Dendam Cinta

Dendam Cinta
Duplikat


__ADS_3

Laila yang masih memikirkan kejadian dimana ia melihat suaminya kini benar-benar penasaran sekali apa yang ia lihat itu suaminya atau bukan .


" Kalau memang itu kamu mas, kenapa kamu tidak melihat kearah ku saat aku panggil namamu ?". Gumamnya .


Sedangkan orang yang kini disangka suaminya Laila ,kini malah enak-enakan tiduran di kamarnya .


" Vin ...bangun Vin ...". Ucap ibunya yang mengetuk pintu kamarnya pria yang mirip sekali dengan Aldi itu .


" Iya bu ...". Jawabnya pria dengan wajah bantal nya , ia sejujurnya masih mengantuk .


" Ada apa bu ...??? hoamm...". Tanyanya sambil menggaruk-garuk perutnya yang sedikit gatal serta rambut yang acak-acakan .


" Itu ada Dika anaknya Bu RT kampung sini diluar ". Jawab ibunya yang hanya memakai baju daster ala ibu-ibu rumahan .


" Oh , iya bu ". balasnya .


" Iya , ibu ke dapur dulu bikin minum ". Ucapnya sambil berjalan terus ke dapur tanpa menoleh lagi kearah anaknya .


Pria yang disebut Vin itu keluar rumah dan diluar sana sudah ada orang yang duduk di kursi yang tersedia diluar rumahnya .


" Wih... ada apa nih ka ,tumben-tumbenan lu kesini ?". Tanya Vin sambil hendak duduk dikursi yang berada disamping meja dekat dimana Dika tengah duduk .


" Enggak , lu kan kemarin-kemarin nanya kerjaan kan ". Ucapnya .


" Hooh... gimana ada kan ?". Tanyanya Vin yang antusias dengan arah obrolannya kali ini .


" Ada sih , tapi di proyek pembangunan hotel emangnya lo mau , kerja capek panas-panas gitu, berat lagi kerjaannya ,mau Lo ?". Tanyanya Dika memastikan .


" Yaelah ... namanya saja kerja proyek njirr


...ya capek lah panas-panasan tapi gapapa gua mau , lagian gua nganggur disini lu kan tahu sendiri gua sama ibu gua baru pindah kemarin-kemarin kesini , gua butuh jobs nih perlu duit ". Ucapnya Vin .


" Ya sudah kalau lu mau , nanti besok pagi lu ke rumah gua kita berangkat kerjanya sama-sama , kebetulan juga arah tempat kerja gua sama tempat pembangunan hotel itu searah ". Ujarnya Dika .


" Oke sip , nanti gua bilangin sama mandor bangunan nya juga ya kalau lu mau ambil kerjaan ini ". sambungnya .


" Oke dah... makasih ya Ka , Lo emang temen gua dah yang paling markotop ". Vin yang terlihat senang .


" Iya , ya sudah gua balik ya , jangan lupa besok ... pagi-pagi kerumah gua ,kalau telat gua tinggal ". Ucapnya Dika .


" Hooh... hooh...Dika Rahayu anaknya Bu ayu ". Balasnya Vin sambil nyengir .


" Pea ...". Dika yang hanya membalasnya sambil geleng-geleng kepala lalu pergi meninggalkan perkarangan rumahnya Vin yang keluarga Vin beli kemarin melalui ayahnya sebagai ketua RT kampung Bojong duren .


Vin sudah lama mengenal Dika ,karena dulu Dika pernah sesekali pulang kampung ke kampung halamannya Vin yaitu di kota B yang tidak jauh dari kota A . Vin dan Dika mereka saling kenal karena neneknya Dika maupun Vin tetanggaan .


" Loh.. kok Dika nya gak ada Vin ?". Tanyanya Bu Laksmi sambil membawa nampan berisi secangkir kopi buat Dika .


" Dia pulang bu ". Jawabnya .


" Lah ..baru saja ibu bikinin dia kopi sudah pulang saja ". yang terlihat kecewa .


