Dendam Cinta

Dendam Cinta
Terungkap Semua


__ADS_3

Firman kini mengunjungi Salma alias Anna di perusahaan baru nya itu , tak lupa ia memakai masker serta topi karena ia tak ingin publik tahu dulu kalau pasalnya ia masih hidup, kalau Salma kan bebas pergi kemanapun ia ingin dengan wajah barunya itu sedangkan ia gak bisa , wajahnya tetap masih sama .


" Mau apa kamu kesini ?". Tanyanya Salma/Anna yang masih duduk dikursi kebanggaan nya itu .


" Aku mau sekarang juga kita laksanakan rencana kita ". Ujar nya Firman tersenyum menyeringai .


" Memangnya kamu sudah menemukannya .. kok tiba-tiba saja kamu ingin melaksanakan rencana kita ?". Tanyanya Salma .


" Ya aku sudah menemukannya , lagipula aku sudah gak sabar ingin melihat kehancurannya itu, jadi mari kita mulai saja ". Jawabnya Firman .


" Tapi aku belum mau membongkar semuanya , karena aku belum sepenuhnya mendapatkan perhatian dan kepercayaan darinya Man ". Ucapnya Salma tiba-tiba membuat Firman merasa kesal .


" Itu hal gampang, gini saja aku akan mempertemukan Laila dengan Nita , biar aku saja yang muncul , kamu jangan , lagipula yang mereka tahu kamu itu Anna bukan Salma, ku yakin setelah semuanya aku bongkar kebohongan nya itu didepan Laila , Laila akan meninggalkan Aldi ,dan disaat itulah kamu beraksi ". Ujarnya Firman tersenyum menyeringai kearah Salma .


" Oke... kalau itu rencananya ,aku setuju ". Balasnya Salma tersenyum licik .


" Iya ". Ucapnya Firman menatap licik kearah Salma dan Salma membalas tatapannya itu dengan senyuman licik .


Hari semakin sore, kini waktunya para buruh pabrik pulang begitupun dengan Aldi yang kini bekerja dipabrik barunya Anna .


Terlihat Aldi yang tengah menunggu ojek online yang ia pesan didepan gerbang pintu pabrik . Salma sempat menawarinya tumpangan namun Aldi menolaknya dengan alasan sudah memesan ojek online .


" Kenapa sih dia itu, susah sekali untuk didekati , perasaan digame dia itu gak gitu deh... menyebalkan, bahkan di game ia malah tergila-gila padaku tapi kenapa tidak ". Gerutunya Salma dalam mobil .


Aldi kini sudah naik ojek online nya dan hendak pulang , namun pas sampai rumah ia dikejutkan oleh suasana rumah yang mencengkam menurut nya .


Di sana sudah ada berkumpul semua anggota keluarga Aldi karena memang jam segini semua anggota keluarga sudah pulang kerja .


Suasana didalam rumah itu seketika membuat Aldi merinding , mereka semua menatapnya dengan tatapan penuh kekecewaan terlebih-lebih lagi Laila yang menatap nya dengan tatapan tajam serta mata yang sudah berlinang air mata . Laila bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri suaminya yang berada diambang pintu masuk rumah .


" Ada apa ini ?". Tanyanya Aldi keheranan kenapa suasana rumah menjadi sedikit mencengkam baginya .


" Tolong jelaskan apa maksud ini semua ". Ucapnya Laila melemparkan kertas serta foto-foto dengan wajah kecewa campur marah .


Aldi terkejut dengan apa yang Laila lakukan padanya , dan Aldi menunduk badannya untuk mengambil beberapa foto serta kertas yang berjatuhan karena Laila melemparnya tadi dengan masih berpegang pada tongkatnya .


Setelah Aldi mengambil itu semua , betapa ia terkejut nya melihat foto-foto saat Aldi bersama Nita untuk beberapa waktu ada yang saat ia mengunjungi Nita beberapa waktu terakhir saat percobaan pembunuhan Salma dan Firman di gudang kosong itu serta kertas yang berisi mengatakan kontrak dirinya dan Nita bekerja sama soal pekerjaan yang sama sekali tak terduga yaitu soal Aldi akan memenuhi segala kebutuhan Zenita asalkan Zenita mau membantunya dalam pekerjaan apapun dan tertulis disana jika Zenita melanggarnya Zenita akan terkena denda sebesar 1 Miliar .


" Kenapa bisa ". Gumamnya Aldi yang terkejut melihat semua ini .


