
Laila dan para penanggung jawab kegiatan promosi produk baru lainnya tengah sibuk mempersiapkan ini itu untuk promosi mereka , dan Aldi hanya melihatnya dibalik layarnya , ya Aldi duduk-duduk santai di meja kerjanya sambil melihat-lihat pegawai bekerja di laptopnya yang sudah ia hubungkan dengan CCTV yang ada diruangan kegiatan iklan produk .
" Laila bagaimana ini ? artis untuk model iklan kita ini sedang sakit jadi ia gak bisa datang , coba kamu cari seseorang yang pantas untuk menjadi model iklan kita ini ". Ujar sang ketua penyelenggara acara promosi itu .
" Tapi harus cari dimana pak mana mungkin bisa sesingkat ini kita bisa mendapatkan nya ". Ucapnya Laila kebingungan .
" Ya pokoknya kamu cari saja , saya tunggu sampai jam 1 , kalau kamu belum dapat juga ,kamu yang jadi modelnya ? ya karena saya lihat-lihat kamu cukup cantik juga bisalah jadi model iklan ini ". Ucapnya sang ketua sambil melirik-lirik kearah Laila membuat Laila merinding ditatap seperti itu .
" Ya baiklah saya cari ". Ucapnya Laila pergi keluar ruang melihat-lihat karyawan yang ada disana kira-kira siapa yang cocok menjadi model iklan produk barunya .
Aldi yang melihat Laila disuruh jadi model sedikit tidak suka dengan tindakan karyawannya itu .
" Ck... bisa ya seenaknya dia begitu padanya ". Kesalnya Aldi .
Aldi pun langsung bertindak setelah beberapa jam Laila tak kunjung juga, mendapatkan modelnya itu dan dia juga yang harus menjadi modelnya , Laila kini sedang berada diruang rias karena ia sedang di make-up over terkenal agar penampilannya menjadi lebih terpesona karena kan ia akan membawakan iklan parfum begitupun dengan model cowoknya kini tengah ganti baju .
" Silahkan nona , kita pakai bajunya ". Ucapnya seorang asisten pribadi makeup artist nya .
" Ini benaran mbak saya harus pakai gaun ini ?". Tanya Laila karena ia benar-benar tidak menyangka ia akan menjadi model dengan pakaian terlalu terbuka itu .
" Beneran nona , silahkan pakai nanti saya tunggu diruang ganti , kita lihat cocok atau tidaknya ". Ucapnya asisten itu .
" Baiklah ". Ucapnya Laila sambil membawa gaun sexy itu kedalam ruang ganti bajunya .
Aldi berjalan menuju tempat syuting iklan produk baru nya .
" Dhan ". Panggil nya Aldi pada Dhan yang juga ada disana .
" Iya Tuan ". Jawabnya Dhan melirik kearah bosnya yang baru saja datang .
" Apa-apaan ini, kenapa begini jadinya hah, kenapa Laila yang menjadi modelnya , kemana model kita itu ?". Tanyanya Aldi .
" Maaf Tuan sebelumnya, sebenarnya tadi ada kendala dikarenakan model iklan ini tidak bisa datang karena sakit ,jadi dengan terpaksa pihak ketua penyelenggara acara ini menunjuk nyonya Laila untuk menjadi modelnya ". Ucapnya Dhan menjelaskan .
" Tapi gak harus dia juga Dhan, bagaimanapun dia istri saya , saya gak ingin istri saya menjadi tontonan banyak publik, iklan ini kan harus memakai pakaian terbuka ". Ucapnya Aldi dengan nada kesal nya .
" Tapi kita sudah tidak punya banyak waktu lagi tuan, hanya Laila yang cocok menjadi model iklan kita ini ". Ujarnya Dhan menjelaskan maksud tujuannya itu baik .
__ADS_1
" Kalau kita membatalkan rencana promosi ini , kita akan rugi, kita sudah banyak keluar dana untuk acara ini ". Ucap Dhan .
Dan sesaat Dhan berbicara pada bosnya ini, mata bosnya malah melihat kearah model yang begitu mempesona bak cantik kaya bidadari baginya . Aldi melihat kearah istrinya dengan tatapan terpesona .
" Ya Tuhan cantik sekali wanita itu ". Gumamnya Aldi yang didengar oleh Dhan, Dhan yang mendengarnya hanya tersenyum .
" Benarkan bos dia cantik hanya nyonya Laila yang cocok menggantikan Miranda ". Ucapnya Dhan .
