
Laila dan Lili terlihat marah .
" Astaga siapa tuh... baru datang cantik-cantik bener ". Ucap para pria pengunjung Bar .
" Iya tuh, sexy man...". Timpal kawannya .
Aldi sekawan seketika penasaran melihat kearah keramaian ,
" Ada apaan sih tuh? kok kayaknya heboh bener ?". Tanyanya Johan .
" Tahu dah... bagi-bagi sembako kali ". Ucapnya Aldi cuek .
" Yeh... ya kali di bar gini bagi-bagi sembako Bambang ...". Balasnya Johan .
" Ya bisa aja kali Mansur ". Ejeknya Aldi .
" Lihat saja kalau Lo pada penasaran mah , ya mending gua mah disini iya gak ? cantik ". Celetuknya Rian yang terlihat sudah mabuk .
" Ini lagi orang , pake mabuk segala ". Ucapnya Johan yang sedikit kesal sampai-sampai ia melemparkan kulit kacang pada wajah nya Rian .
" Apa-apaan dah Lo Han...". Ucapnya Rian yang tidak suka dengan sikap nya Johan .
" Ya elo , bikin gua esmosi aja ". Ucapnya Johan .
" Yeh... kalian berdua sama aja kali , pada mabok ". Ucapnya Aldi tersenyum mabuk .
" Lo juga kali P*a ". Johan dan Rian yang serempak melempar kulit kacang pada Aldi .
Aldi yang dilempar kulit kacang hanya tertawa . ia tidak sadar ada ancaman yang mengintainya dari tadi .
" Bohay anjirr...". Teriakan para pria pengunjung Bar membuat mereka bertiga serempak bangkit dari duduknya meninggalkan ketiga wanita-wanita yang bersama mereka tadi yang kini telah mabuk juga .
" Mau kemana sih sayang disini saja sama aku ". Ucapnya Sinta pada Johan .
" Bentar ya sayang , aku lihat itu ada apa sih... bikin penasaran saja ". Ucapnya Johan melepaskan pegangan tangannya Sinta .
" Kamu juga mau kemana Baby , disini saja ". Ucapnya Chyntia merangkul lengan milik Aldi .
" Maaf lepas ". Ucapnya Aldi melepaskan pelukannya Chyntia .
Rian yang dari tadi sudah lepas dari godaannya Cantika ia malah duluan menghampiri keramaian itu , Rian benar-benar terkejut melihat apa yang ia lihat dan langsung melirik kearah Aldi dan Johan yang masih belum terlepas dari cengkraman para wanita itu . Rian menelan ludahnya melihat pemandangan indah didepan matanya , ia malah senyum-senyum sendiri melihat kecantikan dan keseksian tubuhnya kedua wanita yang menjadi pusat perhatian para tamu Bar .
" Gila ... Cantik anjirr.... ". Ucapnya Rian dengan mata genitnya .
Johan dan Aldi menepuk kedua bahunya Rian membuat Rian tersadar .
" Lihat apaan sih Lo kayanya mata Lo terpesona gitu ?". Tanyanya Johan yang belum melihat apa yang dilihat Rian karena semakin banyak orang yang berdesak-desakan mengelilingi kedua wanita yang menjadi pusat perhatian .
" Iya apaan dah heboh bener ... orang-orang ini bilang katanya ada wanita bohay... hahaha ". Ucapnya Aldi tertawa licik membayangkan gimana wanita yang jadi pusat perhatian orang-orang .
" Angkat tangan dah... gua , kalian lihat saja sendiri ". Ucapnya Rian tersenyum .
__ADS_1
" Ya udah minggir gua mau lihat ". Ucapnya Johan mendorong Rian membuat Rian terjatuh ke sofa yang berada disana .
" Iya ah... nghalangi saja ". Ucapnya Aldi yang kesal dari tadi ingin melihat wanita itu tapi malah ia gak bisa karena terhalang-halangi orang-orang .
" Hahaha... kalian berdua pasti terkejut ". Ucapnya Rian tertawa .
