Dendam Cinta

Dendam Cinta
Menerima Kenyataan yang Ada


__ADS_3

Aldi sudah pulang beberapa hari yang lalu, dan kini ia hendak mengambil minum di nakas yang berada disamping tempat tidurnya ,namun gelas itu malah jatuh kelantai dan pecah , dan itu membuat dirinya kesal sendiri .


" Arghh.... ". Teriaknya karena ia merasa kesal benar-benar merasa tidak berguna lagi sebagai manusia .


" Ck... dasar kaki sialan , kenapa juga gua harus lumpuh sih .. argh... ". Caci makinya pada dirinya sendiri dan saling kesalnya ia malah mengacak-acak barang yang ada diatas nakas itu .


Laila yang kebetulan gak ada dirumah karena harus menggantikan posisi suaminya itu dikantor untuk sementara waktu, selama suaminya dalam masa pemulihan dan ada asisten rumah tangga yang Laila suruh untuk menjaga suaminya itu .


" Ya ampun tuan, tuan kenapa ? ".Tanya ART itu pada Aldi sambil mengambil satu persatu barang yang berserakan di lantai akibat Aldi yang melemparkan nya tadi .


" Pergi kamu ". Ucapnya Aldi yang kini dalam posisi duduk dikursi roda nya .


" Tapi tuan ". Ucap ART itu yang malah membuat Aldi membentaknya .


" Gua bilang pergi !!!.. ya pergi ". Bentaknya Aldi dengan raut wajah kesalnya membuat ART sedikit terkejut .


" Baik-baik saya pergi tuan ". Ucap ART itu menurut saja daripada ia dimarah-marahi lagi oleh majikannya itu .


Kini Aldi sudah seorang diri dikamarnya itu ia membawa dirinya ke sisi kaca apartemennya yang menampakan perkotaan dengan mendorong roda kursi rodanya itu .


" Kenapa hal ini harus terjadi sih , apa ini yang dinamakannya karma ,karena gua sudah banyak sekali berbuat jahat pada orang , tapi kenapa harus seperti ini hukumannya tuhan, gua benar-benar gak sanggup kalau harus hanya diam begini , hanya bisa duduk dikursi roda ini benar-benar membuatku muak ...arghh....". Keluhnya yang diakhiri teriak prustasi nya .


Di sisi lain, dua orang tengah berdebat soal apa yang terjadi belakangan ini pada salah satu kedua orang itu .


" Kenapa kamu melakukannya ? kenapa bukan perempuan itu saja yang kamu celakai kenapa harus dia ". Ucap perempuan yang tak lain adalah orang yang sama ,yang selalu mengawasi gerak-gerik Aldi maupun Laila belakangan ini .


" Kenapa ? kamu tanya kenapa ? ck... apa kamu lupa apa yang dia perbuat pada kita berdua hah... dia...dia...itu iblis ,dia pantas mendapatkan hal itu, bahkan kamu tahu itu belum seberapa dibandingkan apa yang terjadi padaku ...". Bentak laki-laki yang menatap tajam kearah wanita yang tengah berdiri dihadapannya .


" Tapi itu bukan dari rencana yang kita sepakati bersama Man , kamu benar-benar gila , aku memang ingin membalas perbuatannya namun bukan ini caranya, aku ingin mendapatkan nya bukan dengan cara mencelakainya , tapi dengan mendapatkan perhatian darinya ". Ucap wanita itu yang sama-sama menatap tajam kearah pria itu .


" Ck... kamu bilang apa ? perhatian darinya alah.. sampai kapan ia akan melirik kamu hah... istrinya sendiri pun ia gak pernah perhatikan , ini kamu malah yang berharap padanya ... tujuanku hanya satu Ma , menghancurkan hidupnya , sebagai mana dia menghancurkan hidupku dan mimpiku ". Ujarnya menatap sinis kearah dimana Aldi berada .


" Itulah bedanya aku dengan perempuan ****** itu, aku tahu betul apa yang Aldi suka maupun yang tidak ia suka ". Ucapnya .


" Apa maksudmu ?". Tanyanya .


" Kita lihat saja , apa yang akan aku perbuat untuk mendapatkan dirinya ". Ucap perempuan itu sambil tersenyum licik .

__ADS_1


" Hah... ya terserah kau saja , aku pergi dulu ". Ucap pria itu pergi meninggalkan wanita itu .


Sedangkan si wanita masih melihat kearah Aldi yang terlihat terpuruk dikursi roda .


Laila tengah melakukan meeting dengan klien yang hendak bekerja sama dengan perusahaan milik suaminya itu .


Aldi meminta pembantunya itu untuk membawa dirinya jalan-jalan diluar apartemennya tepatnya ditaman sekitar apartemennya .


