
Laila masih menangis dikamarnya, tepatnya diranjang tempat tidurnya .
Aldi membuka pintu kamarnya dengan perlahan melihat istrinya yang membelakangi dirinya dengan posisi tidur menghadap dinding kamar . Aldi lalu menghampiri Laila dan duduk di ranjang sambil memegang pundak istri nya itu ,
" La... ". Panggilnya Aldi .
Namun Laila mengabaikannya , membuat Aldi bingung sendiri .
" Kamu tidur ya , kok diem ". Ucapnya Aldi .
Laila membalikkan posisi tidurnya menghadap Aldi , Aldi yang melihat linang air mata di pelupuk sudut matanya Laila menjadi terkejut ,
" Loh.. kamu habis nangis ?? kenapa kok nangis ". Tanyanya Aldi langsung menyeka air matanya Laila .
" Kamu jahat...mas...huhu... ". Laila yang menangis sejadi-jadinya membuat Aldi kebingungan sendiri .
" Loh..loh.. kok malah nangisnya semakin menjadi-jadi ". Ucapnya Aldi kebingungan harus apa .
" Pergi sana , dasar suami gak berperasaan ". Laila yang mendorong tubuhnya Aldi sampai terjatuh dari tempat tidur .
" Aduh... aw.. ". Keluhnya Aldi yang jatuh kelantai .
" Kamu kenapa sih ? ". Aldi yang masih belum mengerti apa yang Laila mau .
" Tahu... ah... pikir aja sendiri ". Ucapnya Laila menunjukkan wajah cemberutnya membuat Aldi makin bingung .
" Ck... cewek emang susah dimengerti ". Gerutunya Aldi yang didengar oleh Laila .
" Cewek emang susah dimengerti , tapi seharusnya cowoknya juga peka sedikit kenapa ? ck... dasar cowok gak berperasaan ". Celetuknya Laila membuat Aldi terkejut akan ucapannya Laila .
" Peka apaan dah , perasaan gua dari tadi gak berbuat kesalahan tuh ". Ucapnya Aldi masih belum sadar akan apa yang ia lakukan barusan .
" Tahu ah... gelap ". Ucapnya Laila yang semakin kesal saja akan sikap kurang pekaan suaminya itu .
" Nyalain ...lampu kamarnya kalau gelap nih... aku nyalain ". Ucapnya Aldi dengan wajah tanpa dosanya itu sambil menyalahkan lampu kamarnya membuat Laila yang melihatnya semakin dibuat kesal olehnya .
" Bener-bener ya kamu tuh Aldi Prastama nyebelin ...euh... ". Ucapnya Laila dengan nada lantangnya melempar bantal yang ada diatas ranjang itu kearah wajah suaminya membuat Aldi yang memakai tongkat nya itu lagi-lagi terjatuh .
" Aduh... astaga... Laila ". Ucapnya Aldi yang kini merasa kesal saja akan sikap kurang ajar istrinya itu .
Aldi mengambil bantal itu dan hendak melemparkan nya pada Laila namun Laila terlebih dahulu melototi nya .
" Apa !!!... kamu berani hah... sini lempar saja , lempar ayo... ". Ucapnya Laila dengan tatapan tajam kearah suaminya .
" Gak... gak .. kok ". Ucapnya Aldi tersenyum kearah Laila sambil tersenyum cengengesan membuat Laila yang melihatnya makin ingin memukul wajah suaminya itu .
__ADS_1
" Jangan tersenyum cengengesan kaya gitu gak ada yang lucu disini ". Ucapnya Laila memincingkan sebelah matanya menatap tajam kearah suaminya .
" Ah... iya iya ". Balasnya Aldi langsung buru-buru menaruh bantal itu kembali ke atas kasur mereka .
" Sebenarnya dia itu kenapa sih ? kok tiba-tiba sikapnya berubah gini, biasanya yang sering bersikap gitu kan gua , kenapa jadi dia yang begitu sekarang ... ". Batinnya Aldi keheranan .
" Belikan aku rujak buah , di depan sekolahan SMP sana , tadi aku lihat ada tukang rujak aku pengen itu ". Ucapnya Laila tiba-tiba membuat Aldi melihat kearah nya .
" Apa ? rujak , astaga ini sudah siang banget La , panas diluar , lagian ya palingan juga tukang rujaknya sudah pergi, besok-besok aja ya ". Balasnya Aldi .
" Gak...mau , mau nya sekarang , yang mau rujak juga bukan aku kok ". Ucapnya Laila .
" Lah... terus , kalau kamu gak mau ngapain nyuruh gua beli ... aneh lu ". Ucapnya Aldi berekspresi wajah keheranan .
" Ya anak kamu lah yang mau , kamu pikir siapa lagi hah... sudah sana beliin , aku gak mau tahu kamu harus dapat rujak itu apapun yang terjadi ... buruan sana beli ". Ucapnya Laila mendorong tubuh suaminya itu yang daritadi berdiri disampingnya .
" Ck... kebiasaan nih... kalau cewek hamil ... ngomongnya bukan aku ...yang mau tapi anakmu ... alasan macam apa itu coba ...heran ". Keluhnya Aldi berekspresi wajah malasnya .