Aldi memang kalau mabuk , selalu memperlihatkan sikap aslinya yang bersikap playboy itu .
Johan yang duluan bisa menerobos keramaian itu terbelalak melihat apa yang ia lihat yang ada didepan matanya , dan Aldi yang baru saja menyusul Johan pun bersikap sama dengan Johan , ia benar-benar terkejut melihat apa yang ada didepan matanya .
Terlihat seorang wanita Cantik ,menguraikan rambut hitam panjangnya itu dan memakai pakaian yang kurang bahan menurut mereka , dan yang Johan lihat adalah Wanita yang mengikat rambut panjang nya yang berwarna pirang dan berpakaian sama dengan wanita yang berada disebelahnya yaitu yang kurang bahan .
Mereka berdua saling menatap satu sama lain .
" Al... itu kan bini-bini kita ". Ucapnya Johan dengan raut wajah kesalnya .
" Hooh... ". Ucapnya Aldi menganggukkan kepalanya tanda iya .
Terlihat mereka berdua tengah dirayu digoda oleh para pria yang berada disana .
" Cantik sekali anda nona ". Ucapnya Pria tampan yang menghampiri Laila dengan senyuman menggoda .
" Ah... anda bisa saja ". Ucapnya Laila tersenyum tersipu membuat Aldi yang melihatnya mengepalkan tangannya tanda ia kesal .
Sedangkan kini Lili tengah digoda oleh Pria yang cukup terlihat tampan dan juga terlihat nya ia cukup kaya membuat Johan yang melihatnya terlihat panas .
" Cantik ya bohay lagi ". Ucap para pria yang membicarakan mereka berdua membuat para pria yang menjadi suami dari mereka marah .
" Apa kamu bilang ". Ucapnya Aldi dan Johan yang sama-sama mencengkram kedua orang itu yang tengah memuji istri-istri mereka membuat semua mata yang berada disana melihat kearah mereka berdua begitupun dengan Laila dan Lili yang kini baru sadar jika suami mereka berdua ada didepan mereka .
" Apa-apaan sih kalian hah... ". Ucap Pria yang tidak terima diperlakukan seperti itu oleh Aldi .
" Kalian yang apa-apa hah... ". Bentak Johan yang kini membentak pria yang ia cengkram .
" Apa maksudnya kalian memuji mereka hah... ". Ucapnya Aldi menekan cengkramannya itu membuat Pria hampir tidak bisa bernafas .
" Hah... memangnya salah jika kita berdua memuji mereka hah... kan memang benar mereka itu cantik ". Ucap Pria yang dicengkeram oleh Johan .
" Iya memangnya ada apa sih? lagian apa urusannya dengan kalian berdua hah... ". Bentak Pria yang dicengkram bajunya oleh Aldi .
Lili dan Laila yang melihat tingkah para suaminya itu hanya tersenyum satu sama lain sambil melipat tangannya itu didepan dadanya .
" Karena mereka Istri kita berdua ". Johan yang mendorong pria itu sampai terjatuh kelantai membuat heboh semua orang yang ada disana .
Mereka berdua dan para pengunjung yang ada di Bar menjadi terkejut setelah apa yang diucapkan oleh Johan barusan .
" Br*ngs*k ". Ucapnya Aldi menghajar pria itu lalu melepaskan pria itu .
" Argh... ". Keluh kedua pria itu .
Kedua pria itu pun langsung pergi begitu saja karena mereka takut, mata Aldi dan Johan yang tajam itu kini mereka perlihatkan pada para istri nya itu .
__ADS_1
Laila dan Lili awalnya yang melihat tatapan itu merasa biasa saja namun sampai Aldi dan Johan menarik tangan mereka berdua mereka menjadi sedikit terkejut , Aldi membawa Laila keluar Bar itu begitupun dengan Johan yang membawa Lili keluar yaitu area parkiran mobil .
" Apa maksudnya kalian itu hah ". Bentaknya Aldi dan Johan pada istri-istri mereka berdua .