Aldi sadar dari tatapan nya itu, sesaat kemudian perasaan menjadi kesal setelah melihat model pria yang keluar dari tempat ruang ganti pakaian nya itu . Jonas begitu elegan dan mempesona dengan wajah tampannya itu apalagi ditambah dengan badan nya yang bagus , kata para wanita mah roti sobek .
" Ck... lebih baik dariku ". Gumamnya kesal .
" Baiklah semuanya siap-siap ". Teriak pak sutradara .
Aldi menghampiri Laila dengan wajah biasanya cuek nan dingin,
" Mas... ". Ucapnya Laila tersenyum setelah melihat kedatangan suaminya itu .
" Hmm...". Ucapnya Aldi melewati Laila begitu saja untuk berjalan kearah kursi yang sudah disediakan oleh para kru iklan produk, untuk dirinya duduk .
" Baik tuan ". Ucapnya Dhan lalu pergi untuk mengambil air mineral untuk bosnya itu .
Jonas baik pun Laila kini disuruh berpose dahulu dengan gaya layaknya sepasang suami-istri karena didahulukan dahulu sesi pemotretan , Melihat istrinya disentuh dipegang-pegang mesra seperti itu oleh pria lain hati Aldi benar-benar memanas .
" Apa-apaan ini pak !!!...". Ucapnya Aldi marah-marah pada orang yang mengatur acara .
" Apanya tuan ?". Tanya orang itu pada Aldi dengan nada kebingungan nya .
" Kenapa posenya harus gitu ... gak bisa apa ,mereka posenya gak gitu ". Ucapnya Aldi kesal sendiri.
Dhan yang baru saja datang membawa minuman untuk Aldi hanya bingung kenapa tiba-tiba bosnya marah-marah pada tim kru iklan .
" Tapi dari awal memang begitu tuan , memang harus begitu posenya biar kelihatan menjiwai gitu ". Jelas orang dari tim kru iklan .
Laila hanya bisa diam, melihat suaminya yang tengah marah-marah pada tim kru iklan hanya karena dirinya dan Jonas berpose mesra sekali, sedangkan Jonas hanya bisa menertawakan nya dalam hati .
" Kukira dia CEO yang mengerti akan yang namanya kerja profesional , ternyata hanya segini saja dia sudah kelabakan kaya cacing kepanasan ". Batinnya Jonas .
__ADS_1
" Ya ampun mas ". Batinnya Laila menahan malu .
Dhan mendekati bosnya itu, lalu membisikkan sesuatu padanya .
" Memang begitu konsepnya tuan, kalau tuan cemburu mending kita keluar saja jangan ganggu mereka bekerja ,kalau tuan tetap marah-marah begini yang ada tuan malu sendiri ". Bisik nya Dhan memperingati bosnya akan citra nama baiknya .
Aldi yang mendengar bisikan nya Dhan, langsung terdiam .
Orang dari tim kru langsung mendekati Aldi, dan berkata ,
" Kalau tuan memang ingin merubah konsepnya dari awal, saya bisa kok merubahnya ". Ucap orang itu .
" Kalau aku rubah rencanaku dari awal yang ada iklannya gak menarik dong, ah... terpaksa dah... ". Batinnya Aldi merasa kesal pada dirinya sendiri .
" Gak perlu ,kalian teruskan saja ". Ucapnya Aldi dengan nada dinginnya dan langsung pergi begitu saja , membuat tim kru hanya bisa diam .
Baru kali ini melihat CEO nya marah-marah hanya karena syuting iklan nya kali ini ,memakai model iklan baru yaitu Laila istri dari CEO , orang yang memiliki wewenang diperusahan serta orang yang merencanakan acara ini .
Dhan lalu menjelaskan nya pada tim kru ,
" Kalian lanjut saja , permisi ". Ucapnya Dhan tersenyum lalu pergi menyusul Aldi .
Aldi berjalan menuju ruangannya dengan wajah dinginnya , membuat para karyawan disana kebingungan kenapa bosnya yang biasanya selalu tersenyum dan ramah kini menjadi dingin sikapnya .
Aldi merebahkan dirinya dikursi kerjanya, dengan kesal ,
" Ck... ". Ucapnya mengebrak meja .
" Niat ingin mengerjainya, supaya ia sibuk oleh urusannya , lah ini malah menang banyak dia , mana si Jonas itu kayanya genit gitu sama dia ". Gerutu nya .
.
.
.
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊
__ADS_1