
Aldi berpamitan pada perempuan itu setelah mereka berbincang dengan waktu yang cukup lama sebagai tanda perkenalan .
Aldi masuk kedalam apartemen nya dengan berjalan santainya ,ia tidak sadar kalau ada sepasang mata yang melihatnya dengan tatapan tajam disudut ruangan .
" Senang sekali ya kelihatan nya setelah keluar apartemen ". Celetuknya Laila .
Aldi langsung melihat ke sumber suara yang berbicara .
" Apa maksud mu ". Ucapnya Aldi yang tidak mengerti dengan apa yang dilontarkan Laila sebelumnya .
" Ya begitulah laki-laki kalau dirumah merasa bete ya cari kesenangan diluaran sana ". Ucapnya Laila yang kini duduk menyilang disofa ruang tamunya yang dari tadi berdiri dipojokan .
" Apaan dah gak jelas ". Ucapnya Aldi yang langsung masuk kamarnya membuat Laila yang melihatnya semakin kesal saja .
" ihh... gak peka sama sekali jadi suami ". Gerutu nya Laila .
Aldi langsung pergi kekamar mandi yang berada dikamarnya karena ingin mandi ,
Makan malam sudah tiba , Aldi makan seperti biasa begitupun dengan Laila namun ada yang aneh dari sikapnya Laila yang kini lebih ke cuek gak perduli sama sekali pada suaminya itu, dan saat Aldi makan pun ia mengambil makanannya sendiri yang ada diatas meja .
" Tumben dia gak kaya biasanya ". Batinnya Aldi merasa heran melihat perubahan sikapnya Laila itu .
Namun tanpa ia pikir panjang ,ia justru malah meneruskan acara makannya itu dengan santainya . Laila yang melihat suaminya yang benar-benar tidak merespon akan perubahan nya itu membuat Laila semakin jengkel pada suaminya itu .
" Sebenarnya hatinya itu terbuat dari apa sih? ihh... kesel ". Batinnya Laila melihat suaminya makan dengan lahapnya dan sesekali nambah tanpa memperdulikan sikapnya Laila itu .
Acara makan malamnya itu sudah selesai ,Aldi pun kembali ke kamarnya untuk menelpon Dhan agar persiapan dia berangkat ke luar kota ia siapkan , dan sebelumnya juga sebelum Aldi jatuh sakit Aldi sudah memiliki janji dengan kliennya yang ada diluar kota yaitu kota Z .
" Siapkan saja Dhan, besok kita berangkat kesana ". Ucapnya Aldi menelpon Dhan dan kebetulan juga Laila mendengarnya .
Laila masuk kedalam kamarnya itu saat Aldi tengah teleponan dengan asisten pribadi nya .
" Siap tuan saya akan siapkan ? Anda tinggal berangkat saja ". Ujarnya Dhan menjelaskan dibalik telpon .
" Bagus , kamu jemput saya besok sekitar jam 8 pagi agar tidak ketinggalan kapal di pelabuhan ". Ucapnya Aldi .
" Iya tuan ". Jawab Dhan .
Lalu ia pun mematikan panggilan teleponnya itu dengan Dhan , Aldi melihat kearah Laila yang kini duduk diranjang sambil memainkan ponselnya .
Aldi langsung menghampiri istrinya itu,
" Tolong siapkan pakaian ku ". Ujarnya Aldi menyuruh istrinya itu .
" Memangnya kamu mau kemana, kenapa aku dengar tadi kamu mau pergi sama Dhan ?". Tanyanya Laila .
__ADS_1
" Ada bisnis , sudahlah siapkan saja ,kamu mana mengerti ". Ucapnya Aldi siap-siap untuk tidur .
" Mana aku bisa mengerti kamu menjelaskan nya saja gak pernah ". Ucapnya Laila membuat Aldi yang tadinya memejamkan matanya langsung membuka matanya lagi .