" Kenapa kalian berbuat begitu hah... jawab ". Bentak Aldi .
" Kami berdua berbuat seperti itu , karena kalian sendiri lah yang mengajarkannya pada kami ". Ucapnya Laila dengan nada kesalnya .
" Apa maksudnya itu ". Ucapnya Johan yang tidak mengerti maksud dari ucapan Laila .
" Coba kalian pikir hah... kalian berbuat seperti itu setiap hari apa membuat kami para istri gak cemburu apa hah... kami ini istri kalian tahu, kami punya perasaan , mana ada sih istri yang ingin dipermainkan seperti itu, mana ada istri yang tidak cemburu melihat kalau suaminya itu main perempuan , kalian enak pulang kerja langsung main, lah kami para istri hanya bisa menunggu kalian pulang malam karena apa , kalian hanya bisanya senang-senang diluaran , memangnya kalian anggap kami apa hah... pembantu kalian gitu, yang hanya melayani kalian diranjang dan dapur , kami juga punya perasaan kali ". Ujarnya Lili yang emosi melihat tingkah lakunya Johan yang tidak berubah-ubah dari dulu yang selalu main perempuan .
" Iya , kalian pikir kami ini gak punya hak apa , atas kalian , kami juga punya hak lah , kalian itu kepala keluarga kami , kalian yang akan menjadi contoh kami dan anak-anak kalian kelak ,kalau kelakuan kalian masih saja seperti ini , ya kami bisa dong mencontohnya , karena kalian tahu bila suami berbuat melenceng begitu ya kami juga bisa melakukan hal yang sama lah, kami ini bukan istri-istri lemah ya yang bisanya kalian perlakukan seenaknya , yang hanya membutuhkan kami jika kalian perlu ,dan melupakan kami jika kalian bosan , kami ini bukan boneka bos... kami ini wanita yang merelakan hidup kami hanya untuk kalian ,untuk melayani kalian yang sebagai para suami kita-kita ini , kami sebagai istri juga punya hak untuk mendapatkan kasih sayang dari kalian seutuhnya , bukannya gini ". Ucapnya Laila ngomong panjang lebar .
Aldi dan Johan hanya bisa bengong mendengar ocehan-ocehan dari istrinya yang menurut mereka tidak penting .
" Ngerti gak sih Al ?". Tanya Johan .
" Kagak... ". Ucapnya Aldi tersenyum .
" ih... kalian tuh... ya ". Ucapnya Lili yang kesal langsung menjewer telinga suaminya itu .
" Ah...ah...ah.... sakit ". Keluhnya Johan merengek minta dilepaskan .
" Lepas beb...lepas...sakit ". Ucapnya Johan memohon .
" Bodo... ikut pulang kita selesaikan dirumah ". Ucapnya Lili menjewer telinganya Johan sambil membawanya kedekat mobilnya yang ia bawa tadi bersama Laila .
" Hahaha... bego...bego... gitu saja kalah ". Tawanya Aldi menertawakan ekspresi wajahnya Johan .
Laila yang melihat tawanya itu menjadi kesal .
" Ets... jangan tertawa dulu, kamu juga harus pulang , ayo ". Ucapnya Laila mencubit perutnya suaminya itu membuat Aldi kesakitan .
" Aw...aw..aw... sakit la lepas ". Keluhnya Aldi
" Ayo pulang mas , aku kasih tahu kamu satu hal , kali ini aku gak akan kalah lagi darimu ". Ucapnya Laila dengan amarahnya membawa Aldi ke mobil suaminya itu .
" Hah... ". Aldi yang kaget mendengar ucapan nya Laila .
" Wah... gawat sifat Ema Lampir nya keluar ". Batinnya Aldi merasa takut .
Rian yang melihat mereka berempat dari tadi hanya senyam-senyum ,
" Hahaha... untung gua belum punya bini ,jadi bebas-bebas saja hahahaha.... ". Ucapnya Rian tertawa terbahak-bahak .
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