Dendam Cinta

Dendam Cinta
#Dendam_Cinta_Bab_27


__ADS_3

"Shena, ada yang mau aku tanyakan padamu," ucap Shaka kepada Shena.


"Apa itu?" sahut Shena.


"Pasti mau nanya gini. 'Shena apa kamu mau jadi kekasihku?' yakin deh aku," ucap Rita.


Shena menatap Rita lalu mencubit lengan gadis itu.


"Aduh, sakit tahu," ucap Rita sembari memegangi lengannya.


"Lagian lo kalau ngomong suka benar," sambung Shendy.


"Ini lagi, sama aja," ucap Shena.


Shaka hanya tersenyum melihat tingkah Shena dan Rita.


"Mas Shaka mau bicara apa?" tanya Shena kepada Shaka.


"Kamu mau berhenti kerja di sini?" tanya Shaka.


"Apa! Berhenti bekerja?" ucap Rita dan Shendy secara bersamaan.


Rita dan Shendy menatap Shena dengan tatapan tak percaya. Mata mereka terbuka lebar, untunglah tidak loncat dari tempatnya.


"Kalian apaan sih? Biasa aja kali," ucap Shena.


"Tidak, Mas siapa yang bilang?" ucap Shena kepada Shaka.


"Pak Reyhan. Sebenarnya gak bilang kamu mau berhenti kerja, dia meminta aku untuk membuat pengumuman penerimaan karyawan baru katanya buat gantiin kamu," jelas Shaka.


"Oh, itu. Iya memang aku mau pindah posisi di perusahaan ini."


"Maksudnya?"


"Gak ada maksud, nanti juga kalian akan tahu."


"Apa sih, kamu jangan bikin aku jantungan deh," ucap Rita.


"Siapa yang bikin kamu jantungan coba? Orang aku cuma menyampaikan apa yang ada dalam pikiranku," timpal Shena.


"Jadi kamu gak berhenti kerja di sini?" tanya Shaka.


Shendy dan Rita menatap Shena, mereka berdua menunggu jawaban dari teman mereka itu.


Shena tersenyum lebar selebar bibirnya.


"Ya, Nggak lah. Kalau aku berhenti bekerja nanti aku mau makan apa," ucap Shena.


Shendy dan Rita bernafas lega, akhirnya mereka tidak akan berpisah dengan teman baru mereka.


"Aku pikir kamu mau berhenti kerja karena mau nikah sama Pak Reyhan," ucap Shaka.

__ADS_1


"Mas, ngomong apa sih? Kejauhan tahu," sahut Shena.


"Aku lihat, Pak Reyhan seperti ada sesuatu sama kamu dan kalian juga dekat kan?" ucap Shaka.


"Iya, yang aku lihat kamu sama Pak Reyhan dekat banget," sambung Shena.


"Ih kalian ini. Aku sama Pak Reyhan tidak ada apa-apa, kami dekat karena memang dia bos aku dan aku karyawannya lagi pula kalau aku sama Pak Reyhan yang ada aku dicakar-cakar sama Aulya," jelas Shena.


...****************...


Di rumah Dania.


"Bu, saya mau bertemu dengan Dania. Apa Dania ada di rumah?" tanya Devan.


Siang itu, Devan memberanikan diri untuk menemui Dania selain karena soal pekerjaan ini juga menyangkut hubungan mereka yang menggantung.


"Dania ada tapi dia tidak bisa ditemui," sahut Widya.


"Tolong, Bu sebentar saja. Saya ingin kejelasan dari dia tentang pekerjaannya."


Widya terdiam, yang Devan katakan memang benar, Dania harus memberikan kejelasan tentang pekerjaannya kepada bosnya itu.


"Baiklah, tunggu sebentar ya, saya akan memanggil Dania dulu."


Widya masuk ke dalam rumahnya untuk memanggil Dania yang sudah beberapa hari hanya mengurung diri di kamarnya!


Tok!


Tok!


"Dania, di luar ada bos mu," ucap Widya.


"Katakan padanya, aku sedang tidak mau diganggu," sahut Dania.


"Tidak bisa, kamu harus memberi kejelasan tentang pekerjaanmu. Bibi harap kamu bisa bersikap dewasa kalau kamu mau berhenti bekerja, katakan padanya kalau kamu ingin keluar tapi kalau kamu masih mau bekerja bersama dia setidaknya kamu izin cuti selama beberapa hari lagi."


Dania menatap Widya lalu beranjak dari duduknya.


"Baiklah Bi aku akan menemui dia."


Shena pun melangkahkan kakinya dan meninggalkan Widya di kamarnya.


"Dania," ucap Devan saat melihat Dania keluar dari rumahnya.


"Saya mau berhenti bekerja," ucap Dania tanpa basa-basi.


Devan menatap Dania dalam waktu yang lama.


"Tapi Dania, kita kan."


"Saya juga ingin hubungan kita berakhir."

__ADS_1


"Dania, tapi–"


"Kita bicarakan ini, nanti saja jangan disini saya takut Bibi saya mendengar."


"Baik, kita bicara nanti sore jam lima tempatnya nanti saya share_lock."


"Saya pasti akan datang," ucap Dania tanpa menatap Devan sedikitpun.


"Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu."


Devan segera beranjak dari duduknya lalu mulai melangkahkan kakinya meninggalkan rumah Dania!


Tanpa menunggu Devan tak terlihat lagi, Dania langsung masuk ke dalam rumahnya!


Rupanya gadis itu sudah tak bisa berpura-pura cinta lagi kepada Devan.


"Dia sudah pulang?" tanya Widya.


"Sudah, Bi," sahut Dania singkat.


"Kamu baik-baik saja kan?"


"Aku baik, Bi. Tenang saja."


Widya menganggukkan kepalanya lalu mengusap lengan atas Dania.


"Bibi serahkan semua keputusan kepada kamu. Kalau kamu memang bahagia dengan keputusan yang kamu buat."


Dania tersenyum tipis lalu masuk ke dalam kamarnya!


Bersambung.


Teman-teman mampir juga yuk ke karya author yang baru dengan judul.


Gadis Bogor


Blur:


Indah adalah seorang gadis yang tinggal di sebuah pedesaan yang jauh dari keramaian kota.


Dia tinggal bersama Ibu tiri dan kakak tirinya, awalnya hidup Indah biasa saja. Sama seperti keluarga pada umumnya, Ibu tirinya Indah menyayangi Indah sama seperti dirinya sayang kepada anak kandungnya. Namun, setelah Ayahnya Indah meninggal, Ibu tirinya menjadi jahat dan memperlakukan Indah layaknya seorang pembantu di rumahnya sendiri.


Indah pernah dijual oleh Ibu tirinya kepada laki-laki hidung belang, untungnya dia bisa melarikan diri dari laki-laki itu dan akhirnya Indah ditolong oleh seorang laki-laki yang bernama Feri.


Siapakah Feri?


Akankah Indah menemukan kebahagiaannya?


Ikuti terus kisahnya!


__ADS_1


Terimakasih sudah mampir di karya saya mohon setelah membaca jangan lupa klik like dan favorit kan ya, bagi yang mau kasih hadiah atau vote boleh banget. Agar author nya semangat dalam berkarya.


__ADS_2