" Bisa karena itu alasannya aku ada disini ". Ucap seseorang yang suaranya Aldi kenal betul keluar dari ruang dapur .


Aldi melihat kearah orang yang berbicara itu , dan sumpah bagai tersambar petir di siang bolong Aldi bener-bener terkejut dengan apa yang ia lihat kali ini, Aldi berusaha berdiri dari berjongkok nya tadi setelah memunguti semua foto-foto itu serta kertas kontrak dirinya dan Zenita .


" Lo... ". Ucapnya Aldi melototkan matanya kearah Firman yang tersenyum padanya .


" Kenapa ? terkejut ". Tanyanya Firman tersenyum licik padanya .


Firman kini menghampiri nya , dan langsung mengelilingi Aldi sambil melihat kearah nya dan begitupun Aldi menatap nya dengan tatapan tajam .


" Inikah tuan Aldi Prastama yang sombong itu, yang dengan kejamnya mencoba melakukan hal krimanal terhadapku dan juga rekanku tepatnya kekasihnya ". Ucapnya Firman tersenyum menyeringai padanya , Aldi langsung mencengkram kerah baju miliknya Firman dengan eratnya dengan tatapan tajam Aldi tunjukkan pada Firman .


" Ow..ow..ow.. seperti nya kamu tidak pernah berubah ya tuan , sama seperti dulu tetap emosian ". Sambungnya Firman tersenyum padanya .

__ADS_1


" Apa mau hah... apa maksudnya ini ". Bentaknya Aldi .


" Biarkan dia yang menjelaskan semuanya ". Ucapnya Firman .


" Dia ". Aldi mengeryitkan sebelah alisnya karena tidak mengerti apa maksudnya Firman kali ini .


" Keluarlah ". Ucapnya Firman .


Seketika keluar seorang wanita yang cukup cantik dari dapur dan wanita itu membuat Aldi kali ini benar-benar terkejut melihat kedatangan wanita itu ditengah-tengah pertikaian yang terjadi sekarang .


" Nita ". Ucapnya Aldi terkejut dengan apa yang ia lihat sampai-sampai ia melepaskan cengkeramannya itu pada Firman .


Aldi menatap kearah Nita yang berjalan kearah nya .


" Maaf tuan ". Ucapnya Nita seketika setelah ia berada dihadapan Aldi , Nita menundukan kepalanya dengan raut wajah penyesalan nya .


Aldi kini mengerti kenapa semua anggota keluarga nya hanya bisa diam saja dari tadi dan menatapnya dengan tatapan kekecewaan padanya , dan hal yang Aldi takuti terjadi sekarang .


Aldi langsung menatap kearah Laila yang menatap nya dengan wajah penuh kekecewaan serta amarah .


" La...". Ucapnya Aldi seketika Laila menjauhinya .


" Jangan mendekat mas ,cukup saja kamu berdiri disana dan tolong jelaskan semuanya padaku, apa benar yang dikatakan oleh mereka jika kamu adalah penyebab rusaknya rumah tanggaku dengan mas Firman ". Ucapnya Laila menatap nya dengan penuh pertanyaan .


" Itu... ". Aldi mencoba menjelaskan semuanya namun entah mengapa kini lidahnya terasa Kelu , susah untuk bicara , karena ia pun gak tahu harus menjelaskan dari mana dulu .


" Sudahlah Laila, aku mengatakan yang sebenarnya, aku sudah menjelaskan semuanya , akupun sudah membawa saksi buktinya bukan, jadi...". Ucapannya Firman terpotong karena Laila memotong pembicaraannya itu .


" Jawab mas..!!!..". Ucapnya Laila yang kini dengan nada sedikit membentak membuat semua orang yang ada disana terkejut baru kali ini mereka melihat Laila kalau marah begitu .


" Yang mereka katakan padamu memang benar adanya ... maaf ". Jawabnya Aldi sambil menatap kearah Laila dengan wajah penuh penyesalan .


Laila yang mendengar nya begitupun dengan anggota keluarga nya , benar-benar tidak percaya kalau Aldi bisa-bisanya melakukan hal itu .


" Kamu benar-benar keterlaluan Aldi ". Ucapnya Mila kali ini membuat Aldi melihat kearah nya .


" Nek...". Ucapnya Aldi .


