DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
AKU INGIN MENIKAHI PUTRI ANDA


__ADS_3

"apa tujuan mu bertamu ke rumah kami?". Tanya ustad dzaki pada pemuda perlente yang berdiri berhadapan dengan nya.


"Saya datang kesini, untuk meminta izin ustad untuk menikahi dokter Fajrina, putri anda ustad". Dengan lantang dan tegas elang meneritahu ustad Zaki alasannya datang ke rumah sang ustad


"Kau mau menikahi putri ku?". Ustad Zaki tersenyum


"Iya ustad, izinkan aku menikahinya". Di balik pintu Fajrina sedang mendengarkan pembicaraan pria kurang ajar itu dengan abinya. Fajrina yakin bahwa abinya tak kan menyetujui lamaran itu.


Ustad dzaki menatap netra pemuda itu, beliau tau pemuda itu yakin akan semua yang ia katakan barusan. Lagipula beliau sangat mengenal kedua orang tua pemuda itu, orang tua nya sangat aktif dan selalu menghadiri setiap beliau mengadakan kajian di pondok pesantren yang ketak nya tak jauh dari kediaman beliau.


"Apa kau yakin, elang?". Ustad dzaki kembali bertanya.


"Saya yakin ustad". Elang menjawab mantap


"Baiklah, elang.. bawa semua anggota keluargamu ke sini besok, sehabis isya, aku akan menikahkan kau dengan putriku besok". Fajrina merosot ke bawah, ia tak menyangka sang ayah malah menyetujui lamaran itu.


"Tapi kenapa Abi". Fajrina berurai air mata, meminta penjelasan pada sang ayah.


"Abi bisa melihat dengan jelas, siapa pria itu bahkan Abi megenal kedua orang tuanya, jika memang dia tidak serius dengan kata-katanya , ia tak akan menerima tantangan dari Abi". Ucap ustad dZaki sambil mengelus kepala putrinya.


"Tapi kalau ternyata , ia betulan datangan bagaimana Abi". Fajrina tersedu


"Jika dia datang, berarti dia jodoh mu Fajrina". Kini uminya angkat bicara


"Ah, umi.. aku masih belum mau menikah umi ". Tangisan Fajrina makin nyaring terdengar.


"Dengar umi ya sayang, waktu umi menikah pun umi di jodohkan, umi dan abimu bahkan sama sekali tak saling kenal, kami bertemu setelah akad nika selesai, nah sampai sekarang hidup kami bahagia, bahkan di karuniai putri cantik dan pintar sepertimu".


Fajrina mengusap air matanya, memandang umi dan abinya. Ia tak terima, kemudian berdiri dan berlari memasuki kamar dan menangis.


Di rumah lain, keadaan berbanding terbalik, di rumah keluarga Manggala suasana sangat tenang


"Aku sudah melamar seorang gadis untuk ku, ". Elang angkat bicara.


Cindya memandang putranya dan terseyum, pun agung sang suami.

__ADS_1


"Wanita seperti apa yang kau dapatkan, jika gadis begajulan dan tak tau aturan seperti teman-teman wanitamu, aku tak kan menerimanya". Agung menatap tajam ke arah putra nya.


Dini dan Joyo tersenyum, memang pasangan suami istri ini sedang menantikan moment-moment seperti ini. Karna jika dalam waktu yang ditentukan elang belum juga bisa menikahi seorang wanita dengan kriteria sang orang tua maka, semua perusahaan di bawah kendali elang akan di berikan kepada Joyo, sang kakak ipar.


"Ayah bilang, setelah menikahi wanita berhijab, maka aku akan tetep memiliki perusahaan perusahaan ku, jadi sesuai permintaan ayah". Ujar elang santai.


"Oh , benarkan ? Siapa dia?". Cindya bertanya lembut.


"Fajrina, putri ustad Zaki, guru ngaji ayah dan bunda". Cindy terkejut, dan secara tak sengaja menjatuhkan garpu yang sejak tadi ada di tangan nya.


"Kau serius , elang?". Tanya sang ayah.


"Aku serius". Jawabnya.


Cindy bisa mengingat betapa santunya gadis itu, ia lulusan universitas ternama di Jakarta. Ia merupakan dokter muda yang sangat cemerlang. Cindy pernah beberapa kali bertemu gadis itu ketika ia mengikuti kajian-kajian dari ustad Zaki.


