
Laila berjalan tergesa-gesa setelah ia sampai dirumah sakit itu, ia baru sampai jam 3 pagi disana dan berpas-pasan sekali dengan neneknya yaitu Mila selaku neneknya Aldi dan juga kakak iparnya yaitu Wulan .
" Laila ". Ucapnya Wulan .
" Eh... mbak , nenek , kalian baru sampai juga ?". Ucapnya Laila yang baru saja sampai dikoridor rumah sakit .
" Iya nih , kami buru-buru kesini ? oh ya kamu tahu dimana Aldi sekarang ?". Tanyanya Mila dengan cemasnya .
" Kata Dhan , dia sudah dipindahkan keruangan inap nek, ayo kita kesana saja ". Ajaknya Laila .
" Ah... iya ayo ". Ucapnya Mila berjalan tergesa-gesa mengikuti Laila begitupun dengan Wulan yang tengah menggendong Zidan .
Zidan yang juga masih belum tidur ia masih bertanya-tanya ada dimana pada ibunya itu ,namun Wulan hanya bilang mau ketemu om nya Zidan yaitu Aldi .
Laila sekeluarga sudah berada didepan pintu kamar rawat inap suaminya berada , ruangan itu cukup luas ,karena Dhan memesankan ruangan VIP khusus kalangan orang kaya biasanya untuk Aldi biar Aldi merasa nyaman .
Laila membuka pintu ruang rawat itu, ia disambut oleh Dhan yang tengah berjaga menjaga Aldi yang masih belum sadarkan diri , banyak alat yang terpasang ditubuhnya Aldi .
Laila yang pertama kali melihat benar-benar merasa hancur sedih , melihat orang yang paling ia sayang terbaring lemah sekarang .
" Ya tuhan... mas ". Ucapnya Laila menghampiri suaminya dengan raut wajah sudah meneteskan air matanya .
Begitupun dengan Mila ,ia begitu amat-amat terkejut melihat kondisi cucunya itu ,yang biasanya selalu terlihat kokoh, kuat kini lemah terbaring tidak berdaya diranjang rumah sakit dengan selang yang melekat ditubuhnya .
" Ya ampun Al , apa yang sebenarnya terjadi pada kamu sih ". Ucapnya Wulan seketika .
" Mas... bangun , ini aku Laila , sudah datang mas , bangun yuk mas ". Ucapnya Laila memegang tangannya Aldi sambil menitikkan air matanya .
Mila dan Wulan hanya bisa diam dan sedih melihat kondisi Aldi sekarang .
" Apa kata dokter ? gimana keadaannya sekarang ? kenapa dia belum sadar ?". Tanyanya pada Dhan yang berdiri di sampingnya Aldi .
" Kata dokter tuan Aldi, masih dalam keadaan kritis , tadi sempat terjadi konflikasi saat dia butuh banyak darah karena ia banyak kehilangan darah ,namun untungnya masih bisa tertolong karena ada pendonor darah yang baik hati , yang mau mendonorkan darahnya untuk tuan Aldi ". Ujarnya Dhan menjelaskan .
" Oh ya siapa orang itu, baik sekali rupanya mau menolong cucuku ? ". Tanyanya Mila .
" Dia masih disini nek , dia lagi ketoilet , bentar lagi juga kesini ". Ucapnya Dhan .
Dan beberapa detik orang itu datang dengan senyuman manis melekat di wajah ayu nya itu .
" Permisi ". Ucap orang itu .
Laila yang mendengar suara orang datang ke kamar itu langsung menoleh kearah orang yang membuka pintu itu begitupun dengan yang lainnya .
Mata Laila langsung membulat saat melihat orang yang baru saja datang ke kamar inap suaminya itu .
" Iya , maaf siapa ya kamu ?". Tanyanya Wulan .
" Saya Anna ". Ucapnya dan Dhan langsung menghampiri Anna dan memperkenalkan Anna pada keluarga Aldi .
" Dia Anna nek , Anna ini orang yang telah menolong tuan Aldi , dia lah orang yang mendonorkan darahnya untuk tuan Aldi ". Ucapnya Dhan menjelaskan .
Mata Mila dan Wulan langsung merasa senang melihat siapa yang datang itu , namun berbeda dengan Laila , ia begitu terkejut mendengar kenyataan bahwa wanita yang bernama Anna itu yang telah menolong suaminya , bagaimana bisa orang yang tempo hari bersama suaminya itu bisa ada disini dan lebih-lebih ia telah mendonorkan darahnya untuk Aldi .
Ya Anna ini adalah orang yang tempo hari Laila lihat ditaman sekitar apartemennya , dan Laila yang melihat kejadian tempo hari antara wanita itu dengan suaminya menjadi merasa tidak nyaman .
