
Laila pergi ke rumah sakit, untuk jadwal cek kandungan nya , yang ditemani Wulan dan Zidan .
" Oh ya La, bentar ya mbak ke kantin rumah sakit dulu Zidan rewel mau dibeliin susu ". Ucapnya Wulan bangkit dari tempat duduknya bersama Laila .
" Ah... iya mbak , lagipula antriannya juga masih lama ". Jawabnya Laila .
" Ah... iya tunggu ya bentaran aja kok ". Ucapnya Wulan .
" Iya mbak ". Balasnya Laila tersenyum .
Terlihat Wulan diseret-seret oleh Zidan untuk pergi ke kantin ingin beli susu kotak kesukaannya .
Laila menunggu antrian nya itu, sambil membuka situs aplikasi shop onlinenya .
" Ada pesanan baru lagi, syukurlah ... kalau begini terus aku bisa membantu keuangan mas Aldi ". Ucapnya Laila tersenyum .
Terlihat Aldi bersemangat sekali bekerja disana dan Salma yang diatas melihatnya dengan senyuman manis nya .
" Al... kamu benar-benar membuatku jatuh hati, andai saja dulu aku gak menolakmu mungkin sekarang kita bersama-sama menjalin hubungan ". Batinnya Anna/Salma yang merasa kecewa akan perilakunya dimasalalu pada Aldi .
Laila duduk sambil menunggu giliran nya kali ini dan juga Wulan sudah kembali dari kantin bersama Zidan yang tengah meminum susu kotak kesukaannya .
" Bu Laila Amara Putri ". Panggil sang suster di bagian pemanggilan nama terhadap pasien .
" Ah... iya sus ,saya ". Ucapnya Laila bangkit dari duduknya begitupun dengan Wulan yang menggandeng tangannya Zidan .
Jam makan siang telah tiba , para karyawan pabrik pun meninggalkan pekerjaan mereka untuk makan siang terlebih dahulu , seperti biasa Aldi makan siang yang ditemani Andri .
Para karyawan wanita berbondong-bondong ingin duduk didekat Aldi ,
" Eh... eh... itu tempat gua woi, sana-sana .. ". Ucapnya Andri setelah ia menerima makanan bagiannya . Karena Aldi sudah lebih dulu tadi ngambil makanannya .
" Siapa Lo, siapa cepat dia dapatlah Ndri lagian kan kami juga pengen kali sesekali duduk disebelahnya mas ganteng ". Genitnya para karyawan . Dan Aldi yang dilihat oleh para karyawan wanita itu dan serta yang lain nya hanya bisa diam meneruskan makannya .
" Astaga kalian ini ". Umpatannya Andri yang lebih mengalah duduk di bagian belakang mereka .
" Lihat... dia , cacat pun masih saja ditaksir cewek-cewek , heran gua ". Cemoohan dan bisik-bisik karyawan pria yang sirik pada Aldi .
__ADS_1
" Tahu , so kecakepan amat ". Timpal temannya .
Aldi jujur kesal sih diomongin seperti itu , namun kali ini ia harus nahan diri , ia gak mau membuat masalah disini , toh tujuan dirinya disini juga hanya bekerja mencari nafkah buat anak istrinya .
" Semuanya sehat ya Bu, janin juga tumbuh sehat , jangan lupa ya Bu selalu minum vitaminnya ". Ucapnya sang dokter kandungan yang baru saja memeriksa kondisi kehamilannya Laila .
" Iya dok , makasih ". Jawabnya Laila .
" Sama-sama ". Balas sang dokter .
" Syukurlah kalau kandungan kamu baik-baik saja La , semoga sehat selalu ya sampai hari lahiran ". Ucapnya Wulan sambil berjalan menuju keluar rumah sakit .
" Iya mbak aminn.. ". Balasnya Laila tersenyum sambil memegang perutnya yang sudah agak kelihatan menonjol nya .
" Oh ya jadi kan kita temui nenek dulu sebelum pulang ?". Tanyanya ia memastikan .
" Jadi dong mbak, aku juga mau tanya beberapa hal soal kepindahan kami ke rumah itu ". Jawabnya Laila .
" Jadi kalian jadi nih ,pindah ? kenapa gak tinggal bareng aja gitu kan rame jadinya ". Ucapnya Wulan cemberut .