" Oh... jadi kamu gak mau gitu ...iya ". Ucapnya Laila berdiri dari duduknya mendekati suaminya itu seperti sedang mengintrogasi penjahat saja .
" Iya kan , sekarang panas ... La diluar lagi terik-teriknya matahari tuh... gak lihat kamu , ya ampun... besok aja ya ..ya... ". Ucapnya Aldi membujuk Laila tapi apalah daya kekuatan ibu hamil itu mudah sensitif kalau sudah ada maunya harus dituruti .
" Ya terserah kamu, tapi jangan salahin aku kalau nanti pas lahir... anakmu ...ngeces karena pas dia dalam kandungan keinginannya itu gak dituruti ... mau kamu kaya gitu hah... ". Bentaknya Laila .
" Nah... gitu dong... lagian buat anakmu loh...ini bukan hanya buat aku ". Balasnya Laila tersenyum .
Aldi berjalan kearah luar rumah , menggunakan tongkat nya .
" Harus dapat ya mas ... semangat ...". Ucapnya Laila tersenyum sambil memberi semangat pada suaminya itu dan Aldi yang melihatnya hanya berekspresi berwajah malasnya .
Aldi berjalan menelusuri jalanan perkampungan itu , dengan wajah malasnya .
" Ck... kalau gua bisa jalan normal lagi mah , gua turuti lah maunya dia apapun itu, lah ...ini kan gua jalan aja susah ... anjirr... emang gua punya bini satu tuh... nyusahin sumpah ". Gerutunya .
Aldi berjalan kearah sekolah SMP , terlihat disana banyak sekali orang-orang yang berjualan makanan .
ia hendak menyebrang namun jalanan raya didepan gang ramai sekali , namun untungnya ada orang juga yang hendak menyebrang lalu Aldi pun minta tolong .
" Makasih ya mbak , sudah mau menolong saya ". Ucapnya Aldi berterima kasih setelah sudah sampai diseberang jalan .
" Sama-sama mas... kalau begitu saja duluan ya ". Balas perempuan yang masih terlihat masih muda itu .
" Oh iya ". Jawabnya Aldi .
Aldi pun langsung menghampiri penjual rujak yang ada didekat pintu gerbang sekolahan itu .
__ADS_1
" Bang pesen rujaknya dua ya ". Ucapnya Aldi sambil hendak duduk dibangku yang tersedia disana .
" Pedes gak mas ?". Tanya penjual rujak itu .
" Pedes bang , buat yang ngidam ". Ucapnya Aldi tersenyum .
" Oh buat yang ngidam toh... istrinya ya mas ". Ucapnya Penjual itu .
" Iya bang buat istri saya , kalau gak dituruti kan nanti katanya anaknya ngeces , saya gak mau lah ". balasnya Aldi .
" Ah... iya bener itu mas , emang harus gitu dituruti kalau enggak ya gitu kaya yang masnya bilang tadi, tapi masnya juga harus sabar-sabar ngahadepin sikap istrinya mas ... terkadang sikap ibu hamil itu susah ditebak mas ... pengen ini itu, kadang-kadang ada yang ngidamnya yang gak wajar ... ". Ujar penjual rujak itu sambil melakukan tugasnya yaitu memotong-motong buah-buahan yang akan ia jadiin rujak .
" Iya bang, saya tahu ... dulu juga mbak saya gitu, jadi ya saya gak kaget sih... kalau orang hamil itu gimana ". balasnya Aldi .
" Nah.. bagus kalau sudah berpengalaman mah , jadi kitanya juga gak terlalu kaget juga menghadapi sikap ibu hamil ... hahaha ". Ucapnya penjual itu yang diakhiri tawaan .
" Iya bang ".
Tak lama kemudian pesenannya Aldi sudah siap , ia pun hendak pulang dan diperjalanan menuju rumahnya ia tak sengaja bertemu ibunya Laila yaitu Isti didepan gerbang rumah entah mengapa setiap kali Aldi bertemu dengan ibu mertuanya itu suasana hatinya menjadi kalang kabut sendiri , ia menjadi tidak nyaman .
" Astaga ... Mak lampir pake acara datang pula kerumah ". Batinnya Aldi .
" Heh... bocah gemblung... dipanggil dari tadi gak nyaut-nyaut ... sengaja ya pura-pura tuli ". Ucapnya Isti menjewer telinga menantunya itu .
" Eh... ibu , baru datang Bu ". Aldi yang berbasa-basi pada mertuanya itu .
" Iya baru datang aku, jadi bener nih rumahmu ?". Tanya nya Isti memastikan .
" Ibu Bu , kami sekarang tinggal disini ". jawabnya Aldi .
" Ya sudah , tolong ibu bawain ini ". Ucapnya Isti memberikan kresek berisi buah-buahan segar .
" Ah...iya Bu, sini aku bawain, ibu duluan saja masuknya ". Ucapnya Aldi menerima sekantung kresek .
Aldi menjadi kesusahan membawa sekantung kresek itu pasalnya jalannya aja susah malah ditambah susah disuruh bawain barang bawaan dari mertuanya itu .
" Ck... bener-bener deh... ini anak sama ibu sama-sama bikin hidup gua susah aja ". Gerutunya Aldi .
.
.
.
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊😊🤗
__ADS_1