" Salam kenal semua ". Ucapnya Anna memberi salam kepada keluarga nya Aldi .
" Iya nak , salam kenal juga , kenalin saya neneknya Aldi dan ini ". Ucapnya Mila menghampiri Laila dan merangkul pundaknya .
" Ini cucu menantuku istri nya Aldi ". Sambungnya memperkenalkan siapa Laila .
" Dan yang ini , cucu Perempuanku namanya Wulan sekaligus kakaknya Aldi ". Ujarnya Mila .
" Ah...iya salam kenal ". Balasnya sambil tersenyum .
Laila dan Wulan hanya membalasnya dengan senyuman .
__ADS_1
" Iya ". Ucapnya Wulan .
" Kami sangat-sangat berterimakasih banyak sama nak Anna ini ,sudah berkenan membantu cucuku ini, mungkin kalau tidak ada nak Anna cucuku ini sudah... ". Ucapnya Mila terpotong oleh Anna .
" Ibu eh ... apa nenek ya manggil nya , saya ini benar-benar ikhlas menolong Aldi ,lagipula saya kebetulan juga sudah mengenalnya , saya sudah menganggap nya sebagai teman saya , dan saya amat senang menolongnya ". Ucapnya Anna sambil tersenyum .
Mila yang mendengar ucapan nya Anna hanya tersenyum begitupun Wulan , namun benar-benar berbeda dengan Laila entah mengapa setelah melihat Anna itu perasaan nya menjadi benar-benar tidak nyaman .
" Makasih ya nak , nenek benar-benar hutang Budi padamu , telah menyelamatkan Aldi sekali lagi nenek berterima kasih banyak padamu ". Ujarnya Mila yang tak henti-hentinya berterima kasih pada Anna .
" Iya nek sama-sama ,saya pun senang kok sudah membantunya, semoga cepat sembuh ya ". Balasnya Anna .
" Iya aminn... ". Ucapnya Mila .
" Aminn...". Ucapnya Wulan .
" Amin ...". Ucapnya Laila .
Laila masih berdiri disampingnya Aldi , sambil sesekali melihat kearah suaminya yang belum sadarkan diri juga .
" Kalau begitu saya permisi , ya pamit pulang, titip salam saja nanti buat pak Aldi nya kalau sudah sadar ". Ujarnya Anna yang hendak pamit pulang .
" Oh iya pasti, makasih ya sekali lagi ". Ucapnya Mila tersenyum .
" Ya sudah kalau gitu saya permisi ". Ucapnya .
" Biar saya antar ". Tawarnya Dhan .
" Ah... iya makasih Dhan ". Ucapnya Anna .
" Sama-sama mari ". Balasnya Dhan .
" Saya permisi dulu mengantarkan nya pulang ,nek ". Ucapnya Dhan .
" Iya Dhan , hati-hati ya bawa mobilnya ". Balasnya Mila .
Laila masih saja berdiri melihat wajah suaminya yang seperti tertidur lelap .
Namun seketika perutnya merasa bergejolak mual ,
Laila menahannya dengan tangannya , dan ia pun langsung pergi ke kamar mandi yang ada dikamar itu . Mila dan Wulan yang melihatnya menjadi khawatir dan kebingungan .
" Loh ... Laila kenapa ?". Ucapnya Wulan sambil menidurkan Zidan disofa .
" Iya ya , coba nenek periksa dulu , kamu jagain adek kamu ya ". Ujarnya Mila .
" Iya nek ". Jawabnya Wulan .
Mila masuk kedalam kamar mandi itu, ia melihat Laila tengah muntah-muntah gitu di wastafel yang ada di dalam kamar mandi itu .
" Sayang , kamu kenapa ? ". Ucapnya Mila menghampiri Laila yang membersihkan mulutnya yang habis muntah itu .
" Ah... ya gapapa kok, sudah terbiasa kok Laila begini ". Balasnya Laila menengok kearah Mila yang berada disampingnya .
" Biasa ?". Ucapnya Mila .
" Iya nek , sebenarnya ...Laila kini tengah berbadan dua nek ". Ucapnya Laila tersenyum sambil wajahnya berseri-seri .
Mila langsung membulatkan matanya saking kagetnya mendengar apa yang diucapkan cucu menantunya ini .
" Apa !!!... ja...ja...jadi , di perutmu ini ada ". Ucapnya Mila terbata-bata sambil memegang perutnya Laila .
" Iya nek, ini anaknya mas Aldi ". Ucapnya Laila tersenyum .
