab apa , boro-boro mau kasih tahu soal kejadian kecelakaan , orang dia sendiri bukan Aldi kok .
Kini seluruh mata yang ada di ruang itu melihat kearahnya kecuali si Zidan yang asik dengan ponsel ibunya .
" Ah ...itu ..". Ucapnya Alvin ,namun tiba-tiba suara tangisan bayi terdengar membuat semua orang melihat kearahnya .
" Aduh...cup...cup..cup.. sayang , kenapa haus ya ... ". Ucapnya Mira yang kali ini menggendong cucu pertamanya itu .
" Uhh.. cantik nya Oma kenapa nangis sayang , berisik ya disini ...maaf ya sayang ". Mira yang berusaha menenangkan cucunya itu namun tangisan bayi itu tak kunjung juga mereda .
" Sini coba mah.. biar Laila susu in ,mungkin dia masih haus karena tadi ia nyusunya dikit ". Ucapnya Laila tersenyum .
" Sama mama yang sayang ...". Dengan pelan-pelan Mira kasih cucunya itu ke ibunya si bayi .
Namun si bayi masih saja rewel , membuat semuanya kelimpungan sudah dikasih sama Isti maupun Wulan bayi itu tetap nangis .
Alvin yang melihatnya kasihan akan bayi itu yang nangis terus menerus mencoba mendekati mereka .
" Sini biar aku yang gendong ,siapa tahu dia gak nangis lagi ". Alvin yang menawarkan diri untuk menggendong bayi mungil itu .
Bayi yang kini berada ditangannya Wulan, sudah berpindah tangan ke tangannya Alvin .
Setelah menggendong bayi itu seperti keajaiban bayi itu langsung anteng gak rewel lagi , membuat semuanya yang ada disana takjub .
" Wah hebat kamu Al ,bisa buat anakmu langsung gak rewel lagi ". Puji Wulan .
Aldi hanya membalasnya dengan senyuman , sambil terus menerus mengajak si bayi ngobrol .
" Berarti dari si bayi maunya digendong papa nya ya ". Ucapnya Mira tersenyum .
" Hebat juga Al, walaupun kelakuanmu minim , eh... bisa juga bikin bayi gak rewel lagi ". Ucapnya Isti menyindir membuat Mira maupun semuanya hanya bisa tersenyum karena memang maklum lah Isti ini terkadang suka jengkel dengan menantunya ,yang selalu bikin Isti jengkel .
" Ini kenapa dah ibu-ibu ini kayanya Aldi ini selalu buat masalah dah dengan ibunya si cewek ini ". Batinnya menggerutu .
Laila hanya tersenyum melihat kearah suaminya yang menggendong anaknya ,
" Kamu jangan rewel ya , sayang ". Ucapnya Alvin mengecup kening si bayi .
Entah mengapa ada perasaan kasihan pada ibu si bayi , membuat Alvin bingung ia harus jujur atau tidak . Melihat senyuman semua orang yang ada disekitarnya yang terlihat bahagia akan kehadiran sosok dirinya sebagai Aldi membuatnya ragu untuk bilang kalau dirinya bukan Aldi melainkan Alvin .
Ya dia bukan Aldi Prastama melainkan Alvin Herdiansyah .
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa Like,Vote dan Komentarnya ya guys dukungan dari kalian membuat author semakin semangat untuk menulis melanjutkan cerita ini 👍😉😊