
Aldi dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan kesehatan nya lebih lanjut , namun tak sangka ia justru bertemu dengan Laila istrinya itu serta anaknya Ayla dalam gendongan istrinya .
Namun Aldi penasaran sekali kenapa Laila ada disini siapa yang sakit ? batinnya Aldi bertanya-tanya .
" Kenapa ia ada disini siapa yang sakit ?". Ucapnya Aldi .
Kini posisi Aldi tengah berada di kursi roda ,yang ditemani oleh Dhan .
" Dhan ". Ucapnya Aldi .
" Iya tuan ". Jawabnya Dhan .
" Tolong cari tahu ngapain Laila ada disini ". Ucapnya Aldi memerintahkan tugas untuk Dhan .
" Baik tuan ". Ucapnya Dhan melepaskan pegangan tangannya pada kursi roda Aldi .
Dhan menghampiri Laila, membuat Laila terkejut melihatnya ,
" Dhan ". Ucapnya Laila melihat kearah Dhan .
" La , apa yang terjadi kenapa kamu ada disini? siapa yang sakit ? kamu sakit ?atau ". Tanyanya Dhan .
" Ah... itu iya ,Ayla panas badannya aku khawatir jadi aku bawa dia kesini, oh ya kamu bisa hubungi mas Aldi gak , aku minta tolong ya hubungi dia ? soalnya daritadi aku gak bisa hubungi dia ". Ucapnya Laila yang terlihat bingung serta cemas .
" Eh , dia gak bisa dihubungi ". Ucapnya Dhan .
" Iya , aku tadi telpon dia tapi gak diangkat-angkat Dhan , tadi sih pamitnya mau ketemu temannya karena ada lowongan pekerjaan katanya ". Ucapnya Laila sambil menimang-nimang Ayla yang merengek dari tadi .
" Uh..sayang sabar ya , nanti giliran kita ketemu dokternya ". Ucapnya Laila berbicara sama anaknya yang daritadi menangis . Aldi yang melihatnya dari kejauhan benar-benar ingin sekali menghampiri mereka tapi apalah daya dia harus tahan itu semua , ia gak boleh gegabah kali ini, ia gak boleh merusak rencananya .
" Maafin papa sayang , papa gak bisa ada disampingmu sekarang , maafkan aku juga La , aku gak bisa ada disampingmu disaat keadaan seperti sekarang ini ". Ucapnya Aldi .
" Tapi aku janji La , kita akan kembali bersama hidup bahagia bersama keluarga kecil kita ". Batinnya .
" Dengan Saudari Ayla ". Ucap seorang suster rumah sakit memanggil nama Ayla .
" Ah...iya sus ,itu anak saya ". Ucapnya Laila .
" Aku masuk ya Dhan , maaf gak bisa nemenin ngobrol ". Ucapnya Laila dengan raut wajah sendu nya .
" Oh iya gapapa ". Timpal Dhan .
" Mari Bu ". Ucap suster itu mempersilahkan Laila masuk ke ruangan dokter anak .
Sedangkan kini Alvin yang menyamar jadi Aldi tengah panik karena kini orang-orang berbaju hitam tengah mengepung dirinya .
" Mau apa kalian ?". tanyanya dengan raut wajah ketakutan serta panik .
" Lebih baik kamu ikut dulu sama kami ". Ucap salah satu orang berbaju hitam lengkap dengan kacamata hitamnya .
" Iya tapi mau apa ? jangan macam-macam kalian ". Ucapnya Alvin yang kini justru berancang-ancang untuk melawan mereka itu .
" Saya hanya menjalankan perintah , lebih baik kamu ikut kami dengan baik-baik , daripada harus melakukan tindakan kekerasan ". Ucapnya .
" Siapa yang kalian maksud ? siapa yang suruh ". Bentaknya Alvin kali ini .
" Sudah cepat ". ucap orang lainnya .
Alvin didorong paksa masuk mobil ,membuat dirinya memberontak namun tiba-tiba salah satu orang itu memukul pundaknya dengan kencang membuat Alvin pingsan .
" Seharusnya kalian dari tadi melakukan hal padanya , berisik sekali dia ck...". Kesal bos dari mereka .
" Iya maaf bos ".
" Sudahlah , jalankan mobilnya kita harus menemui bos besar ". Ucap bos dari mereka .