"Bunda setuju". Cindy langsung berdiri


"Semoga pernikahan mu, bukan pernikahan main-main dan di rencanakan, dengar.. dalam 1 tahun aku ingin mendengar kabar kehamilannya, tapi jika tidak aku akan mengambil perusahaan inti yang kau punya.".


" Ayah cepat sekali berubah pikiran". Elang menatap tajam sang ayah.


"Aku tau siapa kau elang, aku sangat tau.. dan ya, persiapkan dirimu, besok kau akan menikah dan satu lagi, jaga sikapmu pada putri ustad Zaki". Agung balas menatap elang.


"Baiklah". Jawab elang cepat.


"Apa kau yakin akan menikahi gadis itu?". Dini melayangkan pertanyaan yang menurut elang sangat mudah di tebak arahnya kemana.


Elang terseyum dan menatap sang kakak.


"Aku yakin, aku akan menikahi nya dan dalam setahun aku akan melahirkan penerus untuk keluarga ini, dan kau kak, hati-hatilah". Elang berdiri , mendekati sang ibu mencium pipinya dan melangakah pergi.


Ia memasuki kamarnya, merbahkan tubuhnya. Ia mengingat kembali bagaimana ia bisa mengenal Fajrina.


Siang itu udara sangat panas, elang bersusah payah memapah tubuh teman perempuan nya. Wanita itu overdosis obat-obatan terlarang. Ketika elang memasuki unit gawat darurat kebetulan sekali , Fajrina dokter jaga di sana.

__ADS_1


"Dia kenapa?". Tanya Fajrina sambil memeriksa gadis itu.


"Dia overdosis". Jawab elang enteng. Fajrina menatap elang, lalu meminta staf administrasi rumah sakit menghubungi pihak kepolisian.


"Apa yang kau lakukan". Elang membentak Fajrina.


"Teman wanita anda oberdosis, saya rasa nyawanya tak kan tertolong , denyut nadinya sangat lemah, tangannya mulai membiru, saya tak mau mengambil resiko". Ujar Fajrina dengan wajah datar. Tak lama kemudian tanda-tanda kehidupan menghilang dari gadis itu.


"Dokter, dia sudah meninggal dunia". Elang menatap wajah teman perempuan nya.


"Anda lihat, kandungan obata-obatan terlarang yang ia pakai sangat tinggi, dan jelas sekali Anda sangat terlambat membawanya kesini". Ujar Fajrina sambil menandatangani bebrapa berkas.


Elang menatap gadis cantik berhijab itu, ia bisa dengan jelas membaca nama yang tertera di jas kebesaran wanita itu


"Dokter Fajrina". Fajrina mengangkat kepalanya menatap elang. "Kita akan bertemu lagi". Ujar elang sambil berjalan ke arah administrasi sambil menunggu pihak kepolisian datang.


Keesokan harinya , elang kembali melihat sosok Fajrina yang berjalan tepat di belakang ustad Zaki.


"Hem, dia siapa?". Tanya elang pada sang ibu


"Dia Fajrina, putri ustad Zaki". Ujar sang ibu sambil berjalan menyalami sang ustad.


"Dokter Fajrina". Elang menepuk pundak Fajrina, Fajrina menoleh menatap elang. Kemudian ia mundur.


"Anda siapa". Elang tertawa .


"Aku , kita bertemu 2 hari lalu di ruangan IGD , kau yang menyatakan bahwa teman ku meninggal karna overdosis". Fajrina menatap mata elang


"Lalu, ada urusan apa?". Ujar Fajrina.


"Sudah kukatakan padamu sebelum nya , kita akan bertemu lagi.. dan satu hal lagi". Elang membungkukkan tubuhnya dan berbisik di teling Fajrina. "Setelah ini, kau akan melihat ku setiap hari, aku akan pstikan itu". Kemudian elang berjalan meninggalkan Fajrina .


Fajrina merasa kesal, pemuda kurang ajar.


"Fajrina ". Fajrina menoleh melihat ke arah abinya, kemudian ia berjalan mendekati pria tua itu

__ADS_1


"Abi". Ia terseyum dan menggandeng jemari. Ayahnya. Elang menatap Fajrina tajam dari kejauhan. Ia harus menikahi gadis itu, ayah dan ibunya pasti langsung merestui nya, mereka tidak akan menolak Fajrina.


__ADS_2