Dendam Cinta

Dendam Cinta
Masalah Mulai Bermunculan


__ADS_3

Aldi dan Laila benar-benar kaget melihat siapa yang menyapa mereka itu ,


" Rico... ". Ucapnya Laila terkejut .


" Hai La... masih ingat aku ya ". Ucapnya Rico tersenyum manis kearah istrinya orang .


Aldi benar-benar tidak suka dengan situasi seperti sekarang ,


" Oh... ternyata sudah keluar juga ya dari penjara , gimana rasanya ?". Tanyanya Aldi tersenyum sinis .


" Hmm... lumayan , dan itu adalah pengalaman yang cukup membuatku sadar akan apa pentingnya menjaga sikap ". Ujarnya Rico tersenyum .


" Baguslah jika ,kamu sadar , tapi apa yang kamu lakukan padaku waktu itu benar-benar keterlaluan Rico ". Ucapnya Laila menatap tajam kearah Rico membuat Aldi yang melihatnya hanya tersenyum menyeringai .


" Soal itu aku benar-benar minta maaf La, aku waktu itu dibutakan oleh cintaku sama kamu, aku gak bisa melihatmu bahagia dengannya ". Ucapnya Rico menatap sinis kepada Aldi ,Aldi yang mendengar ucapan seperti itu dari Rico langsung mencengkram kerah baju miliknya Rico .


" Apa maksudmu hah... ". Bentaknya Aldi membuat semua mata melihat kearah nya .


" Mas... jangan lakukan hal itu , lepasin dia ". Lerai Laila yang berusaha menahan emosi suaminya itu .


" Ini rumah sakit mas , jangan meladeni dia ". Ucapnya Laila .


Aldi lalu menuruti perintah istrinya itu, sambil masih matanya itu menatap tajam kearah Rico .


" Ck... sudah lumpuh begitu saja , tetap saja ya sikap sombong mu itu gak hilang-hilang ". Ucapnya Rico seketika membuat Aldi semakin emosi dan hampir menghajarnya namun Laila menahannya .


" Apa kau bilang !!!". Aldi yang sudah tersulut emosi .


" Mas... sudah , Rico kamu juga pergi sana , jangan ganggu kami ". Bentaknya Laila pada Rico .


" Ck, la.. la... lagian untuk apa kamu masih bertahan dengan suami yang sekarang keadaan ck... merepotkan seperti ini, mending kamu tinggalin dia dan menikahlah denganku , ku jamin hidupmu akan enak gak menderita seperti ini ". Ucapnya Rico .


Aldi mengepak tangannya karena saking emosinya pada Rico ,


" Dengar ya , sampai kapan pun aku gak akan tinggalin suamiku bagaimanapun keadaannya , saat dia mengucapkan janji suci dihadapan tuhan di saat itu juga aku berjanji pada diriku sendiri aku akan bersamanya dalam keadaan suka maupun duka, janji seorang istri dihadapan tuhan gak akan aku ingkari , camkan itu... Rico ". Ucapnya Laila menunjukkan kepada Rico dengan tatapan tajam kearah nya .


" Ck... janji..janji, halah... payah kamu La , bodoh kamu ". Ucapnya Rico lalu meninggalkan mereka .


Laila yang dikatai payah dan bodoh hanya bisa menahan emosinya itu, yang terpenting baginya sekarang hanyalah perasaan suaminya itu . Laila melihat kearah suaminya yang berjalan meninggalkan dia .


" Loh... mas... tunggu mas ". Laila yang mulai mengejar langkah suaminya itu .


" Benar katanya dia , aku hanya akan menyusahkan kamu, lebih baik kamu tinggalkan aku dan hidup bersamanya , aku gak mau menjadi beban dihidupmu La , sudah banyak kesalahan yang aku perbuatan padamu , kamu gak pantas masih bertahan sama pria seperti ku ". Ujarnya Aldi yang masih melangkahkan kakinya itu yang dibantu oleh tongkatnya .


" Tunggu mas , apa maksudmu ? aku gak mau tinggalkan kamu, lagian omongan Rico kenapa kamu dengar sih, kamu tahu sendiri kan dia emang seperti itu ". Ucapnya Laila berusaha meraih tangannya Aldi namun Aldi hempaskan membuat Laila terkejut .


Aldi membalikkan tubuhnya menghadap Laila,


" La... aku ini jahat loh sama kamu, kenapa kamu masih mau sama aku, aku gak pantes la mendapatkan perhatian dan cinta dari kamu , kamu terlalu baik untukku ". Ucapnya Aldi .

__ADS_1


" Gak... mas, aku gak mau ninggalin suamiku apapun yang terjadi ,aku akan tetap bertahan di sisimu , meski nanti banyak masalah yang datang kita hadapi sama-sama mas , ada aku disisimu , aku istrimu ". Ucapnya Laila langsung memeluk suaminya itu sambil menitikkan air matanya .


Aldi membalas pelukan istrinya itu .


" Aku harus memberi tahunya sekarang, aku gak mau ia tahu soal ini dari orang lain ". Batinnya Aldi .


" La ". Ucapnya Aldi .


" Iya mas ". Ucapnya Laila tersenyum sambil menyeka air matanya itu lalu melepaskan pelukannya itu dan menatap kearah suaminya .