Mobil itu melaju meninggalkan tempat itu ,
Laila keluar dari ruangan sana dan dokter bilang Ayla hanya demam biasa dan itu wajar terjadi pada bayi yang baru lahir , memang bayi itu rentan sekali fisiknya .
" Semoga kamu langsung sembuh dan sehat kembali ya sayang ". Terlihat Laila begitu menyayangi anak yang ada di dekapan nya itu .
" Ingin sekali rasanya aku menghampirinya Dhan namun apalah daya aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan sekarang ". Ucapnya Aldi terlihat sedih jauh dari orang-orang yang sangat ia rindukan .
" Sabarlah sedikit lagi tuan , kalau rencana ini berhasil saya yakin tuan bisa kembali berkumpul dengan nyonya Laila dan non Ayla ". Ujarnya Dhan mencoba memberi semangat untuk bosnya sekaligus sahabatnya .
" Tuan Vian , mari kita masuk untuk bertemu dokter yang akan menangani tuan ". Ucap suster yang tiba-tiba datang menghampiri mereka .
Aldi memakai nama samaran nya untuk menghindari kecurigaan dari pihak lawan .
" Iya sus, tapi bentar , Dhan tolong pasti dia pulang dengan selamat ". Ucapnya Aldi tiba-tiba .
__ADS_1
" Tuan tenang saja , saya sudah menyuruh anak buah kita untuk mengawasi nya ". Balasnya Dhan .
" Bagus , kalau begitu ayo kita masuk ". Ajaknya Aldi .
Dhan mendorong kursi roda yang digunakan oleh bosnya .
Alvin menjalani terapi , untuk bisa sembuh kembali yang kakinya lumpuh itu .
" Bisa kan dok saya sembuh ?". tanyanya Aldi setelah pemeriksaan tadi oleh dokter .
" Bisa jika tuan Vian ini mau menjalani terapi dengan rutin, saya yakin tuan akan sembuh dengan sendirinya nanti jika menjalankan apa yang saya katakan tadi ". Jawab dokter .
" Iya saya mau menjalani terapi itu, saya mau sembuh ". Ucapnya Aldi .
" Bagus , kalau begitu sus siapin ruangan khusus untuk tuan Vian untuk mejalani terapi ". Ujar Dokter yang bernama Sandra .
" Iya dok ". suster itu langsung meninggalkan ruangan itu .
" Saya yakin tuan anda akan cepat sembuh ". Ucapnya Dhan tersenyum sambil menepuk pundak tuannya .
" Iya dhan ". Jawab Aldi .
Kini mobil yang membawa Alvin ,memasuki rumah besar milik Mira . Disana Mira sudah duduk dengan anggunnya serta angkuh .
Alvin didorong sambil kini berada dihadapannya Mira ,
" Buka penutup matanya itu ". perintah Mira pada salah satu anak buahnya .
" Baik nyonya ". Ucap orang itu langsung melakukan apa yang diperintahkan oleh Mira .
" Brengsek ...!!! apa yang kalian lakukan hah..". Bentaknya Alvin melihat kesekitar tempat dimana ia sekarang , betapa terkejutnya dia melihat sosok wanita yang sangat ia kenali itu .
" Hah..". Alvin menatap kearah Mira dengan wajah melongo .
" Apa yang mama lakukan mah, kenapa ? ada apa ini ?". Alvin yang kebingungan .
" Jangan panggil saya begitu !!!". Bentak Mira .
" Hah...". Alvin yang kaget dibentak oleh Mira , ia berpikir apa sekarang ia ketahuan kalau dia bukan Aldi yang sesungguhnya .
" Saya gak sudi dipanggil mama oleh pria yang bahkan ada hubungan darah denganku ". Kini Mira bangun dari duduknya menghampiri Alvin dengan tatapan matanya yang tajam melihat kearah Alvin .
" Aduh...aw..". Alvin yang kini kesulitan bangun .
" Saya sudah bilang jangan panggil saya dengan sebutan seperti itu , kamu pikir kamu hebat gitu bisa membohongi semua orang sekarang termasuk saya ,.. hahaha... iya kamu beneran hebat sampai-sampai saya pun hampir tertipu olehmu , tapi itu dulu , karena sekarang saya sudah tahu semuanya , kamu bukan ALDI ...". Ucapnya Mira dengan lantangnya membuat Alvin melihat kearahnya .
