
Salma/Anna yang mendengar berita soal Aldi dari perawatnya ,menjadi gelisah serta marah .
" Kalian benar-benar gak becus , jagain orang lumpuh saja gak bisa !!!". Bentaknya pada semua anak buahnya .
" Maaf nyonya , kami benar-benar tidak tahu akan terjadi akan hal seperti ini ". Ucap salah satu anak buahnya .
" Ck... hanya kata maaf bisanya , gak mau tahu pokoknya cari keberadaannya dimana dan cari tahu siapa yang berani-beraninya menculiknya , lagian bisa-bisanya sih masih ada yang mau menculiknya ...kecuali ...orang itu ". Ucapnya Salma berpikir .
" Ah...iya kecuali orang itu tahu kalau Alvian itu Aldi , aduh...gawat ini , kenapa bisa ada yang mengenalinya sih selain aku ... ". Kesalnya .
" Mungkin saja bisa nyonya , mungkin keluarganya berubah pikiran soal ucapannya tempo hari itu, dan atau jangan-jangan keluarga nya lah yang menculiknya ". Ucapnya anak buahnya itu menerka-nerka .
" Gak mungkin, jelas-jelas kemarin semua anggota keluarganya itu menolak dia mentah-mentah , bahkan sampai dia diusir terlebih lagi oleh istrinya sendiri ". Ucapnya Salma/Anna .
Namun Salma kini berpikir keras akan kejadian ini,
Sedangkan Aldi kini tengah di perlakukan seperti seorang bos, ia kini tengah dilayanin oleh para pelayan yang diperkerjakan oleh mamanya untuk merawat dirinya .
" Al ". Ucap mama nya yang tiba-tiba masuk kedalam kamarnya Aldi .
" Iya mah , ada apa ?". Tanyanya Aldi langsung melihat kearah ibunya berada .
" Enggak gini rencana mama, soal mempertemukan kamu dengan Ayla , seperti nya harus ditunda dulu ". Ujar nya Mira .
" Loh... kenapa mah ? terjadi sesuatu kah , atau kenapa ? ". Aldi yang bertanya-tanya .
" Gak ,gak terjadi sesuatu kok, tapi hal yang mama inginkan sekarang ingin melihat kamu kembali pulih, bisa jalan lagi dengan normal , mama sudah jadwalkan pemeriksaan pada kaki mu itu dengan dokter spesialis tulang, mudah-mudahan ada harapan dimana kamu bisa berjalan lagi Al ". Ucapnya Mira mendekati anak semata wayangnya itu .
" Mama serius ingin melakukan hal itu, tapi kemungkinan nya kecil loh mah, kata dokter yang menangani aku sebelumnya kemungkinan aku untuk bisa berjalan lagi itu hal yang mustahil gitu, karena aku sudah lumpuh total mah, jadi gak mungkin bisa sembuh ". Ucapnya Aldi pesimis .
" Jangan nyerah gitu dong Al, kan kita gak tau kedepannya gimana siapa tahu kamu bisa sembuh, dan mama yakin kok kalau kamu bisa sembuh , lagipula kalau melihat kondisi kamu yang seperti ini mama gak tega Al, dan kamu harus ingat tujuan kita , kamu gak bisa menghadapi musuhmu jika kondisi mu seperti ini , mama hanya takut kondisi mu yang seperti ini justru dimanfaatkan oleh Salma maupun Firman yang ingin benar-benar memisahkan kamu dengan keluarga mu ". Ucapnya Mira .
__ADS_1
" Yang dikatakan mama benar , kondisiku yang kaya gini pasti akan menjadi beban kedepannya , dan beresiko sekali sewaktu-waktu mereka akan menemukan aku, dan sebelum mereka bisa menemukan aku , aku ingin bisa seperti dulu ". Ucapnya .
" Mama akan kasih perusahaan perkebunan kelapa sawit yang mama punya Al untuk kamu bangun menjadi perusahaan besar seperti dulu, buktikan kamu mampu, dan bisa kembali seperti dulu ". Ucapnya Mira memberi semangat untuk anaknya itu .
" Tapi keputusan aku tetap pada pendirian aku, aku akan bangun perusahan Prastama kembali dengan usahaku sendiri mah, aku mohon percayalah aku pasti bisa ". Ucapnya Aldi tersenyum pada ibunya itu .