" Iya sih, aku juga sejujurnya pengen hidup mandiri gitu kaya kamu, tapi aku kasihan kalau ninggalin nenek , karena bagaimanapun dari dulu aku tinggal sama dia , aku hanya gak ingin ia kesepian ". Ucapnya Wulan .
" Hm... ya sudah mbak tinggal saja sama nenek , lagian kan aku juga pindahnya gak jauh-jauh amat dari rumah kan masih bisa sering main kerumah ". Ucapnya Laila tersenyum .
" Bener ya sering main kerumah, sepi loh kalau gak ada kamu , gak ada temen ngobrol gitu ". Ucapnya Wulan tersenyum .
" Iya mbak , pasti ". Jawabnya Laila .
" Oke deh, oh ya kapan kira-kira kamu pindahan nya ?". Tanyanya Wulan .
" Kayanya sih kalau sudah beres semua , lagian kan rumah itu masih dalam tahap perbaikan , ada beberapa hal yang harus diperbaiki kaya kran air , atap yang bocor sama cat ulang rumah mbak ". Ujarnya Laila .
" Hmm... gitu ya , ya sudah yuk kita temui nenek, sekalian pilih-pilih barang perabotan yang bagus untuk rumah baru mu, mbak ikut pilihin ya ". Ucapnya Wulan .
" Boleh dong mbak ". Ucapnya Laila .
Diparkiran gedung rumah sakit terlihat Firman tengah memperhatikan Laila dibalik mobilnya .
__ADS_1
" Ternyata kamu hamil anaknya , Ck... menyebalkan sekali , saat bersamaku saja kamu gak hamil-hamil La , padahal Pernikahan kita dulu hampir menginjak 1 tahun lebih tapi kamu apa ... mengandung anakku saja tidak padahal dulu aku mengharapkan sekali lahirnya anakku dari rahimmu itu ". Ucapnya Firman dalam mobilnya dengan tatapan kebencian .
" Ck... kenapa sih? kenapa malah si br*ngs*k itu yang mendapatkan semuanya yang seharusnya menjadi milikku , ini benar-benar gak adil ... benar-benar gak adil ". Kesalnya sambil memukul-mukul setir mobilnya .
" Lihat saja , akan ku buat kalian gak bisa hidup bahagia ". Senyuman jahat terlintas diwajah nya Firman .
Aldi keluar dari pintu toilet laki-laki dan sudah ada Anna/Salma yang menunggunya disana .
" Loh... Bu Anna, sedang apa Bu disini ? ini kan toilet laki-laki ?". Tanyanya Aldi .
" Saya nungguin kamu, kamu ikut saya ke ruangan saya ya ". Ucapnya Anna berjalan menuju keruangan nya yang ada dilantai atas .
Aldi yang diperintahkan seperti itu hanya menuruti kemauan bosnya itu , Aldi mengikutinya dari belakang dan itu menjadi pusat perhatian semua orang yang ada disana .
" Silahkan duduk Al ". Ucapnya Anna yang kini sama-sama duduk di kursi kerjanya .
Aldi duduk dihadapan bosnya kali ini ,dan banyak sekali pertanyaan-pertanyaan di benaknya? kenapa bosnya memanggilnya ke ruangannya lagi ? apa ada masalah ? ,itulah yang kini menjadi pertanyaan Aldi .
" Ini kayanya bagus deh La, udah wajan ini aja ". Ucapnya Wulan menyarankan pada Laila agar Laila ambil wajan yang itu .
" Hmm...iya kak, pilihan kakak emang the best , tahu aja seleraku ". Ucapnya Laila tersenyum .
" Yeh... emangnya aku Indomie apa , pake nyebut seleraku segala ...hahaha... ''. Tawanya Wulan membuat Laila langsung tersenyum karena sering kali emang Wulan suka bercanda sama seperti dulu Aldi padanya sering bercanda tapi kalau sekarang serba serius .
" Ada apa ya bu ? saya dipanggil kesini ?". Tanyanya Aldi .
" Mmm...itu... ". Ucapnya Anna gugup membuat Aldi keheranan .
.
.
.
.
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊😊🤗😚😚
__ADS_1