Dendam Cinta

Dendam Cinta
Wajahku


__ADS_3

Setelah mengecek semua pekerjaan Laila Alvin kini hendak pulang, menggunakan angkot seperti biasa dan didalam angkot dia menjadi pusat perhatian semua terutama kaum anak-anak sekolahan .


" Bah... kenapa dah tuh ibu-ibu sama anak-anak sekolah pada lihatin gua , bau kah gua ". Batinnya sambil ia mencium kanan kiri badannya .


" Ah... wangi kok, tadi pagi gua pake parfum yang ada diatas meja rias milik Laila ". Batinnya .


" ish.. kakak itu ganteng ya dan wajahnya kaya gak asing gitu ya ". bisik salah satu anak sekolah menengah atas .


" Iya itu kan Aldi Prastama itu loh pengusaha sukses namun sayangnya sekarang ia bangkrut ". Balas temennya lalu mereka hanya saling gosipin Alvin .


" Ck... gosip mulu ". Batinnya Alvin menggerutu .


Alvin keluar dari angkot dan lebih memilih jalan kaki dari pada mendengarkan gosip orang-orang itu .


" Ck... gak malu apa ngegosip didepan orangnya ". Kesalnya Alvin .


" Eh...tapi kan yang mereka bahas bukan gua tapi Aldi ...kenapa gua jeleous ya ". Ucapnya yang baru sadar .


" Yah... masih jauh lagi rumah , Hmm.. males sih pulang orang bukan rumah gua ini ". Gerutunya dan Alvin langsung duduk dibawah pohon sambil mengeluarkan rokok miliknya .


Lalu ia menyalakan rokoknya .


" Hidup gua gini amat ya ". Ucapnya Alvin sambil menghembuskan asap rokok miliknya .


Tiba-tiba Salma datang menghampiri nya , dengan raut wajah kesalnya ,ia langsung melempar rokok yang Alvin nyalakan .


" Apa-apaan sih lo ". Ucapnya Alvin langsung berdiri dari duduknya dengan raut wajah kesalnya .


" Lo ikut gua sekarang ". Tariknya Salma pada tangan nya Alvin .


" Kemana ?". Tanyanya Alvin .


" Sudah ikut saja jangan banyak tanya ?". Ucapnya Salma membuka pintu kemudi mobilnya sedangkan Alvin kini hanya berdiri didepan pintu mobil bagian sebelah kemudi .


sampai Salma yang ada didalam mobil pun jengkel melihat Alvin yang hanya bengong sampai-sampai ia menyalakan klakson mobil nya membuat Alvin terperanjat sadar .


" Ayo masuk ". Ucapnya Salma dengan raut wajah jengkelnya .


" Iya-iya ". Ucapnya Alvin yang sejujurnya malas sekali mengikuti perintah dari Salma kalau bukan karena ancamannya yang membahayakan keselamatan ibunya itu , mungkin sudah bodoamat dah sama Salma .


" Bengong bisanya ,ck... dasar pea ". Makinya Salma membuat Alvin hanya bisa menahan emosinya dari tadi .

__ADS_1


Alvin lebih baik diam daripada meladeni ocehannya Salma itu , Salma kini membawa Alvin ke suatu tempat jauh dari perkotaan .


Sedangkan kini terlihat di ruangan operasi rumah sakit ternama diluar negeri , sedang berlangsung suatu tindakan operasi wajah pada seseorang .


" Apa yakin nih dok , keluarga pria ini mau merubah wajahnya , sedangkan wajah ini hanya tergores saja dan ah... dia begitu tampan ". Ucap sang suster yang ikut serta dalam operasi wajah tersebut .


" Iya yakin ,orang semua sudah sepakat , dan sudah disetujui oleh semua keluarganya , jadi kita sebagai pihak rumah sakit hanya bisa melayani para pasien yang membutuhkan ". Ucapnya sang dokter .


" Oh baiklah ". Balas sang suster .


Diluar terlihat para pengawal pribadi milik Salma tengah berjaga-jaga membuat seluruh pengunjung rumah sakit serta pasien merinding melihatnya , namun pihak rumah sakit gak bisa apa-apa sebab rumah sakit itu milik keluarganya Salma yaitu keluarga Abraham .


Terlihat Salma turun dari mobil nya dengan Alvin yg ikut turun juga ,


" Dimana ini ?". Tanyanya Alvin sambil melihat kesekitar lingkungan yang ia lihat hanyalah hamparan tanah kosong .


" Kamu lihat ini ,ini tanah kosong yang akan aku kasih ke kamu, dan akan menjadi atas nama kamu ,bila kamu gak mencoba menghianati aku dan Firman Alvin , setidaknya adil lah buat kamu bekerja sama dengan kami , oh tidak lupa aku juga akan kasih kamu uang sebesar 100 juta bila kamu benar-benar bisa meyakinkan kalau kamu memang Aldi dan bukan Alvin didepan keluarga nya Laila serta Aldi ". Ujarnya Laila menjelaskan .