" Ja...jadi..". Ucapnya terbata-bata .
" Iya ...aku sudah tahu semuanya ". Mira yang menyela omongan dari Alvin .
Kini Mira berjongkok menghampiri Alvin yang terkapar tak berdaya dibawah , Mira kini mencengkram erat dagu milik Alvin membuat Alvin terlihat ketakutan serta kegelisahan .
" Katakan apa maksud semua ini ? kenapa kamu melakukan hal ini, kenapa kamu mengaku-ngaku jadi anak saya apalagi pura-pura menjadi suami dari menantu saya hah...apa tujuanmu!!! ". Bentaknya Mira .
" Jawab !!!". Kini Mira benar-benar marah sekali rasanya karena telah dibohongi oleh pria yang sempat ia anggap anaknya .
" Lepaskan saya dulu , saya janji akan jelaskan semuanya ". pintanya membuat Mira semakin kesal .
" Jawab saja pertanyaan dari saya sekarang juga ". Kini cengkraman tangannya itu dipererat membuat Alvin kesakitan .
" Cepat !!!". Bentaknya .
" Ba..ba..baik ". Kini Mira melepaskan cengkeramannya tanpa ia melepaskan ikatannya .
" Katakan ". Kini ia langsung berdiri dari berjongkok nya .
" Aku terpaksa melakukan hal ini karena disuruh sama orang ". Jawab Alvin .
" Siapa ?". Tanyanya melotot kearah Alvin .
" Anna.. Anna yang menyuruhku, aku terpaksa melakukan hal ini , jika bukan karena ibuku aku gak mungkin melakukan hal ini ". Jelasnya .
" Ibumu maksudnya gimana? kalau ngomong yang jelas ". Kini Mira menendang tubuh Alvin yang terkapar dilantai .
Bugh..
" Aku diancam dia kalau aku gak mau melakukan apa yang dia suruh , ibuku dalam bahaya , dia menggunakan ibuku sebagai ancaman untukku ". Ucapnya Alvin yang benar-benar merasa sakit ditubuhnya .
" Jangan bohong kamu !!!". Bentaknya .
" Beneran aku gak bohong, ibuku ada bersamanya, aku benar-benar terpaksa maafkan aku, aku cuma ingin ibuku baik-baik saja ". Jelasnya Alvin merintih kesakitan sebab sebelum dia kesini pun dia sudah bonyok sama anak buahnya Mira ditambah sekarang Mira bersikap kasar padanya .
__ADS_1
" Baiklah untuk sementara ini aku percaya sama kamu , tapi ada satu hal yang ingin aku mau darimu ". Ucapnya menelan saliva ya , karena dia berpikir Mira menginginkan nyawanya.
" Apa itu ?". Tanyanya .
" Aku ingin kamu melakukan hal yang aku suruh, dan sebagai kompensasinya aku akan menyelamatkan ibumu, mau bagaimana pun aku cukup kasih sama kamu meski aku marah dan benci padamu , wajahmu itu selalu mengingatkan aku akan wajah anakku ". Ujarnya .
" Dan kuharap kamu tidak menghianati kepercayaan ku lagi , cukup sekali ini kamu membohongiku ". Ucapnya .
" Baik, apapun perintahnya demi keselamatan ibuku aku rela melakukan apapun asal ibu selamat ". Balasnya .
" Bagus , anak yang baik ". Ucapnya Mira tersenyum menyeringai membuat Aldi merinding melihat senyuman jahat itu .
" Sekarang kamu ikut saya , Dirman lepaskan ikatannya ". Titahnya pada salah satu anak buahnya .
" Baik nyonya ". Dirman menghampiri Alvin dan membuka ikatan padanya .
Alvin kini langsung berdiri menghadap Mira ,
" Ikut aku sekarang ". Ucapnya Mira menaiki anak tangga .
Alvin mengikuti kemana langkah Mira berjalan ,
Mira membawa Alvin ke satu ruangan dimana disana ada meja kerja , Mira duduk disalah satu kursi itu, dan Alvin duduk dihadapannya .
Mira membuka laci meja itu, dan mengambil sesuatu yang sepertinya sebuah foto .
" Kamu lihat ini ". ia memberikan foto itu dihadapan nya Alvin .