" Ada sesuatu yang aku mau bicarakan sama kamu ". Ucapnya Aldi menatap istrinya itu .


" Iya mas apa ? kamu mau ngomong apa ?". Tanyanya Laila tersenyum .


" Ini soal... ". Ucapnya Aldi terpotong karena seorang suster membuatnya berhenti bicara .


" Pak Aldi Prastama kan yah ?". Tanyanya Suster rumah sakit itu memastikan bahwa ia memanggil orang yang benar .


" Ah iya sus , saya Aldi Prastama ". Jawabnya Aldi .


" Anda ditunggu di ruang dokter, untuk melakukan terapi anda ". Ujar suster itu .


" Ah... iya sus, saya akan kesana sekarang ". Balasnya Aldi .


" Ya sudah ayo mas kita kesana dulu ". Ajaknya Laila .


" Iya ". Jawabnya Aldi .


Rico masuk kedalam mobilnya dengan raut wajah kesalnya , membuat si pengemudi kaget .


" Kenapa Lo ?". Tanya si pengemudi .


" Ya Lo pasti tahu sendiri lah apa yang terjadi sama gua ". Balasnya Rico dengan wajah kesalnya .


" Ditolak loh, hahaha ". Si pengemudi malah menertawakan ekspresi wajah Rico yang badmood itu .


" Ya lagian lu, sudah tahu dia itu tipe cewek keras kepala , masih saja lu berusaha mau dapetin dia ". Ucap si pengemudi mobil .


" Ck... rese lu, cepat jalankan mobilnya , kita pergi ke rumah besar ". Perintahnya .


" Oke-oke ". Si pengemudi mobil menuruti perintah dari Rico , menjalankan mobilnya menuju arahan Rico .


Aldi dan Laila keluar dari ruang terapi,


" Sering-sering ya pak kesini, percobaan pertama saja tadi sudah bagus ada perubahan , saya lihat tadi anda sedikit demi sedikit bisa menggerakkan kaki anda itu ". Ujar sang Dokter .


" Iya dok, kalau begitu saya permisi ya , terimakasih atas sarannya itu ". Ucapnya Aldi tersenyum .


" Terimakasih ya dok , permisi ". Timpalnya Laila .

__ADS_1


" Iya sama-sama ,bapak ibu ". Balas dokter itu tersenyum .


Aldi dan Laila berjalan, kearah luar rumah sakit , diperjalanan menuju rumahnya Laila tidak sengaja melihat penjual pentol dan dengan sengaja ia memakirkan mobilnya itu ke pinggiran jalan membuat Aldi bertanya-tanya .


" loh koh berhenti , rumah kita kan masih jauh La ". Ucapnya Aldi .


" Kita makan itu yuk mas , aku dari kemarin pengen makan itu ". Ucapnya Laila menunjuk kearah penjual pentol bakso .


" Yakin kamu mau makan itu ?". Tanyanya Aldi .


" Iya mas , yuk cepetan keburu habis nanti ". Ajaknya Laila .


" Ah... iya-iya ayo ". Balasnya Aldi sambil tersenyum .


Aldi membuka sabuk pengamannya itu lalu turun dari mobil menggunakan tongkat nya , Sedangkan Laila sudah terlebih dahulu pergi ketempat penjual pentol gerobakan .


" Bang pesen pentolnya 10 ribu ya ". Ucapnya Laila sambil tersenyum .


" Oke neng bentar ". Jawab penjual itu .


Aldi terlihat menghampiri Laila ,


" Mas.. kamu mau gak sekalian , kalau mau aku pesenin ?". Tanyanya Laila .


" Ah... enggak , kamu saja ". Jawabnya Aldi sambil tersenyum .


" Ya sudah ". Balasnya Laila .


Setelah mendapat pentolnya Laila dan Aldi masuk kembali kedalam mobil, dan Laila langsung makan pentol itu .


Aldi yang melihat istrinya yang makan pentol itu hanya tersenyum karena saus kacang dari pentol itu berlepotan disisi bibirnya Laila .


" Makan tuh yang bener kenapa sih La ". Ucapnya Aldi tersenyum .


" Loh... emangnya kenapa mas ". Tanyanya Laila yang masih memegang pentol ditangannya dengan ekspresi kebingungan .


" Bentar ". Ucapnya Aldi mengambil tisu yang berada dimobil , lalu menghadap istrinya dan seketika tangannya Aldi menyentuh pinggiran bibir istrinya itu bermaksud membersihkan sisa makanan yang berlepotan di sekitar bibir istrinya itu membuat Laila sedikit terkejut , namun berbeda dengan Aldi entah mengapa saat mengelap bibirnya Laila ada perasaan bergejolak dihatinya . dan seketika Aldi memajukan tubuhnya hendak mencium bibir Laila , Laila yang melihat suaminya hendak menciumnya pun langsung peka ia pun memejamkan matanya namun suara ponsel dari Aldi mengganggu suasana romantis diantara mereka .


" Ah... maaf ". Aldi langsung duduk diposisi nya kembali sambil melihat ponselnya itu .


Sedangkan Laila seketika perasaan nya menjadi kesal, ia benar-benar seperti dipermainkan oleh suaminya itu .


" Ck... kenapa bunyi disaat yang gak tepat sih tuh ...hape , sebel ". Gerutunya dalam hati .


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊😊🤗😚


__ADS_2