" Besok aku ada pertemuan dengan klien ku di kota C , mungkin aku disana untuk beberapa hari saja ". Ujarnya Aldi .
" Kamu baru sembuh loh, masa mau melakukan perjalanan bisnis sih, mana jauh lagi ". Ucapnya Laila .
" Aku sudah janji dengan klien ku Laila, kamu ini kenapa sih? kaya gak ngizinin aku pergi ". Ucapnya Aldi melihat kesampingnya dimana istrinya berada .
" Setelah apa yang kamu lakukan tadi , aku mana bisa membiarkan kamu pergi begitu saja mas ". Ucapnya Laila .
" Astaga... apa sih maksud mu hah... dan aku juga heran tumben sikapmu kaya gitu, biasanya tiada hentinya kamu bicara ini itu ". Ucapnya Aldi yang keheranan .
" Tau ah, ya udah aku siapkan pakaian mu, kamu tidur saja sana ". Ucapnya Laila bangun dari duduknya diranjang untuk pergi kearah lemari pakaian suaminya yang berada di ruangan khusus pakaian mahal milik suaminya itu ,dengan wajah masamnya .
" Aneh dah.. itu cewek ". Ucapnya Aldi keheranan melihat sikap istrinya itu .
" Dia itu kenapa sih ? aneh banget ". sambungnya .
Keesokan harinya , Laila seperti biasa lebih awal bangunnya daripada suaminya itu . ia masak terlebih dahulu untuk suaminya dan setelah itu membereskan apartemennya yang agak berantakan .
" Akhirnya siap , aku tinggal mandi setelah itu berangkat ke kantor ". Ucapnya Laila sambil membuka celemek yang ia pakai saat memasak tadi .
Laila berjalan menuju kamar mandi yang berada dikamarnya , untuk membersihkan tubuhnya . Aldi yang terbangun karena mendengar suara gemericik air dikamar mandinya , ia pun mengerjap-ngejapkan matanya . Laila keluar kamar mandinya itu hanya menggunakan handuk yang menutupi sebagian tubuhnya tidak dengan kaki panjangnya itu membuat Aldi yang tadinya matanya yang masih terpejam terbuka lebar .
" Kamu sudah bangun mas , mandi gih habis itu sarapan ". Ucapnya Laila yang hendak masuk kedalam kamar pakaiannya .
" Hmm...". Jawab Aldi dengan dehaman saja .
Aldi melihat kearah jam dinding yang berada dikamarnya , dan masih jam 7 pagi , dengan santainya ia masuk kedalam kamar mandinya untuk mandi .
Sarapan pagi seperti biasanya Laila memasak sarapan nasi putih dengan lauk pauknya yang menggugah selera makannya Aldi .
" Makan yang banyak ". Ucapnya Laila menuangkan nasi putih hangat diatas piring suaminya itu tak lupa dengan lauk pauknya itu .
Saat hendak memasukan makanannya , terlebih dahulu Aldi menatap kearah istrinya itu yang terlihat pangling baginya . Ya yang biasanya Laila berpakaian seadanya dan makeup juga natural kini sedikit berbeda , Laila menggunakan pakaian kerjanya dengan modisnya membuat suaminya itu terpesona .
lipstik merahnya membuat Aldi yang melihatnya sedikit tergoda , meski Laila bermake-up namun makeup nya itu tidak terlalu mencolok jadi sedikit terlihat anggun saja gitu dilihatnya .
Aldi memperhatikan cara Laila makan dan cara Laila memasukan setiap makanan yang ia makan . Laila yang menyadari kalau dirinya tengah diperhatikan ia langsung melihat kearah suaminya yang dari tadi hanya diam saja .
" Makan mas , jangan lihatin aku terus ". Ucapnya Laila melihat kearah suaminya itu membuat Aldi tersadar akan apa yang ia lakukan .
