
Makan malam mereka sudah selesai, Mira maupun Isti menginap disana karena disuruh oleh semua anggota keluarga Prastama .
Keesokan paginya, mereka pulang setelah selesai sarapan pagi ,
" Mama bener mah gak mau tinggal disini saja sama kami ?". Tanyanya Aldi pada ibunya itu yang telah dijemput oleh supir pribadinya .
" Enggak sayang , ada usaha yang harus mama kelola , lagipula ya setelah kamu sembuh mama akan menyerahkan perkebunan kelapa sawit milik keluarga mama untuk kamu kelola nantinya, mama gak ingin kamu capek-capek mencari pekerjaan sana sini , mama ingin kamu meneruskan usaha keluarga mama ya sayang ". Ujarnya Mira memegang tangannya Aldi .
Aldi senang sih ia mendapat kepercayaan dari mama nya namun trauma akan apa yang telah terjadi padanya .
" Gak.. mah Aldi mau usaha sendiri, aku gak mau bergantung sama mama , aku ingin mandiri aku ingin berdiri dikaki ku sendiri, aku gak mau gagal lagi mengelola bisnis perusahaan lagi, aku gak mau mengecewakan mama kali ini, karena aku sudah mengecewakan kepercayaanya ayah sebelumnya ". Balasnya Aldi .
" Aldi , jangan menyerah gitu dong sayang, itu hanyalah musibah , lagian mama gak tahu lagi siapa yang nanti akan meneruskan usaha mama kalau bukan anak mama sendiri , kamu mau ya sayang ". Bujuknya Mira .
" Gak mah, aku tetap ingin berusaha sendiri, biarkan aku jadi laki-laki yang mandiri mah, laki-laki yang berusaha sendiri aku gak mau bergantung sama mama , kalau soal meneruskan usaha keluarga mama , nanti biar cucu mama saja yang meneruskan nya ya ". Ujarnya Aldi tersenyum sambil melihat kearah Laila .
Mira melihat kearah Laila yang berdiri dibelakangnya Aldi ,
" Ya sudah kalau kamu menolak permintaan mama , ya sudah mama akan serahkan usaha mama ini nantinya pada cucu mama ya sayang ". Ucapnya Mira memegang perut Laila yang masih rata sambil tersenyum .
" Iya mama, makasih nenek ". Jawabnya Laila tersenyum .
" Iya sayang, ya sudah mama pamit ya , lain kali mama juga akan sering-sering mampir kok , buat tengok kalian disini ". Ujarnya Mira .
" Iya harus dong Ra , harus sering-sering kesini ini juga kan rumah kamu nak ". Timpalnya Mila pada mantan menantunya itu Mila malah masih menganggap Mila sebagai menantu nya sampai saat ini .
" Iya Bu , kalau begitu Mira pamit ya ". Ujarnya Mira berpamitan setelah berpamitan pada ibu mantan mertuanya itu dan anak-anak ia pun pergi meninggalkan perkarangan rumah mereka .
" Ibu juga pamit ya , mau pulang La , banyak pelanggan ibu yang nelponin ibu karena gak buka warung ". Timpalnya Isti .
" Iya Bu, lain kali Laila juga mampir main kerumah ya ". Jawabnya Laila tersenyum .
" Iya harus itu, ajak suamimu juga biar bisa bantu-bantu ". Ujarnya Isti to the point .
Aldi hanya mengangkat sebelah halisnya karena keheranan mendengar ucapan ibu mertuanya itu .
__ADS_1
" Iya Bu , aku juga nanti mampir main kerumah sama Laila ". Celetuknya Aldi dengan senyuman terpaksa nya .
" Hmmm... iya , ya sudah kalau gitu saya pamit pulang ya Bu ". Ujarnya Isti berpamitan pada Mila .
" Ah... iya Bu , makasih ya sudah mau berkunjung kesini sampai menginap pula , sering-sering ya Bu ". Jawabnya Mila tersenyum .
" Iya pasti , apalagi nanti ditambah kalau cucu saya sudah lahir bakalan sering deh saya main , uh... sudah gak sabar pengen gendong cucu Bu ". Ujarnya Isti yang terlihat menantikan kelahiran cucunya itu .
" Sama Bu, apalagi ini pertama kalinya lihat cucu laki-laki saya punya anak , biasanya dia dulu yang sering saya gendong , eh... gak nyangka sudah mau punya anak saja dia ". Ujarnya Mila tersenyum kearah Aldi .