" Ya sudah sini , kopinya buat aku saja Bu biar gak mubazir ". Ucapnya Vin sambil mengambil kopi itu dari tangan ibunya .


" Oh ya , tadi Dika ngapain kesini ?". Tanyanya .


" Oh itu , tadi si Dika nawarin kerjaan sama aku Bu diproyek , ya aku langsung terima saja lagian kan aku juga belum dapat kerjaan dikota ini ". Ujarnya menjelaskan maksud kedatangan temannya itu .


" Wah... bagus dong, jadi kamu ada kerjaan gitu ... tapi nanti kerjanya hati-hati ya yang rajin juga jangan lupa ". Ucapnya Laksmi menasehati anaknya .


" Iya Bu ". Jawabnya Vin sambil tersenyum .

__ADS_1


Keesokan paginya , Vin sudah terlihat siap untuk berangkat kerja kini ia sudah berada diatas motor berboncengan dengan Dika . Tak butuh lama mereka mengendarai motor mereka pun kini sudah sampai ditempat tujuan nya ya memang jarak antara tempat tinggal mereka dan tempat kerjanya itu tidak terlalu jauh .


" Wih... sudah hampir setengahnya jadi ya Ka ". Ucapnya Vin yang takjub melihat bangunan tinggi dihadapannya yang sudah setengah jadi .


" Iya Vin , dulunya pembangunan hotel ini sempat tertunda karena alasan pemiliknya berpindah tangan terus menerus ". Ujarnya Dika sambil turun dari motor matic nya .


" Oh.. gitu ,kok bisa berpindah-pindah gitu sih... ?". Tanyanya penasaran .


" Ya sebenarnya pemilik pertamanya itu orang cukup terkenal dulunya ,yaitu keluarga Prastama tapi dikarenakan suatu kejadian kebakaran dipabrik terbesar dikota ini jadinya Perusahaan Prastama Garment industri bangkrut , ya akhirnya dengan terpaksa mereka menjual semua aset berserta properti mereka untuk menutupi seluruh hutang perusahaan pada bank itu sih yang gua dengar-dengar .. ". Ujarnya menjelaskan sambil berjalan masuk kedalam pembangunan hotel itu .


" Oh gitu ...". Vin hanya membalas sekenanya saja .


" Dan oh iya gua lupa bilang sama Lo, Lo pasti gak percaya kalau gua tunjukkin Poto seseorang , coba Lo lihat ini ". Ucapnya Dika sambil menunjukan ponselnya kearah Vin .


Vin melihat layar ponselnya Dika itu , dan ia cukup heran dengan Dika memperlihatkan Poto dirinya dihadapan nya sendiri .


" Yaelah ... lu dapat Poto gua dimana anjir , kok bisa-bisanya Lo dapat Poto gua yang lagi ganteng-gantengnya gitu ". Ucapnya yang percaya diri sekali .


" G*bl*k ". Dika yang menjitak kepalanya Vin membuat Vin yang dijitak oleh Dika kesal .


" Anjir... sakit, lu kenapa dah ". Vin yang kesakitan memegang kepalanya .


" Ya habis lu , pede nya itu gak hilang-hilang punya wajah gak ganteng juga pede nya selangit ...". Kesalnya Dika memiliki teman modelan kaya Vin .


" Yeh... ganteng lah gua mah segini mah ". Pedenya Vin .


" Iya-iya terserah lo, tapi bukan itu tujuan gua kasih tunjuk Poto ini , coba lo perhatikan baik-baik Poto ini ". Tunjuknya ponsel Dika depan wajahnya Vin .


Vin mengamati Poto dirinya itu ,namun setelah ia lihat dengan jelas, ia baru sadar kalau dipoto itu bukan dirinya.,sebab iya gak pernah merasa ia berpoto dengan gaya seperti itu .


" Ini ". Ucapnya Vin .


" Tapi , wajahnya mirip banget sama gua anjir ..kaya kembar kita ". Ucapnya Vin yang tidak percaya ada orang yang mirip sekali dengannya .