" Adil gimana ? apanya yang adil ? ini semua gak ada artinya buat gua, kalian itu jahat sumpah ,kalian jadikan gua kambing hitam didalam rumah tangga nya Aldi dan Laila ". Ucapnya Alvin dengan tidak sukanya .


" Ck... lo udah gua baik-baik in tetap saja ya lo gini ...heran , tapi tetap saja kalau Lo berani bilang pada siapapun termasuk polisi , Lo akan tahu sendiri bukan apa konsekuensi nya ". Ucapnya Salma dengan raut wajah kesalnya .


Alvin hanya diam membisu setelah itu, sejujurnya ia ingin menghentikan drama ini namun ia hanya takut kalau terjadi sesuatu pada ibunya , nyawa ibunya lebih penting dari apapun .


Alvin kini hanya bisa pasrah menerima permintaan dari Salma ,dan melanjutkan drama nya sebagai suaminya Laila .


Setelah beberapa hari kemudian , perban yang menutupi seluruh wajahnya Aldi kini dibuka .


Terlihat di bandara internasional luar negeri , Salma dan Firman tengah berjalan menuju mobil yang menjemput mereka . mereka sengaja datang atas permintaan sang dokter karena dokter itu bilang hari ini adalah hari dimana perban yang menutupi wajahnya Aldi dibuka ,dan Salma antusias sekali ingin menjadi yang pertama melihat wajah baru pujaan hatinya .


Terpancar senyum kebahagiaan di wajah cantiknya Salma , sedangkan Firman terlihat dingin sekali .


" Ck... senang amat kayanya dia mau lihat si brengsek itu ". Batinnya Firman menggerutu .


Di ruangan inap VIP , terlihat Aldi terbaring belum sadar diri juga karena koma , namun entah mengapa hari ini terlihat jari-jarinya Aldi bergerak sekarang , Matanya Aldi mulai terbuka dengan perlahan .


Aldi menatap kearah atas , lalu melihat kesekitar lingkungan nya .


" Gua... dimana ?". Batinnya .


" Dan kenapa rasanya badan gua lemah sekali ". Sambungnya .

__ADS_1


Pandangan Aldi juga masih belum jelas, ia mengangkat tangannya yang masih diinfus , ia mulai hendak bangun dari tidurnya . Aldi bangun dan mulai turun dari ranjang rumah sakit dengan bertumpuan pada dinding rumah sakit .


" Gua dimana ya ?". Batinnya dengan keadaannya yang masih lemah .


Aldi berjalan, kearah luar kamar dan terlihat penjaga yang tertidur dan cuma ada satu diluar sana .


" Siapa dia ,kok kaya pengawal ?". Batinnya bertanya-tanya .


Aldi kini hanya melewati penjaga itu, dengan tubuh yang masih lemah dan wajahnya yang masih diperban . Aldi sudah berjalan jauh keluar rumah sakit dan saat itu juga mobil Salma dan Firman tiba dirumah sakit .


Aldi berjalan dengan hanya memakai pakaian pasien rumah sakit serta sandal jepit dan wajahnya dibungkus seperti mumi membuat orang yang di jalanan melihatnya merasa aneh .


Aldi menyadari mayoritas penduduk disana terlihat asing baginya , membuatnya tersadar .


" Sebenarnya ini dimana ? kenapa sekitarannya seperti bukan di negeriku ". Ucapnya Aldi sambil memegang kepalanya .


Kaki Aldi yang dulunya lumpuh kini terlihat baik-baik saja ,karena Salma meminta dokter untuk mengobati kakinya Aldi juga saat Aldi dirawat .


Aldi berjalan terus menelusuri jalanan perkotaan , membuat dirinya terhenti saat melihat pantulan dirinya di kaca pertokoan .


" Kenapa wajahku diperban ?". Batinnya ia yang baru sadar kalau wajah dirinya diperban .


Terlihat Aldi mencoba membuka perban yang menutupi wajahnya itu, namun seketika alangkah kagetnya ia melihat pantulan wajah di kaca pertokoan itu .


" Wajahku ". Ucapnya Aldi melihat-lihat wajahnya di kaca , ia beberapa kali mengucek matanya takutnya ia salah lihat karena jujur saja penglihatan dirinya kini agak rabun .


" Gak mungkin , gak mungkin kan ? ini bukan aku , di kaca ini bukan wajahku ". Ucapnya Aldi terlihat kaget sekaligus syok ..


Orang-orang yang melihat Aldi seperti itu merasa aneh .


Aldi berjalan mundur dari toko itu sampai-sampai ia terjatuh sehingga dikerubungi orang-orang disana .


" Gak...gak... mungkin, wajahku mana , wajahku mana ". Ucapnya Aldi yang terlihat menggila .


" Wajahku MANA !!!!... ". Teriaknya membuat semua orang kaget dengan teriakannya Aldi .


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉 dukungan dari kalian membuat author semakin semangat untuk menulis melanjutkan cerita ini 😄👍😁


__ADS_2