" Ini...ini kan orang ". Ucapnya .
" Iya , dia adalah orang yang tempo hari datang ke rumah Laila dan mengaku sebagai Aldi ". Ucapnya Alvin langsung menatap kearah Mira .
" Dan aku sudah tahu semuanya, dia Aldi yang asli dia anakku, apa kamu tahu soal ini ? ". tanyanya .
" Soal apa ? aku tidak mengerti ". Ucapnya Alvin .
" Soal kalau tahu dia Aldi yang asli lah , gimana sih kamu , lemot amat ". kesalnya Mira dibuat Alvin .
" Tidak , aku pun kaget tiba-tiba saat dia datang mengaku sebagai Aldi, jujur disitu saya merasa apa benar dia Aldi yang asli makannya saya akhir-akhir ini memikirkan soal kedatangan dia yang tiba-tiba dan mencoba mencari dia , agar aku bisa memastikan dia Aldi atau bukan ". Ucapnya Alvin .
" Kamu tidak perlu mencariku ". Ucap seseorang yang tiba-tiba datang dari balik pintu ruangan yang terbuka .
Alvin kaget melihat orang yang datang adalah orang yang ia cari-cari selama ini .
" Kamu ". Ucapnya Alvin melongo melihat kearah Aldi yang datang menggunakan kursi roda yang didorong oleh Dhan .
" Iya aku ". Kini nada Aldi begitu dingin .
Alvin langsung berdiri dari duduknya . Aldi menatap tajam kearah Alvin , dimata Aldi kini hanya ada api kemarahan yang ia simpan selama ini .
" Untuk apa kamu kesini hah... belum puaskah kamu merebut apa yang aku punya !!!". Bentaknya Aldi .
" A.. aaaku..". Ucapnya Alvin gemetaran ditatap tajam oleh Aldi .
" Sudahlah sayang ,jangan begitu , Alvin sudah menceritakan semuanya, dan mama juga sudah tahu karena sudah menyelidiki semua ini sebelum Alvin berkata jujur pada mama ". Ucapnya Mira .
" Cerita apa ? apa yang dia ceritakan sama mama , sehingga mama membelanya ma ". Kesalnya Aldi .
" Orang kepercayaan mama bilang pria ini hanya dijadikan kambing hitam oleh Anna alias si Salma sialan itu, dan Alvin sudah menceritakan semua tentang apa yang terjadi sebenarnya, dia hanya dijadikan alat untuk memuluskan rencana dia , agar kamu berpisah dengan Laila ". Jelasnya Mira .
" Jadi lagi-lagi ini ulahnya dia ". Ucapnya Aldi .
" Iya , perempuan ular itu benar-benar gila , ia melakukan segala cara agar bisa memisahkan kamu dengan istrimu dan dia memanfaatkan wajah Alvin yang sama dengan wajahmu dulu untuk menipu Laila , nenek serta orang-orang disekitarmu termasuk mama , dia ingin Alvin bisa menggantikan posisi kamu sebagai suaminya Laila , dan mengubah wajah mu ini agar Laila gak beranggapan kalau kamu Aldi suaminya yang asli ". Ucapnya Mira merasa sedih dengan apa yang menimpa anaknya .
" Perempuan licik itu, benar-benar gila , dia harus kubunuh mah..harus ". Gini genggaman tangannya Aldi terlihat begitu kuat terlihat urat-urat tangannya bermunculan tanda ia benar-benar marah .
Alvin yang melihatnya merasa ngeri ,
" Astaga ... dia begitu mengerikan ". Batinnya Alvin cemas .
" Kamu tenang saja , mama pastikan jika rencana ini berhasil , mama akan kasih kesempatan kamu untuk melakukan hal apapun untuk perempuan itu, mama juga benci sekali dengan perempuan itu , yang membuat kamu bergini ". Timpalnya .
" Iya mah, terus dia mau kita apakan ?". Tanya Aldi melihat kearah Alvin .
" Kita buat mengikuti rencana kita ". Jawabnya .
" Untuk jaga-jaga biarkan saja dulu dia mengambil peran kamu sebagai suaminya Laila , seperti rencananya Anna ". Ucapnya Mira .
" Lalu ". Ucapnya Alvin .
Mira kini hanya tersenyum licik ,
__ADS_1