" Makanya gua juga kaget pas lihat lu versi dewasa gini Vin, Lo mirip banget sama Aldi , ya maklum lah kita baru bertemu lagi pas sudah gede gini ". Ucapnya Dika .


" Iya juga sih, tapi gua kok jadi penasaran sama orang yang mirip gua ini ya, Lo tahu gak dia tinggal dimana sekarang ?". Tanyanya karena penasaran sekali dengan orang yang mirip dengan nya .


" Sayangnya dia menghilang karena kecelakaan mobil , dia masuk ke jurang dan sampai saat ini dia belum ditemukan , keluarga nya juga masih mencarinya sampai saat ini ". Ujarnya menjelaskan .


" Yah ..sayang banget padahal gua penasaran ingin melihat orang yang mirip gua itu ". Ucapnya yang merasa kecewa .


" Ya sudahlah lupakan itu, mending kita fokus dulu kerja ". Ucapnya Dika sambil menepuk bahunya Vin .


" Hahh... ya sudah , lupakan saja lagian gak ada urusan nya sama gua ". Balasnya Vin .


Namun sejujurnya dalam hatinya ia masih memikirkan dengan apa yang ia ketahui barusan , ia memikirkan gimana rasanya melihat duplikat nya sendiri .


Selang beberapa jam istirahat pun tiba , mereka yang kini punya waktu untuk istirahat pergi mencari warung-warung nasi pinggiran jalan raya depan tempat mereka bekerja .


Vin dan Dika memilih makan siang di warteg yang tidak jauh dari tempat mereka kerja . Vin yang masih memikirkan perihal soal orang yang mirip dengannya jadi penasaran sekali tentang kehidupan orang itu .


Disisi lain tempat , Salma yang putus asa mencari keberadaan Aldi , kini hanya bisa pasrah saja . dia kini duduk dimeja kerjanya .


" Kamu dimana sih Al , aku rindu Al sama kamu ". Batinnya Salma .


Lalu tiba-tiba, seseorang nyelonong masuk gitu saja kedalam ruangannya ,yang tak lain adalah Firman yang sudah terbiasa masuk ruangannya tanpa minta izin atau tidaknya ia bisa masuk kedalam ruangannya .


" Sal ..". Panggilnya Firman yang tiba-tiba muncul dihadapannya Salma .


" Apa ???". Tanyanya Salma dengan raut wajah bosannya .

__ADS_1


" Ada berita bagus ". Ucapnya Firman .


" Apa , jangan berbelit-belit deh to the point aja kan bisa ". Ucapnya Salma yang malas sekali berbicara dengan rekan brengsek nya itu .


" Ikut aku sekarang ada yang ingin aku tunjukan padamu ". Ucapnya Firman menarik tangannya Salma tanpa bertanya dulu apa Salma mau ikut dengannya apa enggak .


Namun Salma yang lagi malas berdebat dengan Firman ia lebih memilih ikuti saja kemana Firman membawanya itu . Firman yang terlihat bahagia bisa dilihat dari senyuman bahagia di wajah tampannya meski ada sedikit luka diwajahnya itu akibat kecelakaan kebakaran yang dilakukan oleh Aldi .


Firman membawa Salma menyusuri jalanan raya ,melewati berbagai macam ruko-ruko yang menjual berbagai jenis produk, sampai mobilnya itu terhenti didepan gerbang bangunan tinggi yang masih setengahnya belum jadi . Firman keluar dari mobilnya dengan gaya kerennya dan disusul Salma dengan gaya berpakaian modis nya .


" Ini dimana ?". Tanyanya Salma sambil membuka kacamata hitamnya .


" Ini hotel yang aku beli dari pemilik sebelumnya yang ia beli dari Aldi ". Ujarnya Firman menjelaskan .


" Terus apa maksud kamu nunjukin ini semua , apa hubungannya sama aku man ". Ucapnya bertanya .


