DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
TIDAK PEKA


__ADS_3

Joyo berlari di koridor rumah sakit, ketika ia membuka pintu kamar rawat dini, ia mendapati Fajrina dan kedua mertuanya di sana.


"Dari mana saja kau". Agung bertanya sambil melipat tangan nya di dada.


"Aku habis sarapan ayah". Joyo mencoba berbohong, namun ia lupa bahwa sang ayah mertua sangat lah jeli


"Sarapan, tapi rambutmu basah dan kau sangat segar". Agung menatap joyo.


"Setelah sarapan aku mendi di kamar mandi lantai bawah ayah, aku merasa sangat berkeringat makanya aku mandi".


"Benarkah? Kau bahkan mengganti pakaian mu". Joyo baru ingat, ia mengganti pakaian nya di rumah lusi.


Kemudian dengan sedikit drama Joyo berjalan ke sisi dini. "Aku membawa pakaian di mobil ayah .. bagaimana keadaan mu sayang, maaf tadi aku keluar tanpa berpamitan padamu, aku tak tega membangunkan mu". Ujar Joyo, ia berusaha mengalihkan topik pembicaraan nya dengan sang mertua. Joyo meremas jemari dini, dini meringis, dan Fajrina melihat hal itu.


Dengan cepat Fajrina mendorong Joyo


"Apa-apa an kau". Joyo membentak Fajrina. Ia lupa jika di sana ada agung dan Cindy


"Jaga bicara mu Joyo, apa kau tak punya sopan santun, berani sekali kau membentak menantu ku". Cindy berteriak sambil mengangkat jemarinya pada Joyo.


"Bunda, aku juga menantu bunda, apa pantas jika Fajrina mendorong ku, aku hanya ingin bersama istriku". Fajrina terseyum menyeringai


"Kau menyakiti kak dini, kau meremas jemari nya , tak perlu berdrama". Fajrina kemudian mendekati dini. Dan melihat jemari dini, benar saja, ada bekas kuku Joyo di sana.


"Kau memfitnah ku". Joyo menatap marah pada Fajrina


"Tutup mulut mu atau ku usir kau dari sini, lagi pula mengapa kau menyakiti dini." Agung mendekati Joyo. Pri tua tampan dan gagah itu sangat menyeramkan, ia sama persis dengan putranya .


"Aku tidak sengaja ayah, mungkin. Karna aku terlalu antusias saja tadi". Joyo menunduk, ia tak berani menatap agung.


"Kami berdua akan pulang, kau jangan macam-macam dengan putri ku, atau kau tau akibatnya". Agung kemudian mengajak Cindy untuk kembali kerumah, setelah dini sakit kesehatan Cindy juga terganggu.sebenarnya sejak tadi Fajrina sudah menyarankan agar kedua mertuanya pulang saja.


Melihat keadaan aman, Joyo langsung mencengkram lengan Fajrina. Fajrina melotot karna mendapat perlakuan seperti itu.

__ADS_1


"Beraninya kau, lepaskan aku". Fajrina berteriak. Namun Joyo seperti tak mendengarnya, bahkan Joyo tak takut sedikitpun. Ia malah terseyum.


"Kenapa? Kau takut..". Dini yang melihat hal itu langsung berusaha bangkit


"Lepaskan dia, ". Dini menarik tangan Joyo, namun Joyo malah mendorong dini , namun Fajrina dengan cepat menangkap tubuh dini.


"Kau gila". Ujar Fajrina, Fajrina mengambil ponselnya dari saku, ia ingin menghubungi elang. Namun ponsel itu lebih dahulu di rebut Joyo.


Fajrina terseyum, Joyo tak menyadari jika panggilan telah di terima oleh elang.


"Kembalikan ponsel ku". Fajrina berkata, ia sengaja mengeraskan suaranya agar elang bisa mendengar nya di sana.


Dan bener saja, elang tengah mendengarkan percakapan mereka


"Kenapa? Kau mau mengadu pada suamimu? . Kemudian elang tertawa . Tak menunggu lama, elang langsung mengenakan jas nya dan berlari untuk menyelamatkan istrinya


Ponsel sengaja tak di matikan , elang mau tau isi percakapan mereka.