Laila hanya tersenyum melihat moment yang seperti ini .
" Meski sekarang aku belum pasti akan isi hatinya mas Aldi , dia sebenarnya sudah menerima aku sebagai istrinya atau enggak , yang terpenting sekarang aku harus jaga baik-baik anak dalam kandungan ku karena hanya dia penguat hubungan antara aku dan mas Aldi ". Batinnya Laila tersenyum melihat kearah suaminya .
Jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi, Mila dan Wulan dan juga Zidan pergi ke pasar seperti biasa , Ridho interview kerja dikantor yang tidak jauh dari sini, sedangkan Aldi kini terlihat tengah duduk disofa ruang tamu tengah menunggu istrinya yang masih sibuk bersiap-siap untuk pergi mengantarnya ke rumah sakit untuk terapi pengobatan nya itu .
" Mas... maaf ya lama , tadi aku cari cincin nikah kita dulu, tadi sempat jatuh ke kolong ranjang , tapi sekarang sudah ada ". Ujar nya Laila tersenyum dan ditanggapi oleh Aldi dengan raut wajah cueknya .
" Ya gapapa ayo ". Jawabnya Aldi sambil keluar rumah .
" La , kalau perutmu sudah besar jangan sering-sering nyetir kendaraan sendiri ya, takutnya kenapa ?". Ucapnya Aldi dengan pandangan nya melihat kedepan kaca mobil .
" Iya mas pasti kok, lagian aku juga gak mau kali ngebahayain diriku dan anak kita ". Jawabnya Laila tersenyum .
" Hmm...iya bagus kalau mengerti , aku gak mau terjadi sesuatu pada anakku ". Balasnya Aldi .
" Apa kamu hanya khawatir dengan keselamatan anakmu saja mas ? apa kamu gak khawatir denganku ?". Tanya Laila membuat Aldi menoleh kearah nya kali ini .
" Kenapa tanya begitu ?". Tanya baliknya Aldi .
" Ya habis nada bicaramu seperti kamu hanya peduli sama anak ini saja bukan sama aku, sebenarnya sekarang perasaan kamu sama aku gimana sih mas ?". Tanyanya Laila .
Aldi yang mendengar pertanyaan dari Laila yang seperti itu hanya bisa diam .
" Apa masih sama seperti dulu, kamu hanya menganggapku sebagai istri diatas kertas ". Sambungnya Laila .
__ADS_1
" Aku gak tahu sekarang gimana perasaan aku sama aku La , tapi selama kita bersama rasa nyaman mulai menerpa ku, aku gak tahu apa aku mencintaimu atau tidak sekarang yang aku rasa sekarang hanya takut kehilanganmu , itu saja ". Batinnya Aldi tersenyum sendu .
" Mas... ". Panggilnya Laila membuat Aldi tersadar .
" Ah... iya ". Ucapnya Aldi kelagapan .
" Soal perasaan ku sekarang , aku gak tahu La , aku memang sudah melupakan kekesalan ku padamu, tapi aku gak bisa pungkiri perasaanku sendiri kalau sekarang perasaan ku masih sama seperti dulu , aku masih belum bisa memastikan aku mencintaimu atau tidak ". Ujar nya Aldi .
Laila hanya tersenyum sendu saat mendengar ucapan suaminya itu , entah mengapa Laila senang seketika mendengar suaminya bilang sudah melupakan kekesalan dihatinya padanya namun disisi lain suaminya itu belum bisa memastikan perasaan nya itu .
" Gapapa mas , aku yakin lambat laun perasaan kamu sama aku akan sama seperti dulu saat pertama kali kamu menyukai ku , aku yakin kamu pasti bisa mencintaiku lagi sama seperti dulu ". Ucapnya Laila tersenyum .
" Iya ". Jawabnya Aldi .
Mereka sudah tiba dirumah sakit, Laila mendaftarkan suaminya itu kebagian pendaftaran .
" Aldi Prastama ". Panggil seseorang membuat Aldi maupun Laila melihat kearah sumber suara .
" Ya ". Jawabnya Aldi tersenyum namun seketika senyuman itu berubah menjadi senyuman kecut saat melihat siapa yang memanggilnya .
" Kau ". Ucapnya Aldi melotot kearah orang itu dengan tatapan wajah terkejut nya .
Begitupun dengan Laila .
" Bagaimana mana mungkin ". Ucapnya Laila seketika .
Orang itu berjalan kearah mereka berdua dengan senyuman mengembang diwajahnya .
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊😊🤗😚 .