" Tidak ada hubungan hubungannya sih tapi ya , aku hanya ingin kasih tahu kamu satu hal , setelah Aldi tidak ada tujuanku hanya satu ingin memiliki apa yang dulu ia punya , aku ingin merebut semua apa yang ia miliki dulu seperti dia yang merebut semuanya dariku termasuk Laila ". Ucapnya Firman yang terlihat dingin aura nya .


" Jujur deh... man , kamu itu masih suka sama Laila atau gimana sih ? aku jadi bingung kamu dulu bilang kamu benci sama Laila karena ia dulu pernah berkhianat dengan Aldi sebelum kalian menikah kan , terus kenapa sekarang pemikiran kamu beda lagi , kamu itu sebenarnya masih suka dia atau benci sih ?". Tanyanya Salma Yeng terlihat bingung .


" Gua mau memiliki Laila lagi bukan berarti gua masih cinta sama dia , gua gak pernah percaya lagi yang namanya cinta setelah Laila hianati cinta gua dengan si brengsek itu, gua hanya ingin membuat Laila merasakan apa yang gua rasa dulu saat dia berani menjalin hubungan gelap dengan Aldi , meski dalam game ". Kesalnya Firman .


" Gua pikir Laila perempuan baik-baik ternyata , ****** juga dia ". Sambungnya .


" Terus kenapa saat Lo tahu dia berhianat Lo masih melanjutkan hubungan Lo sama dia , sampai nikah lagi ". Tanyanya Salma .


" Karena saat itu perasaan gua sama Laila sangat dalam , gua benar-benar cinta sama dia gua sayang tapi gua gak pernah lupa akan apa yang ia lakukan sama gua , makannya saat menikah pun gua main belakang dari dia tanpa ia ketahui , namun sialnya gua ketahuan pas sama orang suruhannya Aldi ". Ujarnya .


" Zenita maksud mu ". Ucapnya Salma .


" Iya Zenita ****** itu ". Balasnya Firman .


" Hah...hidup ini begitu rumit Man ". Salma yang menghela nafasnya .


" Entah sampai kapan gua akan kepikiran Aldi terus , sampai saat ini pun belum ada kabar tentang dia ". Ucapnya Salma yang sedih kehilangan kekasih nya itu .


" Belajarlah untuk melupakan dia Sal , lupakan kalau dia pernah ada dihati Lo, sama halnya gua lupain semua rasa gua ke Laila , menangis hanya akan membuat kita lemah ". Ujarnya memperingati Salma .


Salma hanya diam saat Firman bilang seperti itu padanya .


" Yuk masuk , lihat-lihat ". Ajaknya Firman yang jalan duluan lalu disusul oleh Salma yang berjalan perlahan dibelakangnya .


" Apa iya aku harus mulai belajar melupakannya ". Batinnya Salma yang bertanya pada diri sendiri .


Saat Salma hendak melangkah kan kakinya tiba-tiba terlihat diatas bangunan yang belum selesai ada pipa yang hendak jatuh diatasnya namun seketika itu juga ia dibantu oleh seseorang yang lari menyelematkan diri nya .


" Awas !!!! ..". Teriak seseorang itu .


Salma terjatuh kepinggir ditarik tubuhnya oleh orang itu yang tak lain adalah Vin . Kini posisi Salma ada diatas tubuh Vin , dan itu benar-benar membuat keduanya terkejut terlebih Salma yang begitu terkejut melihat penampakan sosok yang selama ini ia rindukan yang ia cari kemana-mana dan kini justru sosok itu ada didepan matanya .


Mata keduanya memperhatikan satu sama lain , dan tak lupa diluar bangunan itu berdiri Firman yang melihat kearah mereka dengan ekspresi terkejut melihat orang yang telah ia bunuh kenapa bisa ? ada didepannya .


.


.


.


.


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys, dukungan kalian membuat author semakin semangat untuk menulis melanjutkan cerita ini 😄👍😁

__ADS_1


__ADS_2