" Ya tuhan makasih ya tuhan , akhirnya kau mengabulkan doa-doa ku selama ini, akhirnya anak nakal itu, punya anak juga ". Ucapan nya Mila membuat Laila terkekeh geli .
" Ya ampun nek, masa mas Aldi dikatain anak nakal ". Ucapnya Laila sambil senyum-senyum .
__ADS_1
" Yah... memang bagi nenek dia itu tetaplah anak nakal, semoga saja dengan adanya kehadiran anaknya ini sifat keras kepalanya itu akan meleleh juga ". Ucapnya Mila .
" Aminn... nek ". Timpalnya Laila .
" Ya ampun kukira lama-lama didalam kamar mandi kalian lagi ngapain ,ternyata ada kabar gembira rupanya , ya ampun bentar lagi aku jadi tante anaknya si kunyuk dong ". Ucapnya Wulan yang ada dibalik pintu kamar mandi .
" Hahaha... iya kak ". Jawabnya Laila tertawa .
" Aduh... selamat ya La , aku senang mendengar nya ". Ucapnya Wulan langsung memeluk Laila .
" Iya kak makasih ". Laila yang membalas pelukannya Wulan .
Wulan melepaskan pelukannya itu, dan langsung bertanya pada Laila .
" Oh ya La , Aldi sendiri sudah tahu belum soal kabar ini, kalau kamu hamil anaknya ". Tanyanya Wulan .
" Belum, pas aku mau kasih tahu juga panggilan telepon nya malah ia matiin , ya jadinya ya gitu deh ". Balasnya Laila .
" Ya ampun , anak itu ya bener-bener ". Ucapnya Wulan menepuk jidatnya .
" Ya nanti juga ia bakal tahu kalau dia sudah sadar ". Timpalnya Mila .
" Tahu apa ?". Ucapnya Mira yang baru saja datang kedalam kamarnya inapnya Aldi .
Mereka bertiga langsung melihat kearah sumber suara itu .
" Mama...". Ucapnya Laila .
Mereka bertiga langsung keluar dari kamar mandinya itu dan langsung menghampiri Mira .
" Iya maaf ya aku ,telat datang nya , habisnya dijalan tadi macet parah ". Ucapnya Mira .
" Iya gapapa Ra pasti kamu capek perjalanan kesini , mari duduk dulu ". ajaknya Mila pada mantan menantu nya itu .
Laila dan Wulan pun kini duduk disofa yang cukup panjang dimana Zidan ditidurkan oleh Wulan sedangkan Mila dan Mira duduk disofa satunya .
Mira langsung menghampiri Aldi .
" Ya ampun nak, sebenarnya apa yang terjadi sama kamu , sampai-sampai kamu seperti ini sekarang ". Ucapnya Mira meneteskan air matanya ia benar-benar gak kuat melihat putra satu-satunya terbaring lemah begini .
" Kata Dhan , Aldi tertabrak mobil dan mobil yang menabraknya kini masih jadi pencarian polisi , karena orang yang menabrak Aldi lepas tanggung jawab begitu saja , kami pihak keluarga pun ingin segera orang itu bisa tertangkap segera ". Ujarnya Mila .
" Tega sekali orang itu, bukannya bertanggung jawab pada anakku tapi ia malah kabur begitu saja ". Ucapnya Mira .
" Kalian tenang saja aku, sebagai sahabat dan asisten pribadinya , gak akan menyerah menangkap siapa pelaku penabrakan Aldi ". Timpalnya Dhan yang tersulut emosi juga saat melihat Aldi ditabrak begitu saja .
Dhan yakin itu adalah penabrakan yang disengaja , kalau bukan disengaja orang itu pasti mau menolong Aldi tapi ini enggak lagian yang menabrak Aldi itu bukan mobil murah tapi mobil keluaran terbaru , dan Dhan semakin curiga saja saat melihat mobil yang menabrak Aldi .
" Makasih Dhan, kamu sudah mau menangani kasus ini ". Ucapnya Mila .
" Sama-sama nek ". jawabnya Dhan .
Mereka semua kini benar-benar lelah , karena semalaman berjaga , terlihat Laila tertidur duduk disampingnya Aldi , sedangkan yang lainnya ada yang tidur disofa dan dilantai diatas karpet .
Laila sudah memberi tahu kabar kehamilan nya itu pada semuanya yang berada disana tak lupa pada ibunya itu , ia amat benar-benar merasa senang mendengar kabar anaknya itu tengah mengandung begitupun orang-orang yang berada disana .
Mira yang mendengarnya menjadi antusias benar-benar merasa tidak sabar ingin cepat-cepat menggendong cucunya .
Ternyata dibalik kesedihan ada kebahagiaan juga didalamnya .
.
.
.
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊😊🤗
__ADS_1