" Nenek benar-benar kecewa padamu, nenek pikir ini hanyalah kesalahpahaman diantara kamu dengan pria itu, tapi ternyata benar... benar dengan apa yang ia ucapkannya pada kami semua ". Mila yang kecewa berat pada cucunya itu sampai-sampai ia kini memilih pergi ke kamarnya yang disusul Wulan .


" Nek.. ". Ucapnya Wulan yang menyusul neneknya itu .


Sedangkan kini Ridho lebih memilih membawa Zidan pergi keluar rumah daripada ia harus mempertontonkan adegan yang tidak pantas pada anaknya itu .


Kini diruangan itu hanya ada Aldi,Firman,Laila dan juga Nita .


Laila menghembus nafas beratnya, pikiran kini benar-benar tengah kacau, kacau .


Aldi mencoba mendekati Laila. namun lagi-lagi Laila menghindari nya .


" Aku minta maaf soal ini, sejujurnya aku ingin mengatakan nya lebih dulu padaku, namun belum sempat La ... maafkan aku ". Ucapnya Aldi mencoba menjelaskan semuanya pada Laila dengan memegang tangannya namun pegangan tangannya itu dihempaskan oleh Laila dengan kasarnya .


Laila memijat keningnya yang sedikit pusing,

__ADS_1


" Entahlah mas , aku harus percaya padamu atau tidak sekarang , biarkan aku sendiri ". Ucapnya Laila pergi masuk kedalam kamarnya dengan membanting pintu kamar dengan kasarnya membuat Aldi kaget .


Laila kini langsung mengunci pintu kamarnya , dan menangis sejadi-jadinya didalam kamar sana .


" Hiks... hiks... hiks... tega kamu mas..tega sekali kamu membuatku begini , kamu jahat mas ...jahat... ". Ucapnya Laila menangis sejadi-jadinya , kini hatinya benar-benar hancur setelah semua kenyataan pahit yang menimpanya .


" Hiks...hiks..hiks.."


Aldi hanya bisa berdiri didepan pintu kamarnya dengan penyesalan yang ada ,


" Gimana ? sakit bukan ". Ucapnya Firman seketika membuat Aldi langsung melirik kearahnya dengan tatapan kebencian .


Tanpa basa-basi lagi Aldi langsung memukul Firman diwajahnya membuat Firman tidak menerimanya dan langsung memukul Aldi .


BUGH...


BUGH... terjadinya perkelahian disana ,


" Bagaimana bisa kamu masih hidup ...br*ngsek ....". Aldi yang kini mencengkram erat lehernya Firman .


" ..Itu ...ak..u ak..u bisa melakukan apapun , termasuk keluar dari lembah kematian...". Tatapnya Firman tajam kearah Aldi dan langsung membalikan keadaan ,kini Firman mencekik leher Aldi , Aldi hampir kehabisan nafas .


Zenita yang melihat pertengkaran diantara mereka hanya bisa diam saja , karena ia pun gak bisa berbuat macam-macam disana , ada nyawa ibunya yang kini menjadi taruhannya .


" Hahahaha... kamu akan menerima apa yang aku rasakan dulu ...mati saja sekalian ...". Tawa jahatnya Firman .


" Hentikan... atau saya laporkan anda kepolisi ". Lerai Ridho yang melerai pertengkaran diantara mereka , membuat Firman melepaskan cekikan nya itu , Aldi terjatuh lemas kelantai seketika .


Firman kini meninggalkan rumah itu dengan gaya sombongnya , begitupun dengan Zenita yang mengikutinya bagai anjing yang mengikuti majikannya .


" Kamu gapapa ?". Tanyanya Ridho yang khawatir akan kondisi fisik nya Aldi ,


Meski tadi saat berkelahi Aldi bisa membuat Firman terluka , namun tenaganya kini tidak seperti dulu yang kuat , mungkin karena kakinya yang masih belum pulih itu yang menjadi hambatannya .


" Gapapa... kak ? makasih ". Ucapnya Aldi .


" Iya sini , biar aku bantu berdiri ". Ucapnya Ridho mencoba membantu Aldi untuk berdiri dengan mengambilkan tongkat nya yang tergeletak cukup jauh darinya akibat perkelahian nya tadi .


" Iya ". Jawabnya Aldi .


Setelah itu Aldi malah pergi keluar rumah , ia benar-benar pusing menghadapi semua yang terjadi .


" Mungkin sekarang , keadaannya tidak akan sama lagi seperti dulu ". Batinnya merasa menyesal akan apa yang ia perbuat dulu .


.


.


.


.


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊😊🤗😚

__ADS_1


__ADS_2