" Gimana tuan, anda senang ?". Tanya ART itu pada Aldi sambil mendorong kursi roda yang diduduki Aldi .


" Iya lumayan daripada didalam bosan aku ". Ucapnya Aldi .


" Oh ya , saya mau minum ". Ucapnya Aldi .


" Ah iya , ini tuan minumannya ". Ucap ART yang kebetulan membawa sebotol air mineral di tas bawaannya .


" Iya ". Aldi yang menerima minuman itu lalu meneguk air mineral itu .


Terlihat seseorang yang sangat familiar berjalan kearah nya .


" Hai... ". Sapa orang itu yang ternyata memang benar orang yang dikenal oleh Aldi .


" Mas.. Aldi ". Ucapnya Anna tersenyum manis padanya .


" Kok kamu ada disini ? ngapain ?". Tanyanya Aldi .


" Iya kebetulan tadi aku menemui seseorang disekitar sini ,eh pas mau pulang malah melihat mas Aldi, jadi ya sekalian saja menyapa mas ". Ujarnya .


" Oh ya ". Balasnya Aldi .


" Iya, oh ya mas gimana sekarang keadaan mas nya ?". Tanyanya .


" Ya seperti yang kamu lihat sekarang , aku masih sakit , aku lumpuh sekarang ". Ucapnya tersenyum kecut .


" Hmm... mas Aldi ". Ucapnya Anna menyamakan posisinya dengan Aldi ia dengan berjongkok .


" Mas.. Aldi jangan putus asa ya , kata Dokter kan sakit nya mas ini bisa sembuh, jadi mas jangan bersedih gitu , tetap semangat ". Ucapnya Anna memberi semangat .

__ADS_1


Aldi yang melihat sikap baiknya Anna hanya bisa tersenyum ditambah lagi ia tahu kalau Anna rela berkorban mendonorkan darahnya untuk dirinya .


" Makasih ya Anna, makasih sudah mau menolong saat aku butuh darah , tapi kenapa ? kamu mau membantuku ?". Tanyanya Aldi keheranan padahal dirinya dan di baru kenal beberapa hari .


" Ya kan namanya juga sesama manusia mas ,ya wajar aja kan kalau aku menolongmu , lagian saat itu kebetulan aku juga berada disana dan tidak sengaja melihat Dhan yang tengah berbicara sama dokter kalau ternyata kamu lagi butuh golongan darah yang langka sekali , dan kebetulan juga kan darahnya kamu sama denganku jadi apa salahnya jika aku menolong mu mas ". Ujarnya Anna tersenyum pada Aldi .


" Iya juga ya , makasih ya sekali lagi Ann, kamu emang orang baik , aku beruntung sekali bertemu denganmu ". Ucapnya Aldi .


" Iya sama-sama mas , lagian kan kita sudah jadi teman seperti yang pernah kamu katakan kemarin pas dirumah sakit kan ". Balas nya Anna .


" Iya Ann.. teman ". Ucapnya Aldi mengulurkan tangannya tanda ia meminta jabat tangan dengan Anna .


" Teman ". Ucapnya Anna tersenyum .


OB baru dikantor nya Aldi kini tengah mengepel lantai , Laila yang melewati jalan itu hendak jatuh terpeleset namun seketika OB itu menangkap nya dan terjadilah adegan OB itu menolong Laila .


Dan itu dilihat oleh orang-orang yang ada disana ,


" Ah... maaf-maaf Bu , maaf saya gak bermaksud ". Ucap OB itu meminta maaf karena tidak sengaja memegang tubuhnya Laila .


" Ah.. iya-iya saya juga yang gak lihat-lihat kalau jalan ini tengah dipel , dan makasih sudah menolong saya , kalau begitu saya duluan ". Ucapnya Laila pergi dari sana , karena ia gak mau semua orang salah paham terhadap dirinya .


" Iya Bu ". Balas OB yang kini melanjutkan pekerjaannya namun sesekali matanya itu melihat kearah Laila yang kini berjalan kearah ruangan suaminya yang kini menjadi ruangan kerjanya juga .


Dhan yang melihat hal itu menjadi agak tidak suka ,


" Ehemm... jaga mata anda , dia sudah punya suami dan suaminya itu bos diperusahan ini ,jangan macam-macam kamu ". Peringatan dari Dhan lalu ia pergi begitu saja setelah memberi peringatan pada OB itu .


OB yang mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya Dhan hanya bisa menggerutu .


" Aku harus lebih ekstra menjaga nyonya dari pandangan laki-laki manapun selagi tuan tidak ada dikantor ". Batinnya Dhan yang berjalan menuju tempat parkiran mobil karena ia hendak bertemu seseorang disana .


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊😊🤗


__ADS_2