
"Dania kenapa kamu mengajak aku bertemu di sini?" tanya Devan.
"Maaf, Mas aku tidak mau bertemu di tempat yang ramai, aku takut dipermalukan oleh Bu Susan," jelas Dania.
Sebelumnya Devan mengajak Dania bertemu di sebuah kafe namun, Dania menolaknya.
Malah Dania mengajak Devan bertemu di tepi danau yang tak banyak orang yang datang ke sana disetiap harinya.
"Dania, aku mau kamu kembali bekerja di restoran ku lagi," ucap Devan.
"Aku sudah memutuskan kalau aku ingin berhenti bekerja."
"Tapi kita akan sulit untuk bertemu kalau kamu berhenti bekerja."
"Aku ingin hubungan kita berakhir sampai di sini saja."
"Tidak, Dania bukan itu yang aku mau."
"Tapi itu yang aku mau. Sudah cukup Bu Susan mempermalukan aku didepan tetanggaku dan juga Bibi ku."
"Dania, aku masih mencintai dirimu."
"Jadi sebenarnya kamu mencintai siapa? Kamu memilih siapa?" tanya Shena yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka.
"Shena! K_kamu kenapa ada di sini?"
Devan terkejut melihat sosok Shena yang datang tiba-tiba.
Ya, ini adalah rencana Shena dan Dania mereka berdua sengaja merencanakan ini agar Dania bisa terlepas dari Devan.
"Mas, jadi kamu juga bermain di belakangku?" tanya Shena.
"Shena, ini tidak seperti yang kamu pikirkan aku hanya ... aku hanya–"
"Hanya apa, Mas? Apa kamu hanya bermain-main dengan hubungan kita?" sarkas Dania.
"Dania ...."
"Mas bagaimana dengan janjimu padaku? Apa kamu lupa dengan anak kita? Kamu bilang kamu mau kembali padaku lalu apa ini?" ucap Shena.
"Baiklah-baiklah, Shena, Dania aku hanya akan memilih salah satu dari kalian," ucap Devan.
"Semoga laki-laki kurangajar ini memilih Bu Shena," ucap Dania didalam hatinya.
"Dania." Devan menatap Dania dengan tatapan yang sulit dimengerti.
"Semoga Devan tidak memilih Dania," ucap Shena didalam hatinya.
Devan menarik nafasnya panjang lalu membuangnya perlahan.
"Aku lebih memilih Shena. Dania aku kabulkan keinginan kamu untuk menyudahi hubungan kita," ucap Devan.
"Jadi selama ini kamu hanya menjadikan aku sebagai selingan? Tega kamu, padahal aku hanya bercanda ingin menyudahi hubungan kita tapi kamu ...."
__ADS_1
Dania meneteskan air matanya tentunya air mata kepalsuan karena didalam hatinya dia sangat bahagia bisa lepas dari laki-laki itu.
"Akting mu bagus sekali, Dania pantas Devan tidak curiga padamu," ucap Shena didalam hatinya.
Sebuah senyuman terukir di bibir Shena.
"Sudahlah, Dania ikhlaskan, Mas Devan untuk aku. Kamu tahu kan kalau kami sudah punya anak?" ucap Shena.
"Seharusnya, Anda tidak perlu masuk lagi ke kehidupan Mas Devan, seharusnya Anda yang mengikhlaskan Mas Devan untuk saya."
Dania berucap sembari menunjuk-nunjuk ke arah Shena dengan air matanya yang dibuat terus mengalir.
"Cukup, Dania! Aku sudah memutuskan kalau aku memilih Shena." bentak Devan kepada Dania.
"Dania, tolong kamu pergi dari sini karena sudah jelas, Mas Devan memilih saya," ucap Shena kepada Dania.
"Aku kecewa sama kamu, Mas. Aku pikir kamu akan memperjuangkan cinta kita tapi ternyata kamu, kamu menghancurkan impianku," ucap Dania sebelum akhirnya dia pergi dari tempat itu.
Dania terus berjalan menjauh dari tempat itu, sementara Devan hanya menatap kepergian Dania.
Sebenarnya Devan masih ingin melanjutkan hubungannya dengan Dania tapi karena keadaan yang memaksa, akhirnya dia memutuskan hubungannya dengan Dania karena dirinya lebih memilih Shena.