" Ah... siapa juga yang melihat kamu, sudah bosan kali aku lihat kamu tiap harinya ". elaknya Aldi membuat Laila hanya terkekeh .
__ADS_1
" Dasar munafik banget sih kamu mas, bilang saja kalau kamu terpesona sama aku kan , gengsi mu itu dihilangkan saja kenapa sih ". Ucapnya Laila bangun dari duduknya itu sambil menyimpan piring bekas makannya itu di wastafel tempat cuci piring nya .
" Siapa yang munafik, gak tuh Lo aja yang kegeeran dih ". Ucapnya Aldi yang tidak mau kalah bicara dengan istrinya itu .
" Ya... ya terserah kamu saja ". Ucapnya Laila sambil mencuci tangannya itu .
setelah itu pergi ke kamarnya untuk menyiapkan beberapa berkas yang mau ia bawa ke kantor . Aldi pun sudah selesai dengan sarapannya itu dan setelah itu mereka hendak berangkat dengan masing-masing kendaraannya dan kali ini Aldi ingin Laila diantar jemput oleh supir pribadinya itu yang sudah Aldi pekerjaan selama ia menjabat menjadi CEO perusahaan terbesar dikota .
" Aku kan bisa berangkat dengan motorku mas ". Ucapnya Laila yang masih menolak keinginan suaminya itu .
" Sudah nurut aja kenapa sih, lagian ya dia juga yang akan mengawasi kamu dan menjaga kamu selagi aku gak ada , dan ingat ya kamu jangan macam-macam dengan ku bagaimanapun kamu harus bisa menjaga citra baikku di publik jangan mempermalukan ku Laila ". Ucapnya Aldi .
" Ya sudah deh , apa boleh buat lagian aku macam-macam apa coba , kamu kali yang macam-macam kemarin saja begitu ". Ucapnya Laila cemberut membuat Aldi yang mendengar ucapan dari istrinya itu tersadar dengan apa maksud istri nya selama ini .
" Ya sudah berangkat sana ". Ucapnya Aldi menyuruh istrinya berangkat dengan supir pribadinya Aldi yang memang jarang sekali Aldi butuhkan , namun kali ini Aldi benar-benar membutuhkan supirnya itu untuk mengawasi sekaligus menjaga istrinya itu selagi ia tidak berada di kota ini .
" Eh bentar ". Ucapnya Laila menyimpan barang-barang nya itu serta tas kerjanya itu dikursi mobil lalu ia menghadap suaminya .
" Mau apa kamu ?". Tanyanya Aldi was-was kalau Laila bertindak aneh-aneh padanya apalagi ini di publik disana juga sudah ada Dhan yang menunggu dirinya .
" Kebiasaan deh kamu mas kalau pakai dasi itu berantakan gini ". Ucapnya Laila membenarkan dasinya yang dikenakan suaminya itu .
" Nah... sudah ya sudah berangkat , dah sayang jangan lupa , sering kabari aku ya mas ". Ucapnya Laila tersenyum lalu mengecup pipi kanan Aldi sekilas membuat Aldi terkejut begitupun dengan para anak buahnya yang berada disana .
Dhan yang melihatnya hanya menahan senyumnya , begitupun dengan sopirnya itu .
" Dah sayang ". Ucapnya Laila melambaikan tangannya kearah suaminya itu yang masih mematung disana sedangkan dirinya sudah berada didalam mobil dan hendak pergi dari sana menuju kantor .
Aldi memegang pipinya itu, Dhan hanya tersenyum .
" Ya sudah yuk tuan kita berangkat ". Ujarnya Dhan .
" Ah... iya Dhan ". Ucapnya Aldi tersadar namun dengan sikap salah tingkah nya itu .
Aldi masuk kedalam mobilnya menuju pelabuhan dengan perasaan campur aduk .
" Ck.. dia tuh ". Gerutunya dalam hati namun sejujurnya Aldi senang mendapat kecupan singkat dari istrinya itu .
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