Dendam Cinta

Dendam Cinta
Rencana Menyewa Ruko 2


__ADS_3

Laila dan Aldi kini tengah melihat-lihat isi ruko itu, terdapat lantai dua juga diatas , dan kamar mandi kecil dibelakang ruko .


" Bagus ay, lumayan lah buat usaha kamu bikin toko baju tuh, dan harga sewanya juga gak terlalu mahal ". Ujarnya Aldi melihat-lihat isi ruko itu .


" Iya mas, apa kita ambil saja ruko ini ". Jawab Laila sambil minta pendapat suaminya itu .


" Ya kalau kamu emang cocok sama tempat ini ya ambil saja ay , menurut ku tempat ini memang cocok kok buat kamu , sudah mah strategis tempatnya biaya sewanya juga lumayan lah ". Pendapatnya Aldi .


" Ya baiklah , kita ambil saja yang ini ya ". Ucapnya Laila tersenyum .


" Iya sayang ". Balasnya Aldi tersenyum sambil merangkul pundak istrinya itu .


Transaksi sewa menyewa ruko kini sudah selesai , dan pembayaran uang sewa juga sudah ia lunasi sampai bulan depan .


" Kalau begitu saya permisi ya , ini kuncinya , dan semoga usaha kalian berjalan dengan lancar ya ". Ucap pemilik ruko mengulurkan tangannya tanda jabat tangan kontrak .


" Iya pak , aminn ". Balasnya Laila begitupun dengan Aldi .


Lalu pemilik ruko itu pun pergi meninggalkan mereka berdua , dan kini Aldi dan Laila tinggal memikirkan soal peralatan yang akan mereka beli untuk usaha mereka itu dari mulai gantungan baju rak nya juga .


" Ya sudah yuk kita ke toko nenek ,untuk order peralatan yang kita perlukan di ruko baru kita ". Ajaknya pada istrinya itu .


" Yuk ". Ucapnya Laila sambil mengunci pintu rukonya itu .


Salma/ Anna selalu saya mengawasi mereka berdua terutama Aldi,


" Ck... Aldi kamu benar-benar ...membuat ku kesal ... kenapa sih begitu hangat padanya sedangkan padaku kamu begitu dingin ". Umpatnya dalam mobilnya .


" Tapi kamu harus ingat bahwa aku gak akan pernah menyerah untuk mendapatkan apa yang aku inginkan ... termasuk memiliki kamu


". Ucapnya sambil memincingkan matanya .


" Ingatlah Aldi , baik dulu maupun sekarang kamu akan ku buat tetap mencintaiku bukan dia ". Sambungnya Anna sambil memutar setir mobilnya untuk pergi dari sana .


Sedangkan kini Firman terlihat tersenyum menyeringai karena ia tengah memikirkan rencana liciknya itu . Keesokan paginya Laila terlihat senang sekali akan impiannya itu sedikit demi sedikit mulai tercapai .


" Aku harap usahaku ini akan lancar ya tuhan ". Ucapnya Laila sambil berdoa .


" Aminn ...". Timpalnya Aldi memeluk istrinya itu dari belakang membuat Laila tersenyum .


" Mas.. ". Ucapnya Laila tersenyum .

__ADS_1


" Iya sayang, apa ?". Tanyanya Aldi yang masih memeluknya dari belakang .


" Aku senang sekali hari ini ..kamu tahu karena apa ?". Ucapnya Laila .


" Pasti karena bentar lagi istri aku ini akan buka toko baju impiannya kan ". tebaknya Aldi .


" Iya itu salah satunya mas , tapi yang bikin aku senang kali ini karena bayi dalam perutku mas ". Ucapnya Laila tersenyum sambil mengelus perutnya yang sudah mulai kelihatan membesar .


" Oh ya , kenapa ? bayi kita ?". Tanyanya Aldi heran .


" Kamu tahu mas , dia merespon omonganku loh tadi pas aku bangun tidur , dengan cara menendang perut aku , itu artinya dia tumbuh dengan baik didalam sini ". Ucapnya Laila tersenyum sambil membalikkan tubuhnya menghadap Aldi .


Terlihat pancaran wajah ceria dari suaminya itu ,


" Oh iyakah ... coba aku mau lihat apa dia merespon ucapan ayahnya ". Ucapnya Aldi mengelus perutnya Laila sambil menundukan dirinya dan menempelkan telinganya di perut istrinya itu .


" Hai juniorku ini ayah sayang ". Ucapnya Aldi mengelus-elus perut istrinya itu .


Laila yang melihatnya dari atas , dengan apa yang dilakukan suaminya itu hanya tersenyum sambil mengelus rambut kepala suaminya .