Dania terus berjalan tanpa menoleh ke belakang! Sebuah senyuman penuh kebahagiaan terukir di bibir Dania.
Shena yang berdiri dibelakang Devan tersenyum lebar karena telah berhasil menjalankan rencananya.
...****************...
"Oh, rupanya kalangan bawahan suka ke tempat ini juga ya," ucap Aulya.
Sebenarnya mereka tidak berniat untuk berbelanja, mereka hanya ingin melihat-lihat saja.
"Kamu pikir, cuma kamu yang bisa beli pakaian mahal hah? Jangan sombong Aulya, kita juga bisa beli barang-barang mahal," ucap Rita.
Aulya tertawa kecil menyombongkan dirinya.
"Mau beli pakai apa? Gaji kalian aja cuma seberapa."
"Ni anak emang minta digeplak kayaknya," ucap Shendy sembari mengangkat tangannya.
"E_e_eh, kamu ngapain? Jangan ladeni perawan tua yang gak laku-laku ini," ucap Rita sembari mencegah Shendy agar tak memukul Aulya.
Rita menarik Shendy membawanya keluar dari butik itu!
"Kurangajar kalian, ngatain aku perawan tua. Awas aja ya aku akan bikin perhitungan dengan kalian."
Aulya berucap dengan sedikit berteriak sehingga pengunjung lain mengarahkan pandangan mereka kepada Aulya.
...****************...
Di kediaman Riky.
"Pa, apa Alesha udah bisa ketemu sama Mama?" tanya gadis kecil yang sedang menyandarkan punggungnya di kepala ranjang.
__ADS_1
"Belum, sayang. Sebentar lagi ya," sahut Riky.
"Kapan? Aku udah lama menunggu."
"Kalau udah waktunya, sayang."
"Waktunya kapan, Pa?"
Riky menatap Alesha dalam waktu yang lama sehingga gadis kecil itu menundukkan kepalanya.
"Aku hanya ingin tahu bagaimana wajah Mama, bagaimana gayanya berbicara dan bagaimana bisa dia pergi meninggalkan kita tanpa kabar seperti ini."
Alesha mulai menangis, gadis kecil itu sudah tumbuh menjadi anak-anak yang ingin tahu segalanya karena rasa penasarannya yang sangat besar.
"Alesha maafkan Papa karena Papa belum bisa mempertemukan kamu sama Mama."
"Papa tidak perlu meminta maaf, Papa hanya perlu bawa aku untuk menemui Mama," ucap Alesha sembari terus menundukkan kepalanya.
Alesha tidak berani menatap wajah Papanya karena takut Papanya akan marah padanya.
"Sayang, hari minggu nanti kita akan pergi menemui Mama tapi kamu harus janji, jangan marah, jangan menangis apalagi sampai pergi meninggalkan Papa."
Alesha mendongakkan kepalanya! Ditatapnya wajah Ayahnya dengan mata yang berbinar.
"Benarkah? Papa tidak bohong? Alesha janji tidak akan melakukan apa yang Papa katakan barusan."
Riky tersenyum lalu memeluk Alesha!
"Sekarang kamu tidur ya, udah malam," ucapan Riky.
Alesha mengangguk lalu melepaskan pelukannya!
Alesha membaringkan tubuhnya lalu menutup tubuhnya dengan selimut.
"Selamat malam Pa," ucap Alesha.
"Selamat malam sayang, semoga mimpi indah."
Riky mencium kening Alesha lalu segera keluar dari kamar putrinya itu!
...****************...
"Akhirnya, aku terbebas dari laki-laki itu," gumam Dania.
Dania segera masuk ke dalam taksi online yang sudah dia pesan.
Sopir taksi itu pun langsung melajukan mobilnya ke tempat yang akan dituju oleh Dania.
"Aku harus cari kerja kemana? Sekarang cari kerja sulit kalau aku gak kerja nanti aku mau makan apa, kasihan Bibik ku," ucap Dania didalam hatinya.
Dania terus memikirkan kelanjutan hidupnya setelah dirinya berhenti bekerja di restoran milik Devan.
Dirinya tidak bisa nganggur lama-lama karena takut akan menjadi beban untuk bibi nya terlebih lagi, Widya hanyalah penjual kue keliling.
__ADS_1
Bersambung.