"Kau akan tau akibatnya jika suami ku tau semua kelakuan mu". Fajrina kembali terseyum. Merasa ada yang tidak beres, Joyo langsung melihat layar ponsel Fajrina. Nama elang tertera di sana, dan sambungan telepon sedang berlangsung. Joyo mematikan ponsel itu.


"Kau mau apa?". Dini menarik Fajrina


"Biarkan saja kak, dia tak kan berani melukai ku, dia mungkin berani melukaimu tapi tidak dengan ku". Elang berdecih kesal. Ia bingung, alasan apa yang ia berikan pada elang nanti. Tamat sudah riwayatnya.


Kemudian, ia mendapatkan ide. Elang datang tepat waktu, namun Joyo sudah tak berada di sana


"Apa kau baik-baik saja sayang". Elang langsung memegang bahu Fajrina


"Aku baik-baik saja, sepertinya kak dinj lebih memerlukan bantuan sayang". Kemudian elang berjalan mendekati dini


"Sebenarny ada apa kak?".


"Tidak apa-apa elang, ia hanya marah padaku, namun karna istrimu membelaku makanya dia sangat marah, jadi aku mohon harap kau memakluminya ". Elang menatap kakak nya kesal

__ADS_1


"Ada apa dengan mu kak, dia bahkan sudah berani berlaku kasar pada istriku, namun kau masih saja membelanya".


"Aku mohon elang, ".


"Sebaiknya kau pulang kak, kau lebih aman di rumah, aku akan menugaskan seorang perawat untuk mu". Fajrina membujuk dini agar ia lekas pulang.


"Aku tak butuh perawat Fajrina, aku bisa merawat diriku sendiri". Elang masih terlihat marah, kemudian Fajrina langsung memegang jemari elang.


"Redakan amarah mu, kak dini akan menceritakan pada kita semua nya ketika ia sudah siap, percuma kau keras terhadap Joyo karna kak dini untuk saat ini selalu membelanya, kita tak bisa melakukan apa-apa".


"Kau, kenapa kau diam saja ketika dia mau menyakiti mu". Elang juga merasa kesal pada istrinya


"Dia tak melakukan apapun, jadi tak perlu kau marah, ok". Dini yang sejak tadi melihat bertapa elang sangat mengkhawatir kan Fajrina membuatnya merasa sangat iri.


"kau bisa mengatakan itu dan membuatnya sangat biasa, tapi tidak dengan ku". elang merangkul bahu Fajrina.


"aku tau elang, tapi aku mohon pengertian mu"


"aku sejak dulu sangat pengertian Jika mengenai mu, kau saja yang sangat tidak peka" . dini menatap sang adik, matanya berkaca-kaca


rupanya elang sangat menyayangi dini, namun dini sangat tidak peka. dini menganggap elang terlalu dingin hingga Tak perduli akan dirinya. namun dini salah, saat ini akhirnya ia sadar bahwa sang adik sejak dulu memang selalu memperhatikan nya.


dini terisak, kemudian Joyo berjalan ke arah dini dan memeluk nya. sebenarnya Joyo ikut terluka ketika dini terluka. tanpa dini sadari Joyo sejak dulu selalu menyelesaikan masalah dini tanpa dini ketahui.


"katakan lah padaku kak, apa Joyo selalu menyakiti mu?"


"aku tak mau bicara apapun saat ini elang, aku mau kau mengetahuinya sendiri". ujar dini sambil terus terisak di pelukan elang.


"aku akan selalu membantumu Kak, aku bahkan bersedia membantu mu jika kau ingin menyingkirkan suamimu yang kurang ajar itu". dini terseyum


"terimakasih".


Fajrina mengurus kepulangan dini, kemudian dengan sangat hati-hati elang mengangkat tubuh sang kakak. dini sangat merindukan adik nya, ia tau semenjak adik nya beranjak dewasa mereka sudah tak sedekat ketika mereka masih kecil. dini sangat terharu..

__ADS_1


elang menyusuri koridor rumah sakit dengan dini yang masih ada di gendongan nya , dini melepas semua masalahnya di bahu sang adik , tanpa dia tau Maslah yang sebenarnya telah menunggu mereka di rumah


__ADS_2