
Dor!
Dor!
Dor!
Susan menggedor pintu rumah, Pak Rudy dengan sangat keras. Wanita itu sudah tak bisa menahan emosinya karena perlakuan, Shena yang sudah sangat keterlaluan padanya.
Tak juga mendapatkan respon dari sang pemilik rumah, Susan menggedor pintu itu sampai berkali-kali.
"Maaf, siapa ya?" tanya, Bu Ayu yang baru tiba di rumahnya setelah dari warung.
Susan tak langsung menjawab, dia menatap, Bu Ayu dengan tatapan tajam.
Karena tak mendapat respon dari, Susan, Bu Ayu membuka pintu rumahnya yang terkunci dari luar!
"Anda, Ibunya Shena?"
Bu Ayu yang hendak masuk ke dalam rumah, seketika menghentikan gerakannya lalu berbalik badan.
"Iya. Mbak siapa ya?"
"Bilangin sama anak Anda ya, Bu. Jangan ganggu suami saya dan jangan merusak rumah tangga saya."
"Maksudnya gimana, Mbak? Anak saya sedang bekerja dan tiba-tiba, Mbak bicara seperti itu."
"Anak Anda sekarang tinggal bersama saya dan suami saya. Tiba-tiba dia datang meminta agar dinikahi oleh suami saya dan sekarang dia tinggal di rumah saya dan suami saya!" Susan berucap dengan nada bicaranya yang tinggi.
"Tidak mungkin. Anak saya tidak mungkin seperti itu."
"Tolong ya, Bu. Sebagai sesama perempuan, tolong Anda suruh anak Anda pergi dari rumah saya dan jangan ganggu hubungan rumah tangga saya dengan suami saya."
Susan langsung pergi dari rumah, Pak Rudy tanpa berpamitan terlebih dahulu kepada, Bu Ayu.
*******
__ADS_1
Di rumah, Devan.
Shena sedang mencari tahu dimanakah, Devan dan Susan menyimpan berkas-berkas berharganya.
Kebetulan saat itu rumah dalam keadaan sepi. Devan dan Susan sedang tidak ada di rumah sedangkan asisten rumah tangganya sedang menidurkan, Zafira di kamar bayi itu.
Shena membuka pintu setiap kamar yang ada di rumah itu dan memperhatikan keadaan di dalamnya. Semua kamar tidak terkunci hanya ada satu yang dikunci.
"Kamar, Susan yang itu," ucap, Shena didalam hatinya sembari menatap kamar yang ditempati oleh, Susan. "Lalu ini tempat apa?" sambungnya.
Shena langsung berpura-pura sedang melihat-lihat rumah setelah dia menyadari asisten rumah tangganya sudah keluar dari kamar, Zafira.
"Mbak, ini ruangan apa ya?" tanya, Shena kepada asisten rumah tangga itu.
"Oh, itu ruangan, Pak Devan," sahut asisten rumah tangga itu.
"Oh." Shena tersenyum ramah. "Kalau gitu saya lanjut melihat-lihat rumah ini ya karena kan saya belum tahu banyak tempat-tempat apa saja di rumah ini," sambung, Shena.
"Silahkan."
Shena langsung pergi dari depan pintu ruangan yang terkunci itu. Dia lebih memilih pergi ke halaman rumahnya!
*******
Bu Ayu menutup pintu rumahnya dengan perasaan sedih dan tak percaya dengan semua yang dikatakan oleh perempuan yang barusan datang ke rumahnya.
Bu Ayu berjalan menuju kursi lalu duduk di atasnya! Dia menangis karena tak terima putrinya dikatai sebagai perusak rumah tangga orang.
Tak lama, Pak Rudy tiba di rumah, saat itu dia baru pulang mancing ikan dari danau yang terdapat di kampung sebelah.
Pak Rudy menghampiri, Bu Ayu yang terlibat sedang menangis laku dia duduk di samping sang istri!
"Bu, ada apa? Kenapa, Ibu menangis?"
"Pak, tadi ada seorang perempuan datang ke sini. Dia mengatakan bahwa sekarang ini, Shena sedang berada di rumahnya dan memintanya suami dari perempuan itu untuk menikahinya," jelas, Bu Ayu.
__ADS_1
"Apa! Rasanya tidak mungkin anak kita melakukan itu."
"Awalnya, Ibu juga tidak percaya, Pak tapi perempuan itu menangis di hadapan, Ibu dan memohon agar kita melarang, Shena mendekati suaminya. Dia terlihat begitu sedih, Pak."
"Kita jangan mudah percaya dengan omongan orang. Besok kan, Shena pulang kita bisa tanya langsung kepadanya."
"Semoga saja yang dikatakan perempuan tadi itu tidak benar ya, Pak." Bu Ayu menghapus air matanya lalu bangkit dari duduknya.
"Ibu sampai lupa membuatkan, Bapak kopi gara-gara tadi, Ibu sedih," ucap, Bu Ayu sembari berjalan menuju dapur rumahnya.
Pak Rudy menatap sang istri dengan senyuman tipis yang membingkai di wajahnya. Dia menggelengkan kepalanya pelan. "Ibu, ibu," gumamnya.
*******
Devan sedang dalam perjalanan pulang. Hari itu dia pulang terlambat karena setelah dari restorannya, dia harus mencari rumah untuk di tempati oleh, Shena.
Dia menyetir dengan hati-hati, biar bagaimanapun keselamatan adalah yang utama bagi setiap pengemudi.
"Kenapa harga rumah sekarang mahal-mahal, aku gak mungkin kebeli rumah seperti yang, Shena inginkan. Bisa-bisa habis tabunganku," gumam, Devan.
Shena memang meminta rumah yang letaknya di perumahan elit dan dengan ukuran yang besar seorang rumahnya yang sekarang diambil alih oleh, Devan dan Susan.
Sebenarnya, Devan bisa saja membeli rumah dengan harga mahal tapi dia tak ingin membuang-buang uang untuk keperluan yang tidak begitu penting. Menurutnya, Shena bisa tetap tinggal di rumah yang sekarang mereka tempati.
Bersambung
Hai teman-teman! Seperti biasa dan gak akan ada bosan-bosannya aku membawakan rekomendasi novel yang sangat bagus untuk kalian baca.
Yuk atuh mampir ke karya temanku yang ini!
Judul: Mafia's Woman
Author: Hikmah
b
__ADS_1
Blurb: "Kau adalah milikku, sebanyak apapun wanita yang berada di sekitarku. Kau adalah satu-satunya yang tak akan aku lepaskan sampai kapanpun," ketegasan dalam ucapan tersebut seolah menjadi bukti bahwa gadis yang kini berada dalam sangkar emas milik laki-laki yang tak lain adalah seorang mafia tersebut adalah gadis yang begitu ia jaga. Dia, Eric Riymond, laki-laki yang memiliki tatapan mematikan dengan aura penguasa. "Kau hanya menjadikan ku budakmu, lalu bagaimana bisa aku bertahan dalam segala rasa sakit yang aku rasakan?" wanita tersebut menatap penuh kebencian pada laki-laki yang telah dengan sengaja menjebak pamannya tersebut. Untuk mendapatkan gadis tersebut, Eric sengaja menjebak paman gadis tersebut agar menjual gadis tersebut padanya. Dia Evelyne Gregory. Gadis lembut yang penuh dengan keceriaan. Kedua orang tersebut malah terjebak dengan takdir yang membawa mereka untuk menjadi satu. Namun apakah mereka benar menjadi satu? atau justru semesta memiliki cara untuk menjadi pemisa?