" Junior ". Ucapnya Aldi yang kali ini mengecup perut istrinya yang terhalang kain baju yang dipakai Laila .


Dan dengan seketika Aldi bisa merasakan gerakan janin yang dikandung istrinya itu meski tidak terlalu aktif gerakannya namun meski begitu Aldi tetap senang .


" Itu tandanya ia senang kamu mengajaknya bicara mas ". Ucapnya Laila tersenyum .


" Aku gak sabar ingin segera menggendong nya dalam dekapan ku ay ". Ucapnya Aldi .


" Apalagi aku mas , aku benar-benar gak sabar akan lahirnya ia ke dunia ini ". Timpalnya Laila .


" Ya sudah kalau gitu aku pergi dulu ya ". Ucapnya Aldi sambil bangun dari berjongkok nya .


" Loh... memangnya kamu mau kemana mas ? ". Tanyanya Laila .


" Oh iya aku lupa kasih tahu kamu, semalam mama telpon aku dan ia menyuruhku untuk pergi menemuinya pagi ini ". Ujarnya Aldi kasih tahu istrinya itu .


" Oh gitu ya , ya sudah kalau gitu hati-hati ya .. eh kamu menemui mama naik apa ". Tanyanya .


" Aku sudah pesan taksi online barusan ". Ucapnya Aldi .


Tak lama kemudian mobil taksi online pun datang dan membunyikan klakson mobil nya itu .

__ADS_1


" Nah... itu dia datang mobilnya , ya sudah aku berangkat dulu ya sayang , hati-hati kamu dirumah jangan kecapean juga kamu kasihan bayi kita ". Ujarnya Aldi sambil mengecup bibir istrinya dan juga keningnya lalu pergi keluar rumah .


" Iya mas , kamu juga hati-hati ". Ucapnya Laila sedikit berteriak karena suaminya terlihat hendak masuk kedalam mobil .


Setelah kepergian suaminya Laila pun mulai mengerjakan pekerjaan rumah tangga nya itu mulai dari bersih-bersih rumah sampai memasak .


Terlihat sorot mata tajam seseorang yang mengawasi Laila dari kejauhan , Laila kini tengah menjemur pakaian di perkarangan rumahnya . Terlihat pancaran wajah ceria dari wajah cantiknya Laila dan itu membuat seseorang yang mengawasi nya kesal .


" Ck ... akan ku pastikan senyuman manis di wajahmu akan tergantikan oleh derai air mata Laila ...". Ucap seseorang itu yang tak lain adalah Anna/Salma .


Diperjalanan Aldi saat didalam mobil awalnya tenang-tenang saja namun sesaat kemudian ada mobil yang tiba-tiba saja dengan sengaja menyerempet taksi itu membuat Aldi panik begitupun dengan supir taksi itu .


" Apa-apaan ini siapa mereka ". Ucap Aldi yang kebingungan sekaligus panik .


" Saya juga gak tahu pak , tapi sepertinya mereka sengaja ingin mencelakai kita ". Ucap Supir taksi yang sama bingung nya .


" Kita berhenti saja pak , daripada kita celaka ". Perintah Aldi .


" Baik pak ". Ucap Supir taksi yang menuruti perintah Aldi .


Kini mobil taksi itupun berhenti di tepi jalanan yang cukup sepi karena jalanan itu menuju puncak pegunungan , ya tujuan Aldi memang kearah pegunungan yang ada di kota A , karena disana ada perkebunan kelapa sawit milik salah satu ibunya dan tepat sekali Mira menyuruh Aldi menemui dirinya di perkebunan itu .


Aldi dan supir taksi langsung keluar dari mobil itu dengan ekspresi wajah kesalnya , dan mobil yang menyerempet taksi itu pun berhenti tepat di depan mobil taksi yang ditumpangi Aldi


" Apa mau bapak .. apa maksud tujuan bapak melakukan hal itu pada kami ?". Tanya supir taksi dengan ekspresi wajah kesalnya .


" Urusan gua bukan sama lo melainkan sama penumpang taksi lo ". Ucap orang berbadan kekar yang menjadi pengemudi mobil itu dengan nada kasarnya .


" Mau apa Lo ". Tanyanya Aldi dengan ekspresi wajah dinginnya .


" Mau gua hanya ingin melihat lo mati ". Ucap orang berbadan kekar itu .


" Kurang ajar ". Ucapnya Aldi yang langsung menghajar orang berbadan kekar itu tanpa basa basi namun tinjuan tangan Aldi di tahan oleh tangan pria berbadan kekar itu .


" Gua harap kali ini rencana gua akan berhasil ...". Ucap pria yang mengawasi pertarungan antara Aldi dan pria yang berbadan kekar itu .


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍


__ADS_2