" Tekadmu , keras kepalamu itu benar-benar mirip sekali seperti almarhum ayahmu Al ". Balasnya Mira tersenyum sambil mengelus rambut kepala nya Aldi .
" Aku mohon ya mah percaya sama Aldi, Aldi bisa kok ". Ucapnya tersenyum melihat kearah ibunya .
" Iya Al kalau memang mau kamu seperti itu ya sudah mama hanya bisa mendukung apa yang menjadi keinginan anak mama ini ". Balasnya Mira .
" Makasih mah ". Ucapnya Aldi tersenyum .
Sedangkan kini Laila sedang uring-uringan memikirkan Alvin yang masih ia sangka adalah suaminya .
" Aku pergi dulu ya, katanya ada lowongan pekerjaan dari temanku ,aku ingin menemuinya sekarang ". Ujarnya Alvin sambil memakai sepatu sneaker miliknya .
" Aamiin , ya sudah aku berangkat ya ". Setelah selesai memakai sepatu nya itu ,ia berdiri dihadapannya Laila dan mengulurkan tangannya dan diterima oleh Laila , oleh Laila dicium tangannya itu ,lalu pamit pergi menggunakan motor matic miliknya Laila .
" Iya hati-hati ". Ucapnya Laila .
" Sejujurnya aku bukan ingin menemui temanku , tujuanku sekarang hanya ingin mencari orang yang tempo hari mengaku sebagai Aldi itu, aku benar-benar penasaran sekali soal dia , kalau memang dia Aldi , mungkin dengan cara aku bisa menemukan nya kembali , aku bisa terlepas dari sandiwara memuakkan ini ". Batinnya Alvin sambil mengendarai motor matic miliknya Laila itu .
" Tapi tujuanku kemana ? jujur saja mencari orang itu sungguh sulit, sudah seharian kemarin aku mencarinya namun tak kunjung juga aku menemukan nya , Aldi gua mohon munculah dihadapan gua please ... biar gua terlepas dari sandiwara memuakkan ini ...". Ucapnya sambil memohon .
Oek...oek..oek...
Tangis Ayla yang terbangun , dan suhu tubuhnya yang hangat membuat Laila cemas kini digendongnya Ayla dalam dekapan nya ia langsung membuka ponselnya hendak menghubungi suaminya , namun tak kunjung juga tersambung ponsel suaminya itu .
" Astagfirullah ... mas kamu dimana sih ... angkat dong mas ". Terlihat sekali raut wajah kekhawatiran nya itu .
__ADS_1
" Cup...cup..cup...sayang ia sayang , bentar mama telpon papa mu dulu , aduh... mas kamu dimana sih mas ...". Cemasnya Laila , sedangkan kini Ayla menangis terus .
" Arghh... papa mu tuh ya ,emang ... dah lebih baik kita ke dokter duluan ya sayang , aduh... sayang... ". Terlihat sekali betapa repotnya Laila yang mengambil tas serta dompet dilemari pakaiannya .
Laila langsung memesan taksi online untuk ke rumah sakit ,
Oek...oekk...oekk...
" Aduh sayang, cup...cup...sayang , aduh gimana sih ini ". Ucapnya Laila sambil mengunci pintu rumahnya namun agak susah karena ia kini tengah sedikit tergesa-gesa .
Dan tak lama mobil yang Laila pesan datang, tanpa basa-basi Laila langsung masuk kedalam mobil itu, dan menyuruh sang sopir untuk mengantarkan nya ke rumah sakit anak dan ibu .
" Aduh sayang, sabar ya nak, bentar lagi sampai ". Ucapnya Laila yang terlihat sekali cemas terhadap Ayla yang terus menerus nangis .
" Pak agak cepetan ya pak, anak saya sakit soalnya saya takut kenapa-kenapa dia ". Ujar Laila pada sopir taksi itu .
" Iya baik Bu ". Balasnya .
Sambil sesekali menghubungi Alvin, namun tak kunjung juga Alvin angkat .
Alvin melihat ponselnya yang dari tadi ada panggilan masuk dari Laila namun ia sengaja tak angkat , ia sedang malas sekali berbicara dengan Laila , yang ia pikirkan kini hanya mencari orang yang ia cari .
" Gua mohon tuhan pertemukan lah gua sama Aldi ". Ucapnya , terlihat sekali raut wajah lelah Alvin .
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉 dukungan dari kalian membuat author semakin semangat untuk menulis melanjutkan cerita ini 👍😄